Cinta Guru Sejati (Hidup) Dan Jalan Guru-guru Agung:


LAKU GELAR Lan GULUNG.1

Oleh: Wong Edan Bagu:
Cinta untuk Guru Sejati tidak pernah berubah, hanya berkembang. Pertama, Anda mencintai penampilan fisik Guru sejati dan setelah itu Anda akan mencintai setiap orang, walau tanpa kehadiran Mereka. Anda akan merasa lebih toleran, lebih mencinta, tanpa syarat. Anda akan mencintai tanpa mengetahui bahwa Anda cinta. Itu akan menjadi sangat alamiah, sangat menyenangkan. Apa yang Anda cintai, adalah cinta untuk saya. Anda merasa bebas, lebih berkembang, lebih dicintai dalam kehadiran seorang Guru Sejati. Anda merasa lebih percaya diri dan lebih bernilai.

Anda tahu bahwa orang ini tidak akan menyakiti Anda, hanya akan menolong Anda untuk mengembangkan nilai diri Anda dan tidak pernah meminta imbalan. Ini adalah satu-satunya cinta yang dapat menggerakkan hati setiap orang. Cinta ini tidak akan lenyap, walau dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Sekali Anda diinisiasi, itu akan selamanya. Ke mana pun Anda pergi, Anda merasakan cinta itu bersama Anda. Jadi, Anda bahagia dengan kehadirannya, seperti laron, mereka suka di dekat cahaya.

Setiap orang menyukai Cahaya agung yang tak tampak dari seorang Guru Sejati, karena Cahaya ini memiliki segala yang kita butuhkan untuk memenuhi dahaga dari jiwa kita, segala yang tidak dapat dipuaskan dunia. Jadi untuk mendapatkan kepuasan, Anda duduk di sisi Guru Sejati. Anda bukannya mencintai kehadiran Guru Sejati, tetapi keindahan dalamnya.

Ketika Anda berpikir tentang saya, Anda tersenyum, benar? Anda merasa bahagia, sejenis kegiuran. Tetapi cinta keduniawian akan selalu mengikat Anda ke dunia ini. Jika Anda terikat kepada saya, Anda pergi ke mana saya pergi, tetapi jika Anda terikat kepada orang lain, Anda pergi ke mana mereka pergi. Kadang itu membawa Anda ke penderitaan, kebencian, kedengkian dan semua jenis ikatan. Tetapi cinta untuk Guru Sejati berbeda. Semakin Anda mencintai Guru Sejati, semakin banyak kebebasan yang Anda dapatkan, semua jenis kebebasan dalam aspek-aspek yang tidak Anda ketahui sebelumnya, karena Anda terikat oleh masyarakat, konsep-konsep, adat istiadat, ikatan keluarga. Sekarang, tidak ada yang dapat mengikat Anda, tidak ada keinginan-keinginan, tidak ada kebiasaan-kebiasaan, tidak ada nafsu-nafsu rendah. Itulah beda antara cinta mulia, dan nafsu rendah yang kita sebut cinta, dan bersifat terikat pada karma. Anda mencintai saya, tetapi Anda dapat meninggalkan saya kapan pun. Itulah bedanya, Anda tidak perlu takut.

Jalan Guru-guru Agung:
Oleh: Wong Edan Bagu:
Dunia kita sekarang lebih baik dibandingkan dengan waktu-waktu lampau karena banyak Guru telah turun ke Bumi dan mengajarkan banyak hukum besar tentang peradaban. Kita telah maju. Karena itu dunia kita telah menjadi lebih beradab, lebih cerah, lebih nyaman dibandingkan dengan ribuan tahun yang lalu. Ini karena ada banyak Guru Agung yang Tercerahkan yang telah mengangkat tingkat pemahaman kita. Walaupun mereka hanya mengajar sekelompok orang, tetapi ajaran yang mereka tinggalkan, getaran dan benih-benihnya terus tumbuh dan menguntungkan seluruh dunia dalam skala yang besar, serta telah mengangkat seluruh tingkat kesadaran umat manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Karena itu, Walau secara awamnya masih amburadul, Namun secara spiritual dunia kita menjadi semakin baik dan cerdas setiap harinya.

Ketika seorang Guru datang ke Bumi, tidak hanya para murid yang diangkat dan diperlihatkan kebijaksanaan-Nya, tetapi seluruh umat manusia akan disucikan dan terangkat ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Karena itu, banyak Guru telah memberkahi Bumi kita, dan dunia telah menjadi lebih baik, seperti hari ini. Tetapi walaupun begitu, ia tetap belum mencapai tingkat pemahaman Kesejatian Hidup. Dunia ini belum mencapai tingkat kesadaran yang sama seperti banyak dunia lain di alam semesta.

Jika kita ingin mencapai tingkat yang sama tinggi dengan Guru-guru masa lampau, maka kita harus mengikuti jalan yang sama dengan yang Mereka tempuh. Ini begitu sederhana. Ini hanya seperti jika Anda ingin menjadi seorang dokter, Anda harus pergi ke universitas dan mengikuti kuliah. Dokter-dokter yang sudah lulus akan mengajari Anda bagaimana menjadi seorang dokter. Sama halnya, untuk menjadi seperti Rasullullah, kita harus berlatih metode Mereka, kita harus menghubungi Cahaya dan Sabda Nabi serta Firman Tuhan di dalam batin kita. Dan saya dapat menawarkan metode ini kepada Anda, cuma-cuma, tanpa persyaratan apapun, baik komitmen keuangan, fisik, maupun mental. Hanya pengabdian Anda yang dibutuhkan. Pengabdian Anda pada latihan Anda sendiri setiap hari menurut jadwal Anda sendiri, dengan pengaturan dan dengan kehendak bebas Anda. Itulah semua yang diperlukan.

Sekarang, mengapa kita tidak dapat meneruskan disiplin masa lampau yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau? Hal ini bukannya karena kita tidak ingin, atau kita tidak berusaha untuk melakukannya. Ini karena kita tidak punya cukup kekuatan, kita lelah akan keberadaan. Kadang kita harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup di dalam standar peradaban yang terus meningkat. Dan kita juga menghadapi daya tarik yang lebih ‘beradab’, jadi kita juga harus memiliki pendekatan yang lebih ‘beradab’ untuk membentengi diri kita jika kita ingin mencari kembali harga diri dan kebijaksanaan kita. Karena kita kadang kehilangan arah di pusaran kehidupan dan tekanannya, dan kita tampaknya telah kehilangan diri kita sendiri. Sebenarnya kita tidak kehilangan tubuh atau keinginan kita, tetapi kita kehilangan kendali diri kita.

Menurut Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Oleh Bukhari-Muslim yang berbunyi : “Ingatlah bahwasanya didalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah tubuh semuanya. Apabila ia rusak maka rusaklah tubuh semuanya. Ingatlah ia adalah hati (qalbu)”. Berarti didalam jasad sudah ada potensi kotoran-kotoran penyakit hati yang ditiupkan oleh jin, iblis dan setan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam QS. Asy- Syams (91): 7-10 yang berbunyi : “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”.

