SUDAHKAN ANDA MENGENAL HIDUP ANDA…?!

SUDAHKAN ANDA MENGENAL HIDUP ANDA…?!
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Minggu Pahing. Tgl 31 Juli 2016

MANFAAT DAN INDAHNYA KESADARAN MURNI;
Para Kadhang dan Para Seduur Kinasihku sekalian…. Ketahuilah. Bahwa sebenarnya.
Menggali Rasa Yang Meliputi Seluruh Tubuh Kita, atau dengan istiah lainnya. Menggali Kesadaran Murni. Potensi Keimanan, Maksud, dan Kebahagia’an kita, ini akan sangat membantu membangkitkan proses penyembuhan, bagi yang sedang dalam bermasalah sakit, apapun penyakitnya, karena Dzat Maha Suci telah menganugerahi setiap dari diri kita, dengan bakat-bakat yang unik, dan karunia-karunia lainnya yang dibawa kedunia ini.

Seni Penyembuhan Tradisional dan Hidup Sehat Secara Alami, adaah Rahasia Penyembuhan Melalui Energi Dzat Maha Suci. Saat sekarang ini, dimasa yang serba modern, kata penyembuhan tradisional secara alami, akan terdengar sedikit asing bagi kebanyakan orang, hal ini dikarenakan semakin tergerusnya, kesadaran murni yang di miliki setiap manusia hidup, untuk menemukan identitas dirinya sendiri, yang sebenarnya hal ini kerap terjadi, tak-kala dirinya tertimpa satu pengalaman pahit masa lalu, yang terekam dengan kuat oleh memori otaknya, lalu menyebabkan dirinya kehilangan identitas kediriannya, hal ini tak lain disebabkan oleh kegersangan spiritual. Yang namanya Penyakit kehilangan “ identitas kediriannya “ inilah… Sebenarnya penyakit yang paling berbahaya bagi setiap manusia hidup.

Timbulnya penyakit ini, dekarenakan manusia saat ini, yang hanya ditekankan secara langsung, ataupun tidak langsung, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya, untuk selalu berusaha mempertajam rasionya dan mengesampingakan Panggilan Hidup (Hati Nuraninya). Manusia yang hanya bisa berpikir saja, adalah binatang yang paling cacat bagi saya. Ilmunya akan menggapai tingginya angkasa, tetapi hatinya malah diperbudak oleh kerakusan, iri hati, kebencian, dendam, kegersangan emosi, dan penipuan, keterampilannya mampu menggerakan gunung-gunung, tetapi tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Itu sungguh sangat di sayangkan bukan…?!

Menurut pengalaman spiritual pribadi saya. Manusia dalam literatur Agama, adalah makhluk yang Ber-Jasmani dan Ber-Rohani. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Manusia dalam literatur Ilmu, adalah makhluk yang Ber-Syare’at dan Ber-Hakikat. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Dan Manusia dalam literatur Iman atau Yakin atau Percaya, adalah makhluk yang Ber-Wahyu Panca Gha’ib dan Ber-Wahyu Panca Laku. Sama saja, keduanya tidak dapat dipisahkan.

Sebagai makhluk dualitas ini, kita manusia mempunyai potensi, untuk berhubungan dengan dunia materi dan dunia spiritual, yang mampu menangkap gelombang panjang dan gelombang pendek. Ia mampu menangkap hukum-hukum alam, dibalik gejala-gejala fisik yang diamatinya. Tetapi ia juga mampu untuk menyadap isyarat-isyarat ghaib, dari alam yang lebih luas lagi. Maka tak-kala salah satu potensi manusia ini, dikembangkan, luar biasa, sedangkan potensi lainnya dimatikan, manusia menjadi makhluk yang bermata satu.

Dimasa modern saat ini, lebih-lebih karena ada tunjangan masalah yang tak kunjungan selesai/teratasi, manusia terlalu banyak disibukan untuk mencari hiburan bagi nafsunya, yang sebenarnya telah terlalu banyak dan berlebihan. Hal ini terbukti dengan kemajuan dunia teknologi dan informasi multimedia, telah menghadirkan sedemikian banyaknya hiburan, dengan begitu cepat dan mudah. Dunia barat yang terus mempopulerkan hal ini, menganggap manusia bagaikan “robot” yang telah terprogram untuk mencari dan mencari kenikmatan jasmaniah semata. Derasnya arus teknologi informasi ini, telah membuat kita lupa untuk memfilter diri kita sendiri, sehingga kita terlalu mudah dibuai dan terlena, sampai-sampai kita tidak dapat menyadarinya lagi dan menyebabkan diri kita terjeremus, dalam kenestapa’an yang tiada akhir.

