Cara Untuk Membedakan Suara Hati. Dengan Wahyu Panca Gha’ib:

Foto-0028
Cara Untuk Membedakan Suara Hati.
Dengan Wahyu Panca Gha’ib.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa Dwipa. Hari Rabu. tgl 02. Desember, Tahun 2015

Manusia terlahir ke alam dunia ini dibekali dengan ‘hati’. Hati yang dimaksud disini bukanlah hati yang sesungguhnya, melainkan abstrak. Di hati inilah kita sering merasakan sakit, sedih, gembira maupun senang dll. Semuanya bisa dirasakan dalam hati. Tapi hati yang ada di setiap umat manusia itu, bisa berbicara dan bercakap-cakap dengan diri kita sendiri. Untuk bisa memahami suara hati tersebut, perlu kiranya kita mengetahui ciri-ciri suara hati (hati nurani) yang merupakan suara GUSTI ALLAH lewat GURU Sejati kita.

Hati manusia itu terbagi menjadi dua, yaitu:
– hati besar/perasa’an.
– hati kecil/Rasa.

1. HATI BESAR;
Bisa bersuara dan mengatakan sesuatu kepada kita, tetapi suara-suara itu selalu berkata bohong. Contohnya, ketika kita sering semedi ataupun shalat, hati besar kadang-kala mengatakan,”Ibadahmu luar biasa! Tidak ada orang yang semedi-nya ataupun shalatnya seperti kamu”. Bahkan kadangkala hati besar juga menyuruh untuk menipu, mencuri, emosi dan memaki-maki atau menfitnah orang, membunuh dan lain-lain.

Sering kita mendengar berita, ada seseorang yang mendengar suara, untuk membunuh anak maupun suami/istrinya, agar kesulitan ekonomi yang melilit, segera dapat teratasi. Tragisnya, suara itu malah dianggap sebagai wangsit atau suara ghaib dari GUSTI ALLAH. Hal itu jelas keliru. Karena hati besar senantiasa berkata bohong dan menghasut. Siapa penguasa hati besar? Sedulur papat atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera, itulah yang menguasai hati besar kita. Sedulur papat atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera kita itu, jika belum kenal dan menjadi sahabat kita, bukan sedulur, tapi Setan atau Iblis. Bagaimana tidak setan, la sukanya nyetani jeh. Bagaimana bukan iblis, la senangnya mbulsitin jeh. He he he . . . Edan Tenan.

Di Al-Qur’an disebutkan, bahwa Iblis dan setan itu diberi kesempatan oleh GUSTI ALLAH untuk menggoda iman manusia, hingga terjerumus ke tempat yang nista. Di tempat itulah kita tinggal menyesali diri. Contohnya, setelah seseorang itu sudah melakukan pembunuhan gara-gara mengikuti perkata’an hati besarnya, maka setan dan iblis pun akan tertawa terbahak-bahak penuh sukacita. Sementara seseorang itu, tinggal menyesali diri di balik terali besi.

2. HATI KECIL;
Sementara hati kecil juga bisa bersuara dan mengatakan sesuatu kepada kita. Dan suara-suara yang muncul dari hati kecil, selalu berkata jujur dan tidak pernah bohong. Hati kecil juga biasa disebut-sebut sebagai hati nurani. Di hati nurani tiap manusia inilah, GUSTI ALLAH lewat GURU Sejati bersemayam. Ketika berbuat salah, hati kecil senantiasa menegur apa yang telah kita lakukan.

Lewat hati kecil inilah, manusia tahu apa yang bakal terjadi pada dirinya.
Lho, darimana kok bisa tahu apa yang bakal terjadi? Ya tentu saja dari GUSTI ALLAH yang menginformasikan pada GURU Sejati dan meneruskan pada kita. Ambil contoh, pernahkah Anda naik motor? Ketika menaiki motor tersebut, Anda merasakan bahwa motor yang Anda tumpangi akan bocor. Suara di hati Anda begitu kuatnya mengatakan bahwa ban motor akan bocor, sehingga ban motor tersebut akhirnya bocor sungguhan.

Suara hati kecil inilah yang seharusnya kita dengar. Tetapi kadangkala hati besar senantiasa mengganggu kita, untuk berbincang-bincang dengan hati kecil. Bahkan sering hati besar menyaru-nyaru dengan berkata lebih bijaksana, sehingga kita pun percaya bahwa suara yang kita dengar itu, adalah dari hati kecil, hati nurani, hati kecil saya berbicara, sunggu iyong ilope yu ambe roka,,, mbel gedes, bulsit. He he he . . . Edan Tenan.

Untuk bisa melatih agar lebih mendengar suara hati kecil tersebut, hendaknya kita membiasakan untuk berdiam diri dulu sejenak, sebelum Patrap Semedi, merenung dan merenungi angan-angan, budi, pakarti dan panca indera kita, ajak mereka untuk Kadhangan, bercengkrama dengan kasih. Nah… disa’at kadhangan dengan angan-angan, budi, pakarti dan panca indera kita inilah. akan muncul suara baik dari hati besar maupun hati kecil, yang sangat bertolak belakang. Dan, dari suara dan tutur katanya itulah, kita bisa mengetahui cara, untuk membedakan, mana suara hati besar dan mana suara hati kecil, dan kita bisa memilihnya, mana yang mau dan akan di gunakan. Setelah kita menggunakan Hati Kecil, maka hati besar akan tunduk dan mengakui kita sebagai sedulur/saudara, mereka akan berkumpul bersatu, menyatu, menjadi satu kesatuan yang sulit terpisahkan, jika cara ini selalu dan sering di gunakan, kalau hanya sekali dua kali, ya mereka kumat lagi, kambuh lagi, mbedal lagi, semrawut lagi.

Setelah mereka kumpul ngariyung bersama kita, lalu Palungguh, biyar manunggal dengan kita, tidak pada bubar lagi, setelah itu, baru Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil, lalu semedi mencari Rasa Enak, dengan cara fokus pada apapun yang menjadi proses semedinya. Res beres tak’iye,,, setelah berhasil mendapatkan Rasa Enak. Lalu nikmati endingnya, merasa cukup. Palungguh lagi sebagai penutupnya, biyar Rasa Enak hasil Laku Wahyu Panca Gha’ib itu, bisa terpegang dan terbawa dalam semua dan segala aktifitas kita, tidak mencelat lagi, tidak barlen, angger wes bubar ya kelalen… He he he . . . Edan Tena.

Oleh karena itu, sangatlah hebat sabda dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa Jihad (perang) yang besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Sedangkan hawa nafsu itu, tempatnya ada di hati besar. Jika sudah bisa menundukkan hati besar tersebut, maka kita akan lebih mudah untuk mendengarkan hati kecil dan selalu dapat berkomunikasi dengan GUSTI ALLAH. Karena hati kecil itu, hakikatnya adalah Hidup kita sendiri, yang lebih di kenal dengan sebutan Guru Sejati. He he he . . . Edan Tenan. SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasihku, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com