TIGA PRINSIP IMAN Wong Edan Bagu:


TIGA PRINSIP IMAN Wong Edan Bagu:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Sabtu Wage Tgl 27 Agustus 2016

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih saya sekalian…
Ada sebuah Firman dari Al-qitab injil taurat, yang pernah saya baca, ayatnya sangat menarik. Seperti ini; “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal/sempurna kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”

Di dalam firman itu, ada kalimat mengenal, tak kenal maka tak sayang, itu kata pujangga. Karena itu firman, yang artinya adalah kata ucapan-Nya Tuhan. Berati kalimat mengenal tersebut diatas, adalah soal dan tentang hubungan antara Manusia dan Tuhan-nya.

Sudahkan kita mengenal Tuhan yang kita sembah…?!
Kapan Waktunya buat mengenal Tuhan kita…?!
Dan bagaimana kita dapat memiliki sebuah hubungan baik dengan Tuhan…?!

Apakah menunggu di sambar kilat/petir terlebih dulu…?!
Atau menunggu kesandung dan jatuh ke dalam jurang dulu…?!
Atau menanti dan menunggu kalau sudah sekarat…?!

Apa harus memberikan dan menyerah serta mengorbankan diri kita, kepada perbuatan-perbuatan agamawi atau keperya’anwi atau keyakinanwi atau kejawenwi atau glonganwi bla,,, bla,,, bla,,, lainnyawi…?! yang tidak mementingkan diri sendiri dan yang tidak mengutamakan ego dll.

BUKAN…!!! Bukan itu semua. Dzat Maha Suci Tuhan kita, telah menjelaskannya di dalam Al-kitab, bagaimana kita dapat mengenal-Nya dan menjalin hubungan dengan-Nya. Maka,,, bacalah dan bacalah kembali al-qitab ajaran atau tuntunan-mu, jangan merasa sudah tamat atau selesai membacanya. Karena satu kata saja firman Dzat Maha Suci di dalam al-qitab, jika dijabarkan dengan tulisan, tidak akan pernah cukup, walapun seluruh air laut di jadikan tintanya dan semua daun dijadikan kertasnya.

Dalam kesempatan kali ini, di Artikel ini, saya akan berbagi Pengalaman dengan Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih saya sekalian… Tentang bagaimana Kita dapat memulai suatu hubungan dengan Dzat Maha Suci secara pribadi/khusus.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih saya sekalian… Sungguh, pada awalnya saya adalah manusia atheis, yang putus asa karena gagal mengenali Dzat Maha Suci dengan Cara apapun. Seperti yang sudah pernah saya akui dalam artikel biografi pribadi saya. Orang hina dan kotor serta papa, namun ingin berhasil menggenggam dunia dengan sukses, artinya tanpa kesulitan. Sehingganya, berbagai macan jenis aliran keilmuan dan tuntunan bahkan agama apapun, saya pelajari demi itu. Namun hancur pada akhirnya, saya jatuh, lalu saya bangkit lagi, jatuh lagi, bangung lagi, jatuh lagi, bangkit lagi, jatuh lagi, bahkan sampai hancur berantakan semuanya dan saya tinggalkan segalanya dalam keputus asa’an.

Walau putus asa dan kecewa akan kegagalan itu, tapi saya tetap iman/yakin/percaya, kalau Dzat Maha Suci itu memang ada dan kuasa atas segalanya. Hanya saja, saya belum menemukan cara dan jalannya. Iman atau Yakin atau Percaya-nya saya, memiliki TIGA PRINSIP IMAN. Dan dengan Tiga Prinsip Iman inilah, saya berhasil membuktikan apa yang saya rindukan seumur hidup saya. Yaitu Mengenal dan menjalin hubungan Cinta Kasih Sayang dengan Dzat Maha Suci sesembahan saya yang Esa/Tunggal dan Maha Segalanya.

