Sejatinnya Manunggaling Kawulo Gusti itu. INTROPEKSI.

Sejatinnya Manunggaling Kawulo Gusti itu. INTROPEKSI.

Oleh: Wong Edan Bagu

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan

Djawa dwipa. Hari Senin Wage. Tgl 29 Pebruari 2016

Sejatinnya Manunggaling Kawulo Gusti itu, adalah INTROPEKSI. Dan sejatinya intropeksi itu, adalah Mengenal diri sendiri. Dan mengenal diri sendiri itu, merupakan langkah awal dari Spiritual.
Setiap manusia di dunia ini, pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang bersifat unik sebagai individu. Tentunya kita sebagai makluk sosial, mengharapkan diri kita maupun orang lain, bisa tampil serta berprilaku sebaik mungkin, sesuai dengan harapan serta norma yang berlaku, bukankah begitu sedulur-sedulur dan para kadhang kinasihku sekalian…

Seringkali kita mendengar istilah ‘Intropeksi Diri’ yakni suatu proses pengenalan diri, secara sadar, yang mengacu ke dalam diri pribadi.

Hasil dari Praktek Pembelajaran saya Pribadi di TKP. Intropeksi diri, jika dilakukan dengan tujuan yang positif,  maksudnya dengan Laku/Iman, di bahwa bimbingan seorang Pembimbing yang tepat dan benar, bisa meningkatkan kelebihan sifat seseorang dan mengidentifikasikan sifat negatif dari yang bersangkutan, namun apabila dilakukan terlalu berlebihan dan tanpa Pembimbing serta Laku/Iman, maka intropeksi diri ini justru berubah, menjadi proses yang kontraproduktif, karena bisa menurunkan rasa percaya diri, pesimis dan terlalu sensitif, yang bisa berakibat si pelaku menutup diri karena merasa kurang nyaman dengan kondisi diri sendiri, buktikan saja kalau tidak percaya.

Saya pribadi setiap hari melakukan intropeksi diri, yang lebih bersifat perenungan dengan cara menulis/mengetik apapun bentuk pengalaman yang saya alami di keseharian saya, terutama yang berkaitan dengan hasil Laku dan Semedi, yang kemudia saya sebarkan melalui internet dengan apa adanya, maksudnya sesuai dengan yang saya peroleh, tanpa pengurangan dan tambahan otak atik apapun. Karena disaat menulis/mengetik, saya dalam sikon intropeksi diri. Dialog artara kata Pikir dan kata hati, positif maupun negatif, senang atau susah, kesal atau bahagia, semua reaksi tersebut, saya tulis tanpa disensor, mengalir begitu saja.

Tak cukup hanya di situ saja, ada beberapa hal yang tengah terjadi dalam kehidupan saya pribadi,  ikut serta tertulis, dan turut pula tersebar di internet. Saya menyadari akan semuanya itu, saya juga hapal betul proses dialog dengan diri sendiri, melalui laptop yang selalu siap menjadi tumpahan dialog  atau berdiskusi, yang berjalan secara berkesinambungan sehari-harinya, memampukan kepribadian jiwa saya, untuk lebih awas, toto, titi, surti ngati-ati secara sadar, dengan “Intisari” Firman Hyang Maha Suci Hidup dan Sabda Hidup sebagai Ending-nya Lelaku saya, serta “Saripati” Hyang Maha Suci Hidup sebagai Klimax-nya Laku saya.

Sehingganya,,, semakin sering kita selalu melakukan “intropeksi diri” secara obyektif, maka kita akan semakin awas terhadap kelebihan dan kekurangan diri sendiri, juga bisa meningkatkan rasa simpati dan empati terhadap sesama makluk hidup di dalam semesta alam ini, sebab Proses perenungan pengenalan diri “intropeksi” di sadari atau tidak di sadari, telah memanunggalkan sedulur papat dengan pancernya, telah mempertemukan kawula dan gustinya.  Sehingganya, dengan sangat alami, akan membangunkan Hidup kita yang selama ini tertidur pulas, untuk selalu siap siaga menuntun, menjadi guru sejati bagi diri sendiri, secara nyata dan dengan SADAR.
Para sedulur dan kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah, berbagai macam ritual yang hanya menekankan kuantitas bukan qualitas, bukanlah suatu tindakan yang bijaksana. Ritual berkualitas hanya bisa didapatkan, bilamana kita melakukannya dengan penuh kesadaran/eling dan fokus sepenuhnya. Dalam artinya, tidak ada yang lain selain Hyang Maha Suci Hidup di dalam jiwa raga pribadi kita. kesadaran/eling dan fokus sepenuhnya pada satu titik tujuan ini, hanya bisa kita dapatkan setelah melakukan “intropeksi” semakin sering intropeksi, maka semakin sadar/eling dan fokus.

Sebagai contoh sederhana, prilaku hidup tanpa sadar/eling, adalah seperti ketika anda meninggalkan rumah, tiba-tiba saja anda bertanya-tanya di dalam hati, apakah kran air sudah dimatikan ya? apakah pintu rumah sudah di kunci? apakah lampu kamar sudah dimatikan? dan seterusnya. Andaikan saja sebelum anda meninggalkan rumah, anda berjalan keluar dengan penuh kesadaran/eling, maka pertanyaan & keraguan tersebut, tidak akan muncul di dalam benak anda. Masalah yang sepele, namun bisa menimbulkan kegelisahan hati & pikiran, hanya akibat ketidaksadaran/tidak eling dalam bersipat dan bersikap.

Segala tindakan sekecil apapun, bila dilakukan dengan penuh kesadaran & eling akan menghasilkan kebijaksana’an dan inilah yang di sebut sebenar-benarnya ibadah.  Duh… Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, maafkan lah saya, jika apa yang saya tulis dan saya sebarkan melalui media internet ini, adalah kesalahan yang tidak saya sengaja. saya hanya ingin menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan dari-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di dunia ini. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai… Damai… Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup….._/\_….. Aaamiin dan, Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *

Ttd: Wong Edan Bagu

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan

Handphon:  0858 – 6179 – 9966

https://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s