Mengapa Kita Membutuhkan Guru yang Hidup:

LAKU GELAR Lan GULUNG.4

Oleh: Wong Edan Bagu;
Cinta dan hormat harus kita berikan terhadap orang-orang besar, terhadap jiwa-jiwa agung, praktisi-praktisi agung, makhluk-makhluk Agung yang berkorban begitu besar untuk umat manusia dan yang sudah mencapai Kebijaksanaan tertinggi Mereka. Cinta dan hormat harus selalu kita miliki, meskipun Guru itu sudah tiada. Tetapi kemudian, kita tidak perlu mengorbankan semua waktu kita hanya untuk memuji Mereka, menyembah Mereka, dan memohon kepada Mereka. Karena siapa pun tahu, bahwa kita adalah makhluk yang hidup dan kita butuh Guru yang hidup untuk memberi kita pengetahuan sebagaimana yang telah Guru-guru terdahulu berikan kepada murid-murid mereka. Maka kita harus menemukan Guru yang hidup.

Bagaimanapun, Guru-guru terdahulu, walaupun Anda mencintai dan memuja Mereka, mereka hanya dapat menolong Anda hingga batas tertentu saja karena Mereka telah meninggalkan medan magnet kita. Mereka telah pergi ke dunia lain, ke jenis dimensi yang lain untuk mengerjakan pekerjaan Mereka yang sekarang, dan Mereka sibuk di sana. Jadi, Guru yang hidup adalah seseorang yang ditugaskan untuk mengerjakan tugas masa lampau Mereka di masa kini. Hal ini seperti ketika Tn. Soeharto adalah Presiden beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang adalah Tn. SBY. Jadi tidak tepat untuk meminta dan mencari Tn. Soeharto untuk menyelesaikan masalah-masalah nasional Anda saat dia tidak lagi di tempat tugasnya. Bukannya kita tidak suka dia, atau tidak menghormati pekerjaannya, atau menghargai profesinya, tetapi dia tidak di sana lagi. Kita harus meninggalkan dia supaya dia bisa mengerjakan pekerjaannya yang sekarang dan kita harus meminta orang yang sekarang menempati posisinya, untuk memenuhi kewajibannya untuk kita. Itu saja…. Masuk akal tidak Brow…?!

Sekali Anda meninggalkan dunia fisik ini, walau Anda seorang Guru yang sangat tinggi, Anda tidak dapat menolong makhluk-makhluk fisik lagi, tetapi hanya melalui komunikasi batin, yang sangat sulit diraih oleh kebanyakan manusia, kecuali hanya sekelompok khusus orang yang terlahir dengan bakat telepati, atau yang dianugerahi kekuatan psikis, atau kemampuan komunikasi batin, yang dicapai karena latihan mereka di kehidupan lampau. Kita bisa menyebutnya sebagai indra keenam dan ketujuh, dimensi pemahaman yang tertinggi. Jadi, Anda bahkan mungkin melihat Tuhan tanpa berlatih atau bermeditasi sebelumnya. Itu mungkin terjadi, tapi tidak terlalu sering.

Dalam meditasi Anda, jika Anda menemui kesulitan atau jika Anda mempunyai beberapa pertanyaan, Anda harus berdoa kepada Tuhan, dan berusaha menenangkan pikiran, dan jawaban atau pertolongan akan datang. Bisa pula berdoa kepada Tuhan atau Sang Maha Kuasa atau siapa pun orang Suci yang Anda percayai. Ajaran KUNCI bersifat universal, tidak membeda-bedakan sistem kepercayaan. Setelah itu, saya harus menambahkan ini, jika setelah Anda berdoa kepada seluruh orang Suci, dan kepada Tuhan dan tetap tak menolong, maka Anda boleh meminta saya menolong Anda. Kedengarannya sangat memuliakan nama sendiri,,,, He he he . . . Edan Tenan,,, tetapi saya beritahu Anda karena saya harus memberitahu Anda semuanya, dan saya harus menjelaskan mengapa demikian. Karena saya lebih dekat. Tetangga dekat lebih baik daripada keluarga yang jauh. Sangat sederhana dan logis Bukan…?!

Saya lebih dekat karena kita berada dalam medan magnet yang sama di Bumi ini. Energi kita bergandengan dan akan lebih mudah menyatukan energi-energi kita karena kita lebih dekat satu sama lain, kita dalam frekuensi getaran yang sama.