Prinsip yang pertama;
“Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti itu, mengasihiku dan mempunyai suatu rencana yang indah bagi kehidupanku” Maksudnya…Dzat Maha Suci tidak hanya menciptakan saya, tapi Dia sangat mengasihi saya, sehingga Dia rindu kepada saya, agar mau mengenal-Nya.

Prinsip yang kedua;
“Saya mengakui dengan sesadar-sadarnya, bahwa diri ini, penuh dosa dan akibat dosa itu, saya jadi terpisah dari Dzat Maha Suci begitu lamanya, buktinya saya sulit bahkan gagal menggapainya” Maksudnya… saya telah merasakan keterpisahan itu, suatu jarak dengan dengan Dzat Maha Suci Tuhan saya karena dosa itu.

Lebih dari itu, sipat dan sikap saya, yang selalu melawan dan masa bodoh, terhadap Dzat Maha Suci akan cara dan jalan yang telah di firmankan-Nya, merupakan bukti dari apa yang Al-kitab sebut dengan dosa. Akibat dari dosa adalah maut, yang di sebut maut adalah, terpisahnya manusia dari Dzat Maha Sui untuk selama-lamanya. Walaupun saya telah berusaha untuk dekat dengan Dzat Maha Suci melalui berbagai macam usaha, tapi buktinya itu semua gagal.

Prinsip ketiga;
“Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti, adalah satu-satunya jalan keselamatan yang sempurna, yang telah di tentukan oleh Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti itu sendiri, untuk keampunan dosa manusia yang mau bertaubat dengan sadar, bukan dengan kepentingan ego. Hanya dengan melalui Dia dan menuju hanya kepada-Nya. Saya bisa” Artinya… mau tidak mau, rela tidak rela, saya harus Pasrah kepada-Nya. Lalu menerima-Nya. Lalu mempersilahkanya. Terus merasakan proses kekuasa’an-Nya yang Maha Dahsyat, sembari menebar iman cinta kasih sayang kepada siapapun dan apapun serta dimanapun tanpa terkecuali. Maksudnya… saya harus keluar dari kotak golongan apapun dan melipat bendera kepentingan apapun.

Daripada saya terus berusaha keras untuk mencari Dzat Maha Suci Tuhan saya, dengan berbagai macam dan segala cara otak atik rancangan dan perkira’an pikiran saya. Mending saya mempraktekan tiga prinsip ini. Dan… mulailah saya exsen mempraktekan Tuga Prinsip Iman yang sudah saya uraikan diatas. Tanpa menggunakan kotak tanpa menggunakan bendera, namun saya tidak meninggalkan kotak dan bendera itu.

Dan seiring berjalannya waktu yang setiap detiknya saya perjuangkan untuk mempraktekan Tiga Prinsip Iman yang sudah saya uraikan diatas tadi, saya berhasil Mengenal-Nya dan Menjalin Hubungan Khusus serta Pribadi dengan-Nya. Bukti dari mengenal dan menjali hubungan khusus saya dengan-Nya. Adalah banyaknya artikel yang sudah saya sebarkan di internet ini, mengenai-Nya.

Jadi, jika kita telah mempraktekan Tiga Prinsip diatas. Percayalah Dia telah masuk ke dalam hidup kita, seperti yang telah dijanjikan-Nya. Artinya, kita telah memulai sebuah hubungan pribadi dengan Dzat Maha Suci Tuhan kita, tinggal meningkatkan kesadaran-nya, semakin kita sadar, semakin bersih, semakin bersih, maka semakin murni, semakin murni, maka akan semakin jelas dan nyata. Bukti kebenaran-Nya. Sungguh Dia tidak ingkar janji.

Kalau sudah seperti ini, selanjutnya kita akan memulai suatu perjalanan yang panjang, menuju perubahan dan pertumbuhan spiritual lahir bathin, di setiap detik yang kita lalui. Pokok’e… Sungguh luar biasa uedannya. He he he . . . Edan Tenan.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan

SEMAKIN KITA MENGENALNYA. SEMAKIN MUDAH KITA MEMPERCAYAINYA:


SEMAKIN KITA MENGENALNYA.
SEMAKIN MUDAH KITA MEMPERCAYAINYA:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Sabtu Wage Tgl 27 Agustus 2016

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Manusia hidup di dalam kehidupan dunia ini, tentu saja tidak bisa terhindar dari yang namanya, mengalami sakit, karena penyakit, karena masalah, atau kesulitan-kesulitan lain dalam hidupan berkepentingan dan berkebutuhan. Lalu…?!

Dzat Maha Suci mengajarkan kita, untuk menyerahkan segala kekuatiran kita itu, hanya kepada-Nya saja, dalam situasi yang sulit sekalipun, “Serahkanlah segala kekuatiranmu hanya kepada-Nya, sebab Dialah pemelihara dan yang memelihara kita”

Keadaan mungkin bisa jadi terasa tidak terkendali, tetapi sebenarnya tidak, itu hanya perasa’an kita saja, obalah gunakan Rasa-nya, jangan perasa’annya, sudah sekian lamanya bukan, kita di permainkan oleh perasa’an, ketika dunia ini terasa mau runtuh.

Percayalah. Jangan takut. Usah kita hawatir. Asalkan kita bisa mau. Pasrah kepada-Nya. Menerima-Nya. Mempersilahkan-Nya. Merasakan Proses kekuasa’an-Nya dan menebar Iman Cinta Kasih Sayang-Nya dengan Sadar. Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti, akan menjaga kita. Dalam sikon seperti inilah, setiap orang pasti akan sangat bersyukur, karena mereka mengenal Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti yang sesungguhnya.

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian… Ketahui dengan sadar. Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti itu dekat. “Jadi, janganlah kita takut dan kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu, kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti, dalam doa dan laku/ibadah seraya mengucapan syukur. Damai sejahtera Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita. Jika kita mau merawat hati dan pikiran kita sendiri, dari segara kotoran yang tak berwujud, seperti sirik-iri-dengki-fitnah-benci-dendam dan sejenisnya.

Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti, bisa saja memberikan jalan keluar, seperti mengatasi masalah yang sedang kita alami, melebihi yang kita bayangkan. Beberapa Kadhang atau Saudara kita, pasti ada yang mengalami hal seperti ini dalam kehidupan mereka. Tetapi jika keadaan tak kunjung membaik, Dzat Maha Suci masih bisa memberikan kita damai sejahtera-Nya, ditengah-tengah masalah yang kita hadapi.

“Sanadyan jenengsiro den idak-idak, den gebugi, MENENGO. Sambato Roso. Ojo sambat angen-angen. Sambato roso, jenengsiro amung Nyut. Nyut ing roso, yekti panjenenganingsun dumrojog tanpo larapan. soko Sunyoruri, yo Roso Sejati Sejatine Roso, kang ono ing ‘KENE’ mulo jenengsiro ojo was lan sumelang” (Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu).

Inilah intinya,,, ketika keadaan tidak kunjung membaik, bahwa Dzat Maha Suci meminta kita untuk tetap percaya hanya kepada-Nya (Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetep Kunci) “Ono opo-opo Kunci. Ora ono opo-opo tetep Kunci”

Hidup karena percaya/iman/yakin, bukan karena melihat atau mendengar seperti yang Al-kitab katakan. Tetapi ini bukan iman membabi buta. Melainkan sesuai dengan setiap karakter yang dimiliki Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti kita.

