DASAR AGAR SUPAYA:

DASAR AGAR SUPAYA:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Sabtu Wage Tgl 27 Agustus 2016

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Pernahkah kita mengenal seseorang yang sungguh-sungguh mempercayai Dzat Maha Suci, yang lebih kita kenal dengan sebutan Tuhan atau Allah atau Gusti atau Alah..?!

Dulu,,, ketika saya masih jadi seorang atheis, Saya mempunyai seorang sahabat, yang sangat sering berdoa, yang namanya berdoa, rajin banget. Setiap minggu sekali, dia pasti menceritakan kepada saya tentang iman-nya kepada Tuhan atau Allah atau Gusti atau Alah yang dipercayainya, dan dia menyebutnya sebagai Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Dan sepertinya, dia ingin sekali membawa saya masuk ke dalam keyakinan doanya itu, sebab itu, dia selalu runtin menceritakan doa-doanya setian seminggu sekali kepada saya.

Dan setiap minggu pula, saya menyaksikan Dzat Maha Suci, dari cerita sahabat saya itu, melakukan sesuatu yang tidak biasa dalam menjawab doanya.

Tahukah Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Saya merasakan betapa sulitnya, bagi seorang atheis, melihat hal ini dari minggu ke minggu. Setelah berturut-turut menyaksikan hal itu, kata “kebetulan” terdengar seperti pendapat yang sangat lemah dan sepele, bagi saya kala itu.

Lalu mengapa Dzat Maha Suci menjawab doa sahabat saya itu?
Alasan terbesar adalah bahwa ia memiliki persekutuan kuat dengan Dzat Maha Suci Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu-nya itu. Ia ingin mengikuti Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu-nya itu, selalu. Ia juga bersungguh-sungguh mendengarkan apa yang Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu -nya katakan. Baginya, memiliki hak penuh untuk memimpin kehidupannya, dan dia membiarkan Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu Tuhan-nya itu, mengambil alih semuanya dan melakukannya!

Ketika dia berdoa untuk sesuatu, hal ini merupakan bagian alami dari hubungannya dengan Dzat Maha Suci Tuhan-nya. Dia merasa nyaman, membawa semua kebutuhannya, kegelisahannya, dan apapun hal yang sedang dialaminya kepada Tuhan-nya. Lebih jauh lagi, ia begitu mempercayai apa yang dibacanya dari Al-kitab, bahwa Dzat Maha Suci ingin agar dia mempercayai-Nya.

Dia seringkali memperlihatkan kepada saya, tentang apa yang dikatakan Al-kitab, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya, menurut kehendak-Nya. “Sebab mata Dzat Maha Suci tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka, yang minta tolong”

Jika demikian, Mengapa Dzat Maha Suci tidak Menjawab Doa Setiap Orang..?!

Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki sebuah hubungan baik dengan Dzat Maha Suci Tuhan-nya. Sebaik Persekutuan Sahabat saya dengan Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu Tuhan-nya itu. Mereka mungkin percaya bahwa Dzat Maha Suci itu memang ada, bahkan mungkin mereka menyembah Dzat Maha Suci dari waktu ke waktu. Sesaui firman-firman-Nya di dalam al-qitab.

Tetapi mereka yang tidak pernah melihat doanya terjawab, mungkin tidak memiliki hubungan dengan-Nya. Lebih lanjut, Mereka belum pernah menerima pengampunan dari Dzat Maha Suci atas dosa-dosa mereka. Jika demikian,,, lalu apa yang harus kita lakukan..?!
Monggo… Silahkan di Pikir sendiri-sendiri ya. Saya hanya sebatas menggugah Rasa yang sedang tertidur dengan Pulasnya.

Karena menurut pengetahuan saya pribadi. Sesungguhnya, tangan Dzat Maha Suci itu, tidak kurang panjang untuk menyelamatkan kita, dan Telinga Dzat Maha Suci juga, tidak kurang lebar untuk mendengarkan doa-doa kita, juga tidak kurang tajam untuk melihat apapun dibawah kekuasa’an-Nya, tetapi yang merupakan pemisah antara Aku dan Tuhan-ku, adalah segala kejahatan-ku sendiri, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap-ku, sehingga aku tidak melihat dan mendengar, adalah segala dosa/karma-ku sendiri.

Saya rasa,,, itu hal yang wajar bukan? jika kita merasa terpisah dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah kita.

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Ketika seseorang meminta sesuatu kepada Dzat Maha Suci Tuhan-nya-Allah-nya, apa yang biasa terjadi…?!

Mereka memulai dengan berkata,”Tuhan/Allah/Gusti bla,,,bla,,,bla,,, saya sungguh memerlukan pertolongan-Mu dalam masalah ini…”Lalu kemudian ada jeda, diikuti dengan sebuah pernyataan “Saya menyadari bahwa saya tidak sempurna, sesungguhnya saya tidak layak meminta pada-Mu..” Ada sebuah kesadaran atas dosa pribadi.

Dan setiap orang tahu bahwa bukan hanya mereka, tetapi Dzat Maha Suci Tuhan-pun, tahu hal ini. Ada RASA… “Siapa yang saya permainkan?” yang mungkin tidak mereka ketahui adalah bahwa mereka dapat menerima pengampunan dari Dzat Maha Suci atas semua dosa/karma mereka. Mereka mungkin tidak tahu bahwa mereka bisa memiliki suatu hubungan dekat dengan Dzat Maha Suci, sehingga Dia akan mendengarkan mereka. Inilah Dasar “Agar Supaya” Dzat Maha Suci menjawab doa dan semua serta segala Pertanya’an masalah apapun dari Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian.

Dan Kesimpulannya; Mulailah sekarang juga, selagi masih ada waktu bin belum terlambat. Jalankan. Gunakan dan Amalkan tuntunan yang diajarkan oleh Agama-mu. Kepercaya’an-mu. Keyakinan-mu. Apapun itu nama dan jenis alirannya. Asalkan hanya menuju kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Sudah pasti itu benar. Maka,,, jalankanlah dengan segenap Iman Cinta Kasih Sayang-mu sesuai Firman-Nya.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s