Cinta Guru Sejati (Hidup) Dan Jalan Guru-guru Agung:

LAKU GELAR Lan GULUNG.1

Oleh: Wong Edan Bagu:
Cinta untuk Guru Sejati tidak pernah berubah, hanya berkembang. Pertama, Anda mencintai penampilan fisik Guru sejati dan setelah itu Anda akan mencintai setiap orang, walau tanpa kehadiran Mereka. Anda akan merasa lebih toleran, lebih mencinta, tanpa syarat. Anda akan mencintai tanpa mengetahui bahwa Anda cinta. Itu akan menjadi sangat alamiah, sangat menyenangkan. Apa yang Anda cintai, adalah cinta untuk saya. Anda merasa bebas, lebih berkembang, lebih dicintai dalam kehadiran seorang Guru Sejati. Anda merasa lebih percaya diri dan lebih bernilai.

Anda tahu bahwa orang ini tidak akan menyakiti Anda, hanya akan menolong Anda untuk mengembangkan nilai diri Anda dan tidak pernah meminta imbalan. Ini adalah satu-satunya cinta yang dapat menggerakkan hati setiap orang. Cinta ini tidak akan lenyap, walau dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Sekali Anda diinisiasi, itu akan selamanya. Ke mana pun Anda pergi, Anda merasakan cinta itu bersama Anda. Jadi, Anda bahagia dengan kehadirannya, seperti laron, mereka suka di dekat cahaya.

Setiap orang menyukai Cahaya agung yang tak tampak dari seorang Guru Sejati, karena Cahaya ini memiliki segala yang kita butuhkan untuk memenuhi dahaga dari jiwa kita, segala yang tidak dapat dipuaskan dunia. Jadi untuk mendapatkan kepuasan, Anda duduk di sisi Guru Sejati. Anda bukannya mencintai kehadiran Guru Sejati, tetapi keindahan dalamnya.

Ketika Anda berpikir tentang saya, Anda tersenyum, benar? Anda merasa bahagia, sejenis kegiuran. Tetapi cinta keduniawian akan selalu mengikat Anda ke dunia ini. Jika Anda terikat kepada saya, Anda pergi ke mana saya pergi, tetapi jika Anda terikat kepada orang lain, Anda pergi ke mana mereka pergi. Kadang itu membawa Anda ke penderitaan, kebencian, kedengkian dan semua jenis ikatan. Tetapi cinta untuk Guru Sejati berbeda. Semakin Anda mencintai Guru Sejati, semakin banyak kebebasan yang Anda dapatkan, semua jenis kebebasan dalam aspek-aspek yang tidak Anda ketahui sebelumnya, karena Anda terikat oleh masyarakat, konsep-konsep, adat istiadat, ikatan keluarga. Sekarang, tidak ada yang dapat mengikat Anda, tidak ada keinginan-keinginan, tidak ada kebiasaan-kebiasaan, tidak ada nafsu-nafsu rendah. Itulah beda antara cinta mulia, dan nafsu rendah yang kita sebut cinta, dan bersifat terikat pada karma. Anda mencintai saya, tetapi Anda dapat meninggalkan saya kapan pun. Itulah bedanya, Anda tidak perlu takut.

Jalan Guru-guru Agung:
Oleh: Wong Edan Bagu:
Dunia kita sekarang lebih baik dibandingkan dengan waktu-waktu lampau karena banyak Guru telah turun ke Bumi dan mengajarkan banyak hukum besar tentang peradaban. Kita telah maju. Karena itu dunia kita telah menjadi lebih beradab, lebih cerah, lebih nyaman dibandingkan dengan ribuan tahun yang lalu. Ini karena ada banyak Guru Agung yang Tercerahkan yang telah mengangkat tingkat pemahaman kita. Walaupun mereka hanya mengajar sekelompok orang, tetapi ajaran yang mereka tinggalkan, getaran dan benih-benihnya terus tumbuh dan menguntungkan seluruh dunia dalam skala yang besar, serta telah mengangkat seluruh tingkat kesadaran umat manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Karena itu, Walau secara awamnya masih amburadul, Namun secara spiritual dunia kita menjadi semakin baik dan cerdas setiap harinya.

Ketika seorang Guru datang ke Bumi, tidak hanya para murid yang diangkat dan diperlihatkan kebijaksanaan-Nya, tetapi seluruh umat manusia akan disucikan dan terangkat ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Karena itu, banyak Guru telah memberkahi Bumi kita, dan dunia telah menjadi lebih baik, seperti hari ini. Tetapi walaupun begitu, ia tetap belum mencapai tingkat pemahaman Kesejatian Hidup. Dunia ini belum mencapai tingkat kesadaran yang sama seperti banyak dunia lain di alam semesta.