Bila Anda punya Guru yang hidup, Anda dapat berdoa dalam keheningan, dan meminta nasihat jika Anda menghadapi masalah dengan meditasi Anda. Jika Anda merasa sangat jauh dari Tuhan, Anda memerlukan seorang perantara. Anda masih agak lemah, seperti seorang anak yang memerlukan bantuan orang tuanya untuk menuntun langkah-langkah pertamanya. Tetapi kelak, Anda akan berjalan sendiri, dan tahu bahwa tujuan akhir Anda adalah untuk berjalan sendiri dan tidak lagi tergantung pada orang tua Anda. Anda akan dapat belajar secara langsung dari Guru-guru terdahulu dengan Metode KUNCI. Itulah cara kita belajar tentang Kebenaran, bukan dari mendengar kata orang, dari khotbah-khotbah atau doktrin-doktrin. Kebenaran terungkap melalui intuisi kita sendiri. Ketika kita mencapai dimensi yang lebih tinggi, kita dapat menemukan makhluk-makhluk lain dan alam semesta lain yang lebih ‘beradab’, yang hanya dapat dilihat dengan mengkonsentrasikan perhatian kita di dalam diri sendiri, dan dengan meraih suatu tingkat kontemplasi yang mendalam. Metode KUNCI dalam Laku Haqikat Hidup adalah jalan untuk mencapai keadaan ini.

Guru-guru terdahulu tidak dapat mengajar Anda. Anda harus mencari Guru yang sekarang, yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, menolong ketika Anda dalam keraguan, dan membimbing Anda kembali kepada Tuhan. Kita membutuhkan kontak manusia dengan manusia, bukan dengan seseorang dari masa lalu. Tidak peduli secantik apapun seorang wanita dari masa lampau, Anda tidak dapat menikahinya! Dia tidak dapat memberi Anda anak dan menimbulkan perasaan cinta sebagaimana yang Anda dapatkan dari istri yang hidup.

Guru yang hidup sangat berguna. Saya punya arus listrik; kabel yang tidak terpasang tidak bekerja, hanya kabel yang terpasang yang dapat mengalirkan listrik dan menyetrum ke Anda. Kabel apapun, sekuat apapun, jika dirusak, tidak dapat mengalirkan arus listrik lagi. Bola lampu apapun, seberapa pun bagusnya, jika pecah, tidak dapat menerangi Anda. Tetapi bola lampu yang walaupun jelek, tetapi baik keadaannya, dapat menerangi Anda. Karena itu, jika orang-orang berdoa kepada Buddha atau Nabi yang telah meninggal, mereka sangat jarang menerima tanggapan.

Melalui pemikiran Anda tentang Guru, Anda menjadi satu dengan Guru, dan Guru adalah Anda sendiri. Guru adalah Jati Diri Anda, tetapi karena Anda tidak menyadarinya, Anda hanya harus berpikir tentang Guru, karena itu adalah Diri Anda. Melalui pemikiran, seluruh kualitas Guru secara perlahan-lahan akan diteruskan kepada Anda, dan Anda akan menemukan Diri Anda melalui sang Guru. Setelah itu, Anda akan menyadari, “Oh! Guru adalah saya. Sayalah selama ini.” Karena itu, sejak masa lampau, orang-orang memuja para suci dan Guru-guru yang tercerahkan, untuk diri mereka sendiri, bukan demi Guru mereka.

Djaka Tolos:. Maka, yang saya pahami adalah, bahwa sebelum kita menemukan Guru di dalam diri kita, kita masih membutuhkan satu di luar kita untuk sementara?

Wong Edan Bagu:. Tetapi Guru tersebut juga penuntun di dalam batin, tidak hanya pada tingkat fisik. Kalau tidak, Guru tersebut tidak akan bisa menolong murid-Nya dari jarak ribuan mil, dan di seluruh dunia. Guru tersebut harus memiliki tingkat yang sangat tinggi untuk menolong semua orang setiap saat, siang malam, tidak peduli di mana orang itu.

Djaka Tolos:. Di Barat, sering berbahaya bila seorang pencari Tuhan terjatuh dan terlalu memuja gurunya. Menurut Anda, apakah ini masalah?

Wong Edan Bagu:. Tidak jika guru tersebut sejati, karena dengan demikian Anda hanya menghormati Diri Anda, Anda hanya memuja Roh Suci yang telah menjadi Satu dengan Guru.

Djaka Tolos:. Maka Anda berkata bahwa bila Guru tersebut adalah Guru Sejati, dia hanya memegang cermin untuk setiap orang, untuk menolong mereka melihat diri sendiri secara mendalam?

Wong Edan Bgau:. Benar. Itulah.

Djaka Tolos:. Bagaimana dengan murid-murid Guru-guru sebelumnya? Jika Guru yang hidup meninggalkan dunia ini, apakah murid-murid tersebut harus mencari Guru lain, atau tidak perlu?

Wong Edan Bagu:. Tidak perlu. Tetapi jika ia ingin bertanya sesuatu tentang hal-hal praktikal, atau hal-hal fisik, maka mereka boleh datang ke Guru yang hidup lainnya, atau kepada penerus Gurunya. Kalau tidak, sebenarnya di dalam diri tetap ada tuntunan rohani dari Gurunya yang sudah meninggal. Guru tersebut tetap bertanggung jawab dan tetap punya kekuatan untuk meneruskan, karena hubungan sudah diciptakan. Mengertikah?

Hanya jika kita tidak punya apa yang disebut hubungan dengan Guru terdahulu maka kita butuh Guru baru. Mengapa kita tidak pergi ke Guru dari ratusan tahun yang lalu karena kita tidak punya hubungan dengannya ketika dia masih hidup; karena itu, hubungan tidak terciptakan. Jika Anda punya hubungan dengan Guru dari ribuan tahun yang lalu, tidak jadi soal berapa lama telah lewat, dia tetap menjaga Anda. Tetapi jika Anda tidak membuat hubungan dengan-Nya sebelum dia meninggal, bagaimana Dia dapat menjaga Anda?

Djaka Tolos:. Jadi apa yang bisa Anda katakan mengenai diri Anda sendiri dalam hal menawarkan diri kepada orang-orang?

Wong Edan Bagu:. Saya sendiri tidak dapat menawarkan terlalu banyak kecuali tubuh, ucapan dan pikiran saya kapan pun Tuhan berkehendak mempergunakannya untuk menawarkan kepada orang, kepada anak-anak-Nya yang suka dekat dengan-Nya, atau berada di sisi-Nya. Saya hanya bisa siap pakai. Saya tidak dapat menawarkan terlalu banyak. Saya hanya seperti Anda. Apa yang dapat sebuah tubuh tawarkan?

Djaka Tolos:. Dapatkah Anda mempertunjukkan beberapa mukjizat supaya orang-orang semakin percaya kepada ajaran-ajaran Anda?

Wong Edan Bagu:. Mukjizat,,, apa yang Anda inginkan? Saya memberi Anda sejumlah uang, ya? Lalu apa yang Anda lakukan dengan itu? Apa manfaat untuk Anda secara kekal? Saya menyarankan Anda untuk menemukan kekuatan Anda sendiri, kekuatan mukjizat Anda sendiri, bukannya tergantung pada saya. Daripada datang ke saya hanya untuk kekuatan magis seperti itu, lebih baik temukan kembali kekuasa’an dan keagungan Tuhan, kebijaksanaan, hak asasi, Surga, dan kesempurna’an Anda sendiri. Itulah cita-cita yang terbaik dan tertinggi dari kehidupan manusia, bukan mukjizat-mukjizat. Mukjizat-mukjizat itu hanya sesaat.

Jika diperlukan saya akan menunjukkan mukjizat pada Anda, tetapi bukan sebagai pertunjukan, untuk tepuk tangan Anda. Kapan pun diperlukan selama latihan Anda, Anda mungkin akan menemui beberapa halangan, atau beberapa pengaruh buruk. Saat itu Anda akan tahu bahwa saya bisa membuat mukjizat. Saya bisa, tetapi saya tidak menggunakannya asal-asalan hanya agar Anda tahu betapa hebatnya saya. Saya tidak memerlukan itu. Saya ingin agar Anda punya sikap yang sangat benar, pemikiran yang benar, gagasan yang benar dalam latihan dimana kita harus kembali ke Yang Tertinggi, yaitu Maha Suci Hidup, bukan yang lain, untuk mendapatkan kembali Kebijaksanaan Tertinggi kita, tidak untuk tergantung pada semua permainan anak-anak ini, mainan plastik ini. Anda akan memiliki segalanya. Janganlah minta hal-hal kecil, mintalah hal-hal besar. Itu akan lebih cocok untuk Anda, karena kita umat manusia adalah makhluk yang termulia di alam semesta. Jadi mintalah hanya yang teragung, itu lebih cocok dengan posisi Anda, kemuliaan Anda, dan hak asasi Anda…. Masuk akal tidak Lurr..?!

Djaka Tolos:. Guru,,, Anda selalu melakukan perjalanan keliling dunia dan tidak dapat tinggal di sini untuk mengajar setiap orang, maka dengan ketidakhadiran Anda, siapa yang harus kita ikuti?

Wong Edan Bagu:. Begini. Kita tidak mengikuti seorang guru, kita hanya mengikuti ajaran-Nya. Jadi, kita tidak pernah salah, jika sang guru salah. Jika ajaran-ajaran-Nya oke, lalu kita ikuti ajaran-Nya saja. Kita harus melihat apakah ajaran-Nya itu benar. Anda lihat apakah etika saya benar atau tidak, apakah apa yang saya ajarkan kepada Anda, saya juga mencontohkannya. Sebagai contoh, saya ajarkan Anda jangan makan daging dan saya juga vegetarian. Saya ajarkan Anda jangan mencuri dan saya juga tidak mencuri. Saya ajarkan Anda untuk selalu bederma dan saya juga bederma. Saya ajarkan Anda mencintai orang lain dan saya juga mencintai serta menolong orang lain. Saya tidak memungut uang untuk ajaran yang saya berikan, saya mencari uang saya sendiri, jadi Anda tidak akan kehilangan apapun. Anda hanya mendapatkannya.
Sekarang pun, setiap standar moral yang dibabarkan dalam kitab suci Buddhis dan dalam Alkitab, saya sampaikan lagi untuk Anda. Jadi, saya tidak mengajarkan hal-hal yang baru, tidak ada yang amoral, tidak ada yang tidak etis. Mengertikah Anda?

Jadi sekarang Anda dapat merasa aman karena mengetahui bahwa Guru Anda ini tidak mengajarkan Anda apapun yang amoral atau tidak etis, sesuatu yang menyimpang dari kitab-kitab suci. Sejak masa lampau, perbuatan etis tidak pernah berubah standarnya, perintah-perintah Tuhan dan Buddha tidak pernah berubah. Saya mengajarkan Anda hal yang sama, dan saya juga melakukan hal yang sama, maka paling tidak saya bukan jenis Guru yang buruk! Jadi sekarang ajarannya benar bukan?

Dan meditasi akan memberikan Anda kebijaksanaan serta ketenangan pikiran. Tidak soal dengan teknik apapun, meditasi akan menolong Anda. Jadi tidak ada pengecualian dengan teknik saya. Saya hanya memberitahu Anda bahwa ini yang tercepat, itu saja. Anda tidak harus percaya pada saya. Saya hanya menginformasikan Anda dan sekarang Anda punya pilihan Anda. Saya hanya menyatakan yang sebenarnya. Jika itu cepat, saya bilang cepat. Saya juga biarawati/kiyai. Saya tidak boleh berbohong. Bahkan orang awam pun tidak berbohong, maka untuk apa biarawati/kiyai berbohong? Kalau bukan untuk kebaikan…

Saya tidak punya alasan berbohong, karena saya tidak membutuhkan uang Anda. Saya tidak membutuhkan apapun, bahkan saya tidak tinggal di sini. Saya tidak untung apa-apa dari Anda. Saya bahkan mungkin akan meninggalkan Anda besok, dan Anda mungkin tidak pernah melihat saya lagi. Selamat tinggal! Jadi saya tidak untung apa-apa. Dari sudut pandang ini, Anda aman. Ya?

Jadi, Anda mengikuti ajaran-ajaran tersebut, jangan mengikuti saya. Ajaran-ajaran saya akan selalu bersama Anda, dan Anda tidak perlu mengikuti saya secara pribadi. Seandainya Anda ingin nasihat pribadi tentang kemajuan meditasi Anda, Anda boleh menyurati saya atau Anda boleh menelepon atau sms untuk bertanya. Zaman sekarang tidak perlu melekat dengan Guru, Anda bisa pergi ke Formosa atau di mana pun saya tinggal. Tubuh saya hanyalah penampilan, sebuah rumah, sebuah kantor sehingga Anda bisa melihat saya. Jika saya hanya menggunakan tubuh rohani, maka Anda tidak akan dapat melihat saya sama sekali, Anda tidak bisa mendengar saya. Jadi bagaimana saya dapat menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada Anda? Jadi saya harus menggunakan tubuh saya,,,, benar?

Anda tidak perlu takut bila saya pergi dan Anda tidak punya siapa-siapa. Anda selalu punya seseorang. Anda bahkan mungkin bisa melihat saya muncul di rumah Anda, seperti sekarang, jika Anda tulus dan bertingkat rohani cukup tinggi. Anda akan melihat Guru datang kepada Anda setiap saat Anda membutuhkan. Tidak perlu terikat pada tubuh jasmaninya.

