Falsafah Tentang Waktu Terpancar dari Sikap terhadap Kehidupan:

Falsafah tentang waktu akan menentukan sikap hidup seseorang terhadap diri, keluarga, pekerjaan, masyarakat dan negara. Bisa juga dikatakan bahwa apa yang Anda lakukan saat ini merupakan cerminan pandangan Anda terhadap waktu. Bila Anda menghargai waktu- ini tercermin dari pikiran, perkataan dan tindakan Anda. Bila Anda tidak menghargai waktu- ini juga akan terpancar dari setiap pikiran, perkataan dan tindakan Anda.

Ada dua falsafah waktu yang sangat penting. Pertama, waktu ibarat lingkaran. Waktu akan datang kembali; sejarah berulang. Orang yang hidup akan mati dan hidup kembali. Ada kelahiran kembali. Namun, bagaimana eksistensinya ketika ia hidup kembali- ini tergantung dari perbuatannya. Bila saat ini Ia hidup sebagai manusia biasa, kemudian mati, ia dapat hidup kembali berupa binatang atau berupa manusia yang lebih suci. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari perbuatannya ketika ia hidup. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari kualitas moralnya.

Falsafah yang kedua adalah bahwa waktu bersifat linier. Waktu ibarat garis lurus. Ada awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’
dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan.

Sejarah berawal dan sejarah akan berakhir. Kerajaan-kerajaan atau dinasti-dinasti muncul dalam sejarah. Ada zaman keemasan, kemudian lenyap ditelan zaman. Kerajaan Mesir, Kerajaan Romawi, Dinasti Mongol, termasuk Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit mengalami apa yang disebut dengan awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’ dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan. Tidak ada masa transisi dari kesementaraan ke kekekalan.

Namun, ada perbedaan dari kehidupan sekarang dengan kehidupan di masa mendatang. Manusia yang masuk ke dunia nanti akan tetap hidup, tetapi kehidupan mereka berbeda dengan kehidupan yang dikenal sekarang. Matahari, bulan, bintang dan planet-planet atau galaksi-galaksi lain tidak akan ada. Akan ada bumi dan langit yang baru sekalipun bumi dan langit yang baru nanti berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Falsafah waktu yang bersifat linier menyimpan banyak misteri.

Saya pribadi mempunyai keyakinan bahwa waktu akan berakhir. Ada awal dan akhir dari segala sesuatu. Suatu saat manusia akan memberi pertanggungjawaban kepada Sang Khalik. Segala yang dilakukan setiap orang dalam waktu yang sementara ini akan dibuka kembali. Tidak ada yang
tersembunyi. Segala rahasia dalam hati atau pikiran, yang tidak diketahui siapapun, akan dipaparkan kembali. Tidak ada yang tertutup.

Falsafah tentang waktu Anda sangat menentukan sikap Anda terhadap kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda. Anda akan menghargai waktu yang diberikan kepada Anda. Anda akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Anda akan menggali potensi Anda. Anda memilih karir yang cocok dengan kepribadian Anda. Anda akan menjunjung tinggi nilai-nilai yang bermutu. Anda akan bekerja keras. Anda akan rajin dan tidak mau bermalas-malasan dalam pekerjaan Anda. Anda tidak akan melakukan sesuatu yang jahat dan hal-hal yang buruk. Anda tidak akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Yang ada dalam pikiran Anda adalah ‘excellence.’

Sebaliknya, bila Anda tidak meyakini bahwa waktu tidak akan berakhir atau hanya tahu bahwa waktu akan berakhir- ini juga akan menentukan sikap hidup Anda di dunia ini. Anda mungkin mengetahui pentingnya menggali potensi Anda, tapi menggunakannya hanya untuk kepentingan pribadi. Anda akan menjunjung nilai-nilai yang luhur, tapi hanya bila tidak merugikan diri Anda.

Falsafah tentang waktu sangat menentukan sikap seseorang terhadap
kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda.

Anda mungkin tidak menghormati orang tua Anda. Anda mungkin membiarkan nyawa orang lain melayang, melakukan hubungan seks dengan wanita lain, mengambil milik orang lain, mengatakan hal-hal yang tidak benar atau menginginkan milik orang lain- harta, isteri, pembantu atau apa saja yang dimiliki orang lain.

Falsafah tentang waktu Anda sungguh menentukan sikap Anda terhadap hidup ini. Bagaimana Anda menyikapi waktu- ini tergantung kepada Anda. Sikap Anda terhadap waktu terpancar dari sikap Anda sehari-hari.

Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu