Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan:

WEB
Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan;
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Sebentar lagi… Kita akan Berjumpa dengan Tahun baru 2015. Dan di Tahun Baru! Inilah saatnya kita perlu merenungkan kembali takdir-takdir yang sudah kita lewati setahun kemaren ini. Lalu mari kita tuliskan di hari ini, apa yang ingin kita capai sepanjang tahun 2015 nanti.

Mulai Hari ini… Banyak umat nasrani berpesta Natal di rumah dan Gerejanya masing-masing. Seluruh dunia merayakan datangnya Nari Natal dan tahun baru. Entah mengapa, walau setiap tahun perayaan Natal dan Tahun baru ini diadakan, menyongsong datangnya harapan baru itu terus dilakukan.

Namun… Apakah, nasib mereka yang bernatal dan nasib semua yang bertahun baru telah berubah? Apakah takdir kita terus bergerak menuju kebahagiaan dan impian yang kita idamkan?
Berapa banyak orang yang pada hari seperti ini, menuliskan impiannya?
Atau merevisi dan menuliskan tujuan hidupnya?

Banyak diantara kita yang terikat dan terpasung oleh rutinitas, oleh kebiasaan. Sesuatu yang dikendalikan oleh bawah sadar kita. Bahkan ternyata hal ini juga terjadi dalam ibadah-ibadah kita. Ketika Sembahyang/Shalat, misalnya, kita bahkan bergerak tanpa makna, tanpa jiwa. Bagai-bagai gerakan dan bacaan secara otomatis meluncur begitu saja persis mirip robot mainan anak-anak kita.

Jiwa kita tak lagi berkuasa. Kehendak dan harapan telah patah arang, tak berani bersuara. Bahkan kita begitu takut dan agak merasa berdosa untuk bercita-cita karena kita merasa akan “mendahului takdir-Nya”.

Padahal ketika kita takut dan pesimis seperti itu, bukankah justru tanpa sadar kita telah mendahului takdir itu sendiri?
Bukankah itu berarti kitalah yang memilih untuk tidak berubah?
Bukankah itu juga bermakna bahwa kita sendiri yang meminta agar takdir hidup kita tetap sama sampai tua!

Bila kita tidak membuat keputusan untuk berubah,
jangan salahkan Tuhan bila memang akhirnya takdir kita tidak akan berubah.

Menurtu saya Pribadi…
Inilah saatnya kita belajar membuat keputusan… Sebelum 2015 itu tiba.
“Say what you want” – katakan apapun yang Anda inginkan. SEKARANG!

Pada hari ini, paling tidak putuskan 3 hal yang paling kita inginkan sepanjang tahun 2014 ini:

To Be – Mau menjadi Apa Anda tahun 2015 nanti?
To Do – Apa yang ingin Anda lakukan?
To Have – Apa saja yang ingin Anda miliki?

Apapun itu, tuliskan. Ambil kertas lalu menulislah. Hati-hati dengan apa yang anda tulis, sebab ia memang bisa jadi kenyataan. Mengapa bisa begitu? Ketika kita menuliskan keinginan kita, itu berarti kita telah memberi perintah kepada “otoritas” bawah sadar. Mekanisme bawah sadar kita akan bekerja HANYA berdasarkan perintah-perintah kita. Bila kita tidak memberinya perintah, maka bawah sadar kita akan MEMBACA perintah (untuknya) itu berdasarkan kecenderungan pikiran-pikiran kita, yang umumnya tidak kita sengaja.

Tak perlu ragu untuk menuliskan berapa penghasilan yang ingin Anda dapatkan tahun 2015 nanti? Pekerjaan dan karir seperti apa yang Anda ingin peroleh?
Barang atau properti apa yang mau Anda beli?
Bagaimana dengan sikap atau attitude Anda di tahun 2015?
Bagaimana hubungan Anda dengan ayah/ibu, istri/suami, atau dengan adik/kakak Anda?
Apa prioritas Anda tahun 2015?
Dimana Anda akan tinggal?
Seberapa besar bisnis yang ingin Anda miliki?
Bla… Bla… Bla… Dll

Banyak sekali yang harus kita pikirkan dan kita tulis. Tak perlu mengkhawatirkan apakah nanti bagaimana? Apakah semua itu akan bisa kita capai atau tidak. Jangan pedulikan kritikan-kritikan dan komentar-komentar negatif otak kritis Anda. Lupakan saja masa lalu yang gelap hitam pekat yang selama ini kita berkubang di dalamnya. Songsonglah cahaya dari dalam diri Anda. Bukalah pintu lebar-lebar sehingga cahaya itu menguasai diri dan batin kita, dan yakinlah nanti ia akan menggerakkan urat nadi hidup kita…

