HARTA TAHTA WANITA:

TERSIKSA dan TERIKAT dengan 3-Ta
Empat Tipe Manusia dalam berhubungan dengan 3-Ta (Harta, Tahta, dan Cinta).

1. Ada tapi tidak terikat padanya (Tenang Bahagia > Visible dan Invisible)
2. Tidak ada dan tidak terikat padanya (Tenang Bahagia > Invisible)
3. Ada dan terikat padanya (Tegang Menderita > Invisible)
4. Tidak ada tapi terikat padanya (Tegang Menderita > Visible dan Invisible)

Yang manakah Anda?
He he he . . . Edna Tenan,,, mari kita simak…

1. Ada tapi tidak terikat;
Inilah orang kaya yang bertaqwa kepada Allah, secara kasat mata (visible) ia adalah orang yang paling berbahagia, dan secara invisible pun ia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, bahkan sangat dekat. Fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Ia adalah orang kaya yang tidak terikat dengan kekayaannya. Ia adalah orang yang memiliki harta tapi tidak terikat dengan hartanya. Ia hanya terikat kepada Allah saja. Ia paham betul bahwa harta hanyalah fasilitas dari-Nya, tak layak untuk disombongkan bahkan untuk sekedar merasa memiliki harta itu. Ia pun paham bahwa semua hartanya adalah milik Allah. Itu sebabnya ia rajin sekali bersedekah…

2. Tidak ada dan tidak terikat;
Inilah orang miskin yang bertaqwa kepada Allah. Ia hidup sangat berbahagia, walaupun secara kasat mata banyak orang menilai ia hidup berkekurangan. Ia memang tidak memiliki banyak harta namun ia pun tidak sibuk cemburu dengan orang yang memiliki banyak harta. Hatinya hanya terikat kepada Allah saja. Ia sangat jarang memiliki keinginan duniawi, karena ia sudah merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah di anugerahkan Allah kepadanya. Bahkan kalau pun ia memiliki keinginan, maka ia langsung lepaskan begitu saja, dan serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ia tak ingin terikat dengan dunia, ia hanya ingin terikat kepada Allah. Orang ini insya Allah lebih cepat hisabnya di akhirat kelak karena ia tidak memiliki banyak harta benda.

3. Ada dan terikat ;
Inilah orang kaya yang menderita. Hatinya terikat dengan hartanya, padahal lisannya mengatakan “Allahush-Shomad” dan bukan “Fuluusush Shomad”. Hatinya selalu menderita, kepuasannya dalam memiliki harta seperti tidak pernah berujung. Hidupnya selalu dipenuhi rasa khawatir. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Pekerjaannya adalah terus mengejar dan mendapatkan harta, dan seringkali lupa untuk berbagi. Walaupun harus berbagi maka harus ada “udang di balik batu” nya terlebih dahulu. Dengan demikian inilah orang yang di akhirat nanti diprediksi akan sangat menderita, sebab hisabnya akan sangat lama. Sungguh siksa Allah sangat pedih kepada orang kaya yang kikir dan selalu khawatir terhadap harta bendanya.

4. Tidak ada tapi terikat;
Inilah orang miskin yang menderita. Sudah mah miskin, menderita pula. Itu sebabnya setiap ia melihat harta benda yang disukainya maka seolah-olah air liurnya menetes dan pandangan matanya langsung terikat pada harta yang sedang ditujunya. Betapa tersiksanya kehidupan orang-orang yang terikat dengan sesuatu yang tidak dimilikinya. Jika ia gagal melepaskan ikatan itu dan lupa bertawakkal kepada Allah maka ia berpeluang menjadi pencopet, maling, koruptor dan lain sebagainya, sehingga statusnya bisa saja berubah dari orang bertipe “Tidak ada tapi terikat” menjadi “Ada dan terikat”. He he he . . . Edan Tenan.
SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI… SEMOGA POSTINGAN SAYA INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT BAGI siapapun yang Membacanya… HE HE HE . . . EDAN TENAN.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
https://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com