Jika kita ingin mencapai tingkat yang sama tinggi dengan Guru-guru masa lampau, maka kita harus mengikuti jalan yang sama dengan yang Mereka tempuh. Ini begitu sederhana. Ini hanya seperti jika Anda ingin menjadi seorang dokter, Anda harus pergi ke universitas dan mengikuti kuliah. Dokter-dokter yang sudah lulus akan mengajari Anda bagaimana menjadi seorang dokter. Sama halnya, untuk menjadi seperti Rasullullah, kita harus berlatih metode Mereka, kita harus menghubungi Cahaya dan Sabda Nabi serta Firman Tuhan di dalam batin kita. Dan saya dapat menawarkan metode ini kepada Anda, cuma-cuma, tanpa persyaratan apapun, baik komitmen keuangan, fisik, maupun mental. Hanya pengabdian Anda yang dibutuhkan. Pengabdian Anda pada latihan Anda sendiri setiap hari menurut jadwal Anda sendiri, dengan pengaturan dan dengan kehendak bebas Anda. Itulah semua yang diperlukan.

Sekarang, mengapa kita tidak dapat meneruskan disiplin masa lampau yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau? Hal ini bukannya karena kita tidak ingin, atau kita tidak berusaha untuk melakukannya. Ini karena kita tidak punya cukup kekuatan, kita lelah akan keberadaan. Kadang kita harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup di dalam standar peradaban yang terus meningkat. Dan kita juga menghadapi daya tarik yang lebih ‘beradab’, jadi kita juga harus memiliki pendekatan yang lebih ‘beradab’ untuk membentengi diri kita jika kita ingin mencari kembali harga diri dan kebijaksanaan kita. Karena kita kadang kehilangan arah di pusaran kehidupan dan tekanannya, dan kita tampaknya telah kehilangan diri kita sendiri. Sebenarnya kita tidak kehilangan tubuh atau keinginan kita, tetapi kita kehilangan kendali diri kita.

Menurut Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Oleh Bukhari-Muslim yang berbunyi : “Ingatlah bahwasanya didalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah tubuh semuanya. Apabila ia rusak maka rusaklah tubuh semuanya. Ingatlah ia adalah hati (qalbu)”. Berarti didalam jasad sudah ada potensi kotoran-kotoran penyakit hati yang ditiupkan oleh jin, iblis dan setan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam QS. Asy- Syams (91): 7-10 yang berbunyi : “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”.

Tetapi kita tidak benar-benar mengerti arti dari kehilangan Diri kita. Kita berpikir, “Apa? Sebaliknya, saya tidak kehilangan apapun. Saya mendapatkan lebih dan lebih setiap hari.” Jika atasan Anda mempromosikan Anda atau jika Anda memutuskan untuk mempunyai anak lagi, maka Anda hanya mendapat beban yang ‘menyenangkan’ tambahan. Beberapa beban dapat ditanggung, ada juga yang menyenangkan. Dan semakin Anda terlibat dalam aktivitas material, semakin Anda kehilangan Diri Anda dan semakin sedikit mengenal Diri Anda. Dan untuk apa Anda mengetahui Diri Anda? Ya, kita adalah makhluk paling berkuasa di alam semesta ini. Semua kitab suci membicarakan hal ini. Sutra-sutra Buddhis menyatakan bahwa kehidupan manusia adalah yang paling berharga dari segalanya. Kitab suci Muslim menyatakan bahwa kita adalah tamu di Bumi ini. Artinya adalah bahwa Rumah kita ada di suatu tempat yang lain, dan kita lebih dari sekedar tubuh fisik kita.

Tetapi tidaklah cukup hanya dengan mempercayainya. Anda harus mengikuti semacam pelatihan pribadi, dan gunakan pandangan serta kebijaksanaan Anda sendiri untuk memperkenalkan diri Anda dengan alam keberadaan yang lebih tinggi. Anda menjadi lebih dan lebih terbiasa dengan jenis kehidupan yang lebih tinggi, jenis pemikiran yang lebih tinggi, dan jenis kekuatan yang lebih tinggi, itulah cara Anda menjadi lebih agung setiap hari. Kemudian kekuatan batin Anda sendirilah yang akan menyelesaikan apapun yang Anda ingin selesaikan bagi diri Anda. Pada saat itu kita mengenal Tuhan dan kita dapat berkata bahwa Tuhan telah menyelesaikan segala sesuatunya bagi kita, melalui tubuh kita, karena pada saat itu kita dan Tuhan adalah satu.

Seperti Yesus berkata: Aku dan Bapa adalah satu(Yohanes 10:30). Kita kemudian tidak lagi merasa kesepian dan kita tidak berjuang lagi untuk mencapai sesuatu melalui kekuatan kecil dan kebijaksanaan yang terbatas.

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16].
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ

“Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu” [QS. Al-Waqi’ah : 85].

Semoga Bermanfa’at dan Berkah…. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet.
Ttd: Wong Edan Bagu