Suciningati Gandaning Manunggal:

Wong Edan Bagu,

Suciningati Gandaning Manunggal:

Oleh: Wong Edan Bagu

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan

Djawa dwipa. Hari Sabtu Kliwon. Tgl 16 Januari 2016

Para sedulur dan kadhang kinasih saya sekalian dimanapun berada, yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup. Ketehui… Jangan Pernah mengaku Pintar. Jangan Pernah mengaku bisa. Jangan Pernah mangaku Pandai. Jangan Pernah mengaku mumpuni dan mahir dalam agama. Apa lagi mengaku Berilmu Tinggi.

Jika di dalam Hati, yang terletak dibaik dada kita. Masih Tersisip. Benci. Sirik. Iri. Dengki. Fitnah dan Dendam. Bila dalam Hati yang terletak dibaik dada kita. Masih Tersimpan. Buruk sangka. Menjelekan sesama hidup, mengolok-olok sesama hidup. Membicarakan keburukan sesama hidup. Mencela sesama hidup. Mengadu domba sesama hidup dan menyakiti sesama hidup. Karena orang yang benar-benar  Pintar. bisa. Pandai. Mahir dan ahli dalam agama, serta berilmu Tinggi. Tidak akan mungkin melakukan hal-hal tersebut.

Para sedulur dan kadhang kinasih saya, ingat-ingatlah… dimanapun sedulur dan kadhang kinasihku bertemu seseorang yang mengaku Pintar. bisa. Pandai. Mahir dan ahli dalam agama, serta berilmu Tinggi. Namun di ketehui, masih memiliki Benci. Sirik. Iri. Dengki. Fitnah. Dendam dan masih Buruk sangka. Menjelekan sesama hidup, mengolok-olok sesama hidup. Membicarakan keburukan sesama hidup. Mencela sesama hidup. Mengadu domba sesama hidup dan menyakiti sesama hidup. Jagalah jarak imanmu. Jangan engkau terpedaya olehnya.

Karena itu… Para sedulur dan kadhang kinasih saya semuanya, tanpa terkecuali, jika benar-benar ingin mengenal dan memahami Hyang Maha Suci Hidup, agar bisa  sempurna dunia hingga akherat nanti.

Yuk… kita budidayakan menebar kasih terhadap sesama hidup dan menyebar sayang antar sesama hidup: Dengan cara; Membersihkan Hati/Bathin kita, dari semua yang sudah saya sebutkan diatas. Hati/Bathin adalah, Pusara kita selagi Hidup di dunia ini. Jangan sampai ternoda atau ternodai, karena jika sampai ternoda oleh hal yang sudah saya sebutkan diatas. Jangan pernah bermimpi atau berkhayal  tentang Manunggal atau Surga, apa lagi soal sempurna. Disini, saya meminjam gaya bahasanya Aa Gym.

“Jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati, lentera hidup ini”

Saya punya kesaksian tentang hal yang sudah saya ungkapkan diatas. Dibawah inilah  pengertiannya. Bacalah dengan penghayatan iman hingga selesai. Agar bisa mengerti dan paham maksudnya. Tuhan Memberkahimu sekaian. Amiin…

Dan untuk beberapa Kadhang yang telah mengirim pesan inbox pertanya’an kepada saya. Tentang masing-masing pertanya’annya,  sebagai berikut.

Pertanya’an No. 1; Pak WEB, saya sudah pahami dan jalani wejangan dari pak WEB, tapi kok, dalam mempraktekannya, masih sulit…. saja, susah pak. Ada apa dan kenapa dengan saya, apakah saya kebanyakan dosa/karma atau apa pak?

Pertanya’an No. 2; Pak WEB, saya merasakan seperti ada sesuatu yang menghalangi saya, sepertinya saya hampir bisa sampai, tapi sulit menggapainya, seakan ada dinding pemisah yang membuat saya kesulitan mencapainya, itu apa dan kenapa pak?

Pertanya’an No. 3; Pak WEB, saya sudah mengikuti dan membaca serta memahami wejangan-wejangan pak WEB, dan saya sudah menjalankannya sesuai dengan Bimbingan pak WEB, tapi masih sulit saja, susah, ada kalanya hambar rasanya, apa ada yang salah atau kurang dalam laku saya pak?