Bismillah… dengan namaMu ya Allah.
Dengan menyebut nama Tuhan.
Perkenankan aku menapaki jalan ini ya Allah…
Jazzakumullah Khoiran Katsiro.
Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu
Ya Mujjibassaailiiin…
GUSTI INGKANG MOHO SUCI.
KULO NYUWUN PANGAPURO DUMATENG GUSTI INGKANG MOHO SUCI.
SIROLAH DATOLAH SIPATOLAH
KULO SEJATINE SATERIYO.
NYUWUN WICAKSONO NYUWUN PANGUWOSO.
KANGGE TUMINDAKE SATERIYO SEJATI.
KULO NYUWUN KANGGE HANYIRNA’AKE TUMINDAK INGKANG LUPUT.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2015..!!!
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Iklan

7 thoughts on “Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan:

  1. anarif berkata:

    Aku sejati itu yang sebenarnya bersumber dari dalil hadist qudsi yang telah Nabi Muhammad saw, sabda kan, asal usul kejadian, lebih jelas lagi selamat mengikuti pahaman Nabi Muhammad saw. dengan keterangan dari dalil Al Quran, kalimat “LA ILAHA ILA ANA ” bukan HUWA, tapi ANA. ” TIADA YANG LAIN, HANYA AKU ” sahaja yang ADA. Pada awalnya alam semesta serta sekelian makhluk pun tiada, diri pun tiada seketika itu. Yang ada hanya Aku. Sesuai dengan hadist qudsi “AL INSANUU SIRRIHI WA ANA SIRRUHU.” Usaha abadi untuk kembali ke asal usulnya hanya AL INSANUU SIRRIHI yang menyakini nya serta memahami asal usulnya WA ANA SIRRUHU.

    • Djaka Tolos berkata:

      Teguh Rahayu Slamet Berkah sukses selalu muga senantiasa terlimpahkan untukmu selalu saudaraku

      • anarif berkata:

        Terima kaseh. Smoga berkah jua untukmu wahai saudaraku yg tlh manfaatkan Aku sejati. Salam hormat.

      • anarif berkata:

        BISMIDZATIL A’ LIYAH. Izinkan saya mengwordpress kan posting putramssejati utk menyambut tahun baru 2015 esok, ada lagi. Semoga seluroh saudaraku apa yg d bumi serta di langit, smoga kesemuanya menjadi rahmat sekelian Alam pembawa berkah kehidupan abadi. Kita sebagai umat manusia harus manusiawi. Semua Agama adalah benar mengajarkan manusia supaya berperikemanusian. Hanya sejumlah nya umat manusia yang mengikutinya. Kebanyakan manusia menginkarinya. SEBENARNYA, BER PERIKEMANUSIAAN, ADALAH KESEJATIAN AGAMA TANPA KITAB. AL QURAN MENGUNGKAP FITRAH MANUSIA SEDEMIKIAN ” MAKA HADAPKANLAH WAJAHMU DENGAN LURUS KEPADA AGAMA, FITRAH ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA MENURUT FITRAH ITU. TIDAK ADA PERUBAHAN PADA FITRAH ALLAH, AGAMA YANG LURUS, TAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK MENGETAHUINYA ” (SURAH AR RUUM 30 ;30). AMIIEN.. SALAM HORMAT.

        • Djaka Tolos berkata:

          Rahayu2x… Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untukmu saudaraku…. Amiin dan Terima kasih atas sharingnya. semoga apa yang saya ungkapkan melalui wordpress ini. dapat dan bisa berguna serta bermanfa’at bagi saya sendiri sebagai agenda dan untuk siapapun yang membaca sebagai pengalaman tambahan.

          • anarif berkata:

            Terima Kaseh, Saudaraku Setunggal. Semoga Dzat Sajiwa Kita ini Bersih Suci Kuat Sehat Segar Selamat. Terbebas Dari i Segala Penyakit Dan Terbebas Dari Segala Petaka Serta Tebebas Dari Kemiskinan Berserta Terbebas Dari Perkara Keji Dan Kezaliman. Amiien.

            • Djaka Tolos berkata:

              Rahayu2x… Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu Saudaraku yang semunya senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu… Sukses slalu untukmu sekalian dan Terima kasih _/\_

Komentar ditutup.