Apa Itu Benar? Apa Itu Salah? Apa Itu Luput? Apa itu Dosa?

Foto-0092
Apa Itu Benar?
Apa Itu Salah?
Apa Itu Luput?
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Toili Luwuk Sulteng Hari Jumat Tgl 19-06-2015

Ketiga hal diatas, sangat tidak asing bagi siapapun, bahkan sangat hapal jipal, saking apalnya, kita bisa mengucapkan dan mengatakannya dengan sangat mudah dan guampang. ITU BENAR… INI SALAH… INI BENAR… ITU SALAH… Dimanapun dan kepada apapun yang dianggapnya begitu. Walau masih katanya alias tidak tau dengan mata kepalanya sendiri. Bisa dengan gagahnya berani mengatakan SALAH atau BENAR tersebut.

Saudara-Saudariku Sekalian…
Kehidupan di Dunia ini, adalah gudangnya kesalahan. Bahkan dalam sebuah istilah lakon, di sebutkan, bahwa kehidupan adalah sebuah kesalahan. Karena kehidupan itu gudangnya masalah kesalahan tersebut. Ya… menurut saya, istilah itu cukup tepat, karena itu, kita hidup untuk membenarkan kesalahan-kesalahan tersebut. Membenarkan dalam arti memperbaiki, bisa juga berarti membenarkan yang salah itu.

Apa yang membuat kehidupan itu, adalah gudangnya kesalahan, adalah banyaknya pilihan yang menyertai kehidupan tersebut. Jadi,,, apa sebenarnya yang patut di sebut salah, kehidupan yang menawarkan banyak pilihan atau manusia yang memiliki otoritas untuk memilih, pilihan-pilihan tersebut? He he he . . . Edan Tenan.

Apa itu benar?
Dari sudut pandang umum dan cara berpikir filsafat untuk mendefinisikan apa itu “Benar” tidak akan habis dan amat sangat panjang, tidak ada ujung pangkalnya, karena itulah, banyak diantara kita salin sikut dan tonjog rebutan benar itu, namun tidak ada kepastiannya. Mulai dari “Apa itu Benar?”,”Dari mana Kebenaran itu?”,” Kapan dikatakan Benar?”,” Siapa yang yang Benar?” Dan… bla…bla…bla… Edan Tenan.

Banyak sekali sudut pandang untuk mengartikan Benar, seperti misalnya dari sudut pandang Agama, hukum, adat istiadat, dan banyak juga yang menentukan “benar” dengan sudut pandang sak karepe dewek (semaunya sendiri). Namun pada Intinya. Benar Menurut diluar sana. Adalah;

Perbuatan dan Perlakuan yang sesuai dengan Al-Qitab dan Hadist. Karena,,, seperti yang kita semua tahu, ada keuntungan dunia akhirat, jika mengamalkan/menerapkan Isi Al-Qitab dan Hadist ke Kehidupan kita sehari-hari. Jadi,,, jika didunia ini melakukan hal yang sesuai Al-qitab dan Hadist dengan “BENAR” Maka sudah pasti akan tenang, aman, nyaman dan bahagia, di akhirat juga, nantinya akan mendapat timbangan “BENAR”. Berbeda ketika hukum berkata “BENAR” belum tentu kita dapat timbangan “BENAR” diakhirat nanti. Itulah BENAR menurut diluar sana.

KALAU PEMBENARAN…
Apa itu Pembenaran?
Arti dari pembenaran sesungguhnya adalah sesuatu yang “Tidak Benar”. Namun karena tidak mau dianggap salah, maka dibenar-benarkan. Suatu pembenaran, sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena ketidak-tahuan, maka apa yang dilakukan dianggap benar.

Contoh;
Si A mencuri, Nasi di warung Si B… Ini sudah jelas dan pasti serta nyata-nyata suatu hal yang tidak benar. Karena,,, selain Si A telah merugikan Si B… Untuk bisa mencuri nasi itu dari warung Si B… Si A… Merusak pintu atau jendela warungnya Si B. Lalu karena tidak mau ketahuan, setelah mendapatkan nasi, Si A, tidak menutup atau memperbaiki ulang, pintu atau jendela warung yang di rusaknya tersebut, sehingga, memungkinkan, akan ada pencuri lain bisa masuk mencuri dagangan lainnya, karena kesempatan untuk itu ada, dan telah di sediakan oleh Si A. Tapi dengan sebuah “PEMBENARAN”. Hal ini bisa di “BENAR” kan.

Contoh:
Kalau Si A tidak miskin, punya uang punya beras, Si A tidak akan kelaparan, artinya tidak akan mencuri nasi di warung Si B… He he he . . . Edan Tenan.
Dalam Bahasa Indahnya Mario Teguh atau kata-kata bijaknya si Abang Mario Teguh. (Jangan Menilai Seorang dari Perbuatannya. Nilailah dari kenapa Seorang itu Perbuat).
Jadi,,, jelas sekali kan. Apa yang disebut PEMBENARAN itu, adalah sesuatu hal yang “Tidak Benar”.

La kalau Salah…
Sebenarnya… Maha Suci Hidup, tidak menciptakan Salah. Tidak menciptakan Luput. Yang di ciptakannya, adalah Benar dan Tidak Benar (dalam kata lain di sebut Dosa). Benar itu… Yang sesuai dengan Kehendak dan FirmanNYA, Sedangkan Tidak Benar itu, yang tidak sesuai dengan Kehendak dan FirmanNYA. Kalau Salah. Kalau Luput,,, itu karya emas nya manusia sendiri.