Pertanya’an No. 4; Pak WEB, semedi saya dalam laku Patrap Wahyu Panca Gha’ib, rasanya seperti bisul mau pecah, tapi ga pecah-pecah. Saya cari tau, ga ketemu letak penyebabnya apa dan dimana, mohon wedarannya mengenai hal ini pak?

Pertanya’an No. 5; Pak WEB, kok saya tambah seperti orang yang linglung, maksudnya, saya kan sudah banyak pemahaman dan pengertian dari pak WEB soal Laku, tapi, pikiran saya seperti bundel pak, kaya ada yang nutupin gitu, tapi, saya tidak tau, apa itu, semakin saya cari, semakin membuat saya bodoh, seperti orang yang ga pernah belajar. Mohon penjelasannya pak?

Pertanya’an No. 6; Pak, tekad saya sudah kuat dan bulat, saya ga pernah goyah atau terpengaruh oleh sikon apapun, saya tetep idep madep madep, menjalankan Wahyu Panca Gha’ib. Tapi kok, tidak sampai-sampai ke Intisari patinya, seperti yang pak WEB maksud itu pak, sepertinya saya tau dan melihatnya dengan sangat jelas, tapi, tangan saya seperti pendek, sehingga tidak sampai untuk meraihnya, kaki saya kaku, sehingga tidak bisa melangkah maju ke titik finis itu, kenapa dan ada apa dengan saya pak?

Dibawah inilah jawabannya. Bacalah dengan penghayatan iman hingga selesai. Agar bisa mengerti dan paham maksudnya. Tuhan Memberkahimu sekaian. Amiin…

Para sedulur dan kadhang kinasih saya dimanapun berada, yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup. Di beberapa artikel yang telah berlalu, saya sudah sering medar/mejang bab, apa itu Suci. Yang intinya. Bahwa Suci itu, bukanlah Bersih atau Bentuk dan Warna.  Suci adalah sipat yang tidak tercampuri oleh apapun dan sikap yang tidak bisa dicampuri dengan apapun “Bebas Merdeka”  tanpa terikat atau ikatan apapun. Atau dalam kata lain; Murni-Asli. Itulah kata singkat tentang Suci, yang bisa saya jelaskan untuk para sedulur dan kadhang kinasih saya.

Itu baru soal Suci. Bagaimana dengan Hyang Maha Suci Hidup?

Jawabannya; tentu berkali ber dari yang sudah saya jelaskan diatas.

Inilah yang membuat banyak para ahli Spiritual, gagal dalam mencapai puncaknya, yaitu Hyang Maha Suci Hidup. Karena Hyang Maha Suci Hidup, memiliki Sipat Suci,  yang tidak tercampuri oleh apapun.

Inilah yang membuat banyak para Pemuja dan Pecinta Tuhan gagal dalam mengenali dan memahami Hyang Maha Suci Hidup. Karena Hyang Maha Suci Hidup, memiliki Sikap Suci yang tidak bisa dicampuri oleh apapun.

Nekad menujunya?

Berati mau tidak mau, rela tidak rela, siap tidak siap, suka tidak suka, bisa atau tidak bisa. Harus sama. Jika tidak sama. Jangan bermimpi atau berkhayal untuk bisa berhasil.

Kanapa tidak bisa Pak WEB?

Kan tadi sudah saya jelaskan. Bahwa Suci itu tidak bisa tercampuri atau dicampuri oleh apapun. Piye to iki… kok ga mudeng, jane diwoco pora. He he he . . . Edan Tenan.

Siapapun dia, dimanapun dia, bagaimanapun dia. Tidak akan pernah bisa, belajar Suci atau Memiliki Suci tanpa Kehendak-Nya. Karena Suci untuk Makhluk. Adalah Wahyu dari Hyang Maha Suci Hidup.

Berati, selamanya tidak akan pernah ada manusia yang bisa berhasil mengenal dan memahami Hyang Maha Suci Hidup ya pak WEB?

