KUPASAN Singkat Tentang Empat Ilmu Tingkat Tinggi. Di Tanah Djawa Dwipa. Dan Wahyu Panca Gha’ib:

KUPASAN Singkat Tentang Empat Ilmu Tingkat Tinggi.
Di Tanah Djawa Dwipa. Dan Wahyu Panca Gha’ib:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 16 Januari 2017

Nomer 1.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Pertama adalah; Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu. Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah ilmu pengetahuan, tidak ubahnya dengan ilmu-ilmu yang pernah kita pelajari sewaktu di sekolahan. Seperti IPA (Ilmu Pengetahuan Alam dll), hanya saja, bedanya, kalau jaman dulu, di pelajarai di dalam goa sambil bertapa, kalau sekarang, di pelajari di dalam gedung sekolahan sambil suka ria.

Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah sejenis ilmu pengetahuan, untuk mengetahui tentang, awal mulanya Dzat Maha Suci memproses semua yang di ciptakannya. Terutama manusia. Mulai dari awal proses hingga lahir kedunia.

Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, terakhir di pelajari oleh seorang Resi, bernama Begawan Wisrawa, namun gagal, karena di goda oleh muridnya sendiri dan tergoda pada muridnya sendiri, serta menyetubuhi muridnya sendiri, bernama Dewi Sukesi.

Pada jamannya, ilmu ini, ilmu khusus para bangsawan, orang sudera, tidak di perbolehkan untuk mempelajarinya, alasannya kenapa, sepele, karena pada jaman itu, yang memiliki kewenangan melalukan seks bebas, hanya kaum bangsawan saja, milikmu miliku, istirimu istriku, itu kan berlaku hanya untuk orang-orang yang berilmu tinggi dan sakti, karena kalau tidak sakti, pasti di rebut oleh yang lebih sakti tentunya. Kenapa bisa begitu, sebab, Laku Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, bukan bertapa atau tirakat dll.

Melainkan.
Sampurnaning Pati lan Urip, (Menebar Iman Cinta Kasih Sayang), karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Menebar Iman Cinta Kasih Sayang itu, mengobral Cinta Kasih Sayang kemana-mana dan pada setiap lawan jenis, lalu bercumbu pless bermain seks diatas Ranjang/Tempat tidur atau dibawah pohon dll.

Nomer 2.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Kedua adalah; Serat Sangkan Paraning Dumadi. Serat Sangkan Paraning Dumadi, juga sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah ilmu pengetahuan, untuk mengetahui. Dari Mana asal usulnya, semua yang di ciptakan Dzat Maha Suci, terutama manusia, mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata.

Serat Sangkan Paraning Dumadi, terakhir di pelajari oleh Prabu Ciung Wanara dan Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi, yang Bernama Asli Raden Pemanah Rasa. Raja Agung Pajajaran Tanah Pasundan. Juga Raja Malowopati. Prabu Angling Darma.

Pada jamannya, ilmu ini, ilmu khusus para Raja-Raja, pemegang dan pelaku amanah Dzat Maha Suci, itupun Raja yang masih berketurunan langsung dari Dewa, kalau bukan, tidak di perbolehkan untuk mempelajarinya. Kecuali Prabu Brawijaya kesatu, kedua, ketiga, dan ke’empat, karena Prabu Brawijaya kesatu, kedua, ketiga, dan ke’empat, di dampingi atau di momong Secara langsung oleh Sabda Palon Naya Genggong. Sang Pencipta Serat Sangkan Paraning Dumadi.

Laku Serat Sangkan Paraning Dumadi, bukan bertapa atau tirakat dll. Melainkan.
Sampurnaning Kawula Gusti, (Merasakan Dzat Maha Suci), yang benar-benar nyata ada, bukan gha’ib.

Lagi-lagi,,, karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Sampurnaning Kawula Gusti, yang dalam istilah kata lainnya. (Merasakan Dzat Maha Suci), yang benar-benar nyata ada, bukan gha’ib itu, nyaitu cara menyiksa diri. Sebab itu. Para Raja yang mendalami Serat Sangkan Paraning Dumadi. Pasti suka mengembara dan bertapa, meninggalkan kerajaan dan anak istrinya, tujuannya, agar raganya merasa tersiksa, dengan raga yang tersiksa, diharapkan bisa merasakan Dzat Maha Suci, yang disetiap sa’atnya, ada bersama’an dengan semua cipta’annya.