Djaka Tolos:. Guru,,, sebagai murid Anda, jika saya mempunyai teman atau seseorang yang saya kenal sakit keras, dan jika saya mohon Anda untuk menolong orang ini, dapatkah Anda menolong orang ini, ataukah Anda hanya bisa menolong orang yang mengikuti ajaran-ajaran Anda?

Wong Edan Bagu:. Guru Sejati menolong siapa pun yang Anda sayangi, tetapi disesuaikan dengan karmanya dan juga apa yang baik untuknya. Mohon apa saja, tetapi serahkan hasilnya pada kekuatan Guru Sejati, bukan guru wujud…

Bagaimana Kita Mengenali Guru Sejati:
Oleh: Wong Edan Bagu;
Guru-guru adalah mereka yang ingat Asal mereka dan karena cinta-Nya, datang membagikan pengetahuan ini dengan siapa pun yang mencarinya, dan tidak menerima pungutan apapun untuk pekerjaannya. Mereka menawarkan semua waktu, financial, dan energinya untuk dunia. Ketika kita mencapai tingkat keguruan ini, kita tidak hanya mengetahui Asal diri kita, tetapi kita juga dapat menolong yang lain mengetahui nilai mereka yang sebenarnya. Dia dengan mengikuti petunjuk seorang Guru, kita akan lebih cepat mencapai suatu dunia baru, yang penuh dengan pengetahuan sejati, keindahan sejati, dan kebajikan sejati. Semua keindahan, pengetahuan, dan kebajikan di dunia luar ini adalah untuk mengingatkan kita akan dunia sejati di dalam. Bayangan, seberapa pun indahnya, tidak akan pernah sebagus benda aslinya. Hanya yang asli yang dapat memuaskan jiwa kita, yaitu Tuan rumah.

Seorang Guru seharusnya adalah seorang yang sudah menyadari Dirinya dan tahu apakah Jati Diri-Nya itu. Karena itu, dia mampu berkomunikasi dengan Tuhan, kecerdasan teragung, karena itu ada di dalam diri kita. Karena itu dia dapat meneruskan pengetahuan ini, kekuatan terbangunkan ini untuk siapa pun yang mau ikut merasakan kebahagiaan.

Sebenarnya, kita tidak punya Guru dalam arti sesungguhnya. Hanya sampai saat sang murid mampu mengenali tingkat keguruannya sendiri, maka yang disebut Guru diperlukan untuk memandunya hanya hingga saat tersebut. Tetapi kita tidak mengikat kontrak atau apapun. Tentu saja Anda punya kontrak dengan diri sendiri bahwa Anda akan berjanji sampai akhir, dan ini adalah untuk manfaat Anda sendiri. Dan inisiasi artinya pertama kalinya Anda mengenali jiwa Agung Anda, itu saja.

Ketika seorang Guru yang hidup ada di Bumi, Dia mengambil sejumlah karma dari orang-orang, terutama mereka yang percaya pada Guru, dan lebih banyak lagi dari siswanya. Dan karma ini harus berubah ke dalam bentuk lain. Karena itu, Sang Guru menderita demi murid-muridnya, dan demi umat manusia secara keseluruhan, selama hidup-Nya. Dan ini termanifestasikan melalui tubuh-Nya. Karena itu pula, Dia mungkin sakit sesaat, Dia mungkin sakit dalam waktu yang lama, Dia mungkin teraniaya, atau Dia mungkin difitnah, Dia mungkin disiksa. Setiap Guru harus mengalami hal-hal seperti ini. Anda dapat melihatnya sendiri, bahkan Sang Buddha, Nabi Mohammad, Kristus dan Guru-guru lainnya di Timur maupun di Barat. Tidak ada seorang pun pernah menjalani kehidupan Mereka dengan damai. Itulah yang dimaksud dengan seorang Guru berkorban demi umat manusia. Tetapi hanya selama dia punya tubuh jasmani untuk menanggung karma, karena karma di dunia ini berbentuk fisik. Jika Anda ingin menyelamatkan orang-orang dari karma fisiknya, Anda butuh tubuh fisik. Karena itu, seorang Guru harus memanifestasikan tubuh fisiknya untuk mengambil semua persoalan dan penderitaan dan menyelesaikan semuanya.