Bukan begitu, dan tidak seperti itu brow… yang bisa berhasil mengenal dan memahami Hyang Maha Suci Hidup. Itu ada, bahkan mungkin banyak, yang sampai berhasil mencapai ke tahap manunggal dan sempurna juga ada.

La terus gimana caranya mengenal dan memahami Hyang Maha Suci Hidup?

Katanya Suci itu tidak bisa dipelajari atau dimiliki oleh manusia. Piye to pak. Kok genten mbulet…

Caranya ya jangan belajar Suci. Jangan mencari Suci. Apa lagi Shok Suci.

Caranya cukup mudah. Munculkan niyat dengan kesungguhan/iman, lalu…  Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetep Kunci. “Ada apa-apa Kunci. Tidak ada apa-apa tetap Kunci”.

Awasss…!!! Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetap Kunci. “Ada apa-apa Kunci. Tidak ada apa-apa tetap Kunci” ini.  Jangan di salah artikan. Sebab; Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetap Kunci. “Ada apa-apa Kunci. Tidak ada apa-apa tetap Kunci” itu. Hakikatnya Manunggal/Menyatu. Artinya: Laku terus, tersu laku, tiada hentinya.

Dalam istilah kata lain. Baca Firman-Nya, lalu jalankan Sabda Rasul-Nya, dengan iman yang istiqomah dan apa adanya. Maksunya… Tanpa rekayasa dan politik apapun.

Biyarkan Hyang Maha Suci Hidup yang Berbuat dan Bertindak, kita cukup Laku Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetap Kunci. “Ada apa-apa Kunci. Tidak ada apa-apa tetap Kunci” saja.

Beri kesempatan pada Hyang Maha Suci Hidup, untuk menunjukan Kuasanya. Jangan disuruh diam di kamar terus, kita kan percaya, kalau Hyang Maha Suci Hidup itu, adalah Maha diatas segala yang Maha. Kok kita terus yang selalu maju nonjol, Hyang Maha Suci Hidup-nya, ga di kasih bagian, aslinya, yang kuasa itu, kita apa Hyang Maha Suci Hidup? Hayo….

Sekali lagi… Cukup Laku Ana apa-apa Kunci. Laka apa-apa tetap Kunci. “Ada apa-apa Kunci. Tidak ada apa-apa tetap Kunci”  atau dalam istilah kata lainnya. Baca Firman-Nya, lalu jalankan Sabda Rasul-Nya, dengan iman yang istiqomah dan apa adanya.

Tidak perlu di otak atik atau di beri asesoris biyar indah, ditambahin bumbu biyar lebih sedap. Tidak…!!! tidak usah, karena hal itu, justru membuat kita, keluar dari jalur yang sebenarnya. Sebab belum tentu sesuai, dan akan menghilangkan kemurnian-Nya.

Jadi, tidak perlu neko-neko. Biyarkan Tuhan yang berbuat, kita cukup laku. Titik.

Kalau sudah sesuai dengan Firman-Nya dan Sabda Rasul-Nya. Disadari tidak disadari. Diketahui atau tidak diketahui. Kita akan masuk ke dalam dimensi Proses.

Proses apa pak WEB?

Ya Proses penSucian. Masak Proses persalinan bayi. Piye to sampean iki. Di dengerin dulu kalau saya lagi ngomong. Jangan di sela, jangan di potong, nanti kelalen bagaimana, la wong saya sudah pikun. He he he . . . Edan Tenan.

Yo wess monggo, di lanjut, saya tak ndlopong  karo udud, ngrungoke Wong Edan ngomyang. He he he . . . Edan Tenan.

Husss… Itu Tawaku, jangan di pakai, nanti cara ketawa saya gimana, kalau kamu pakai.

Huff…!!!

Disaat kita sudah berhasil memasuki dimensi Proses. Maka mulailah berlaku sebuah ayat yang menjelaskan;

“Aku adalah ‘dekat’ lebih ‘dekat’ daripada urat leher”.