Tetapi kita tidak benar-benar mengerti arti dari kehilangan Diri kita. Kita berpikir, “Apa? Sebaliknya, saya tidak kehilangan apapun. Saya mendapatkan lebih dan lebih setiap hari.” Jika atasan Anda mempromosikan Anda atau jika Anda memutuskan untuk mempunyai anak lagi, maka Anda hanya mendapat beban yang ‘menyenangkan’ tambahan. Beberapa beban dapat ditanggung, ada juga yang menyenangkan. Dan semakin Anda terlibat dalam aktivitas material, semakin Anda kehilangan Diri Anda dan semakin sedikit mengenal Diri Anda. Dan untuk apa Anda mengetahui Diri Anda? Ya, kita adalah makhluk paling berkuasa di alam semesta ini. Semua kitab suci membicarakan hal ini. Sutra-sutra Buddhis menyatakan bahwa kehidupan manusia adalah yang paling berharga dari segalanya. Kitab suci Muslim menyatakan bahwa kita adalah tamu di Bumi ini. Artinya adalah bahwa Rumah kita ada di suatu tempat yang lain, dan kita lebih dari sekedar tubuh fisik kita.

Tetapi tidaklah cukup hanya dengan mempercayainya. Anda harus mengikuti semacam pelatihan pribadi, dan gunakan pandangan serta kebijaksanaan Anda sendiri untuk memperkenalkan diri Anda dengan alam keberadaan yang lebih tinggi. Anda menjadi lebih dan lebih terbiasa dengan jenis kehidupan yang lebih tinggi, jenis pemikiran yang lebih tinggi, dan jenis kekuatan yang lebih tinggi, itulah cara Anda menjadi lebih agung setiap hari. Kemudian kekuatan batin Anda sendirilah yang akan menyelesaikan apapun yang Anda ingin selesaikan bagi diri Anda. Pada saat itu kita mengenal Tuhan dan kita dapat berkata bahwa Tuhan telah menyelesaikan segala sesuatunya bagi kita, melalui tubuh kita, karena pada saat itu kita dan Tuhan adalah satu.

Seperti Yesus berkata: Aku dan Bapa adalah satu(Yohanes 10:30). Kita kemudian tidak lagi merasa kesepian dan kita tidak berjuang lagi untuk mencapai sesuatu melalui kekuatan kecil dan kebijaksanaan yang terbatas.

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16].
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ

“Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu” [QS. Al-Waqi’ah : 85].

Semoga Bermanfa’at dan Berkah…. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet.
Ttd: Wong Edan Bagu

Bergerak Melampaui Cinta Duniawi:


LAKU GELAR Lan GULUNG.2

Dasar-Dasar Pengertian Laku Haqikat Hidup:
Ala: Wong Edan Bagu:
Dunia kita kadang menjadi tidak bertoleransi. Ini adalah perbuatan kita sendiri. Jadi sekarang, untuk meningkatkan atau memperbaiki dunia atau rumah, rumah besar yang kita tinggali, dengan banyak kamar yaitu berbagai negara, dan kita seharusnya tahu bahwa kejahatan harus dihindari. Kejahatan dihindari dengan perbuatan baik, taat akan Perintah Tuhan (sila-sila), mencintai sekeliling. Tetapi karena pikiran kita selalu digunakan dengan cara Mata ganti mata, gigi ganti gigi, maka sangat sulit untuk berbuat sesuai dengan apa yang seharusnya, atau memperlakukan orang lain dengan cara yang penuh kasih. Jadi kita memerlukan daya yang lebih kuat untuk menolong diri kita sendiri, untuk menarik diri kita sendiri, keluar dari kebiasaan, pikiran, dan perbuatan.

Semua hal di dunia sebenarnya juga baik untuk kita, bahkan kejahatan sekalipun. Kejahatan adalah kesalahan-kesalahan kita. Tapi, kita jangan terus salah selama-lamanya. Paling tidak, kesalahan-kesalahan adalah sejenis kejutan. Ketika kita menerima akibat dari kesalahan-kesalahan, maka kita dikejutkan oleh kenyataan bahwa hal ini bukanlah hal yang benar. Hal ini mengakibatkan penderitaan dan kesedihan. Sebab itu, kita berbalik. Dan bahkan semua hal di dunia yang indah dan menyenangkan ada di sana untuk mengingatkan kita akan kebahagiaan sejati di dalam kesejatian kita.

Jadi, bukanlah dosa untuk menikmati semua yang diciptakan Tuhan untuk kita. Tetapi bila kita selalu melekat pada hal-hal itu, maka Tuhan akan mengingatkan kita bahwa itu tidak benar. Sebab itu, kadang kita mengalami kesedihan atau penderitaan dari hal-hal yang sangat kita syukuri.

Adalah salah bila mengabaikan dunia. Tetapi juga salah bila tenggelam dalam keduniawian setiap saat. Karena kita kehilangan sebagian dari hidup yang lebih baik, yaitu jiwa, yang lebih menyenangkan dari apapun yang dapat disediakan dunia. Semua hal di dunia hanya memicu ingatan tentang kebahagiaan sejati, kemenangan sejati, dan kehidupan sejati yang harus kita miliki dan harus kita ketahui, karena kita telah lupa.
Banyak orang bertanya kepada saya tentang hubungan wanita dan pria, dan kenikmatan seksual, dan seputarnya. Mereka bertanya apakah hal itu adalah dosa. Saya katakan tidak. Tetapi Anda harus tahu bahwa ada lebih banyak bentuk kenikmatan yang lain selain hal itu. Kenikmatan seksual hanyalah tiruan dari kenikmatan sejati ketika Anda menjadi Satu dengan Diri Anda, ketika kedua daya di dalam Anda, aspek feminin dan maskulin di dalam diri Anda, bergabung. Penyatuan antara pria dan wanita hanyalah duplikat dari hal tersebut.

Jadi, Tuhan mengirim kita ke dunia ini bukannya tanpa perlengkapan untuk mengingatkan kita akan kekuasa’annya. Hanya saja kita lupa bahwa semua hal adalah pemicu ingatan saja. Kita lebih mencintai tiruan dan lupa yang asli. Hal inilah yang membuat kehidupan kita menyedihkan. Walau begitu, kita tetap tidak bisa menikmati tiruan itu sepenuhnya. Oleh karena itu, banyak hubungan wanita dan pria yang mudah goyah, dan hubungan seksual di antara Anda kadang tidaklah suci, bukan berdasar pada saling menghormati, tetapi terkadang berupa pelecehan, dan hanya pelampiasan frustrasi, hanya sebagai alat. Oleh sebab itu, jika kita sungguh ingin menikmati hidup ini, kita harus menikmati kehidupan sejati, yang mana ratusan ribu kali lebih baik daripada kehidupan yang kita tahu di Bumi ini. Dengan mengetahui kehidupan tersebut, kita juga dapat menikmati kehidupan di dunia.

