Daya Tarik Uang:

Daya tarik uang luar biasa. Bahwa uang itu menggiurkan adalah fakta yang tidak dapat dibantah. Uang bisa membuat orang senang. Banyak urusan jadi lancar asal ada uang. Siapapun bisa tergoda. Bahkan seandainya ada artis secantik Agnes Monika berjalan telanjang di jalan dan pada jalan yang sama ada truk yang menghamburkan uang ke jalan, orang akan memilih mengambil uang dari pada melihat artis telanjang.

Bahwa uang menggiurkan saya alami ketika saya sedang melakukan pengecekan barang yang telah diperbaiki vendor. Kisahnya terjadi pada tahun 1990. Saya baru ditugaskan kembali di kantor Jakarta setelah menjalani tugas di lapangan lepas pantai, dan salah satu tugas rutin saya adalah memeriksa barang yang telah diperbaiki vendor sebelum dikirim ke lapangan.

Sesuai prosedur, setiap barang yang diperbaiki oleh vendor di Jakarta harus diperiksa oleh Engineer sebelum dikirim ke lapangan. Saya dan vendor membuat janji untuk memeriksa barang. Sesuai janji, kami kemudian sama-sama berangkat ke workshop.

Di depan lift saya melihat wajah vendor. Wajahnya kelihatan stress. Ada ‘goresan-goresan’ tekanan para klien yang meminta uang sebelum melakukan apa-apa. Saya bersikap biasa saja dan tidak menggunakan bahasa tubuh untuk memberi signal ke vendor.

Sebelum pintu lift terbuka, saya mencuri pandang ke wajah vendor sekali lagi. Matanya cukup tajam melihat gerak gerik saya; seolah-olah ia tidak mau salah ‘membaca pesan.’ Keluar dari lift, wakil vendor naik mobilnya sendiri dan saya naik mobil perusahaan.

Setibanya di workshop, tiba-tiba vendor itu mendekat dan menyelipkan amplop ke tangan saya. Saya tahu amplop itu berisi uang dan daya tarik uang ini sulit saya tolak. Ibarat lembu dicucuk hidung, saya terima saja. Saya tidak mengucapkan terima kasih dan juga tidak bertanya pada diri sendiri apakah layak mendapatkan emplop itu.

Belum terpikir melakukan nasihat Confucius.
Dalam bukunya The Great Learning,
Confucius pernah mengatakan,
“Kalau kamu mendapatkan
hadiah, tanyalah apakah
kamu pantas
mendapatkannya.”

Saya mengecek electric motor dan alat itu berfungsi dengan baik. Surat pemeriksaan bahwa electric motor itu layak dipakai saya tanda tangani dan minta agar barang itu dikirim secepatnya ke lapangan. Kemudian, saya kembali ke kantor.

Di mobil saya membuka amplop yang diberikan. Ada Rp40.000 atau kira-kira Rp600 ribu uang sekarang kalau dibandingkan dengan nilai dollar saat itu. Senang mendapat uang dengan hanya mengecek barang tanpa ada ‘aba-aba’ ke vendor. Itulah pertama kalinya saya menerima amplop dari vendor, yang memberikan pelajaran bahwa daya tarik uang begitu besar dan sulit ditolak.
Ttd: Wong Edan Bagu