Seperti sebuah Contoh misal yang pernah saya katakan di lain artikel. Saya hendak pergi mencari alamat toko, yang ada di kota jakarta. Dari cirebon membawa sebuah mobil dan sopir pribadi. Mobil pribadi adalah perumpama’an tuntunan yang sedang saya pelajari, sedang sopir pribadi adalah perumpam’an Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti saya. Karena yang menjadi sopir adalah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti saya. Haruskan dan pantaskah saya memandu sopir itu…?! Pir,,, di depan nanti belok kanan, lalu di belokan sebelah kiri ada warung, di depan warung ada pohon terongnya… nah, di sebelah warung itulah toko yang saya maksud. Kira-kira etis tidak, kita memperlakukan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti yang kita imani, kita yakinin, kita perayai adalah Maha diatas segala yang Maha.

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Dzat Maha Suci telah menawarkan untuk memberikan jawaban dan bukti dari semua doa bagi seluruh cipta’an-Nya. Mereka yang telah Pasrah dan Menerima-Nya serta Mempersilahkan-Nya, pasti mengikuti-Nya. Dia meminta kita untuk menyerahkan setiap masalah, kekuatiran kita kepada-Nya didalam doa dan laku/ibadah. Dia akan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. “Orausah melu cawe-cawe-Romo kang bakal tumindak” Ketika kita berada dalam kesulitan dan menyerahkan semuanya hanya kepada-Nya, maka kita akan menerima tenteram, damai sejahtera, dari-Nya, sekalipun keadaan tidak mendukung. Dasar dari pengharapan kita pada-Nya, adalah iman cinta kasih sayang atas karakter Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti itu sendiri. Semakin kita mengenal-Nya. Semakin mudah kita mempercayai-Nya. Semakin kita mudah mempercayai-Nya. Semakin tidak ada yang Mustahil bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

DASAR AGAR SUPAYA:


DASAR AGAR SUPAYA:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Sabtu Wage Tgl 27 Agustus 2016

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Pernahkah kita mengenal seseorang yang sungguh-sungguh mempercayai Dzat Maha Suci, yang lebih kita kenal dengan sebutan Tuhan atau Allah atau Gusti atau Alah..?!

Dulu,,, ketika saya masih jadi seorang atheis, Saya mempunyai seorang sahabat, yang sangat sering berdoa, yang namanya berdoa, rajin banget. Setiap minggu sekali, dia pasti menceritakan kepada saya tentang iman-nya kepada Tuhan atau Allah atau Gusti atau Alah yang dipercayainya, dan dia menyebutnya sebagai Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Dan sepertinya, dia ingin sekali membawa saya masuk ke dalam keyakinan doanya itu, sebab itu, dia selalu runtin menceritakan doa-doanya setian seminggu sekali kepada saya.

Dan setiap minggu pula, saya menyaksikan Dzat Maha Suci, dari cerita sahabat saya itu, melakukan sesuatu yang tidak biasa dalam menjawab doanya.

Tahukah Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Saya merasakan betapa sulitnya, bagi seorang atheis, melihat hal ini dari minggu ke minggu. Setelah berturut-turut menyaksikan hal itu, kata “kebetulan” terdengar seperti pendapat yang sangat lemah dan sepele, bagi saya kala itu.

Lalu mengapa Dzat Maha Suci menjawab doa sahabat saya itu?
Alasan terbesar adalah bahwa ia memiliki persekutuan kuat dengan Dzat Maha Suci Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu-nya itu. Ia ingin mengikuti Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu-nya itu, selalu. Ia juga bersungguh-sungguh mendengarkan apa yang Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu -nya katakan. Baginya, memiliki hak penuh untuk memimpin kehidupannya, dan dia membiarkan Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu Tuhan-nya itu, mengambil alih semuanya dan melakukannya!

Ketika dia berdoa untuk sesuatu, hal ini merupakan bagian alami dari hubungannya dengan Dzat Maha Suci Tuhan-nya. Dia merasa nyaman, membawa semua kebutuhannya, kegelisahannya, dan apapun hal yang sedang dialaminya kepada Tuhan-nya. Lebih jauh lagi, ia begitu mempercayai apa yang dibacanya dari Al-kitab, bahwa Dzat Maha Suci ingin agar dia mempercayai-Nya.