Banyak orang yang berlatih, mungkin tidak tahu tentang Guru, atau tidak diinisiasi, atau tidak punya pemahaman benar, atau tidak berlatih dengan benar, salah mengerti bahwa sebagai seorang praktisi harus melepaskan semuanya dan dingin terhadap hubungan sesama. Tidak benar, itu tidak benar. Karena dalam KUNCI dikatakan, “Pikiran awam adalah Rasa.” Jadi, ketika Anda mencapai Rasa dengan Pencerahannya yang benar, semakin Anda tercerahkan, maka Anda akan semakin santai dan penuh cinta kasih. Anda mungkin tidak membutuhkan hubungan fisik dengan orang lain, tapi hanya bertindak normal dan memenuhi kewajiban Anda. Bagaimanapun, sulit untuk mengerti ini, tapi waktunya akan tiba. Tuhan tidaklah sepicik itu dengan melarang kita mencintai suami atau istri sebagaimana biasanya.

Tuhan tidaklah sekejam itu dengan memisahkan sepasang insan yang saling mencinta hanya demi mencari Tuhan. Kita harus melapangkan hati untuk mencintai Tuhan dan juga termasuk makhluk-makhluk lain, termasuk anggota keluarga kita. Jika kita mampu mencintai makhluk lain yang jauh dan tidak kita kenal, mengapa kita tidak mampu mencintai anggota keluarga kita, orang-orang terkasih yang paling dekat? Bersikap wajar, cintai mereka lebih dari sebelumnya, lalu kita akan membuat hubungan keluarga menjadi lebih harmonis. Jika tidak, bila pasangan kita tidak bahagia, maka kita akan sangat sulit untuk berbahagia seorang diri.

Pada umumnya, ketika pria dan wanita menikah, hal itu tidak hanya kontak fisik saja, tetapi ini untuk kehangatan dan perhatian, dan hanya demi meditasi, Anda tidak boleh mengabaikan pasangan Anda dengan alasan apapun. Karena ini adalah kewajiban Anda untuk memperlihatkan cinta dan perhatian ke makhluk lain dan Anda sudah mengikrarkan kewajiban tersebut, jadi Anda harus melaksanakannya. Mencintai orang lain adalah suatu kehormatan, suatu kemajuan, bukanlah proses kemunduran. Anda harus mencintai yang lain seperti Guru mencintai Anda, walau dengan atau tanpa kontak fisik.

Djaka Tolos: Banyak agama Timur berpandangan bahwa daging atau tubuh seperti sampah yang harus dibuang. Saya rasa, ketika saya masuk ke tubuh ini, saya telah menanda-tangani kontrak untuk menjaganya sebaik mungkin, supaya berfungsi untuk hidup di dunia ini. Seseorang punya daya pikiran, kekuatan Tuhan, tetapi bukankah ini memerlukan semacam pandangan yang berimbang, berupaya hidup benar di dua kondisi kehidupan, karena kita hidup di dua kondisi tersebut?

Wong Edan Bagu: Ya, memang seharusnya begitu. Akan lebih seimbang. Yang dimaksud oleh kitab-kitab suci agama adalah kita tidak seharusnya terikat pada nafsu dan sensasi jasmaniah, lalu melupakan jiwa. Kadang hal tersebut dikatakan hanya untuk seseorang pada suatu kesempatan saja, atau pada sekelompok orang saja, untuk orang-orang yang perlu mendengar pernyataan itu. Tetapi itu kemudian menjadi aturan umum yang penting dan telah kehilangan maknanya. Ketika dikatakan pada saat tersebut, hal itu sangat tepat dan benar. Tetapi setelah dicatat dan diberikan kepada kelompok lain, itu tidak benar lagi. Jadi, lakukan yang Anda suka tapi jangan terlalu terikat pada nafsu jasmaniah. Bagaimana mungkin Anda melupakan daging tubuh? Anda tidak dapat bermeditasi dalam keadaan lapar. Anda harus menjaga tubuh, artinya bukannya Anda selalu memperhatikan tubuh dan tidak punya waktu untuk jiwa. Karena beberapa orang seperti itu, dan pernyataan tersebut ditujukan untuk orang-orang itu.

Djaka Tolos:. Bagaimana saya melepaskan tubuh saya, cinta saya, dan nafsu terhadap lawan jenis?

Wong Edan Bagu: Jangan lepaskan, kalau tidak kita tidak akan pernah punya anak-anak. Normal saja dan punya satu saja; punya satu teman hidup saja, ya? Bila Anda punya teman sejiwa yang cocok, dan sebuah cinta yang tiga dimensi; fisikal, emosional, dan mental, maka itu bagus. Lalu, apa yang disebut keinginan tubuh akan kehilangan kekuatan cengkeramnya setelah Anda membiasakan diri dengan hubungan yang stabil atau dengan pernikahan. Jangan kuatir, ini baru permulaan.

Djaka Tolos: Haruskah seseorang berusaha menekan energi seksual untuk mencapai Pencerahan?

Wong Edan Bagu: Tidak, tidak, santai saja. Semua energi dan perjuangan Anda untuk melawan dorongan seksual sebaiknya dipakai untuk meditasi. Mengapa Anda begitu menyiksa diri? Ini adalah fenomena alami, yang lama kelamaan akan berkurang intensitasnya. Jika Anda menikah, semua hal, bahkan nafsu akan segera berkurang. Semakin Anda bermeditasi, maka semakin banyak kenikmatan Surgawi yang akan Anda temukan. Seks, saya beritahu Anda, adalah pengganti dari kebahagiaan Surgawi. Dan karena banyak dari kita kurang akan kebahagiaan sejati, maka kita selalu mencari dan melekat kepada pengganti yang lebih rendah. Tetapi jika kita mengetahui yang sejati, maka yang lain akan segera kehilangan daya tariknya. Seperti jika kita semakin dewasa, semua mainan, mobil-mobilan plastik tidak berarti lagi bagi kita. Karena sekarang kita punya Mercedes Benz, Roll Royce, Cadillac, atau mobil-mobil yang lain. Kita tahu larinya kencang dan lebih berguna. Jadi jangan kuatir tentang masalah seksual, dapatkanlah Pencerahan.

Setelah Pencerahan, jangan takut kehilangan apapun. Nikmati semua hal secara lebih intensif, tapi Anda tahu kapan dan bagaimana, dan jangan salah gunakan daya untuk kenikmatan seperti sebelum Pencerahan. Anda mungkin berhubungan seks sekali-sekali, jika Anda menginginkan dan menikmatinya. Tetapi Pencerahan adalah tujuan utama dalam kehidupan Anda, dan tidak akan meninggalkan Anda setelah inisiasi. Yang akan selalu mendorong Anda dan Anda tidak akan mundur, Anda tidak akan menjadi bodoh lagi. Dan bahkan jika Anda sekali-sekali melakukannya dengan istri Anda, memangnya mengapa? Tuhan tidak terlalu peduli! (Tertawa) Anda terlalu takut akan segalanya. Bahkan sedikit seks menakutkan Anda. Tidak ada yang terlalu menakutkan!

