Tujuh Tingkatan Jiwa:


WONG EDAN BAGU.B
Oleh : Wong Edan Bagu
Djaka Tolos yang lebih di kenal dengan julukannya Wong Edan Bagu, adalah seorang Pengembara asal dari tanah Pasundan, yang sering melakukan komunikasi dengan roh pembimbingnya. Pada suatu hari roh pembimbingnya mengajaknya untuk pergi mengenal alam alam lain. Dalam perjalanannya dia diajak melihat tingkatan tingkatan yang ada di alam tersebut, dia diberitahukan bahwa ia diberikan kesempatan ini untuk bisa membagi pengetahuan ini dengan sebanyak mungkin orang dan membantu mengobati ketakutan mereka akan kematian.Malaikat menjelaskan bahwa ada beberapa tingkatan ke surga dan tingkatan tertinggi adalah dimana kita semua memiliki realitas yang sama, dimana kita mengetahui bahwa kita menyatu dengan Tuhan. Setelah perjalanannya ke alam spiritual pada tahun 1999 kemampuan Djaka Tolos untuk pergi ke alam spiritual menjadi semakin kuat. Dari pengalaman pengalamannya, ia menggolongkan dimensi spiritual menjadi tujuh tingkatan, dengan tingkatan tertinggi menjadi satu dengan Tuhan. Makhluk-makhluk cenderung mengarah ke tingkatan yang sesuai dengan perkembangan dan kesadaran mereka. Tujuh tingkatan jiwa spiritual menurut Djaka Tolos digambarkan dibawah ini:

Tingkat 1 :
Jiwa jiwa di dimensi ini semuanya begitu terserap dan tidak sadar akan adanya hubungan antara semua hal.
Kesadaran terfokus pada keberlangsungan dan mereka mengambil apa yang mereka inginkan. Jiwa-jiwa pada tingkat pengalaman ini mengalami ketakutan. Meskipun jiwa jiwa ini memiliki nurani, suara batin yang
memberitahukan yang benar atau yang salah, mereka mengindahkan suara ini karena mereka percaya bahwa
karma tidak berlaku bagi mereka. Dalam kenyataan yang sebenarnya justru inilah tempat seluruh siklus karma bermula.

Tingkat 2 :
Dalam dimensi ini, jiwa jiwa perlahan mulai membuka hati mereka kepada orang-orang lain dan makhluk hidup, tetapi tingkat kepercayaan mereka masih cukup rendah. Mereka mulai melihat kemungkinan bahwa tidak semua orang diluar sana hendak merugikan mereka dan ada kemungkinan adanya kebaikan di dunia maupun semua keburukan yang begitu mereka sadari sewaktu mereka masih jiwa tingkat pertama. Mereka bolak-balik antara ingin percaya dan tidak percaya dan, malangnya, bisa terus menciptakan karma yang cukup buruk bagi mereka sendiri. Mereka sering terlibat dalam agama-agama yang mengajarkan soal neraka dan pengutukkan, yang didasarkan pada rasa malu dan rasa bersalah. Jiwa jiwa sering terperangkap dalam pola ini selama beberapa masa kehidupan.

Tingkat 3 :
Jiwa jiwa pada tingkatan ini telah mempelajari (melalui beberapa pelajaran karma yang berat) akan perbedaan antara yang benar dan salah. Mereka merasakan sebuah keinginan untuk mengubah cara berpikir, cara merasa, dan cara mereka berhubungan dengan dunia. Mereka melihat lebih banyak peluang positif ketimbang negatif. Jiwa jiwa tingkat ketiga mulai merasakan bahwa ada sesuatu yang lebih pada diri mereka ketimbang yang agama telah ajarkan pada mereka. Mereka mencari dalam batas batasan aman. Jiwa-jiwa mulai memahami hukum karma dan mulai menyadari bahwa mereka bertanggung jawab atas perbuatan perbuatan mereka. Jiwa-jiwa dimensi ini masih memiliki ketakutan mengenai kelangsungan hidup mereka dan terhadap jiwa jiwa lain, tetapi mereka semakin banyak melihat kesamaan antara orang orang ketimbang perbedaan.

