PARADIGMA Wong Edan Bagu:

PARADIGMA Wong Edan Bagu:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Senin Legi. Tgl 07 November 2016

Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataan. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigma adalah lensa kita, lewat mana kita melihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini.

Allah, Tuhan, surga, neraka, atau Maha Suci, Gusti. Bagi saya, itu hanya nama saja, sebutan saja. Jika tidak dengan pedoman Merasakan, Melihat dan Bertemu dengan Obyek yang dimaksud, siapapun, dimanapun dan kapanpun, saya berani memastikan, masih belum benar.

Kegagalan logika. Pikiran atau Otak, untuk tahu akan hidup yang terbaik, adalah Bukti kuat pada setiap manusia, yang selalu dimulai hidup dari janin, bayi dalam kandungan, dimulai dari lahir hingga tengkurap. Tidak Pernah Tahu Akan Logika. Pikiran atau Otak, yang sifatnya selalu akal-akalan untuk menang.

Jadi,,, bila mau tetap sebagai manusia seutuhnya, sebenarnya, asli dari sononya, maka, siapapun dia, harus belajar dan berlatih seutuhnya, pada seluruh tubuhnya sendiri, dengan begitu, akan tahu dengan sempurna secara bertahap.

Fungsi Logika. Pikiran atau Otak, dalam kehidupan di alam semesta ini, adalah untuk memastikan kebenarannya, akurasinya Tepat apa tidak, Contoh misal, jika suatu obyek ada di bulan, maka, dilihat bulanya, di gunakan bulanya, lalu merasakan di bulan dan bertemu obyeknya di bulan.

Bila teknologi buatan, entah itu teknologi jaman dulu atau saat ini sebagai alat bantu, secanggih apapun teknologi ilmu spiritualnya, itu masih jauh dari yang terbaik dalam kehidupan ini, hanya untuk asal hidup menuju kematian saja, tidak lebih dari sekedar itu.

Kalau hanya mampu untuk melihat saja, tidak bisa merasakan, seperti apa dan bagaimananya, menurut saya, kurang tepat, kurang pas, tidak lengkap, kurang gimanaaaaaa,,,,, gitu. Bati ngiler thok. He he he . . . Edan Tenan.

Hanya dengan membaca doa, japa mantera, kalimah, sejerah dan cerita, terus semedi/meditasi, sembayang dan bla,,, bla,,, bla,,, lainnya, lalu dijadikan sebagai pedoman hidup, berati,,, dasarnya memang sangat lemah, contohnya, orang sakit, lebih percaya dengan rumah sakit, hingga rumah sakit semakin berkembang, dan parahnya, tukang doa, japa mantera, kalimah, sejerah dan ceritanya, juga kerumah sakit, ini fakta loh,,, dan masih banyak kegagalan yang lain diantaranya.

Itu akibat efek samping, dari hidup yang bergantung pada alat bantu. Heemmm… payah bin parah dah.

Agama atau Kepercaya’an, agama apapun itu, kepercaya’an apapun itu, setahu saya, selalu bermula dari titik awal kehidupan, lalu menuju ke arah mengetahui alam semesta ini, hingga jadi Pemilik Alam Semesta ini, dalam bidang kehidupan, bukan kekuasaan. Dasarnya,,, apa yang ada dalam tubuh manusia hidup sangat lengkap, coba saja pelajari dengan tata titi surti ngati-ati, lalu renungkan dan lakukan, jangan di pikirkan dengan diem saja, sebab tidak akan nyambung jika hanya mikir tanpa berbuat.

Ketahuilah… Salah Satu Tugas Manusia Hidup, adalah membuat Tubuh-nya Sendiri dan membangunnya, untuk bisa menjalani kehidupan, sesuai kodrat dan irodzat dengan tingkat kemampuan diri pribadinya masing-masing, kemampuan itu, berasal dari berlatih dan belajar tentang Hidupnya dalam berkehidupannya, bukan dari yang lainnya.

Jika bisa membuat Tubuh-nya Sendiri dan membangunnya, untuk bisa menjalani kehidupan, sesuai dengan kodrat irodzat tingkat kemampuannya, dari berlatih dan belajar tentang Hidup. Maka… LUAS ALAM SEMESTA HANYA SATU TELAPAK TANGAN SAJA.

Manusia hidup dengan organ tubuh yang selalu sama dan cara kerja organ tubuh yang sama pula, serta alat hidup yang sama juga, Maka hanya ada satu cara Hidup yang terbaik dan bisa di pastikan, ketenangan, keberhasilan, keselamatan, kebahagia’an dan ketenteraman, untuk mencapai Tingkat Tertinggi dalam Hidup. Merupakan Teknologi Tertinggi di Alam Semesta ini.

Bila sudah tahu akan Teknologi Kehidupan dan Teknologi Hidup, sebagaimana contoh, berputarnya, seluruh planet dan isinya, yang berarti Hidup. Wow,,, disinilah, semuanya dan segalanya akan terungkap, terjawab dengan amat sangat jelas dan nyata, asal jangan mengaku Tuhan saja ya… He he he . . . Edan Tenan.

Cara itu, hanya bisa di dapat dan di peroleh, dari belajar dan berlatih pada diri sendiri. Menuju Titik Pusat Kehidupan. Yaitu hanya Dzat Maha Suci, bukan yang lainnya, inilah Teknologi tercanggih dan tertinggi, yang berhasil saya dapatkan dengan Laku Wahyu Panca Gha’ib, sekarang. Bila masih, menggunakan alat bantu, apapun nama alat bantunya, tentu sulit untuk mencapainya, bahkan mungkin mustahil, karena tidak menjurus ke titik sasaran yang seharusnya/sebenarnya.

Jadilah PEMILIK ALAM SEMESTA INI, dalam bidang kehidupan, bukan kekuasa’an.

Hak hidup setiap manusia hidup, adalah tahu dirinya sendiri, hidupnya sendiri, dunianya sendiri, akheratnya sendiri, nerakanya sendiri, surganya sendiri,Tuhan-nya sendiri, tanpa ikut kelompok apapun. INGAT…!!! ini pesan saya untukmu sekalian anak-anak didik kinasihku. Pemilik Rumah, harus tahu isi dan seluk beluk rumahnya dong…. Bagaimana mungkin, rumahmu itu pantas dibilang milikmu, jika ada bagian dari rumahmu itu, yang tidak kau ketahui.

Caranya bagaimana…?!
Masak tidak tahu…!!! Masak tidak bisa…!!! kan sudah lengkap di dalam tubuh kita. “Galilah rasa, yang meliputi seluruh tubuhmu, di dalam tubuhmu, ada firman Tuhan, yang dapat menjamin dan menentukan hidup matimu dan dunia akheratmu”

Cukupkah hanya dengan itu dan begitu…?!
Kalau alat yang kita gunakan adalah Wahyu Panca Laku. Itu sudah lebih dari cukup. He he he . . . Edan Tenan.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi ini, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran kekuasa’an-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi Pinayungan Maring Ingkang Maha Agung. Dzat Maha Suci Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966
BBM; D38851E6
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

One thought on “PARADIGMA Wong Edan Bagu:

  1. yuda sani mengatakan:

    Ass…Ki Djaka Tolos, mohon minta emailnya. Kalau diizinkan saya mau konsultasi. Maturnuwun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s