Djaka Tolos: Apa pendapat Anda tentang aborsi, dan kapan menurut Anda sang jiwa memasuki tubuh?

Wong Edan Bagu: Oh, seharusnya jangan ada aborsi. Tidak ada persoalan tentang kapan jiwa memasuki tubuh; itu persoalan tentang pikiran jahat dan kecenderungan kita untuk membunuh. Hal itu yang harus dihentikan, kecenderungan untuk membunuh. Tidak ada gunanya untuk bertanya kepada saya kapan jiwa masuk ke dalam tubuh. Ketika Anda menginginkan aborsi, Anda sudah mempunyai kecenderungan membunuh, dan ini yang harus kita hilangkan. Kita harus membina kasih sayang suci dan kebijaksanaan dan tidak condong ke arah negatif dari kehidupan kita. Semakin kita condong ke sana, semakin rendah kita, dan semakin kita terpuruk. Anda harus semakin melatih diri dalam meditasi, dan suatu hari Anda dapat mengetahui kapan jiwa masuk ke kandungan. Tidak ada waktu yang pasti kapan jiwa masuk. Ia bisa keluar dan kembali lagi! Jadi Anda tidak pernah tahu jiwa ada di dalam atau tidak. Walau jiwa belum di sana, kita sudah punya kecenderungan membunuh, membunuh darah dan daging kita, dan itu tidak baik. Jika Anda membunuh musuh, atau hewan buas yang membahayakan, paling tidak Anda punya alasan untuk melindungi diri. Tapi jika Anda membunuh jiwa tak berdosa, jangan tanya…, membunuh jiwa tak berdosa tidak baik. Tolong jangan sampai punya gagasan yang menurunkan derajat Anda sendiri. Sesulit apapun situasinya, Anda akan bisa mengatasinya. Berdoalah kepada Tuhan, temukan penyelesaiannya atau berikan anak tersebut ke panti asuhan. Banyak suami istri di dunia ini ingin punya anak; mereka bisa mengadopsi bayi. Jadi jangan sampai punya gagasan tersebut.

Djaka Tolos: Apakah mungkin menjadi suci sepenuhnya dan manusia sepenuhnya pada waktu yang sama?

Wong Edan Bagu: Ya, orang yang suci sepenuhnya adalah manusia seutuhnya. Seorang manusia yang utuh adalah orang yang suci sepenuhnya. Sekarang ini kita hanya setengah manusia. Kita bertindak dengan ragu-ragu, dengan ego, dan tidak percaya bahwa Tuhan mengatur segalanya untuk kenikmatan dan pengalaman kita. Kita memisahkan dosa dan kebajikan. Kita membesar-besarkan setiap hal; kita menghakimi diri sendiri dan orang lain, dan menderita sendiri karena pembatasan kita tentang apa yang seharusnya dilakukan Tuhan.

Sebenarnya Tuhan di dalam kita dan kita membatasi-Nya. Kita suka menikmati diri sendiri, tapi kita tidak tahu. Kita berkata pada diri sendiri, “Saya tidak boleh berbuat ini.” Tetapi mengapa harus vegetarian? Sederhana saja karena Tuhan di dalam diri kita menginginkan itu. Hal ini menegaskan prinsip bahwa kita tidak ingin dibunuh. Kita sendiri tidak ingin dibunuh atau harta milik kita dicuri. Sekarang, bila kita melakukan ke orang lain, artinya kita menentang diri sendiri, dan ini membuat kita menderita. Anda tidak boleh memukul diri sendiri atau melaparkan diri.

Contohnya: sama halnya dengan pembunuhan. Kita tidak boleh membunuh, karena berlawanan dengan prinsip kehidupan, dan membuat kita menderita, jadi kita tidak melakukannya. Bukan berarti kita membatasi diri dengan cara itu. Artinya kita merentangkan kehidupan kita pada semua bentuk kehidupan, tidak hanya manusia tetapi juga pada hewan. Kehidupan kita tidak dibatasi tubuh ini, tetapi juga menjangkau hewan dan semua makhluk hidup. Hal ini membuat kita jadi besar dan menimbulkan keagungan kita.

Semoga Bermanfa’at dan Berkah…. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet.
Ttd: Wong Edan Bagu

Metode Meditasi Kunci:


LAKU GELAR Lan GULUNG.3

Dengan Laku Spiritual Haqikat Hidup.
Oleh: Wong Edan Bagu:
Saya kira saya dapat berbagi dengan Anda sedikit teknik rahasia yang telah saya pelajari dan kuasai, dan barangkali bisa membantu Anda menggunakan kekuatan teragung Anda sendiri, untuk menolong diri Anda, teman-teman Anda, keluarga, negeri Anda dan yang termulia dari segalanya, segenap alam semesta. Karena saya telah melihat dengan mata saya yang telah menembus Kebenaran, bahwa semua makhluk di alam semesta saling berhubungan satu sama lain. Kita semua berasal dari hakikat yang sama, kita hanya satu. Saya tidak hanya membaca dari buku saja, saya telah melihat hal ini. Karena itu, jika Anda mengira bahwa Anda masih tetap menderita, bahwa hidup Anda tidak terlalu mulus, bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda, bahwa Anda belum melihat Tuhan dengan mata Anda sendiri, maka biarkanlah kami menolong Anda untuk menemukan Tuhan.

Sebelum saya berjumpa dengan teknik yang mudah ini, saya sudah mencoba berbagai macam teknik yang lain, seperti Doktrin Rahasia dari Buddhisme Tibet, atau dari Thai, atau dari Burma dan sebagainya. Semuanya begitu rumit dan membosankan bagi saya. Mungkin karena saya terlalu mungil, mungkin bagi Anda hal-hal itu tidak terlalu melelahkan. Tetapi teknik itu sangat memakan waktu dan Anda membutuhkan banyak perlengkapan serta peralatan untuk melaksanakan latihan tersebut. Tetapi tidak dengan Metode Kunci. Saya menyimpulkan bahwa metode ini lebih mudah dari segala yang lain. Anda bisa duduk di dalam kereta api, di dalam bus, di sebuah taman, di mana saja, dan Anda bisa selaras dengan kekuatan Tuhan. Anda merasakan perlindungan dan Anda bisa melihat Tuhan berhadap-hadapan. Anda mungkin berhubungan dengan Yesus, Sang Buddha, atau dengan siapa pun yang paling Anda cintai di dalam hati Anda. Mereka akan muncul di depan Anda, Mereka mungkin akan mengajarkan Anda sesuatu, Mereka akan melindungi Anda, menuntun Anda, memegang tangan Anda sehingga kehidupan Anda tidak akan sendirian lagi. Tetapi meski demikian, ini belumlah tingkat yang tertinggi. Tingkat yang tertinggi adalah jika Anda menjadi seperti Tuhan, dan kemudian Anda mempunyai semua kekuatan untuk menyelamatkan dunia dan aman dari penderitaan serta lingkaran kelahiran dan kematian. Anda akan menjadi Maha Bijaksana, Maha Tahu dan Maha Ada (omnipresent).