Yang harus kita ingat adalah, bahwa kitalah yang seharusnya mengendalikan teknologi informasi ini dan bukan sebaliknya, dimana kita melupakan bahwa dalam diri manusia ada dimensi-dimensi lain atau yang disebut dimensi halus (ghaib) yang menentukan jati diri manusia. Sedikitnya ada empat lapisan ghaib yang menyertai manusia yaitu:
1. Tubuh fisik, disebut juga tubuh eterik sebagaimana dapat kita lihat dengan mudah.
2. Tubuh emosional, juga tubuh astral atau tubuh kelestial, tubuh inilah kita mengenal suka atau tidak suka pada suatu hal (rasa).
3. Tubuh mental, disebut juga tubuh kausal atau tubuh rasional, tubuh yang satu ini, kita dapat mengukur satu resiko perbuatan (pikir).
4. Tubuh spiritual, disebut juga tubuh cahaya atau lingkaran cahaya. Dimana keluhuran dan keagungan manusia, sebagai makhluk paling sempurna cipta’an Dzat Maha Suci/Tuhan.

Ada sebagian anggapan bahwa pengetahuan tentang dimensi halus ini, hanyalah dimiliki oleh orang-orang khusus saja, yang memiliki spiritualitas tinggi, sehingga orang awam tidak dapat mengenalnya. Namun,,, berdasarkan bukti pengalaman spiritual pribadi saya sendiri di TKP, saya berani ditegaskan, bahwa dimensi halus (ghaib) bukanlah rekayasa atau mengada-ada semata. Ia eksis dalam setiap tubuh manusia manapun, dan dapat di ketahui dan di rasakan bagi mereka, yang punya kepeka’an dan kemauan untuk mengenalnya.

Bahkan konon kabarnya, sekarang berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan lebih banyaknya orang yang memang sengaja mempelajari dan memperdalam dunia metafisika, seluruh lapisan dimensi halus ini, dapat dibuktikan dengan tekhnik foto Kirlian. Dengan fotografi Kirlian, energi-energi halus ini, dapat difoto dengan jelas. Warna dan bentuk dari energi dimensi haus ini, terlihat pada hasil foto, sehingga tampak seperti benda fisik.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian….
Kalau kita browsing di google, untuk mengetahui opini orang-orang tentang pengertian hidup. Wow… buanyaknya orang yang bingung dan tak menentu arahnya. Ada yang pengertian hidup jomblo itu susah – mau hidup merit bingung, pengertian hidup untuk uang – uang untuk hidup, pengertian hidup itu untuk dinikmati – tapi pas sakit bingung, bahkan tidak sedikit yang hidupnya hampa, walau sudah banyak yang dimilikinya, kalau tidak percaya, coba saja perhatikan dan teletilah dalam mengamati tulisan yang Anda baca.

Dan anehnya, kebanyakan dari kita, justru menyukai hal tersebut. Karena mungkin, mayoritas, yang seperti itu itu, gambarnya cantik-cantik-ganteng-ganteng, dan mudah di ajak berkomunikasi, lumayan, buat hiburan, bisa dijadikan mangsa sa’at lapar dan haus dll, sehingganya kalau ada kata-kata yang menuntun, mendidik, membimbing, mengarahkan ke jalan yang tepat dan benar, katanya pusing, males bacanya, bikin stres, kepanjangan, ribet bla…bla…bla… He he he . . . Edan Tenan.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian….
Kenapa kita sampai bingung akan pengertian hidup kita sendiri…?!
Banyak alasannya, tapi ada satu persama’an, itu di karenakan kencenderungan kita, untuk menggunakan pikiran kita sendiri, akan pengertian hidup itu untuk apa. Masih ingat kan, dengan Kata-kata saya yang Seperti INI: “Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu. Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu. Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu. Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu. Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan membentuk Nasibmu. Maksimal Jagalah Hati/Qalbumu, karena Hati/Qalbumu akan menentukan Rasamu. Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu. Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Hyang Maha Suci Hidup-mu. Tuhan hantu apa hantu Tuhan atau hantu-hantuan apa Tuhan-Tuhanan”

Kalau Anda bisa merenungi kata-kata saya diatas. Anda pasti bisa tau sendiri, bukan katanya. Sehingganya. Iman. Yakin. Percaya. Itu lahir secara alami/murni. Bukan karena paksa’an katanya.

