Jalan dan Proses Paling Rumit dan Sulit. Bagi Para Pelaku keTuhanan:

11014821_874474305940051_6594944861690781623_n
Jalan dan Proses Paling Rumit dan Sulit.
Bagi Para Pelaku keTuhanan:
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes. Hari Selasa wage Tgl. 14-Juli-2015
Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses Selalu untuk sekalian saudara-saudariku semuanya tanpa terkecuali. Tau tidak…?! Apa yang membuat para pelaku keTuhanan itu sedih dan pedih Bahkan merasa hancur dan lebur? Ketika berhasil mengenali Tuhannya. Memahami Tuhannya. Mengerti tentang Tuhannya…

Kesedihan dan Kepedihan bagi Para Pelaku keTuhanan yang sudah berhasil mencapai puncaknya. Adalah… Ketika Tuhan memberitahunya, bahwa ada keluarga atau saudaranya yang di cintai dan di sayangi tidak mendapatkan Ridha/Restu atau pengampunan dari Tuhan. Istilah dalam agamanya, tidak mendapat surga, melainkan masuk ke neraka.

Tidak dipungkiri bahwa kedudukan para Nabi dan Rasul itu tinggi di mata Allah. Namun hal itu bukanlah sebagai jaminan bahwa seluruh keluarga Nabi dan Rasul mendapatkan petunjuk dan keselamatan serta aman dari ancaman siksa neraka karena keterkaitan hubungan keluarga dan nasab. Allah telah berfirman tentang kekafiran anak Nabi Nuh ‘alaihis-salaam yang akhirnya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan Allah bersama orang-orang kafir:

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim “.

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”.

Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” [QS. Huud : 44-46].

Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

Dan Allah pun berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). [QS. Al-A’raf : 83].

Tidak terkecuali hal itu terjadi pada kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam. Mereka berdua – sesuai dengan kehendak kauni Allah ta’ala – mati dalam keadaan kafir. Hal itu ditegaskan oleh beberapa nash di antaranya:

Al-Qur’an Al-Kariim:
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

Begitupun dengan apa yang saya alami.
Dulu… Sewaktu saya pertama kali mengetahuinya. Saya terasa hancur berkeping-keping. Serasa semuanya sia-sia dan tanpa guna. Ketika di beritahu. Bahwa tidak ada satupun keluarga saya, yang tidak mendapat jatah Wahyu Panca Gha’ib. Terpilih menjadi Putera Rama yang memiliki KUNCI alias Pelaku Hakikat Hidup. Bertahun-tahun saya terbelenggu di dimensi ini. Upaya apapun saya lakukan, agar supaya keluarga saya, bisa terpilih. Terutama Bapak dan Ibu saya.

Namun… Seiring berjalannya waktu yang teramat panjang dan proses yang terus menerus tanpa henti, sampailah saya pada Kesaksian yang baru saja saya alami sendiri Di Ruang Klinik Rawat Inap no 7. PKU Muhammadiyah Ibnu Shina. Jl. Merdeka no. 29. Banjarharjo Bebes Jateng. Pada malam Rabu Pon tgl. 8 juli 2015. Tepat di hari weton kelahiran saya sendiri. Subhanallah… Dan sejak hari itu, Saya menjadi benar-benar IMAN dan BerIMAN. Sehingganya… Perasa’an Takut. Wass. Ragu. Bingungpun, berhasil saya kuasai.

Disinilah letak bedanya dan Inilah yang membedakan Wahyu Panca Gha’ib (KUNCI) Dengan Ajaran dan Pelajaran apapun itu benderanya. Di KUNCI… Walau tidak satupun keluarga yang kita cintai tidak terpilih, tidak menjapatkan jatah. Tapi kitanya yang mendapatkan jatah dan terpilih sebagai Pelaku Wahyu Panca Gha’ib (KUNCI). Mendapatkan Haq dan Memiliki Haq. Untuk menyempurnakan mereka yang kita cintai dan sayangi itu… Subhanallah… bener-bener uedan tenan…he he he. KUNCI… Edan Tenan… PERCAYALAH.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… Monggo Kerso Njih… Keputusan ada pada diri Anda sendiri. Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com