Jalan kami bukanlah sebuah agama. Saya tidak mengubah siapa pun ke dalam Katholikisme atau Buddhisme atau ‘isme’ yang lainnya, saya hanya menawarkan Anda sebuah jalan untuk mengenali Diri Anda sendiri, untuk menemukan dari mana Anda berasal, untuk mengingat kembali misi Anda di Bumi ini, untuk menemukan rahasia alam semesta, untuk memahami mengapa ada begitu banyak penderitaan dan apa yang menunggu kita setelah kematian. Dan setiap hari Anda akan melihat semuanya sebagaimana Anda melihat saya saat ini. Saya tidak meminta Anda untuk mempercayai saya, tetapi untuk mengalami hal itu sendiri setiap hari. Bukan lagi katanya.

Metode ini ditransmisikan tanpa kata-kata. Jika kita menggunakan bahasa untuk mencapai Pencerahan, maka kita tetap berada dalam alam intelektual, dan pikiran akan tetap bergulat dan semuanya ini sangat melelahkan. Jadi saya tidak mengajari Anda jenis metode pergulatan pikiran karena saya pikir bahwa kita sudah cukup capek karena bekerja setiap hari, berjuang dengan masalah-masalah kita, jadi tidak perlu pulang ke rumah, duduk melipat kaki dan bergulat lagi!

Anda mungkin pernah mendengar ada berbagai metode yang berbeda untuk mencapai Pencerahan, dan memang sesungguhnya ada beberapa. Namun bagaimanapun, hanya ada satu jalan yang dapat membawa Anda ke Pencerahan Tertinggi. Anda boleh mengambil jalan yang berbeda pada awalnya, tetapi Anda harus mengambil jalan ini untuk mencapai puncak. Jalan ini harus terdiri dari kontemplasi pada Cahaya batin.

Jadi, kita mengadakan kontak dengan Roh Suci, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Hidup ini, yang merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran suci, dan dengan melakukannya, kita akan mengetahui Tuhan, mengenal Tuhan Bahkan menyatu bersama dengan Tuhan (Manunggal)

Sesungguhnya, ini bukanlah benar-benar sebuah metode. Ini adalah kekuatan dari Guru Sejati kita. Jika Anda memilikinya, maka Anda bisa mentransmisikannya. Metode ini adalah metode transendental yang tidak dapat diuraikan dengan bahasa kita. Walaupun ada seseorang yang menguraikannya kepada Anda, Anda tidak akan menerima Cahaya dan Getaran, kedamaian dan kebijaksanaan batin. Semuanya ditransmisikan dalam keheningan (Rasa), dan Anda akan melihat Guru-guru masa lalu seperti Yesus atau Sang Buddha. Atau Para Nabi-Nabi. Para wali-Wali. Anda akan menerima semua yang Anda butuhkan untuk mengikuti jejak kaki Mereka, dan sedikit demi sedikit Anda akan menjadi seperti Tuhan, dan Anda akan menjadi satu dengan Tuhan. (Manunggal)

Setelah saya memberi Anda Metode KUNCI, Anda dapat bermeditasi, Anda dapat mencoba untuk mencari di dalam batin Anda untuk menemukan kekuatan macam apa yang Anda miliki, kemampuan macam apa yang telah Anda lupakan, seberapa besar kecerdasan yang telah Anda gunakan, siapa diri Anda, dan posisi macam apa yang Anda tempati di alam semesta ini. Anda mencari dan mencari, dan Anda akan menemukannya dengan (KUNCI)

Djaka Tolos:. Apakah orang yang berlatih metode meditasi ini perlu memiliki latar belakang atau latihan dari agama tertentu? Apakah mereka harus memeluk suatu bentuk kepercayaan religius tertentu?

Wong Edan Bagu:. Tidak, sama sekali tidak. Mereka bahkan tidak perlu memiliki latar belakang religius. Mereka akan dibawa ke dalam pengetahuan tentang Jati Diri, tentang roh. Roh Suci (Hidup) yang lebih agung, dan saat itulah mereka menjadi benar-benar religius. Agama hanyalah beberapa bagian yang tersisa, sisa-sisa ajaran yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau, ajaran-ajaran lisan, ajaran teoritis, yang pasti dimiliki oleh setiap Guru. Pertama adalah ajaran lisan, memberi tahu orang-orang tentang ini dan itu, dan yang lainnya adalah mengajar dalam keheningan, dan ini adalah bagian yang paling penting. Tetapi dua bagian ini bila digabungkan akan menjadi sebuah ajaran yang hidup dalam kehidupan. Kalau tidak, itu hanya separuh saja.

Djaka Tolos:. Apa saja tahap-tahap Pencerahan, dan ke tingkat Pencerahan apa kita akan dibawa dengan teknik ini?

Wong Edan Bagu:. Teknik ini akan membawa Anda ke sumber dari segala makhluk, dari mana Anda berasal, dan ke mana segala makhluk akan kembali. Antara tingkat di bumi ini dan tingkat absolut tersebut, ada lima tingkat kesadaran, atau alam kehidupan yang berbeda-beda. Dan dengan melalui latihan Cahaya dan Suara Surgawi, serta dengan bimbingan dari seorang Guru yang berpengalaman, kita dapat melewati Lima Tingkat ini dan kita akan tiba di kediaman para Guru, tempat semua Guru berasal dan kembali setelah misi mereka selesai, dan juga tempat di mana kita akan turun untuk menolong makhluk-makhluk lain seandainya kita ingin kembali ke Bumi, atau ke planet Bumi lain di alam semesta. Jadi langkah pertama adalah mendapatkan inisiasi, dan kemudian, semuanya akan datang.

Bagaimana Bermeditasi Yang Benar?
Berikut Teori dan Prakteknya:
Dari Wong Edan Bagu;
Alihkan perhatian Anda ke tempat yang seharusnya, yakni kepada Tuhan, bukannya uang atau hal-hal lainnya. Anda sudah punya kemampuan hakiki untuk bermeditasi. Kalau tidak, Anda tidak bisa melakukan bisnis Anda, atau menjaga anak Anda, jika Anda tidak punya Perhatian. Jadi hanya tinggal arahkan saja kepada Tuhan. Saya akan mengajarkannya dengan lebih tepat kepada Anda pada waktunya. Bukannya ajaran atau pencerahan yang memakan waktu yang lama, tetapi karena prosedur sebelum dan sesudahnya memerlukan waktu untuk penjelasan. Perlu waktu supaya Anda tahu apa yang muncul sepanjang jalan dari sini (Awala) hingga ke Akhirnya, dalam berbagai tingkat kesadaran. Karena itu, perlu waktu untuk menjelaskan. Kalau tidak, Anda hanya cukup menutup mata dan tercerahkan seketika.