Seorang Guru berada di dunia untuk menolong mereka yang perlu pertolongan. Tetapi pada saat yang sama, dia tidak di dunia ini, dia tidak tertarik kepada dunia ini, dia tidak terikat pada dunia ini, ataupun terikat pada kegagalan dan keberhasilan-Nya di dunia ini. Anda lihat apa yang Yesus lakukan di puncak kejayaan-Nya. Dia siap mati jika memang harus demikian. Dengan proses mati-Nya, Dia mengajarkan banyak orang cara berserah diri. Dengan tidak terikat pada kejayaan dan kehidupan, Dia mengajarkan tentang kehendak Tuhan. Dia mengajarkan bahwa kita harus selalu mengikuti kehendak Tuhan.

Bagaimana Kita Mengenali Guru Sejati?
Sangat mudah! Pertama-tama, seorang Guru Sejati tidak akan menerima sumbangan apapun untuk dipakainya sendiri, karena Tuhan hanya memberi dan tidak pernah menerima. Kedua, dia harus memberi Anda beberapa bukti tentang Pencerahan. Sebagai contoh, jika seseorang menyatakan mempunyai Cahaya, maka ia juga harus memberi Anda Cahaya atau memberi bukti bahwa Anda dapat mendengar Suara Tuhan. Siapa pun yang dapat memberi Anda bukti tentang Cahaya dan Firman Tuhan, itulah orang yang dapat Anda percayai. Guru artinya pemberi Cahaya, pengusir kegelapan. Kalau tidak, bagaimana Anda tahu bahwa ia memiliki sesuatu untuk diberikan?

Seorang guru palsu akan selalu mempropagandakan mukjizat kecilnya, tetapi seorang guru sejati tidak akan berbuat seperti itu. Jika ia terpaksa, ia selalu melakukannya secara diam-diam. Hanya murid-Nya yang tahu, dan hanya jika diperlukan, untuk menyelamatkannya dari situasi yang berbahaya, menyembuhkan penyakitnya, membantunya secara mental atau mempercepat kemajuan rohaninya. Dengan demikian sang murid akan mengetahui nilai Gurunya.

Seorang Guru Sejati hanya dapat memberi dan tidak menerima. Murid-murid-Nya merasa nyaman tetapi Guru harus menderita. sekali Anda belajar metode ini, Anda terlindung 100% oleh kekuatan Tuhan. Anda dijamin 100% sempurna. Guru sendirian yang harus menanggung semua jenis penderitaan supaya setiap orang dapat menikmati. Tetapi ini adalah harga dari menjadi orang tua! Anak-anak menikmati semua kenyamanan dan orang tua harus bekerja untuk menyediakan semuanya, dan mengambil semua tanggung jawab… Harak kepenak to…?!

Djaka Tolos:. Bagaimana seseorang mengenali Gurunya?
Dapatkah seseorang memiliki lebih dari satu Guru yang hidup?

Wong Edan Bagu:. Saya pikir satu cukup. Jika Anda belajar kepada seorang Guru, Anda sudah harus belajar begitu banyak, bagaimana mungkin belajar kepada dua atau tiga? Anda bahkan mungkin tidak bisa mengikuti, jangankan belajar kepada dua orang. Ada berbagai tingkat Guru yang berbeda, tetapi Anda harus tahu dan berdoa untuk yang tertinggi, yang terbaik, jadi mungkin Anda bisa terbebaskan dalam satu kehidupan saja. Kalau tidak, itu memakan waktu yang lama. Ya, Anda dapat membuatnya dalam dua, tiga kehidupan atau dalam dua atau tiga ribu tahun. Maka berdoalah untuk yang terbaik dan dapatkan hanya yang terbaik, itulah yang terbaik! Dan jika Anda sungguh-sungguh dalam berdoa, Tuhan akan mengirimkan yang terbaik. Mintalah yang terbaik, itu saja, hanya ingin mengetahui Tuhan di kehidupan ini, untuk mengirimi Anda seseorang yang dapat menolong Anda mengetahui Tuhan. Kalau tidak, Dia akan mengirimi Anda seseorang yang dapat membawa Anda ke beberapa Surga, atau yang dapat memberi Anda beberapa kekuatan magis, jenis mainan yang kurang berarti! Tetapi jika Anda berdoa untuk mengetahui Tuhan, hanya Tuhan saja, dalam satu masa kehidupan, maka Dia akan mengirimi Anda yang terbaik, tercepat dan terkuat.

Djaka Tolos:. Guru, siapakah Hermes, Zoroaster, keluarga Essene, dan Guru-guru Gnostic? Siapa Guru yang pertama? Dan apakah Persaudaraan Putih yang Agung itu?