Nomer 3.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Ketiga adalah; Serat Manunggaling Kawula Gusti. Serat Manunggaling Kawula Gusti, juga sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, yaitu, ilmu pengetahuan, untuk mengetahui, jarak keberada’an Dzat Maha Suci dengan semua cipta’annya, terutama manusia , mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata.

Serat Manunggaling Kawula Gusti, terakhir di pelajari oleh para wali, yang lebih di kenal dengan sebutan Wali Songo (9-10 penutup). Dan semuanya gagal.

Lakunya Serat Manunggaling Kawula Gusti, bukan bertapa atau tirakat, atau bersatu atau menyatu dengan Tuhan, dengan pemimpin, dengan masyarakat, dengan alam, dengan dunia dll. Melainkan. Leburing Kawula Gusti, (Mempersilahkan Dzat Maha Suci), atau dalam istilah lain, mengenolkan diri, mengosongkan diri atau nyuwungake sekabehing wewedi.

Lagi-lagi,,, karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Leburing Kawula Gusti, yang dalam istilah kata lain. Mempersilahkan Dzat Maha Suci itu, manunggal, atau menyatunya manusia dengan Tuhannya, akhirnya, para walipun terpecah belah, salin tuduh dan tuding, salin bermusuhan satu sama lainya, bahkan salin bunuh, dan semuanya gagal.

Nomer 4.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Ke’empat adalah; Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Aji Mundi Jati Sasongko Jati ini, tidak sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, serta Serat Manunggaling Kawula Gusti. Sebab Aji Mundi Jati Sasongko Jati, bukan ilmu pengetahuan, untuk mengetahui suatu hal, layaknya seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, serta Serat Manunggaling Kawula Gusti.

Melainkan ilmu pengertian dan pemahaman, Mengenai Dzat Maha Suci, dan semua serta segala the-thek bengeknya, mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata. Aji Mundi Jati Sasongko Jati, pertama di pelajari oleh seorang, yang berawal dari kebencian dendam kesumat, karena ingin mengalahkan Prabu Angling Darma, namanya saya lupa, tapi saya pernah posting bab ilmu ini di blog dan wordpress saya, jika di perlukan, cari saja artikelnya yang Berjudul. Antara Aji Mundi Jati Sasongko Jati dan Wahyu Panca Ghaib, kalau tidak salah, pokoknya ada Mundi Jatinya.

Lakunya Aji Mundi Jati Sasongko Jati, sebenarnya bukan bertapa atau tirakat dll. Melainkan. Leburing Kawula Gusti, (Menerima Dzat Maha Suci). Dan Jaman itu. Menerima ini, di artikan sebagai Sabar atau Rela/Lego/ihklas, sebab itu, Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Di pelajari oleh si pelaku dengan Cara Bertapa Ratusan tahun lamanya, dengan tujuan, agar semua nafsunya mati, kesabaran atau rela/legowo/ihklas itu, bisa termiliki. Namun tetap mencapai kegagalan, karena tak kala bertemu dengan Sang Prabu Angling Darma, kebencian dan dendamnya kambuh, lalu duel maut, dan ajalpun berpihak kepadanya.

Nomer 5.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Kelima adalah; Wahyu Panca Ghaib. Wahyu Panca Ghaib ini. Bukan Ilmu Pengetahuan, juga bukan ilmu pengertian dan pemahaman tentang apapun dan soal apapun. Melainkan Kesadaran Murni setiap Mahluk Hidup. Sejak awal pertama dicipta hingga di kehendaki Dzat Maha Suci, lahir ke dunia ini. Sebab itu, di awali dengan Istilah kata Wahyu, yang artinya. Pemberian langsung dari Dzat Maha Suci, tanpa perantara apapun dan siapapun.

Juga bukan kalimah aji jampi-jampi dll, bukan juga Ajaran Agama, kepercaya’an, kejawen, adat, kapribaden, golongan, kebatinan, partai, perguruan dll. Melainkan Hidup, yang menempati wujud setiap Mahluk Hidup. Sejak awal pertama kali dicipta, hingga di kehendaki Dzat Maha Suci, lahir ke dunia ini. Sebab itu, di awali dengan Istilah kata Wahyu, yang artinya. Pemberian langsung dari Dzat Maha Suci, tanpa perantara apapun dan siapapun.