Hati-hati dengan terbukanya energi Anda saat bermeditasi. Tetapi jika kita mempunyai Guru yang hidup, yang energinya masih hidup, maka Dia dapat melindungi Anda dari pengaruh ini. Tetapi jika kita berusaha untuk belajar dari Guru terdahulu, yang medan magnetnya sudah naik ke dimensi yang lebih tinggi, maka kita akan menemui sedikit kesulitan untuk meminta perlindungan. Kita lebih cenderung untuk mengambil pengaruh lingkungan, baik maupun buruk. Jadi kita tidak pernah bisa yakin apakah pengalaman meditasi itu milik kita atau milik tetangga kita.

Djaka Tolos:. Di manakah kita bisa bermeditasi?

Wng Edan Bagu:. Di mana pun. Di taman, di kebun, di dalam bus, dalam pesawat terbang, tetapi jangan saat menyetir mobil atau motor/sepeda. Tidak boleh! (Tertawa) Ada dua jenis meditasi, satu pada Cahaya di dalam dan yang lain pada Musik Damai. Untuk yang terakhir, Anda harus bermeditasi di tempat yang pribadi. Itu lebih baik. Saya akan menjelaskan semuanya selama inisiasi.

Djaka Tolos:. Berapa lama seharusnya kita bermeditasi setiap harinya?
Wong Edan Bagu:. Tergantung seberapa cepat Anda ingin bertemu Tuhan. Jadi, untuk orang awam, mungkin setengah jam sampai satu jam. Tetapi untuk murid-murid saya yang serius, dua setengah jam atau tiga jam, paling sedikit. Tetapi kemudian, setelah Anda terbiasa, saat Anda berbicara, berjalan, tidur, itu juga sejenis meditasi setiap saat. Dan bahkan saat Anda tidur, Anda bisa melihat ga’ib serta berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang lebih luhur.

Djaka Tolos:. Pada waktu bermeditasi, bagaimana kita mengkonsentrasikan pikiran kita tanpa terpengaruh oleh kehidupan sehari-hari kita?

Wong Edan Bagu:. Itu akan menjadi alamiah setelah berlatih beberapa lama. Hal itu akan tanpa usaha sama sekali. Bahkan Anda tidak tahu Anda berpikir atau tidak berpikir. Anda hanya duduk dan terjadilah. Cahaya akan datang, Suara akan datang, dan Anda tidak menyadari semua hal itu. Dan kapan pun Anda ingin keluar dari itu, Anda akan sadar lagi akan segalanya. Baik? Itu sangat mudah.

Djaka Tolos:. Apa yang seharusnya kita pikirkan saat bermeditasi?

Wong Edan Bagu:. Tidak ada. Kita sudah berpikir terlalu banyak setiap saat, jadi mengapa masih harus berpikir lagi selama meditasi? Tetapi ada cara untuk menenangkan pikiran kita. Saya akan mengajarkan Anda selama inisiasi. Kita butuh waktu untuk duduk bersama dan berbicara sebentar. Selama inisiasi yang sesungguhnya, kita tidak akan berbicara, termasuk saya, dan dalam keheningan Anda akan menemukan Hakikat sejati Anda.

Djaka Tolos:. Apakah dianjurkan bagi orang yang menderita gangguan kejiwaan seperti depresi berat dan schizophrenia untuk berlatih meditasi?

Wong Edan Bagu:. Ya, ya,,, boleh saja. Itu akan membahagiakan Anda, dan membuat Anda senang. Anda tertekan karena Anda tidak melihat Tuhan, Anda terpisah dari cinta-Nya. Sekali Anda terhubungkan dengan-Nya, dan merasakan kehadiran serta cinta-Nya, Anda tidak akan merasa tertekan lagi. Kita semua tertekan, beberapa orang ada yang berat, beberapa yang lain lebih ringan, karena kita terpisah dari Tuhan, dan ingin sekali bertemu dengan-Nya. Walaupun kita mempunyai banyak uang, punya istri atau suami yang baik, kadang kita tidak pernah bahagia sepenuhnya di dunia ini. Kita selalu merasa ada sesuatu yang hilang. Kadang kita juga berbuat hal-hal yang salah, karena kita berpikir bahwa hal-hal itu akan membuat kita bahagia. Ini hanya karena kita kekurangan cinta Tuhan. Jadi pada saat kita diinisiasi dan berhubungan dengan Tuhan, kita tidak akan melakukan hal yang salah lagi. Akan lebih mudah bagi kita untuk mentaati sila dan mencintai musuh kita, karena kita akan mempunyai dukungan langsung dari Tuhan.

Djaka Tolos:. Anda berkata bahwa kita tidak perlu pergi dan bermeditasi di sebuah gua, tetapi kita harus hidup di dunia dan menjadikan meditasi sebagai dasar dari seluruh kehidupan kita. Dapatkah Anda menjelaskannya lebih rinci?

Wong Edan Bagu:. Setelah diinisiasi, Anda akan tahu bagaimana bermeditasi sambil menjalani kehidupan normal dan tidak melarikan diri dari dunia. Anda akan mengintegrasikan kekuatan kosmik yang besar ini ke dalam aktivitas sehari-hari Anda, sebagaimana saat Anda bermeditasi. Anda akan mengumpulkannya sedikit lebih sadar dan menyebarkannya selama hidup Anda, untuk manfaat dunia ini. Kalau tidak, tidak ada gunanya hanya bermeditasi dan memberkahi diri sendiri. Sebenarnya, saat kita mengenal diri kita sendiri, kita dapat memberkahi seluruh dunia. Setelah kita diinisiasi dan tercerahkan, segala hal yang kita kerjakan selalu akan memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekedar pekerjaan fisik yang terlihat di luarnya saja, dan kita akan bergembira saat melakukan pekerjaan kita, dan bukan hanya memenuhi kewajiban saja seperti sebelumnya. Dan kita akan bisa memberi manfaat yang lebih banyak dan lebih banyak, dengan lebih sedikit usaha. Anda lihat, saya adalah orang yang sangat mungil, dan saya tidak makan terlalu banyak, dan saya tidak tidur terlalu banyak, tetapi Anda berkata bahwa saya sangat aktif. Ini karena energi Agung tersebut. Saya bisa hancur bila saya tidak berbuat apapun. (Tertawa)

Djaka Tolos:. Anda berkata bahwa meditasi akan mengurangi hasrat dan keinginan, tetapi sebahagia apapun saya, saya tetap memiliki banyak hasrat dan keinginan. Dapatkah Anda terangkan mengapa?