Tingkat 4 :
Jiwa jiwa pada tingkatan ini berjuang untuk memahami kesatuan semua makhluk hidup dan Tuhan, bergerak dari orientasi religius menuju ke filosofi yang lebih universal dan spiritual. Dalam eksistensi fisik, jiwa jiwa pada tingkatan ini mulai lebih banyak mempertanyakan, membaca buku, atau mengejar sebuah perjalanan spiritual. Keterikatan material dan keinginan fisik dikurangi dan kebijaksanaan dicari dalam pelajaran pelajaran kehidupan. Jiwa jiwa pada tingkat 4 masih memiliki karma, masih bisa berduka dan masih melalui proses reinkarnasi.

Tingkat 5 :
Ini adalah permulaan Nirwana, dimana jiwa jiwa memahami kelimpahan, mengetahui hubungan mereka dengan Tuhan dan memiliki sebuah perasaan tanggung jawab untuk seluruh umat manusia. Jiwa jiwa tidaklagi menyalahkan Tuhan atau yang lainnya, ketidakdewasaan yang ditunjukkan melalui kompetisi atau pemberontakan telah dituntaskan, sehingga tidak ada perasaan kekurangan atau pembatasan. Jiwa jiwa tingkat kelima tahu bagaimana menyerap kehidupan Bumi bisa berguna bagi jiwa, dan mereka mengajarkan jiwa jiwa pada tingkat 4 bagaimana agar tidak harus berreinkarnasi. Jiwa jiwa tingkat kelima ternyata seperti malaikat malaikat yang telah meninggalkan keterikatan keterikatan pada alam fisik dan mengharapkan masa pensiun di alam alam yang lebih tinggi, lebih dekat dengan kesadaran Tuhan.

Tingkat 6 :
Pada tingkat ini jiwa jiwa telah beranjak semakin dalam ke jantung hati Tuhan, semakin penuh mengetahui Tuhan. Jiwa-jiwa di tingkat 6 hidup dalam keadaan yang bahagia, dan ia menyatakan keadaaan demikian tidak ada yang menyamainya di Bumi.

Tingkat 7 :
Pada tingkatan ini, jiwa jiwa sebagai seperti Tuhan, karena mereka menyatu dengan Tuhan dan jiwa jiwa lainnya. Jiwa-jiwa pada tingkatan ini telah mencapai tahapan akhir dalam makna yang paling sejati.

Konsep tujuh tingkatan ini memang banyak ditulis dalam buku-buku spiritual, bahkan agama-agama juga menyiratkan adanya 7 langit dimana banyak dikatakan di langit ketujuhlah tempat Tuhan bersemayam.

Dalam buku Many Lives Many Masters hal ini juga dikatakan oleh spirit Guide dari Catherine pada saat jeda dari kematian ke kehidupan selanjutnya (between lives) dikatakan ”Seluruhnya ada tujuh alam, masing-masing terdiri dari banyak tingkatan salah satunya alam rekoleksi (pengingatan). Pada alam itu kau diperkenankan untuk mengumpulkan pikiran pikiranmu. Kau diperbolehkan melihat kehidupanmu yang baru saja berlalu. Mereka yang tingkatannya lebih tinggi dapat melihat sejarah. Mereka dapat kembali dan mengajar kita dengan mempelajari sejarah. Tetapi kita dari tingkat kehidupan yang lebih rendah hanya diperkenankan melihat kehidupan sendiri yang baru saja berlalu.” Malaikat yang telah memandu Echo memberitahukan bahwa terdapat banyak pintu masuk ke surga dan terdapat banyak komunitas di setiap tingkatan dunia spiritual.

Jadi ini juga sesuai dengan tingkatan jiwa yang dicapai dalam bentuk fisik. Ini konsisten. Terdapat tujuh tingkatan perkembangan di alam fisik maupun di alam lain, tetapi tidak ada suatu tingkatan pencapaian yang “benar” atau “salah” ketika kita kembali ke tempat darimana kita datang sebelumnya. Dalam kehidupan fisik kita, kita masing-masing berjuang untuk mencapai hal-hal dari sudut pandang yang berbeda-beda. Perkembangan kita, baik secara fisik maupun batin, tampaknya merupakan contoh sempurna dari kehendak bebas yang telah kita miliki dari sananya. Tak perduli tingkatan pencapaian spiritual apapun yang kita raih, kita tetaplah setara dengan semua yang lainnya.