“Apa bila mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta, apabila mendekatiku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa dan apabila dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”

Artinya; disa’at kita sedang berada di dalam dimensi proses. Sebenarnya, kita sedang bersama Hyang Maha Suci Hidup. Jadi, sangatlah tidak pantas jika kita merasa ragu dan bimbang, apa lagi takut dalam sikon apapun. Tinggal kitanya, Teliti apa tidak, kalau teliti, pasti tau, minimal merasakan keberada’an Hyang Maha Suci Hidup, yang kala itu sedang bersama kita.

Iya kalau tahu sedang berada di dalam dimensi proses pak WEB, kalau tidak tau, bahwa kita sedang berada di dalam dimensi proses, gimana coba, kan tidak tau apa yang sedang dialami itu, adalah Proses pak WEB. Hayo…

Kae ra… udah dibilang kalau saya lagi ngomong jangan di potong dulu, sebelum selesai, di potong lagi.

Yo wes yo wesss…. monggo dilanjut.

Awalnya kan sudah ada niyat, kan sudah di niyati dari awal, kok sampai tidak tau kalau itu proses, bagaimana ceritanya? Berati, niyatnya itu, kan niyat nglantur. Kalau tidak nglantur, pasti tau, kalau itu prosesnya dan sedang proses.

Hehe… ora nganggo edan tenan. Iya benar pak WEB. Prosesnya pak WEB, Proses pensuciannya gimana, maafkan nyela bentar, buat iklan. Lanjut…

Di dalam dimensi Proses inilah. Hyang Maha Suci Hidup, mensucikan lahir dan bathin kita, jiwa dan raga kita, dari semua keterikatan dunia, dan kotak-kotak kepentingan serta bendera keperluan, yang membuat lahir bathin kita, ternoda alias tidak suci lagi, seperti kala pertama kali dilahirkan.

Dan di dalam dimensi Proses pensucian inilah, yang membuat kebanyakan orang, memilih mundur dan menyerah serta ngaku kalah sebelum bertempur. Karena cara Hyang Maha Suci Hidup mensucikan, sangat mengejutkan. Berat, bahkan menyedihkan dan menyakitkan, bagi yang tidak mengerti, kalau dirinya sedang dalam proses, dan tidak menyadari kalau dirinya sesungguhnya sedang bersama Hyang Maha Suci Hidup.

Bagaimana dan seperti apakah, proses pensuciannya?

Sehingga membuat kebanyakan orang memilih mundur bahkan menyerah sebelum bertempur? He he he . . . Edan Tenan. “Yen wani aja wedi-wedi. Yen wedi aja wani-wani”.

Saya kasih gambaran.

Coba pikirkan. Maaf. Di pikir ya, jangan di bayangkan…!!!

Coba pikirkan, apa yang terjadi, jika Anda yang biasanya banyak uang, peribasanya, garuk-garuk kepala saja, bisa dapat uang. Lalau tiba-tiba mengalami kesulitan untuk mendapakan uang.

Coba pikirkan,  apa yang terjadi, jika Anda yang biasanya di sanjung, di hormati, di hargai 1000 tiga, tiba-tiba mengalami, di hina, di remehkan, di acuhkan, bahkan difitnah. Sudah ketemu jawabannya kan….

Di dalam dimensi proses pensucian ini. Hyang Maha Suci Hidup, akan menggunakan dan memanf a’atkan, semua yang melekat dalam jiwa kita, sebagai alat untuk mensucikan kita. Mulai dari orang yang tidak kita kenal, hingga sampai ke teman, sahabat, bos kita, anak buah kita, patner kita, sampai ke tetangga kita. Bisa jadi  akan menfitnah kita, mengolok-olok kita, menghina kita, mengadu domba kita dll. Mulai dari keluarga kita, sampai anak atau istri kita, bahkan hingga ibu atau bapak kita. Bisa jadi membenci kita, meremehkan kita dll. Itulah diantara beberapa Proses yang di gunakan oleh Hyang Maha Suci Hidup, yang bisa saya jelaskan untukmu sekalian.