Wong Edan Bagu:. Mungkin Anda tidak bermeditasi seperti cara saya bermeditasi. Saya tidak bertanggung jawab atas hal itu. Saat saya mengatakan meditasi, maksud saya adalah meditasi Metode KUNCI. Dari laku Spiritual Haqikat Hidup karya cipta saya. Kita melakukan kontak langsung dengan sumber dari segala kebahagiaan kita, kekuatan pemenuh harapan, dan setelah itu pasti, Anda akan lebih bahagia dan tanpa keinginan. Tanyalah semua murid-murid saya. Tentu saja, ada beberapa dari mereka yang lebih lambat karena tingkatan mereka berbeda-beda, tetapi beberapa lebih cepat dan seluruh keinginan dengan sendirinya lenyap. Kita tidak menolak apapun. ‘Tanpa keinginan’ bukan berarti menolak apapun di dunia ini. Itu tidak benar, tidak benar. Kita suka sesuatu, kita mencintai sesuatu, kita menjaga sesuatu, tetapi kita tidak terikat akan hal itu. Dan seandainya sesuatu itu tidak di sana sesuai keinginan kita, maka kita tidak peduli. Mengertikah Anda? Inilah kondisi ‘tanpa keinginan’. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak keluar dan mencari uang. Tidak, tidak, tidak!

Berhasillah, seberhasil yang Anda inginkan. Berusahalah untuk itu, gunakan kebijaksanaan di dalam Anda untuk menjadi bahkan lebih sukses. Carilah uang sebanyak yang layak Anda peroleh dan inginkan, dan jika Anda tidak dapat menggunakan semuanya, berikan pada saya! (Tertawa) Saya bisa menggunakannya. Saya bisa memberikan itu kepada para korban gunung berapi. Saya bisa memberikan itu kepada para pengungsi yang tidak punya sandang, tidak punya tempat tidur, tidak punya kelambu nyamuk, atau kepada orang miskin di tempat-tempat lain.

Tidak, jangan berikan pada saya, saya tidak akan menerima uang Anda. Saya cuma bercanda! Tetapi Anda harus tahu apa yang harus dilakukan dengan uang itu, saya akan memberitahu Anda apa yang harus dilakukan. Itu saja. Tetapi Anda akan menggunakan uang Anda sendiri. Saya tidak menerima sumbangan apapun.

Djaka Tolos:. Bagaimana kita bisa mengembangkan Mata Ketiga kita?

Wong Edan Bagu:. Anda tidak mengembangkan Mata Ketiga, karena ia sudah ada di sana. Kita tidak bisa mengembangkan sesuatu yang bukan materi. Anda tahu Mata Ketiga hanyalah sebutan, karena sebenarnya tidak ada mata di sana. Biasanya kita mempunyai dua mata, dan kita melihat dengan pandangan yang terbatas, tetapi jika kita i mempunyai mata yang lain, Mata Ketiga, maka kita dapat melihat semua hal di segenap alam semesta. Karena itu disebut Mata Ketiga. Tetapi sesungguhnya jiwa tidak membutuhkan mata untuk melihat, tidak membutuhkan telinga untuk mendengar, atau indra apapun untuk menangkap sesuatu. Ini adalah Kebenaran Tertinggi, indra tertinggi tanpa harus menggunakan alat-alat tubuh apapun. Itu adalah kekuatan jiwa kita, Guru Sejati lagi Agung di dalam diri kita, yang mengetahui segalanya, mendengar segalanya, dan berada di mana-mana. Itulah yang harus kita cari, karena itulah kita, Penguasa Tertinggi di segenap alam semesta. Dapatkah Anda bayangkan betapa agungnya Anda dan bagaimana Anda menjalankan kehidupan Anda sekarang? Karena itu saya merasa kasihan kepada Anda, karena Anda datang kemari untuk mendengarkan saya, dan Anda tidak seharusnya berbuat ini. Kita adalah sama, kita benar-benar sama persis, kita mempunyai kekuatan yang sama. Anda bahkan seharusnya tidak perlu menghormati saya. Jadi ini hal yang sangat menyedihkan. Tetapi Anda akan mengetahuinya, jika Anda menerima apa yang saya katakan, dan Anda akan mengetahui semua yang saya tahu, apa yang Kristus tahu, apa yang Nabi Muhammad tau, apa yang Sang Buddha tahu.

Djaka Tolos:. Pada saat kita tidur, tubuh kita tidur, jadi siapa yang melihat?

Wong Edan Bagu:. Itulah jiwa Anda, Jati Diri Anda. Anda bukanlah tubuh jasmani. Mata jasmani Anda tidak bisa melihat apapun tanpa kekuatan dari jiwa. Tubuh kita, dalam cara pandang tertentu, adalah penjara, sebuah alat. Kita perlu sebuah tempat untuk mengisi jiwa kita di Bumi ini. Seringkali, setelah inisiasi, Guru mengatur agar kita membayar beberapa karma kita melalui mimpi-mimpi kita. Dengan cara itu akan lebih nyaman. Dan kadang Anda juga bisa melihat masa depan. Jika Anda mau.

Djaka Tolos:. Kadang, ketika saya bermeditasi saya merasa terangkat, tetapi saya tidak melihat apapun kecuali hitam dan putih. Apakah ini berarti bahwa saya di tingkat yang rendah, atau bahwa saya belum terlalu baik?

Wong Edan Bagu:. Jika Anda melihat hitam dan putih, Anda sebaiknya membeli televisi berwarna! He he he . . . Edan Tenan. Anda lihat, jika Anda merasa terangkat dan lebih damai serta lebih penuh cinta, lebih terangkat, dan bahagia di dalam hati, itu adalah hasil terbaik dari meditasi. Semua hal ini berhubungan dengan kebahagiaan yang Anda rasakan. Anda lihat, jika kita bermeditasi dan kita melihat banyak Cahaya dan mendengar Suara, ini karena kita ingin belajar dari Cahaya dan Suara, kita menginginkan kebijaksanaan hidup, kedamaian, dan ketenangan jiwa. Jadi jika Anda telah mengalami kedamaian dan kebahagiaan, itu artinya bahwa dalam cara tertentu Anda telah mencerna berkah dari Cahaya dan Suara tersebut. Hal yang penting di sini adalah Anda memiliki kebahagiaan (TENTRAM) kegembiraan, dan kasih sayang, lebih banyak dan lebih besar setiap hari.

Makna Meditasi Yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu;
Mengapa kita harus bermeditasi? Untuk menenangkan pikiran kita, agar kita dapat menerima ajaran dari Sang Maha diatasa segala Maha, dari Tuhan, atau dari dunia yang lebih tinggi. Kita selalu berdoa dan memohon, “Berilah saya kebijaksanaan, berilah saya itu,” tapi saat Tuhan hendak berbicara, Dia tidak pernah punya kesempatan karena kita sibuk setiap saat. Kita berbicara, kita memohon, tapi kita tidak mendengarkan. Mengertikah Anda?