Masih ingat dengan Prakata atau Artikel saya, yang mengungkap tentang Pencipta’an Manusia Paling Sempurna Pertama. Yaitu ADAMU… Asal Dumadi Ananing Manungsa Urip…?!

Bahwa;
Di akhir pencipta’an. Lalu Dzat Maha Suci, meniupkan Roh Suci-Nya sendiri kepada Wujud/Tubuh/Raga ADAMU. Ini loh… Wahyu Panca Gha’ib.

Wahyu Panca Gha’ib, Pertama di Berikan oleh Dzat Maha Suci, kepada seorang Nabi yang di figurkan sebagai Tuhan. Lalu diambil kembali oleh Dzat Maha Suci, karena disalah maksudkan.

Lalu di Berikan kembali kepada seorang Tokoh sakti, namun memiliki sipat dan sikap kedewa’an/kemalaikatan, seorang Putra Mahkota yang tidak mau menduduki Tahtahnya, seorang sakti yang tidak mengakui kesaktiannya, seorang hebat yang tidak pernah menonjolkan kehebatannya, seorang yang tidak pernah berhenti belajar dan mempelajari apapun, sekalipun dia telah memiliki segalanya. Bernama M. Smono Sastro Hadidjojo.

Wahyu Panca Ghaib, lakunya juga bukan dengan cara bertapa atau tirakat, walaupun di saat beliau menerima Wahyu Panca Gha’ib, saat sedang bertapa. Lakunya Wahyu Panca Gha’ib. Adalah, dengan Iman. Dan M. Smono Sastro Hadidjojo. Tahu. Apa yang Maksud dari Iman itu. Bukan yakin atau percaya. Melainkan Wahyu Panca Laku; Yaitu…
Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
Menerima Dzat Maha Suci.
Mempersilahkan Dzat Maha Suci.
Merasakan Dzat Maha Suci.
Menebar Iman Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.
Dan Beliaupun Berhasil. Menyempurnakan Ke’empat Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa diatas. Dengan tanpa kesulitan apapun, sebagai bukti keberhasilan, Semua dan segalanya di sempurnakan, lalu di Mijilkan pada Tahun 1955.

Dan kemudian di kabarkan/disampaikan kepada seluruh umat manusia hidup, tidak peduli apapun status dan latar belakang serta begronnya, sema persih seperti yang di lakukan oleh Sang Nabi Isa as. Dan… ada ribuan dan Juta’an bahkan mungkin Miliyaran Puteran Roso Manunggal (Putero Romo), yang juga mengfigurkannya sebagai Tuhan. Sama persis, seperti yang pernah dialami oleh Sang Nabi Isa as. Waktu itu dan Karena itu. Nabi Isa as di angkat/diambil kembali oleh Dzat Maha Suci.

Apakah kali ini Dzat Maha Suci, juga akan mengambil pula. Wahyu Panca Ghaib dari semuanya…?!

Karena Tidak sedikitnya yang berkiblat kepada M. Smono Sastro Hadidjojo…?!
Karena saking banyaknya yang beranggap kira tentang Wahyu Panca Gha’ib…?!
Karena mempraktekan atau mengibadahkan Wahyu Panca Gha’ib, bukan dengan Wahyu Panca Laku, melainkan dengan agama, dengan kepercayaan, dengan kejawen, dengan adat/tradisi, dengan kapribaden, dengan golongan, dengan ilmu, bahkan di gabung dengan berbagai macam ajaran, sebab dianggapnya Wahyu Panca Gha’ib itu ajaran dll.

Misalkan Dzat Maha Suci mengambil/mengangkat kembali Wahyu Panca Gha’ib dari marcapada/dunia ini, seperti yang pernah dilakukannya kepada Nabi Isa as. Sungguh, saya tidak akan menyesal, karena, selain saya sendiri sudah berhasil meraih kebenaran nyatanya Wahyu Panca Gha’ib, juga saya sudah mengabarkannya kepada banyak kadhang yang saya cintai, kasihi dan sayangi. Jadi… Sudah tidak ngefek apapun, kalau Dzat Maha Suci mengambil kembali Wahyu Panca Gha’ib dari dunia ini. Akhir Kata dari saya. Semuga Artikel Luas yang saya Singkat, hingga menjadi Padat namun Jelas, dan tenpa tedeng aling-aling ini. Ada manfaat yang memberkahi setiap yang membacanya.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s