Tapi jika tidak. Anda akan muter-muter terus dalam lingkaran bingung itu, selama Anda masih belum mau menanggakan egoisme. Sehingganya… Begitu mengambil kesimpulan sendiri akan pengertian hidup itu untuk apa, lahirlah harapan, standar penilaian, sudut pandang, bagaimana melihat hidup ini. Dan lebih parah lagi, diyakininya sebagai kebenaran yang mutlak ( sikap pikiran “aku benar” ).

Namun… Pas dihadapkan dengan realita. Gubrak…!!! Brug…!!! Preett…!!!
Terjadi ketidak sesuaian, dan timbulah kebingungan dan kekecewa’an. Besar kekecewa’an itu tergantung seberapa jauh jarak antara realita dan harapan kita. Semakin jauh ya semakin frustrasi saja tentunya. He he he . . . Edan Tenan.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian….
Menurut Pangalaman Spiritual Pribadi saya di TKP. Orang yang memiliki pengertian hidup berdasarkan prinsip alam, kehidupan yang ada cenderung bahagia. Mereka paham bahwa, semakin kita hidup selaras dengan sistem kehidupan yang universal, semakin makmur dan bahagialah kita. Hidup sukses, hukum kepemimpinan, sebab akibat, hukum daya tarik, sikap positif, peremajaan sikap dan seterusnya, merupakan hal yang perlu untuk di pelihara dan di lakukan. Tapi bukan PENTING apalagi TERPENTING. Karena yang Penting dan Terpenting adalah hanya Dzat Maha Suci/Tuhan. Bukan yang lain selain-Nya.

Masa kehidupan manusia hidup terbagi dua;
Kehidupan yang pertama adalah di dunia ini dan kehidupan kedua, berlaku di akhirat. Kedua kehidupan ini berlaku dalam keada’an konkrit. Berbagai macam ajaran mengenai syare’at dan hakikat kehidupan dan tujuan hidup telah berkembang. Masing-masing berbeda tentang pengertian dan tujuan hidup. Manun hanya Hidup itu sendirilah yang dapat menjelaskan arti dan tujuan hidup manusia sebenarnya-secukupnya, sehingga dapat dipahami oleh setiap individu yang membutuhkannya.

Dulu saya pernah menjadi seorang atheis, dan orang atheis mendasarkan doktrinnya atas teori naturalism, tidak dapat memberikan alasan kenapa adanya hidup ini, kecuali sebagai kelanjutan dari hukum evolusi, pada setiap benda yang sejak dulu telah mengalami perubahan alamiah. Sementara mereka (orang-orang atheis) tetap salin berbantahan pula, mengenai hukum evolusi itu sendiri, disebabkan banyaknya benturan (dead lock) dalam analysa dan teorinya.

Benturan itu mereka namakan Missing Link. Untuk tujuan hidup, mereka juga tidak mempunyai arah dan alasan yang tepat. Tetapi mereka semua sama, berpendapat bahwa yang ada kini akan musnah dengan sendirinya di ujung zaman, sesuai dengan menyusut dan habisnya alat kebutuhan hidup yang disebabkan terganggunggunya, stabilitas susunan bintang di alam semesta ini. Mereka berkesimpulan bahwa hidup ini, dimulai dari kekosongan, telah terwujud secara alamiah, dan sedang menuju ke arah kekosongan alam semesta, dimana setiap individu hilang berlalu tanpa bekas dan tidak akan hidup kembali.

Dalam hal ini mereka melupakan unsur Roh Suci (HIDUP), yang ada pada setiap individu itu. Pihak yang menganut paham Plurality atau Trinity, walaupun tidak membenarkan teori evolusi , malah mengakui manusia hidup ini, memulai hidupnya dari satu diri, yang sengaja diciptakan Dzat Maha Suci/Tuhan, tetapi mereka tdak dapat memberikan alasan tentang maksud apa, yang terkandung dalam perencana’an pencipta’an Dzat Maha Suci/Tuhan itu. Sebagai tujuan hidup, mereka sama sependapat bahwa nanti akan berlaku kehidupan balasan sesudah mati, tetapi dalam keda’an ghaib, bukan konkrit, dimana setiap pribadi baik akan menerima kebahagia’an jiwa dan pribadi buruk akan merana.