Wong Edan Bagu:. Semua Guru Sejati adalah Satu. Semua datang dari satu sumber, dan Guru tertinggi adalah Guru Tertinggi (Supreme Master), Yang Maha Besar, yang ada di dalam diri Anda. Ketika kita pertama kali datang ke sini, kita adalah Guru-guru. Kita memberkahi dunia dan melupakan semua kekuatan, kejayaan, serta energi kita terkuras habis karena kita terlalu menaruh perhatian terhadap fenomena luar. Maka semua Guru yang datang ke sini adalah mereka yang terbangunkan dan sadar. Mereka tahu diri sejati Mereka dan dapat menempuh jalan pulang ke Rumah dengan sering. Mereka dapat memimpin kita pulang ke Rumah. Maka, tidak perlu membeda-bedakan Guru satu dengan yang lain. Semua agama didirikan setelah Sang Guru meninggal. Karena itu, kita mempunyai umat Kristen setelah Kristus, umat Buddhis setelah Sang Buddha, dan Muslim setelah Muhammad dan sebagainya.

Tiga Jenis Guru;
Adalah mudah untuk menemukan seorang Guru jika kita tahu bahwa ada berbagai jenis, dan tahu jenis mana yang paling cocok untuk kita. Menurut pendapat saya ada tiga jenis Guru. Jenis pertama adalah yang kita sebut jenis intelektual, kaum terpelajar. Mereka sangat berpengetahuan serta mengetahui kitab-kitab suci, mengerti terminologi dalam dunia filosofi. Mereka dapat mengajari Anda siapa yang menulis kitab suci apa, kapan dan arti dari istilah-istilahnya. Guru-guru ini sangat layak menerima penghargaan kita. Mereka dapat meneruskan kepada kita beberapa ajaran suci dari masa lampau yang kita mungkin tidak mempunyai waktu untuk mengerti, atau mungkin bahwa kita tidak terlalu ahli untuk mengetahui istilah itu. Itu adalah jenis guru yang pertama. Belajar dengan mereka tentang berbagai ajaran dan agama, maka pengetahuan kita akan bertambah luas.

Jenis guru-guru yang kedua adalah mereka yang tenggelam dalam kegiuran atau samadhi setiap saat. Mereka sepenuhnya berbakti kepada Tuhan, kepada Rencana Suci. Mereka berada dalam hubungan langsung dengan Tuhan dan mempunyai pengetahuan langsung dari Tuhan. Dia dapat melihat Tuhan begitu dekat. Dan jika kita bertemu dengan Guru-guru ini secara tak terduga, atau dengan kehendak kita sendiri, kita akan mendapatkan beberapa manfaat. Pikiran duniawi kita akan lebih sedikit berkurang oleh tekanan dunia, dan kita akan merasa terangkat, bahagia, dan kembali ingin menjumpai Tuhan. Kita akan merasa ingin melepaskan dunia ini. Saya tidak bermaksud agar Anda mencukur kepala Anda dan hidup di hutan, tetapi merasakan lebih sedikit keinginan terhadap kesenangan indra serta keuntungan materi di dunia ini. Guru-guru seperti ini biasanya sulit untuk ditemukan, karena mereka pada umumnya tidak benar-benar mengajar, mereka hanya menenggelamkan diri dalam kegiuran, menikmati kebahagiaan dan keseimbangan di dalam.

Jenis Guru-guru yang ketiga juga menyerapkan diri mereka dalam Kasih Tuhan, tetapi mereka juga mempunyai cinta dan belas kasih kepada mereka yang berada dalam ketidaktahuan dan penderitaan. Karena itu, mereka pergi ke mana-mana atas permintaan orang lain. Meskipun hanya ada satu atau dua orang yang sungguh-sungguh ingin bersatu dengan Tuhan, mereka akan datang dan berbagi dengan mereka tentang rahasia kega’iban Tuhan, jalan untuk menemukan Kenyataan, Kebenaran, Tau di dalam diri kita, tentang bagaimana membangunkan sumber pengetahuan teragung di dalam diri mereka, tentang semua kekuatan penyelamat di dalam diri kita, untuk mengurangi intensitas penderitaan dalam hidup kita, untuk mengembangkan rasa percaya diri kita dan menyatukan diri dengan sumber yang Maha Kuasa dari mana kita berasal.

