Keinginan. Harapan. Cita-cita (Nafsu) Adalah Sumber Awal Karma:

Keinginan. Harapan. Cita-cita (Nafsu) Adalah Sumber Awal Karma:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Kamis Wage. Tgl 26 November 2015

Keinginan. Harapan. Cita-cita adalah sumber awal karma;
maka semakin terpaksa melakukan suatu perbuatan, karena sebuah Keinginan. Harapan. Cita-cinta (Nafsu), maka akan semakin kecil karma yang dihasilkan. Loh… maksudnya…?!

Maksudnya… Jika seseorang terpaksa melakukan perbuatan buruk, maka semakin kecil karma buruk yang dihasilkan dari perbuatannya. Demikian pula sebaliknya, bila seseorang terpaksa melakukan perbuatan baik, maka semakin kecil pula karma baik yang dihasilkan dari perbuatannya itu. Lebih jelasa dan detil serta rincinya…

Jika seseorang terpaksa berbohong, demi kebaikan seluruh mahluk, maka karma buruknya akan lebih ringan dibanding seseorang yang berbohong demi keuntungan dirinya.

Walau seseorang banyak berderma, tetapi demi nama baiknya, maka karma baiknya juga akan lebih kecil, dibanding dengan seseorang yang berderma kecil, tanpa kepentingan dirinya.

Walau seseorang banyak memberikan persembahan besar, di depan altar Budha, di hadapan patung yesus, di samping Ka’bah, tetapi bila pikirannya penuh dengan berbagai keinginan-keinginan, maka karma baiknya juga, akan lebih kecil, dibanding dengan seseorang yang memberikan, persembahan kecil di depan pengemis tua, dengan rasa syukur dan legowo/legawa (Rela).

Karma Tidak Dapat Dihapus;
Wahai para Pembina/Pembimbinga Spiritual. Pahamilah kebenaran alamiah tentang Karma yang saya temukan dari berbagai lakon dan laku seumur hidup saya ini;
Ada sebab, ada akibat.
Apa yang ditanam, itulah yang akan dipetik.
Ada awal, ada akhirnya.
Apa yang di kuyah, itulah yang akan di cerna.
Walau Berkah Sejuta Buddha atau Sejuta Syafa’at Rasul atau Sejuta Restu Yesus. Tetap tidak akan bisa menghapus yang namanya KARMA.

Bagi para pembina/pembimbing. Kesadaran Sejati akan memahani kebenaran alamiah karma yang sesungguhnya. Dimana tidak ada satupun berkah/syafaat/restu/pangestu. Pembinaan dan ajaran yang dapat menghilangkan atau menghapus karma. Bila ada sesuatu yang bisa menghilangkan dan menghapus karma, maka sejak awal Budha/Yesus/Nabi pertama, maka karma akan dihilangkan dan dihapuskan selamanya.

Sejak lampau hingga sekarang dan yang akan datang, para Pembimbing sejati terus menurunkan berbagai macam ajaran Rasa/Hidup, agar para mahluk Hidup dapat memahami alamiah karma yang sebenarnya, sehingga para mahluk Hidup dapat keluar dari lingkaran karma yang tanpa awal dan akhir ini.

Demikianlah alamiah dari pembinaan Ajaran Kesadaran Sejati yang diturunkan langsung oleh Bunda Mulia, yang di sabdakan langsung oleh yang mulia Baginda Nabi Muhammad SAW, yang di firmankan langsung oleh Tuhan Yesus. Juga tidak akan pernah dapat menghilangkan atau menghapus karma.

Tetapi dengan membina Ajaran Kesadaran Sejati, akan membantu para pembina untuk memahami alamiah karma lebih jelas dan jernih. Segala karma baik, karma buruk, dan karma-karma lainnya, yang timbul akan dapat dipahami dengan sebenarnya. Bila dapat memahami alamiah karma dengan sebenarnya, maka para pembina Kesadaran Sejati akan dapat mengendalikan segala karma yang timbul, baik pada dirinya sendiri, maupun kepada yang di binanya.

Dengan demikian, pembina’an Ajaran Kesadaran Sejati, sangat penting untuk mengendalikan karma yang timbul. Dan bukan Karma yang timbul yang selalu mengendalikan kehidupan para mahluk, seperti halnya yang dialami sekarang ini, oleh seluruh mahluk Hidup tanpa terkecuali, di alam semesta ini. Dengan kata lain, karma yang timbul tetap tidak akan pernah dapat dikendalikan, tanpa adanya pembina’an Spiritual Hakikat Hidup, bahkan karma yang timbul selalu menguasai dan mengendalikan kehidupan para mahluk Hidup, termasuk pembinanya. Edan pora….?!

Jelas dan Terangnya….
Karma lah yang telah mengendalikan kita didalam keseharian kita, bukan Hidup kita.

Dan kita sebagai Putera Rama (Putro Romo) atau yang mengaku atau merasa sudah Putro Romo. SILAHKAN PILIH… Karma yang mengendalikan kita atau Kita yang mengendalikan karma untuk menolong seluruh sesama mahluk Hidup. Dengan karma yang sama, atau dengan Wahyu Panca Gha’ib, yang sangat berbeda dampaknya..?!! He he he . . . Edan Tenan.

Inilah alamiah Pembina’an Ajaran Kesadaran Sejati (Rasa/Hidup/Kunci) Di Dalam Wahyu Panca Gha’ib. Monggo… Silahkan Pilih Sendiri. Keputusan ada pada diri-diri Pribadi Anda-Anda Sekalian.

WEB;
Hanya satu Himbauan saya, yang perlu diketahui dengan Iman-mu;
Karma buruk dan karma baik, tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan atau di hapus. Tetapi karma buruk dan karma baik, dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.

Bagaikan keserasian Warna Pelangi yang saling melengkapi, menjadikan satu kesatuan ikatan yang sangat indah. Bila dapat melihat keindahan yang sebenarnya, merah kuning hijau biru putih hitam, tidak ada bedanya. Artinya; Karma buruk dan Karma baik, tidak lagi berbeda. Karena Hyang Maha Suci Hidup itu Esa dan Kuasa atas segala dan semunya. Serta sumber segala yang ada dan tiada. Baik dari-Nya burukpun dari-Nya. Tidak ada selembar daunpun yang jatuh kebumi tanpa kehendak-Nya. Semua dan segalanya yang terjadi dan tidak terjadi, adalah kehendak-Nya jua. Semua dan segalanya berasal dari-Nya. Maka,,, rela tidak rela. Mau tidak mau, akan kembali hanya kepada-Nya saja. Bukan selain-Nya.

Jika/Bila mendapatkan kebaikan didalam Artikel ini. Silahkan Artikel ini di sebar luaskan sebagai pengalaman tambahan, tidak usah/perlu mencantumkan saya atau menyertakan link saya, akui bahwa ini adalah pengalaman/penemuan Pribadi Anda… SALAM RAHAYU HAYU MEMAYU HAYUNING KARAHAYON KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU Untukmu Sekalian para Kadhang Konto dan Kanti Anom maupun Sepuh kinasih saya, yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. Pamrih saya berharap POSTINGAN SAYA KALI INI. Dapat Bermanfaat untuk semua Kadhang kinasihku sekalian tanpa terkecuali yang belum mengetahui ini dan Bisa Menggugah Rasa Hidup nya siapapun yang membacanya.
*Matur Nuwun ROMO….._/\_…..Terima Kasih.Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon: 0858 – 6179 – 9966
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Iklan