Dimana letak Perbeda’an antara Tidak Benar dan Salah atau Luput?
CONTOH:
Si A… Berniyat Mau Mencuri di warungnya Si B. Sudah pasti si A ini. Akan merancang dan mengarang perbuatan mencuri sebelum melakukan pencurian di warungnya si B. Agar aksi mencurinya berhasil dan lolos. Rancangan atau Karangan ini, di Ciptakannya dengan sedemikian rupa, tidak peduli seberapa waktu si A merancan dan mengarang, maka selama itulah si A, akan mengalami ketidak tenangan, ketidak nyamanan. Seluruh organ fitalnya akan tegang. Darahnya seakan mendidih terbakar oleh Rancangan dan Karangan tersebut Niyat Mencuri nya. ( inilah yang di sebut SALAH ).

Letak salahnya dimana?
Letak salahnya… Pertama; Si A sedang mengotori sekujur tubuh/badannya dengan Rancangan yang Tidak Benar. Kedua; Si A sedang menodai hati/bathinnya dengan Karangan yang Tidak Benar. Setelah Merancan dan Mengarang… Di Lanjutkan atau tidak di lanjutkan niyat mencurinya. Si A tetap di sebut Salah. Karena sedang memproses dirinya sendiri ke Mesin Pabrik Tidak Benar. (DOSA)

Lalu setelah merancang dan mengarang Si A, beraksi melakukan Pencurian di warungnya Si B. Akibat dari aksi pencurian dari si A ini. Si B mengalami kerusakan tempat dan kerugian hak milik, juga mengalami ketidak tenangan jiwa serta ketidak nyamanan raga. Di sadari atau tidak di sadari… Si A juga, akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh si B. ( inilah yang di sebut LUPUT ).

Letak Luput nya dimana?
Letak Luputnya… Pertama; Si A sudah mengotori sekujur tubuh/badannya dengan Rancangan yang Tidak Benar. Kedua; Si A sudah menodai hati/bathinnya dengan Karangan yang Tidak Benar. Ketiga nya; Si A sudah merugikan dan menyiksa orang lain, yaitu Si B, dengan Rancangan dan Karangannya yang Tidak Benar tersebut. Berhasil atau tidak berhasil aksi mencurinya. Si A tetap Terkena Luput, karena sudah memproses dirinya sendiri dan orang lain ke Mesin Pabrik Tidak Benar. (DOSA)

Kalau Tidak Benar alias Dosa itu, apa dan bagaimana?
Lanjut punya Cerita contoh diatas;
Jika aksi mencuri yang di lakukan oleh Saudara kita si A gagal. Maka si A akan di adili dan di hakimi, dengan hukum modern maupun dengan hukum rimba, si B, juga akan mendapatkan dampak dari hukuman yang di terima oleh si A, berupa trauma, keran tidak menjaga miliknya dengan baik. Inilah yang disebut Salah Vs Luput.

Tapi jika aksi mencuri yang di lakukan oleh saudara kita si A berhasil. Maka si A akan menerima Pengadilan dan Penghakiman yang jauh lebih Dahsyat dari yang sudah disebutkan diatas. Berupa ketakutan, ketegangan, ketidak nyamanan sikon, seperti was, ragu. Sehingganya, dalam jangka panjang, si A tidak akan bisa tenang. Bagaimana tidak, setiap kali si A bertemu dengan si B, si pemilik barang yang di curinya, si A akan, gerogi, was, ragu bahkan takut. Jangan-jangan si B tau, kalau sayalah yang telah mencuri barangnya, tapi pura-pura tidak tau, lalu diam, padahal itu hanya untuk menjebaku, agar aku mencuri lagi dan terjebak alias tertangkap pakai basah lagi, dan bla… bla… bla…( inilah yang di sebut Tidak Benar atau Dosa )

KESIMPULANNYA;
Dengan semua penjelasan diatas. BERARTI…
Apapun yang di lakukan. Apapun yang di perbuat. Jika itu menimbulkan Rasa tidak Tenteram, tidak nyaman, tidak aman, tidak enak. Sakit. Cidera. Kecewa. Malu. Cemas. Takut. Ragu. Was-was. Itulah Salah. Itulah Luput. Itulah Dosa. Sekalipun beramal memberikan uang dan makanan kepada fakir miskin, jika itu membuat tidak tenteram, tidak enak, tidak nyaman. Itu adalah Salah. Luput. Dosa. Sebaliknya… apapun yang tidak lakukan, apapun yang kita perbuat, jika menimbulkan Rasa Tenteram, nyaman, aman, enak. Tidak Sakit. Tidak Cidera. Tidak Kecewa. Tidak Malu. Tidak Cemas. Tidak Takut. Tidak Ragu. Tidak Was-was. Itulah Benar.

Jika kita Teliti dengan iman, membaca kejadiannya dan jeli dengan iman, mencerna prosenya. Kalau Benar itu munculnya dari sebuah perbuatan yang tidak baik. Kita bisa melihat dan tau, itu kebenaran macam apa. Kalau Benar itu timbul dari perlakuan yang tidak layak. Kita akan mengerti dan paham kebenaran seperti apa itu. Kalau kebenaran itu tumbuh dari sipat dan sikap yang baik dan layak. Kitapun akan tau, akan paham dan mengerti BENAR itu, namun jika kita tidak teleti dan tidak jeli, atau tidak bisa teleti dan jeli. Maka… tidak berbeda dengan diluar sana. Alias sama saja… karena masih katanya. Jadi,,, tidak perlu neko-neko. MAKA… RENUNGKAN dan PIKIRKANLAH ITU… SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU dari saya untukmu sekalian SAUDARA-SAUDARI SAYA SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. Bisa Berguna dan Ada Manfaatnya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com