Kehidupan adalah sebuah kesempatan! Setiap pengalaman akan mengajarkan kita sesuatu, jika kita memilih untuk menerimanya. Kadang-kadang kita heran mengapa hal-hal terasa demikian sulit, tetapi kita menarik semua yang kita butuhkan supaya kita belajar dan berkembang. Kita memilih hidup yang kita jalani dan semuanya menjadi bagian dari itu. Dalam beberapa hal, kehidupan seperti mengambil sebuah ujian dan jika kita mengetahui jawaban jawabannya terlebih dahulu, mengapa kita harus mengerjakannya? inilah sebagian jawaban mengapa, pada tingkat kesadaran yang lebih rendah, kita melupakan semua pengetahuan yang kita punya.”Diri kita yang lebih tinggi” akan terus-terhubung dengan pengetahuan dan kebenaran tertinggi.

Semoga Bermanfa’at dan Berkah… Salam Rahayu kanti Teguh Slamet…
Ttd: Wong Edan Bagu

Tujuh Alam Spiritual:


WONG EDAN BAGU

Oleh : Wong Edan Bagu
Terdapat tujuh tingkatan perkembangan di alam lain, tetapi tidak ada suatu tingkatan pencapaian yang “benar” atau “salah” ketika kita kembali ke tempat dari mana kita datang sebelumnya. Seperti halnya dalam kehidupan fisik kita, kita masing masing berjuang untuk mencapai hal hal dari sudut pandang yang berbeda beda. Saya percaya Anda akan setuju bahwa hanya karena seseorang telah menjadi orang yang penting dalam kehidupan bukan berarti ia “lebih baik” ketimbang manusia-manusia yang lain. Perkembangan kita, baik secara fisik maupun batin, tampaknya merupakan contoh sempurna dari kehendak bebas yang kita miliki dari sananya. Tak perduli tingkatan pencapaian apapun yang kita raih, kita tetaplah setara dengan semua yang lainnya.

Tingkat Satu: Alam Cahaya Putih Baru
Alam ini mengandung jiwa-jiwa baru- mereka yang baru saja menyeberang. (ini tidak berarti jiwa jiwa yang baru tercipta, melainkan mereka mereka yang baru saja menyeberang kembali menjadi roh.) Anda akan menemukan mereka yang sedang menunggu untuk berangkat atau datang, entah ke cahaya atau ke getaran kegelapan. Kegelapan tidak akan memiliki kekuasaan lagi pada Anda ketimbang apa yang Anda inginkan dan ini juga akan berdasarkan pada sistem kepercayaan dan perilaku spiritual Anda. Ruang ini juga berfungsi sebagai tempat pencucian bagi mereka yang meyakini hal tersebut dalam agama mereka. Tidak ada hukuman yang dilakukan disini, tetapi kadang kadang sifat terombang ambing itu mungkin akan terasa seperti itu.

Bagi mereka yang belum benar benar pernah menyeberang sepenuhnya ke alam roh, jiwa jiwa yang terikat di Bumi, juga akan berada di tingkat ini. Bagi mereka yang telah memutuskan untuk berinkarnasi dan sedang dipersiapkan untuk perjalanan mereka, persiapan itu berlangsung disini. Bagi mereka yang sedang bereinkarnasi dalam waktu dekat jarang akan pergi ke tempat yang lebih tinggi dari tempat ini. Sebagian besar jiwa-jiwa yang kembali akan melupakan bahwa mereka pernah ada di sini, semua yang pernah mereka ketahui. Kadang-kadang ada beberapa yang kembali dengan semua pengetahuan mereka; ini adalah Guru-guru. Ini adalah alam yang paling sibuk diantara semua alam.