Kalau dalam hal ini, kita tidak mengerti, bahwa kita sedang berada dalam dimensi proses pensucian, sudah tentu akan balik membenci, balik mengfitnah, balik menghina dan balas dendam. Kalau kita tidak menyadari, bahwa kita sedang bersama Hanya Maha Suci Hidup. Sudah Pasti, akan menyerah dan mundur serta  mengaku kalah sebelum bertempur.

Tapi kalau kita mengerti, bahwa kita sedang berada dalam dimensi proses pensucian, dan menyadari, bahwa kita sedang bersama Hyang Maha Suci Hidup. Pasti Rela/Legowo, tetap iman. Kalau Rela/Legowo, tetap iman, dengan apapun yang sedang terjadi. Maka berati,,, kita sedang berjalan mendekat dan mendekat lebih mendekat dan dekat, rekat erat, “pulet pinuletan” bersama Hyang Maha Suci Hidup.

La,,, kalau sudah dekat dan semakin dekat, hinggat rekat/erat bersama Hyang Maha Suci Hidup, guampang banget kok, tak kasih contoh nih…

Misalnya… saya sedang berjalan di depan rumahnya orang kaya. Biasanya, orang kaya itu, kan miara anjing galak, dan biasanya lagi, jaga pintu gerbang pagar teralis besi rumahnya kan, terus, pas kita lagi lewat, di gonggongin sama si anjing galak itu. Nah,,, kita jangan balik nggongongin anjing itu, capek deh… Tinggal bilang saja sama tuannya. Pak… anjingnya mengganggu saya tuh. Tolong diamin. SELESAI kan.

“Apa bila mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta, apabila mendekatiku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa dan apabila dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”

Mari kita sejenak menelisik kembali sejarah, adakah Seorang Nabi yang tidak mengalami seperti yang saya ceritakan diatas?

Itu Nabi, karena Nabi adalah utusan, pilihannya Hyang Maha Suci Hidup itu sendiri, harusnya kan, tidak perlu di Bersihkan/Sucikan bukan? Tapi dalam kenyata’annya. Mereka semuanya mengalami Fitnah, hina’an, cemohan, adu domba dll. Itu Nabi. Pilihannya Hyang Maha Suci Hidup, apa lagi iyong dan kita-kita. Cukup kuat untuk dijadikan alasan penguat iman dan tekad kita kan.

Artinya; Pasti Rela/Legowo, tetap iman. Karena apapun yang dialami, hanya sepintas saja, hanya proses. Artinya, tidak akan lama, pasti selesai dalam waktu yang amat teramat singkat. Dan berubah menjadi keajaiban yang luar biasa berkahnya.

Kalau berhasil, Tapi tetap jangan berbangga diri dan sombong hati, mentang-mentang sudah manunggal dengan Hyang Maha Suci Hidup, terus,,, sakit kepala, pakainya bim salabim abra kada bra, ga mau minum bodrex. He he he . . . Edan Tenan.

Sebab disini… Hyang Maha Suci Hidup. Akan memberikan 6 Pilihan untuk kita. Yaitu: Suci. Ilmu. Harta. Tahta. Wanita.

Jika kita  memilih tetap Suci, yang baru saja berhasil di dapat itu. Maka… akan bersama Hyang Maha Suci Hidup. Artinya… akan memperoleh Ilmu. Harta. Tahta dan Wanita. Karena Hyang Maha Suci Hidup. Adalah pemilik segalanya dan semuanya, termasuk Ilmu. Harta. Tahta. Wanita tersebut. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, akan menjadi kodrat irodat mutlak kita, dalam meniti kesempurna’an Hidup sekarang dan Mati kelak.

Tapi jika memilih Ilmu atau Harta atau Tahta atau Wanita. Maka Suci yang baru saja di peroleh itu, akan sirna diambil kembali oleh Hyang Maha Suci Hidup. Artinya. Jangan berharap tentang manunggal. Apa lagi soal sempurna, jangan mimpikan itu. Karena…”PERCUMA”. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU  Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh  kinasih saya, yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup. Pamrih saya berharap ARTIKEL Saya Kali INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang  kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup-nya siapapun yang membacanya.

*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*

Ttd: Wong Edan Bagu

Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan

Handphon:  0858 – 6179 – 9966

https://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com