KELUH…?!. KESAH….?!

WebVidiosme 036

WebVidiosme 036


KELUH…?!. KESAH….?!
Oleh. Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasunda
Kembeng. Jombang Jatim Senin Tgl. 29-06-2015

Salahkah aku berkeluh kesah pada yang lain?
Aku tiada punya kesempatan untuk menyampaikan perasaanku.
Baik suka maupun duka harus diam bagaikan patung tak berasa.
Sampai pada suatu ketika, kudapat seorang kawan/sahabat.
Walau jauh di tempat lain, dia begitu bisa mendengar keluhanku dan menghiburku.
Memang itu fana,,, namun sangat membantu aku untuk kembali menghadapi dunia nyata ku.
Lalu salahkah aku?

Dulu… dan duluuuuu…. sekali, Setiap kali ada Pendeta atau Kiyai yang berkhotbah, dan khotbahnya, saya anggap kurang atau tidak tepat. Saya suka mengkritik khotbah tersebut, setelahnya. Hingga pada suatu sa’at, ada yang mengkritik balik kepada saya,

“Apa maksudmu selalu mengkritik khotbah, termasuk aku?”
Tanya orang yang mengkritik balik saya.

“Maaf,,, sebenarnya, saya tak bermaksud apa-apa. Tapi ketahuilah, saya adalah Wong Edan Bagu, saya biasa dan sudah terbiasa memperdebatkan Al-kitab. Setiap kali saya mengkritik, berharap Bapak menyanggah kritikan saya, supaya terjadi dialog yang menarik. Dari situ kita bisa makin akrab!”
Jawab saya.

Sejak dulu, saya biasa berdialog terbuka kepada Tuhan maupun sesama. Saat berdoa, saya berani membahas segala topik, termasuk yang tidak menyenangkan: kekecewaan, keluh-kesah bahkan kemarahan.

Karena menurut saya pribadi, itu adalah bagian dari syair-syair Mazmur, yang perlu di kaji, agar bisa tau dan mengerti serta paham.

Ratapan,,, dari doa Ayub.
Ia mengeluh karena hari-hari hidupnya terasa hampa dan sia-sia (ayat 1-7). Ia ingin segera mati (ayat 8-10). Ia menuduh Tuhan memberinya mimpi buruk waktu tidur (ayat 12-15). Ia kecewa Tuhan membuatnya menderita, padahal ia hidup baik-baik (ayat 20-21).
Tidak semua perkataan Ayub benar bukan…?

Sampai pada suatu ketika.
Tuhan menegur kata-katanya yang “tidak berpengetahuan” (Ayub 38:2).
Namun, keluh kesahnya didengar! Dengan jujur mencurahkan isi hati, Ayub dapat menghadapi kekecewaan dengan cara sehat. Ia tidak membenci Tuhan atau melukai diri sendiri… He he he . . . Edan Tenan.

Apakah Anda… kecewa terhadap seseorang? Kerja’an? Waktu? dll?
Daripada bersungut-sungut di depan orang diluar sana, lebih baik curahkan isi hati Anda kepada Hyang Maha Suci Hidup. Tuhan mu… Allah mu. Karena hanyaNYA yang bisa mengerti dan memahamimu. Dan DIA akan menghibur sekaligus menegur cara pandang Anda yang keliru. Damai pun akan kembali hadir di hati Anda. BERKELUH-KESAH TIDAKLAH SALAH. ASAL DISAMPAIKAN KEPADA MAHA SUCI HIDUP ALLAH.

Janganlah hendaknya Anda khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan Anda kepada Allah, dalam doa dan ucapan syukur Anda.

Doa adalah napasnya Laku Hidup kita.” Siapapun pasti setuju dengan perkatakan ini, jika hanya sepintas lalu membacanya. Tetapi akan merasa bersalah karenanya, jika teliti membacanya. Bagaimana tidak…

Bernapas mengacu pada aktivitas yang terus-menerus, dan tanpanya kita mati. Lantas bagaimana doa kita? Jangankan terus-menerus, tak jarang ada hari-hari yang kita lewatkan tanpa doa.

Saya jenuh dan merasa “kehabisan bahan”. Tampaknya, ada yang salah dengan kehidupan doa saya. Atau, mungkin ada yang salah dengan konsep doa saya. Buktinya… melesed terus, nyaris tidak ada yang tepat dengan yang saya doakan. Sehingganya… terpaksa saya mencari tempat curhat lain selain Allah… He he he . . . Edan Tenan.

Saudara-saudariku… Maha Suci Hidup, menciptakan kita dengan cinta dan kasih sayangnya yang menentramkan, Nah… Cinta dan kasih sayang yang menentramkan inilah, penangkis kecenderungan kita untuk bisa tidak khawatir dan kecewa.

Jika kita sudi mengintip, melirik, apa lagi sampai memandang cinta dan kasih sayang itu,,,, bila kita mau peduli mencari tau tentang Tenteram itu…. Dunia Akherat dan isinya, ada di dalamnya. Di dalam lingkaran cinta dan kasih sayang yang menentramkan itu, dan… Ketika kita membacanya, itulah bahan doa, yang bisa kita doakan kapanpun dan dalam keadaan apa pun, kita dapat menyatakannya kepada Allah seketika itu juga, tanpa harus membersihkan diri dan berpakaian indah/bersih lalu berlari ke kamar doa dulu.
BERDOA… IALAH… MENCURAHKAN ISI HATI KEPADA MAHA SUCI HIDUP TUHAN KITA. MAKA… CURAHKANLAH SEPERTI KETIKA KITA CURHAT KEPADA PACAR. KEKASIH. SUAMI/ISTRI. TEMAN. SAHABAT Atau KEDUA ORANG TUA KITA. SEBAB… MAHA SUCI HIDUP TUHAN KITA. Lebih dari sekedar pacar kita, kekasih kita, suami/istri kita, teman kita, sahabat kita atau kedua orang tua kita. Jika kita telah mengenal dan memahami Tuhan kita dengan baik dan benar. PERCAYALAH…

SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU dari saya untukmu sekalian SAUDARA-SAUDARI SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. Bisa Berguna dan Ada Manfaatnya bagi kita semua. Sebagai renungan dan pengertian tambahan. Amiin dan Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com