Pihak pertama yang saya uraikan di atas tadi, bertentangan dengan ajaran Al Qur’an yang pernah saya pelajari, mengenai asal usul hidup dan juga bertentangan mengenai tujuan hidup. Sedangkan pihak kedua yang saya uraikan diatas juga, bersama’an dengan ajaran Al Qur’an yang pernah saya pelajari, mengenai asal usul hidup dan juga bersamaan tentang tujuan hidup. Tetapi berbeda dalam hal ghaib dan konkritnya.

Sebaliknya kedua pihak (agama dan Plurality/Trinity) sependapat tentang arti hidup, yang tidak lain hanyalah berjuang untuk kebutuhan dan kelanjutan generasi, tetapi mereka (agama dan Plurality/Trinity) melupakan, bahwa pendapat demikian akan berujung dengan pemusnahan generasi mendatang, karena setiap individu, lebih mementingkan keada’an sekarang, tanpa ancaman resiko konkrit, yang akan dihadapi di akhirat nanti.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian… Bukti yang pernah saya peroleh saya Praktek di TKP, sangat sesuai dengan Al-Qur’an, yang menjadi dasar ajaran hidup dalam Islam, memberikan alasan dan keterangan secukupnya mengenai sebab, arti dan tujuan hidup manusia.

Bahwasanya… Alam Semesta raya ini, dulunya dari kekosongan total, tidak ada satupun yang ada, kecuali Dzat Maha Suci Allah/Tuhan yang Maha ESA, yang senantiasa dalam keada’an ghaib. DIA mempunyai maksud, agar berlaku penyembahan terhadap-NYA, yang tentu harus dilaksanakan oleh makhluk, yang memiliki logika. Maka perlulah diciptakan jin dan manusia, yang akan menjalani ujian, dimana dapat ditentukan berlakunya pengabdian dimaksud.

Kedua macam makhluk ini, membutuhkan tempat Hidup, dimana segala kebutuhan dalam pengujian tersedia secara alamiah atau ilmiah, maka diciptakanlah benda angkasa berbagai bentuk, masa dan fungsi. Semuanya terlaksana secara logis menurut rencana tepat-Nya, dan tiba masanya dimulai pencipta’an Jin dan Manusia, masing-masing berbeda di segi abstrak dan konkrit. Mulai dari sebelum Adam hingga sampai ke Adam, sebagai manusia yang paling sempurna, di bandingkan manusia-manusia sebelum adam dan mahluk lainnya.

Dzat Maha Suci Allah/Tuhan itu Pencipta tiap sesuatu dan DIA menjaga tiap sesuatu itu. (QS 39/62) DIA pelaksana bagi apa yang DIA inginkan. (QS 85/16)
Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk menyembah AKU (di akhirat utamanya). QS 51/96.

Al-Qur’an memberikan ajaran, tentang arti Hidup, bahwa hendaklah menghubungkan dirinya secara langsung kepada Dzat Maha Suci tanpa perantara apapun, dengan cara “LAKU” Maksudnya… Melaksanakan hukum-hukum yang tersurat di dalam al-quran dan tersirat di dalam semesta alam.

Dzat Maha Suci-lah yang menciptakan kematian dan kehidupan ini. Dzat Maha Suci menguji kita, yang mana diantara kita, yang lebih baik perbuatannya ”layak”. Dzat Maha Suci itu, Mulia lagi Pengampun. Baca saja (QS; 67/2). Dzat Maha Suci menunjukkan garis hukum pada kita (manusia). Namun terserah pada kita, mau bersyukur atau mengingkarinya. Baca saja (QS; 76/3)

Kehidupan ini bukanlah akan berlalu tanpa sebab akibat, tetapi berlangsung dengan catatan atas semua gerak dzahir dan batin, yang menentukan nilai setiap individu, untuk kehidupan konkrit, nantinya di alam akhirat, dimana Hidup terpisah antara yang beriman dan yang tidak beriman untuk selamanya.

Dengan uraian saya yang singkat dan sederhana ini, jelaslah sudah, bahwa kesadaran murni itu, adalah mengenal Hidup. Mengenal Hidup itu, indah dan bermanfaat. Karena Hidup yang bersemayan di dalam setia diri kita, jika di kenali seagi masih bersemayan di diri kita. Bukan hanya akan menjelaskan kenapa adanya hidup ini, tetapi juga memberikan artinya Hidup serta tujuannya yang harus dicapai oleh setiap diri. Dan dengan Kata Maaf yang Tiadatara. Saya bertanya; SUDAHKAN ANDA MENGENAL HIDUP ANDA…?!

Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin… Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan BaGu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan