Sejatining roso/rasa , Roso/Rasa kang/yang sejati:

KETIKA penyair mati, puisi rasanya tidak berhenti. Dia yang suka mengubah madah telah sampai di akhir
perjalanannya, jauh di sana, tapi kumpulan Karya puisi-puisinya ibarat jejak yang terawetkan di sepanjang jalan. Orang-orang lain yang kebetulan lewat di jalan yang sama, dan menemukan jejak-jejak itu, barangkali tergerak untuk memperhatikannya, menilik segi-seginya, atau menerka-nerka ke mana arahnya. Sekalipun orang-orang yang lalu lalang itu berupaya menghapuskannya atau mencoba melupakannya, tapi bagaimanapun jejak-jejak itu ada atau pernah ada, dan siapapun yang menemukannya pastilah terpengaruh olehnya dengan berbagai cara. Begitulah puisi-puisi itu, jejak-jejak penyair itu, tetap hidup dengan caranya sendiri, seakan mencoba untuk jadi abadi.

Seperti melihat setumpuk prosa dalam alam bawah sadar kita . ketika nasib dan kehendak saling bertali temali lalu menimbulkan banyak pertanyaan di dalam pikiran kita tentang siapa sesungguhnya kita ini dan untuk apa kita diciptakan . . . kadang kekesalan mulai timbul dan ruh mulai gerah ketika kita pribadipun tidak bisa jujur terhadap diri sendiri dan bersandiwara dengan dunia untuk menciptakan banyak fatamorgana pemikiran yg coba kita yakinkan dalam sudut pandang logika , di mana rasa nyaman dan tentram tidak di pandang lagi ,yg ada hanya rasa saling meng agungkan diri dalam penipuan jati diri.

Ibarat lakon pewayangan dewa ruci yg sebenarnya jauh berkelana hanya untuk menemukan dirinya sendiri….mungkin bila ruh dapat berbicara dia akan sangat2 berteriak dan bersedih melihat dan merasakan perilaku pikiran …mungkin juga akan bingung dengan apa yg dilakukanya sehingga kehilangan keseimbangan membedakan kebenaran dan kesalahan.

jadi pada blok wordpress saya ini, kita akan ber sama belajar menemukan kehidupan yg sesungguhnya serta tata cara yg dilakukan para pepunden pendahulu kita agar menemukan senyata nyatanya kehidupan yg berisikan senyum.cinta.kasih sayang. kebahagiaan. kekayaaan dan kesejatian dalam kedamian dan ketentraman. mulai anda semua para sedulurku membaca artikel2 yang ada di blok wordpress saya ini, maka mari niatkan dalam hati kita dan sugestikan untuk mengucapkan selamat tinggal kebodohan, ketertinggalan, kemiskinan, kelaparan, sakit hati, sakit pikir. sakit raga. karena ilmu kesejatian hidup mulai hari ini akan di kupas tuntas pada wordpress saya ini… Salam hormat saya Wong Edan BaGu.