PENGALAMAN SAYA DI MALAM RABU LEGI TANGGAL 11 BULAN DUA TAHUN 2015:

INI PENGALAMAN SAYA DI MALAM RABU LEGI TANGGAL 11 BULAN DUA TAHUN 2015 INI. Semoga Bermanfa’at bagimu Saudara-saudariku sekalian:
Ini tentang “Hakikat Masalah”. Bukan “Masalah Hakikat”.

Sedulur… Apakah Anda hari ini memiliki masalah?
Alhamdulillah,,, bersyukurlah jika Anda hari ini memiliki berbagai masalah.
Sebab salah satu ciri orang yang meyakini adanya Tuhan adalah hadirnya berbagai permasalahan dalam kehidupannya.
Ya… Masalah itulah yang hingga saat ini telah membantu Anda untuk tetap berTuhan dan tetap bertahan dalam iman.
Iya apa nggih…?! He he he . . . Edan Tenan.

Masalah adalah pintu hadirnya kenikmatan yang sejati, yakni sebuah kenikmatan yang sulit ditandingi, sebab sebuah kenikmatan yang tidak diawali oleh sebuah masalah maka kenikmatan itu akan terasa hambar bahkan bisa jadi bermasalah.

Mari kita buktikan. Apakah yang telah membuat seseorang merasakan nikmatnya makan? Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama lapar.
Apakah yang telah membuat seseorang merasakan nikmatnya Minum?
Ya, karena ia telah memiliki masalah yang bernama Haus.
Lalu, mengapa seseorang bisa merasakan nikmatnya tidur?
Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama letih dan ngantuk.
Dan, mohon maaf sebelumnya, mengapa seseorang bisa sukses BAB?
Ya, karena ia memiliki masalah yang bernama sakit perut atau mules.
Iya apa Nggih..?! He he he . . . Edan Tenan.

Sedulur… Rupanya berbagai masalah itulah yang membuat kesuksesan Anda terasa nikmat luar biasa. Tanpa hadirnya masalah, maka hilanglah kenikmatan yang Anda damba-dambakan. Tapi uniknya, di sepanjang hari betapa banyak orang yang ingin hidup langsung nikmat tanpa melewati berbagai permasalahan. Padahal Permasalahan itu sebagai kunci hadirnya kenikmatan.

Ya,,, hari ini masih banyak generasi instant (tidak mau menikmati proses) dan sedikit generasi intan (mau menikmati proses)…

Sehingga,,, semakin lapar menggelepar, maka semakin dekat dengan makanan. Semakin haus mendahaga, maka semakin dekat dengan minuman. Semakin ngantuk merunduk, maka semakin dekat dengan tidur yang pulas. Semakin mules pucet, maka semakin dekat dengan tempat “pembuangan akhir”. Artinya, semakin sulit permasalahan yang Anda hadapi hari ini, berarti Anda semakin dekat dengan keberhasilan akhir anda, semakin dekat dengan kenikmatan sejati Anda. Menikmati proses bermakna menikmati hasil… Maka merugilah Anda jika memilih menghidar apa lagi kabur mendekati kasur.

Sedulur… Maka mulai hari ini, jangan pernah lari dari masalah. Sebab kalau Anda lari dari masalah, berarti Anda lari dari keberhasilan. Kalau Anda lari dari masalah maka justru Anda akan mendapatkan lebih banyak masalah. Kenapa harus lari dari masalah, padahal Maha Suci Hidup telah menghadirkan Proses itu sesuai dengan kapasitas kesanggupan Anda. Yakinlah, Allah tak kan pernah salah menghadirkan masalah kepada orang yang salah. Anda adalah orang yang paling tepat untuk menerima masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.

Mari hadapi saja masalah-masalah Anda dengan seraya Laku Wahyu Panca Ga’ib. Kecilkan masalah Anda dengan cara membesar-besarkan Maha Suci Hidup. Maka jangan katakan, “Wahai Allah, masalahku sangat besar”, tapi katakanlah, “Wahai Masalah, Allah itu Maha Besar.”. Ya, Besarkan Allah, maka masalah Anda pasti mengecil. Yakinlah.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com