Bagi mereka yang mengawasi daerah ini, membuat
keputusan keputusan secara cepat akan dibutuhkan. Malaikat-malaikat berkeliaran di tempat ini dan pergi bolak-balik ke Bumi. Di tempat ini sebuah jiwa tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mandiri. Dalam banyak hal Anda harus ikut dengan aliran karena Anda tidak cukup kuat melakukan yang sebaliknya. Pada
tingkatan ini Anda tidak merasa, membau atau mengecap. Disini kita tidak mengalami perilaku yang berhubungan dengan sebuah tubuh fisik, tetapi mungkin masih melekat rasa sakit emosional atau batin dari kehidupan lampau. Jiwa sebagian besar tampak transparan dan kadang-kadang tidak bisa dikenali; kita adalah rohnya bukannya fisik.

Jika kita telah menjalani sebuah kehidupan yang menyebabkan rasa sakit dan luka pada orang lain, jika kita belum membereskan hal-hal ini sebelum kematian kita, maka rasa sakit pada saat kilas balik kehidupan kita akan terasa tujuh kali lipatnya. Ketika Anda masih hidup dan memiliki sebuah tubuh fisik, kesakitan Anda akan tersebar ke seluruh tubuh, bisa menjadi bagian sebuah penyakit atau mungkin menjadi penyebab kematian Anda. Ketika anda tidak lagi memiliki tubuh fisik untuk menanggung rasa sakit, perasaan perasaan dan emosi adalah apa yang tersisa dari Anda. Kendatipun demikian, setiap saat kita menerima bimbingan dan nasihat untuk berubah dan membuat hal hal menjadi lebih baik bagi diri kita. Di “alam lain” waktu tidak eksis, sebuah jiwa tidak harus memiliki sebuah kesadaran akan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan-perubahan.

Tingkat Dua: Alam Malaikat dan Pelindung
Ketika para malaikat memilih untuk beristirahat, maka tempatnya akan ada disini. Adalah hal yang umum bagi mereka untuk bepergian ke semua tingkatan perkembangan; tetapi mereka lebih sering bergerak antara tingkat dua dan Bumi. Bukan hal yang aneh bagi mereka untuk mengorbankan ‘eksistensi’ mereka demi menolong sebuah jiwa. Hal ini terutama berlaku dalam kasus kasus channeling/medium.

Tempat ini adalah tempat yang damai dan tiada bahaya yang akan datang pada siapapun disini, tetapi jarang ditemui adanya kepuasan. Dalam sebagian besar kasus, jiwa-jiwa selalu bekerja berusaha untuk menolong makhluk lain. Dari tempat inilah ada upaya besar yang dilakukan untuk membantu mereka mereka yang berada di tingkat satu, maupun makhluk makhluk fisik di Bumi; juga terdapat pekerjaan yang luar biasa bagi mereka yang mungkin ada di tingkat satu yang mengalami apa yang menurut kepercayaan-kepercayaan agama gambarkan sebagai “neraka”. Anda mungkin terkejut mempelajari bahwa pengalaman ini, jika Anda memerlukannya, memiliki berbagai tingkatan pula. Para pelindung disini adalah mereka yang memiliki kekuatan dan pengetahuan menengah. Merekapun masih memiliki banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Hanya karena kita menyeberang kembali menjadi roh tidak berarti bahwa kita bisa menggunakan pengetahuan tertinggi kita. Dalam banyak kasus, mereka mereka yang mendapatkan ijin untuk berjalan bersama kita di alam fisik, melakukannya sebagai cara untuk belajar dan berkembang.

Tingkat Tiga: Alam Dewan atau Pembuat Keputusan
Ketika sesosok jiwa mencapai tahapan ini dan memutuskan untuk “istirahat” biasanya hal ini tidak berlangsung lama. Anda hanya bisa menjalani kehidupan yang sesaat sebelum Anda memutuskan untuk menjadi sibuk kembali. Ini adalah rumah-rumah luar biasa, fasilitas-fasilitas pengetahuan yang besar, taman taman menakjubkan, serta kekuasaan-kekuasaan yang besar. Kadang kita menemukan jiwa-jiwa yang belum bereinkarnasi selama periode yang sangat panjang dan mungkin telah kehilangan hubungan dengan apa yang menjadi kebutuhan manusia. Biasanya ini adalah anggota-anggota sebuah “Dewan” . Kadang ada jiwa jiwa dari tingkat Dua yang datang bekerja pada Dewan-Dewan. Sementara hal ini membuat mereka terlihat seakan mereka dalam pengabdian, ini adalah cara mereka untuk berkembang dan menjadi semakin kuat.

