Pekerjaan Sebagai Panggilan Hidup Anda:

Pekerjaan sebagai panggilan bukanlah konsep yang umum bagi masyarakat kita. Konsep kita terhadap pekerjaan masih bersifat tradisional seperti yang dijumpai di negara-negara yang belum atau sedang berkembang. Kita bertani, memelihara ternak, berdagang, mengelola hutan, mengelola perkebunan, menangkap ikan, membangun gedung, menata kota, berpolitik, mencipta lagu, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Konsep mengenai kerja masih tradisionil. Sikap yang menonjol masih ‘yang-penting-kerja’, tanpa memikirkan akibat dari setiap pekerjaan terhadap bidang-bidang lain. Belum ada integrasi antara apa yang dikerjakan dengan yang dikerjakan orang lain.

Belum ada usaha-usaha untuk mensistemastiskan pekerjaan seperti yang telah dilakukan di Barat. Dengan mudah kita melihat sikap-sikap demikian terhadap pekerjaan. Minim unsur rasionalitas, keindahan, effisiensi, dan faktor-faktor yang membuat alam tertata dan terpelihara dengan baik.

Luther misalnya masih punya konsep tradisional terhadap pekerjaan. Luther menerima hidup dan pekerjaan itu apa adanya. Ia tidak memiliki konsep tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang selama ia hidup. Ia tidak mengembangkan konsep ‘talenta dan bakat yang harus digunakan sebaik dan semaksimal mungkin’. Dalam pikiran Luther belum muncul konsep pencarian pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan; belum muncul konsep pekerjaan-sebagai-panggilan.

Pekerjaan Sebagai Panggilan versi Kaum Puritan;
Berbeda dengan Luther, Kaum Puritan tidak menerima konsep tradisionil terhadap pekerjaan. Mereka tidak menerima pekerjaan begitu saja dan tidak berhenti sampai pada pekerjaan secara alami. Mereka tidak berhenti pada pikiran ‘yang-penting-punya-pekerjaan’.

Mereka memikirkan apa yang harus mereka kerjakan dan mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan dengan bakat yang dimiliki. Mereka menggumuli pekerjaan yang dapat berbuah banyak.

Bagi Kaum Puritan, pekerjaan adalah panggilan hidup, yang harus diraih dan harus dilakukan
dengan usaha-usaha yang serius dan
keras. Mereka menerima keyakinan
bahwa eksistensi manusia di
dunia ini adalah untuk
melaksanakan kehendak Tuhan
Yang Maha Esa. Manusia adalah buatan
Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan berusaha hidup dalam rencana Allah.

Oleh sebab itu, konsep spesialisasi sangat berkembang di kalangan orang Puritan. Mereka mengembangkan bakat-bakat mereka sampai mencapai kesempurnaan. Mereka berpikir bahwa hanya dengan spesialisasi mereka akan jauh lebih efektif, lebih efisien dan lebih baik mengerjakan tugas; sebuah panggilan yang mulia.

Pentingnya spesialisasi bagi orang Puritan terangsang oleh teks-teks kuno seperti teks berikut, “Kamu melihat orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya; di hadapan raja-raja mereka akan berdiri.”

Bagi orang Puritan, hanya mereka yang punya skill yang baik, khusus dan terlatih yang akan mampu memberikan gagasan-gagasan dan karya-karya yang baik, rasional dan jitu. Mereka punya keyakinan bahwa dengan keahlian-keahlian yang sangat baik mereka dapat mempengaruhi pejabat-pejabat yang duduk dalam posisi-posisi penting di pemerintahan dan memimpin perbaikan-perbaikan dunia.

Jadi, orang Puritan terus-menerus mengembangkan kemampuan dan keahlian mereka di bidang yang mereka minati untuk memperbaiki dunia secara berkelanjutan.

Renungan:

Apakah pekerjaan Anda sekarang merupakan panggilan hidup Anda?
Apakah ada pekerjaan lain, yang sudah Anda pikirkan, tetapi oleh karena beberapa hal, belum Anda tekuni?
Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu