Buang Jauh dan Singkirkan Kata “TETAPI/TAPI”

Buang Jauh dan Singkirkan Kata “TETAPI/TAPI”
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Apakah anda sering mengalami hambatan dalam menemukan makna kehidupan?
Anda tahu apa yang Anda inginkan, namun sayang ada pula rintangan yang menghambatnya.

Berikut ini ada latihan menarik yang diajarkan Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind. Katanya, coba tuliskan apa saja perubahan-perubahan penting yang ingin Anda buat, dan tuliskan pula penghalangnya.

Misalnya;
Saya ingin menghabiskan banyak waktu dengan keluarga saya, anak-anak didik saya, sahabat-sahabat saya, tetapi saya banyak bepergian dalam laku spiritual saya.

Saya ingin lebih sering membaca, tetapi saya jarang punya waktu untuk bisa duduk dengan buku di tangan.

Kata Daniel: gantilah kata “tetapi” tersebut dengan “dan”.

Contoh;
Saya akan lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga saya, anak-anak didik saya, sahabat-sahabat saya dan saya banyak bepergian dalam spiritual saya. Maka, saya perlu menemukan cara-cara untuk membawa semua itu, bersama selama spiritual saya.

Saya akan banyak membaca, dan saya jarang sekali mempunyai waktu untuk bisa duduk dengan membaca buku di tangan. Maka saya perlu merekam buku-buku tsb sehingga saya dapat mendengarnya di dalam mobil atau di tempat olah raga spiritual saya.

Menukar kata “tetapi” menjadi “dan” intinya adalah memindahkan cara kita yang terbiasa dalam pola pembuatan alasan, masuk ke pola pemecahan masalah. Sederhana sekali kan..?.:-) He he he . . . Edan Tenan. Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes Rabu tgl 24 Des 2014

Iklan