Ini adalah tanda dari sebuah jiwa besar yang sedang dalam proses pengembangan. Ketika sebuah “Dewan” terdiri dari anggota-anggota yang belum bereinkarnasi untuk kurun waktu yang sangat lama, mereka mungkin memerlukan bantuan untuk melihat potensi bagi perkembangan lebih lanjut diri mereka sendiri. Dalam kejadian ini, sebuah peristiwa akan terjadi dengan cara yang membuat mereka bisa melihat betapa sudah menjadi sempitnya pandangan dan kemampuan mereka untuk menolong yang lain. Jika keperluan ini muncul, mereka sering ditemukan sedang mendengarkan ceramah, pelatihan, dan proses pengembangan lainnya di seluruh dunia. Sayangnya masih mungkin bagi kita utnuk menjadi puas diri dan sedikit kehilangan kesan akan apa yang diperlukan.

Proses ini bisa membantu pengembangan akhir bagi jiwa-jiwa yang sudah sangat tua (“tua” dalam konteks ini berarti bahwa mereka telah bereinkarnasi banyak kali dan memiliki banyak perkembangan dalam diri mereka).

Tingkat Empat: Alam Kedamaian
Alam kedamaian memiliki sekolah sekolah untuk mengajari para “guru tingkat master,” “pelindung” dan “roh pembimbing”. Di sini kita akan menemukan sekolah sekolah khusus untuk mendidik kembali “jiwa jiwa tua” dan “para bijak” . Kadang-kadang kita merasa bahwa tidak ada hal yang baru yang bisa dipelajari dan pada
saat itu kita baru menemukan betapa banyaknya hal yang masih bisa dipertimbangkan dan dipelajari kembali.

Ketika kita merujuk pada sebuah jiwa sebagai makhluk “tua” hal ini tidak berarti bahwa mereka diciptakan pada saat yang berbeda sehingga membuat mereka lebih tua. Kata “tua” digunakan sebagai sebuah istilah penggolongan bagi mereka yang terus bereinkarnasi dan terus bertumbuh. Beberapa seringkali adalah jiwa yang paling lemah lembut, paling pengasih dan penyayang dari semua jiwa. Ketika salah satu jiwa istimewa ini bertemu di jalan Anda, seringkali Anda akan terbekahi dengan kehadiran mereka. Anda akan merasakan energi yang mereka bawa dan tidak paham mengapa Anda merasa jauh lebih baik setelah mengunjungi merka barang sejenak. Mereka tidak mencari atau menginginkan perhatian untuk berkah-berkah khusus dan kemampuan yang mereka miliki.

Dalam beberapa kelas pada tingkat ini, situasi diciptakan untuk menirukan eksistensi di tingkat fisik yang sebenarnya. Mereka yang berada di tingkat pelatihan ini akan merasakan semua sensasi dari sebuah tubuh fisik sejati. Mereka akan merasakan kesakitan, kelaparan, nafsu dan semua perasaan yang Anda dan saya rasakan hari ini. Jika mereka lulus ujian, dan ujian itu sangat sulit, mereka diijinkan menjadi “Guru” dan “Penasihat Agung” . Hal ini kadang kala malah merepotkan dan memerlukan integritas dan kehormatan tingkat-tertinggi dalam pekerjaan yang mereka pilih. Tak ada kebingungan di Tingkat Empat, hanya ada rasa kedamaian , sukacita, dan keindahan paling luar biasa yang bisa dibayangkan.

Terdapat begitu banyak jiwa yang sangat baik di tingkat ini. Beberapa menikmati kehidupan yang damai dan tenang dan tidak memilih untuk bereinkarnasi. Mereka diijinkan melakukan pilihan ini karena pekerjaan yang telah mereka lakukan di masa lalu. Meskipun pilihan ini telah dijalani, banyak yang terus melakukan
pekerjaan yang luar biasa melalui tingkat tingkat lainnya, dimensi-dimensi lainnya, dan di Bumi. Terdapat juga begitu banyak jiwa yang bekerja dari berbagai tingkatan, mencari rasa pemenuhan diri, dan pilihan untuk tidak bereinkarnasi tidak menciptakan kebutuhan atau ketidakseimbangan bagi pihak lain yang mencari bantuan dalam perjalanan mereka.