Dia seringkali memperlihatkan kepada saya, tentang apa yang dikatakan Al-kitab, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya, menurut kehendak-Nya. “Sebab mata Dzat Maha Suci tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka, yang minta tolong”

Jika demikian, Mengapa Dzat Maha Suci tidak Menjawab Doa Setiap Orang..?!

Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki sebuah hubungan baik dengan Dzat Maha Suci Tuhan-nya. Sebaik Persekutuan Sahabat saya dengan Alloh zza wa Jalla Jalla Jalaluhu Tuhan-nya itu. Mereka mungkin percaya bahwa Dzat Maha Suci itu memang ada, bahkan mungkin mereka menyembah Dzat Maha Suci dari waktu ke waktu. Sesaui firman-firman-Nya di dalam al-qitab.

Tetapi mereka yang tidak pernah melihat doanya terjawab, mungkin tidak memiliki hubungan dengan-Nya. Lebih lanjut, Mereka belum pernah menerima pengampunan dari Dzat Maha Suci atas dosa-dosa mereka. Jika demikian,,, lalu apa yang harus kita lakukan..?!
Monggo… Silahkan di Pikir sendiri-sendiri ya. Saya hanya sebatas menggugah Rasa yang sedang tertidur dengan Pulasnya.

Karena menurut pengetahuan saya pribadi. Sesungguhnya, tangan Dzat Maha Suci itu, tidak kurang panjang untuk menyelamatkan kita, dan Telinga Dzat Maha Suci juga, tidak kurang lebar untuk mendengarkan doa-doa kita, juga tidak kurang tajam untuk melihat apapun dibawah kekuasa’an-Nya, tetapi yang merupakan pemisah antara Aku dan Tuhan-ku, adalah segala kejahatan-ku sendiri, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap-ku, sehingga aku tidak melihat dan mendengar, adalah segala dosa/karma-ku sendiri.

Saya rasa,,, itu hal yang wajar bukan? jika kita merasa terpisah dari Dzat Maha Suci Tuhan/Allah kita.

Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekalian…
Ketika seseorang meminta sesuatu kepada Dzat Maha Suci Tuhan-nya-Allah-nya, apa yang biasa terjadi…?!

Mereka memulai dengan berkata,”Tuhan/Allah/Gusti bla,,,bla,,,bla,,, saya sungguh memerlukan pertolongan-Mu dalam masalah ini…”Lalu kemudian ada jeda, diikuti dengan sebuah pernyataan “Saya menyadari bahwa saya tidak sempurna, sesungguhnya saya tidak layak meminta pada-Mu..” Ada sebuah kesadaran atas dosa pribadi.

Dan setiap orang tahu bahwa bukan hanya mereka, tetapi Dzat Maha Suci Tuhan-pun, tahu hal ini. Ada RASA… “Siapa yang saya permainkan?” yang mungkin tidak mereka ketahui adalah bahwa mereka dapat menerima pengampunan dari Dzat Maha Suci atas semua dosa/karma mereka. Mereka mungkin tidak tahu bahwa mereka bisa memiliki suatu hubungan dekat dengan Dzat Maha Suci, sehingga Dia akan mendengarkan mereka. Inilah Dasar “Agar Supaya” Dzat Maha Suci menjawab doa dan semua serta segala Pertanya’an masalah apapun dari Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian.

Dan Kesimpulannya; Mulailah sekarang juga, selagi masih ada waktu bin belum terlambat. Jalankan. Gunakan dan Amalkan tuntunan yang diajarkan oleh Agama-mu. Kepercaya’an-mu. Keyakinan-mu. Apapun itu nama dan jenis alirannya. Asalkan hanya menuju kepada Dzat Maha Suci Tuhan/Allah. Sudah pasti itu benar. Maka,,, jalankanlah dengan segenap Iman Cinta Kasih Sayang-mu sesuai Firman-Nya.

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com