Ini adalah garis besar dari tiga jenis Guru. Maka, kita harus mencari jenis yang dapat memenuhi keinginan kita, kebutuhan dan harapan batin. Jika kita bisa melihat beberapa Guru, maka kita harus menggunakan daya pembedaan kita untuk melihat apakah Guru ini adalah guru yang kita inginkan, apakah dia layak menerima penghormatan dan kepercayaan dari kita.

Guru jenis pertama mudah dikenali karena tingkat keterpelajarannya. Dia dapat berbicara mengenai dan mengetahui semua kitab suci, dan kita tahu dia adalah seorang yang berpengetahuan. Mudah mengetahui ini karena pengetahuan dunia mudah dimengerti dan diuji. Jenis kedua juga mudah dikenali dari penampilan mereka dan atmosfir kebaktian di sekeliling orang-orang yang selalu terserap dalam kegiuran. Guru jenis ketiga sulit dikenali karena jika orang tersebut tidak dalam keadaan kegiuran, sulit untuk mengetahui apakah dia pernah dalam kegiuran atau tidak, karena jenis guru ini selama 24 jam sehari berada dalam ‘Samadhi’ atau kegiuran yang tak tampak. Samadhi artinya bahwa Anda berada dalam kegiuran, dalam kebahagiaan, ketenangan batin, dan Cahaya Tuhan (Nur Ilahi)

Anda dapat berada dalam kegiuran ketika hidup di dunia. Ada dua jenis Samadhi: satu adalah setelah Anda meninggalkan dunia ini, Anda selamanya dalam kegiuran, dalam kebahagiaan dalam kekuasa’an Tuhan. Anda bersatu dengan Tuhan atau Lautan Cinta dan Belas Kasih. Jenis yang lain adalah kegiuran yang lebih kecil yang Anda alami setiap hari melalui meditasi, melalui keberserahan/bakti yang mendalam, atau jenis ritual apa saja untuk mencapai kegiuran. Maka ketika Anda dalam Samadhi, Anda melupakan seluruh dunia. Kadang-kadang Anda dapat mendengar orang-orang di sekitar Anda, tetapi tidak dapat berhubungan dengan dunia. Ketika Anda berada dalam kegiuran yang lebih mendalam, seluruh dunia sama sekali lenyap, dan Anda hanya melihat Cahaya dan Tuhan, dan merasa damai, bahagia, dan penuh kegiuran.

Karena Guru jenis ketiga ini selalu masuk dan keluar dari kegiuran pada saat yang sama, seperti Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, sangat sulit mendeteksi Mereka. Mereka seperti orang-orang biasa. Inilah bahayanya menjadi Guru jenis ini. Guru jenis pertama, setiap orang tahu, menghormatinya, ribuan orang mengikutinya. Guru jenis kedua, setiap orang tahu dan menyembah ke kakinya. Mereka mungkin mengetahuinya ataupun karena mereka berada dalam kegiuran setiap saat, orang-orang dapat melihat. Tetapi jenis ketiga, seperti Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, orang-orang mungkin melempari Mereka dengan batu, memaku Mereka, mencela Mereka dan membunuh Mereka, karena banyak orang tidak dapat percaya bahwa Mereka adalah anak-anak Tuhan, yang diutus untuk menyelamatkan dunia, bahwa Mereka adala Jalan untuk menuju dunia akherat, ketika Mereka dalam tubuh jasmani dan bertindak seperti orang kebanyakan.

Maka, mereka yang ke mana-mana dan berbagi rahasia Kega’iban Tuhan kepada orang-orang, seperti yang dilakukan Yesus atau Muhammad atau Sang Buddha, masuk dan keluar dari kegiuran. Karena, ketika Anda berkhotbah, Jati Diri Anda berada dalam Samadhi, tetapi jasmani Anda masih menderita, Anda masih mengetahui sakit dan kesedihan. Tetapi, Guru jenis kedua tidak merasa sakit di tubuh mereka, tanpa kekuatiran, tanpa kegelisahan, hanya kebahagiaan, semua penderitaan lenyap, dan tidak ada istilah dalam bahasa untuk menggambarkan keadaan ini. Jika Anda tergolong dalam kategori pertama dan kedua, orang-orang akan mengenali Anda dan mengikuti Anda. Tetapi bahaya menjadi guru jenis ketiga karena Mereka tampak seperti orang biasa, dan orang-orang mungkin melempari Mereka dengan batu, bahkan membunuh Mereka karena mereka tidak percaya bahwa Mereka adalah jalan menuju keselamatan (TENTRAM)

Semoga Bermanfa’at dan Berkah…. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet.
Ttd: Wong Edan Bagu