Tingkat Lima : Alam Tidur
Wilayah ini sering dirujuk dengan banyak nama. Jiwa-jiwa yang berdiam disini semuanya briliandan sensitif.

Mereka adalah jiwa-jiwa yang bepergian di bumi dan dimensi-dimensi lainnya melakukan mukjijat-mukjijat. Mereka ini adalah para “penyembuh” dan mereka sadar akan segala hal- masa lalu, masa kini dan masa depan. Banyak dari jiwa jiwa di sini tidur dan menyediakan energi mereka bagi mereka yang bekerja di alam alam yang lebih rendah. Jiwa-jiwa disini melakukan pengorbanan besar untuk hal hal yang mereka percayai. Ketika saya mengatakan “hal-hal yangmereka percayai”, ini tidak bekaitan dengan sebuah agama atau sistem kepercayaan yang berhubungan dengan Bumi sendiri. Ini adalah kepercayaan terhadap kemanusiaan dan pelestarian teragung dari jiwa. Dalam “roh” tidak ada perbedaan kecuali bahwa sebuah jiwa sengaja memaparkan diri mereka sendiri sebagai bagian proses perkembangan mereka. Jiwa, dalam bentuk paling sejatinya tidak memiliki perbedaan-perbedaan yang bisa dibandingkan yang ada di Bumi.

Sebenarnya kita semua adalah sama, kita semua adalah setara. Cinta kasih dan kedamaian yang dirasakan di alam inilah yangkita rindukan selama ini tanpa menyadari apa yang menarik kita. Kadang-kadang kita mengalami sebuah
rasa jenuh, sebuah kerinduan akan sebuah tempat dan perasaan yang tidak bisa kita uraikan dan tidak bisa kita ingat. Hanya karena sebuah jiwa berada di tingkat ini, tidak berarti bahwa mereka tidak akan memilih untuk melalui tantangan di tingkat-tingkat yang lebih rendah lagi. Kadang-kadang semakin berkembang sebuah
jiwa , semakin sering mereka bergerak melalui semua tantangan ini lagi dan lagi. Sebenarnya terdapat kebijaksanaan yang besar dalam membuat pilihan demikian. Tingkat lima adalah yang terluas dari semua alam.

Tingkat Enam : Alam Penciptaan
Kasih dan kedamaian yang dirasakan di tingkat tingkat lainnya jauh jika dibandingkan dengna apa yang ada disini. Lebih dari sekedar perasaan atau sesuatu yang dialami, ia menjadi eksistensi yang menyatu dengan
jiwa dan segala hal. Ketika Anda melihat energi tempat ini, Aurora Borealis hanya sedikit bisa dibandingkan dengannya. Terdapat begitu banyak campuran nada nada dan getaran warna sehingga hampir seperti melihat sebuah fatamorgana. Ketika anda melihat sekuntum bunga, sebagai contoh, jika anda mencoba menyentuh kelopak-kelopaknya Anda akanmenjadi bagian dari bunga. Bunga itu terasa bagaikan cair hingga tangan Anda terasa menembusnya. Dalam wujud “roh” kita tidak memiliki tubuh fisik, tetapi dari tingkat ini, Anda memiliki kemampuan untuk mempertahankan suatu wujud yang serupa dengan tubuh yang anda miliki
sebelumnya. Anda bisa memproyeksikan sebuah gambaran penampilan fisik atau bisa juga berada dalam bentuk energi murni Anda.

Semua kebesaran, keagungan pada tingkat ini , hanya berjarak satu pemikiran saja. Pemikiran kita selalu menjadi realita kita, tetapi di tempat ini pemikiran diekpresikan dan diciptakan dalam wujudnya yang paling murni. Sementara rumah-rumah besar, bangunan-bangunan, serta biara biara bisa ditemukan disini, mereka adalah perwakilan sebuah keinginan ketimbang sebuah kebutuhan. Dari tempat ini anda tidak memerlukan banyak hal, tetapi pengalaman dari semua hal tersedia bagi anda.

Dari tempat ini terdapat pekerjaan yang dilakukan di lebih dari satu dimensi dan lebih dari satu tingkatan pada saat yang sama. Mungkin Anda akan mengerti istilah ”Parallel Universe dan waktu simultan”. Hal ini tampaknya seperti sebuah tempat yang menarik untuk dicapai dan Anda mungkin berharap akan tiba segera, tetapi pertimbangkan ini juga… ketika Anda melakukan pekerjaan antar-dimensi dan di lebih dari satu tingkatan, hal ini menciptakan tantangan yang lebih besar bahwasanya Anda harus meningkatkan integritas Anda berkali-kali lipat. Anda akan menciptakan parameter-parameter yang berbeda untuk setiap situasi. Mengapa ada orang yang mau memasang berbagai kemungkinan yang berbeda untuk berhasil atau gagal.

Memang benar bahwa dalam bergulirnya setiap kehidupan ada kemungkinan untuk gagal, tetapi itu juga berarti ada jumlah kesempatan yang sama untuk melakukan hal hal yang luar biasa. Dari tingkat perkembangan ini, sesosok jiwa cenderung bisa mengalami pencapaian pencapaian besar dalam segala hal yang mereka lakukan.

Tingkat Tujuh: Alam Keesaan
Ini adalah tempat “penyatuan” dengan Sang Pencipta — Ini istilah yang kita pahami. Dari tingkat ini, kita memiliki kemampuan untuk melihat segala hal, mendengar segala hal, dan mengalami apapun yang kita pilih. Dari tempat ini Anda akan melihat galaksi galaksi luas; Anda akan menyadari garis-garis waktu yang berbeda dan banyak karya lintas dimensi. Anda akan menemukan sedikit sekali rumah-rumah atau bangunan besar; sedikit sekali gambaran khayal yang tak bermanfaat. Jiwa-jiwa dari tempat ini menyumbangkan sebagian besar waktu dan energi mereka ke semua ciptaan- bahkan diluar cakupan bumi. Beberapa akan tertidur selama berabad-abad, memberikan semua yang ada dari mereka untuk manfaat yang lainnya.

Sebagian besar ajaran yang bersejarah dan agama besar datang dari tingkat ini. Perbedaan pandangan bukan dimaksudkan untuk membingungkan , melainkan hanya untuk menawarkan kesempatan untuk perkembangan serta
pemahaman dari sudut pandang yang sangat luas. Kebingungan yang terkait dengan ajaran-ajaran ini berasal dari penafsiran dan penjelasan umat manusia. Kebijaksanaan disini dimaksudkan untuk memiliki cakupan yang universal. Tidak jadi masalah bahwa kita tidak selalu harus setuju; cara kita tidak menyetujuilah yang
menyebabkan masalah masalah kita.

Sejarah menunjukkan kita bahwa berbagai ajaran spiritual telah diubah dan ditafsirkan dengan berbeda sepanjang masa. Energi yang dipeluk sebagai “Kristus”, “Buddha” , “Muhammad” , “Allah” , dan yang lainnya muncul dari sini. Sebuah jiwa di sini akan memiliki sedikit sekali keterbatasan dan tingkat keandalan yang luar biasa. Adalah memungkinkan untuk mencapai tingkatan perkembangan spiritual apapun atau jatuh dari tempat tempat ini. Karena segala sesuatu mengenai kita adalah “pilihan”, kita membuat pilihan pilihan, kadang bagus, kadang buruk, dan karena itu bergerak melaui berbagai tahap. Hal ini tidak lantas membuat jadi “benar” atau “salah”, melainkan hanya sebuah kenyataan dimanakah kita berada pada saat tertentu dalam perjalanan kita.

Dengan KUNCI saya bisa tau sendiri dan bisa memjelaskan Ke 7 Dimensi Alam Spiritual diatas. Tanpa katanya Judy Goodman.
Judiy Doodman adalah seorang cenayang dan guru spiritual yang bisa
bepergian melalui berbagai dimensi spiritual. Yang katakanya bisa hidup di dunia fisik maupun di dunia spiritual sekaligus.

Semoga Bermanfa’at dan Berkah… Salam Rahayu kanti Teguh Slamet…
Ttd: Wong Edan Bagu