Jadi,,, meditasi adalah waktu untuk mendengarkan. Sama seperti saat Anda bertanya kepada saya, maka Anda harus tenang dan diam untuk sesaat, dan saya baru punya kesempatan untuk mengatakan apa yang ingin saya beritahukan, atau apa yang ingin Anda ketahui. Jadi meditasi adalah seperti itu. Duduk dengan tenang dan menerima pesan. Kalau tidak, Tuhan ingin memberitahu Anda tentang jutaan hal tapi Anda tidak punya waktu untuk mendengar hal itu. Anda terlalu sibuk berbicara, berdoa, menyanyi, menyembah, dan menghitung tasbih.

Boleh saja berbuat ini. Saya tidak bermaksud bahwa itu tidak baik. Ini sangat baik, tetapi kita juga tetap harus tenang untuk beberapa saat, agar Tuhan punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan kita… Bukan begitu Brow…?!

Kedamaian ada bersama kita sejak lama. Hanya saja saat kita terlalu sibuk mencari di luar, kita mungkin melupakan kedamaian sejati di dalam diri kita, dan kita menghadapi sedikit ketidakmudahan serta kesulitan dalam kehidupan. Jika kita dapat mencari waktu untuk duduk diam, atau sekedar menenangkan diri, maka kita dapat menemukannya di dalam diri kita sendiri, kita akan menemukan kembali kedamaian serta kebahagiaan ini. Ini arti sesungguhnya dari meditasi. Kita tidak harus benar-benar duduk di sudut rumah kita yang sepi saja. Kita bisa duduk di mana saja, atau berdiri di stasiun bus, atau di dalam bus ketika pergi bekerja, atau duduk di tempat kita bekerja, dan dalam hening mencari Jiwa sejati kita yang selalu ada di sana. Karena kita bukanlah tubuh atau pikiran. Kita bukanlah apa yang kita kerjakan, atau apa yang kita pelajari, dan kita jangan sampai dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa kita adalah seperti keadaan kita saat ini. Ini sulit untuk dijelaskan. Hanya diri saya yang mengerti hal ini dengan jelas, serta banyak dari murid praktisi saya yang juga mengerti.

Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa ‘saya,’ atau ‘Nyonya Smith’ atau nama apapun yang kita berikan, bukanlah diri kita yang sejati. Kita tidak ada. Kita jangan berpikir bahwa kita adalah seorang yang punya banyak pengetahuan, atau seorang yang punya kemarahan saat dihadapkan dengan frustrasi atau masalah hidup, atau seorang yang punya banyak cinta, atau seorang yang puas terhadap keberhasilan, dan sebagainya, ini bukanlah ‘kita’ yang sesungguhnya. Sebelum dilahirkan kita tidak mempunyai segala pengetahuan sekolah tersebut, atau kebijaksanaan dari buku, sebagai contoh, dan kita tidak punya kualitas kemarahan seperti itu, kita tidak punya sikap mencinta, atau perasaan yang menyukai hal yang menyenangkan dan menolak peristiwa yang tidak menyenangkan, dan sebagainya. Jadi itu semua hanyalah kebiasaan serta pengetahuan yang kita kumpulkan saat kita dibesarkan.

Setiap orang sudah mengetahui cara untuk meditasi, tetapi mereka bermeditasi terhadap hal yang salah. Beberapa orang bermeditasi terhadap gadis cantik, beberapa terhadap uang, beberapa terhadap hutang, beberapa terhadap bisnis dll. Setiap saat Anda mencurahkan perhatian sepenuhnya ke satu titik dan sepenuh hati, maka itulah meditasi Anda. Sekarang, saya hanya mencurahkan perhatian kepada Kekuatan di dalam, kepada kasih sayang, kepada cinta, kepada kualitas Kemurahan Tuhan, dan itulah meditasi saya. Untuk melakukannya dengan benar, kita hanya harus duduk di sudut yang sepi dan menjadi diri kita sendiri; itulah proses meditasi. Tetapi bukanlah dengan duduk hening di suatu sudut yang membuat seseorang mendapatkan sesuatu.

Anda harus mempunyai kontak dengan Kekuatan batin tersebut terlebih dahulu dan bermeditasi dengan menggunakan Kekuatan batin itu. Inilah yang disebut kebangkitan Diri. Kita harus membangunkan Jati Diri di dalam diri kita dan membiarkan-Nya bermeditasi, bukan otak manusia kita atau pengertian manusia kita. Jika tidak, Anda akan duduk dan berpikir tentang seribu hal dan tidak akan bisa mengalahkan nafsu-nafsu Anda. Tetapi saat Anda terbangunkan, Jati Diri yang ada di dalam, kekuatan Tuhan yang ada di dalam akan mengendalikan semuanya. Anda hanya tahu meditasi sejati setelah Anda dibangunkan dengan transmisi oleh Guru Sejati. Kalau tidak, itu hanyalah pemborosan waktu karena bergulat dengan tubuh dan pikiran Anda.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa”. (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)

Saat engkau berdoa pada Bapamu, masuklah ke dalam kamar rahasia dan berdoalah secara rahasia dan Bapamu akan melihatmu serta menjawabmu secara terbuka (Matius 6:6).

Jadi, bagaimana mungkin kita berdoa secara rahasia sedangkan kita semua pergi ke gereja dan berdoa secara terbuka? Mungkin ini bukanlah cara yang benar. Alkitab mengajarkan agar kita jangan berdoa keras-keras, seperti yang dilakukan oleh suku primitif ataupun orang-orang munafik, tetapi masuklah ke dalam kamar rahasia, dan berdoa secara rahasia. Itulah mengapa pada saat kita pergi ke gereja, kita berdoa keras-keras dan setiap orang dapat mendengarnya kecuali Tuhan! Jadi, permohonan kita seringkali tidak terkabul, dan itu mungkin karena kita tidak melakukan apa yang diajarkan Alkitab. Jika kita mempercayai Alkitab, maka kita harus mempelajari secara lebih hati-hati tentang apa yang harus dilakukan.

Jadi maksudnya bukanlah kita harus duduk di sana dan berpikir tentang Tuhan setiap saat. Kita hanya harus menyatu dengan Tuhan, dan menjadi satu dengan Tuhan serta selalu dalam kesadaran-Nya. Itulah yang disebut Manunggal/Menyatu. Jika Anda pergi ke gereja setiap hari Minggu, Atau ke masjid setiap hari jumat, itu juga cara mencari Tuhan, tetapi mungkin bukanlah cara yang dapat membuahkan hasil. Karena Guru terdahulu berkata kepada kita bahwa Tuhan tidak datang melalui pengamatan, tetapi sudah ada di dalam diri kita. Jika demikian, apa yang harus kita perbuat? Tetap saja, kita harus bermeditasi, meskipun dikatakan bahwa Tuhan tidak datang dari penelitian, artinya bukan pula dari meditasi. Tetapi meditasi membuat kita lebih dapat mengenalinya. Tuhan tidaklah terjadi dari meditasi, tetapi dengan meditasi, kita menjadi sadar akan akan diri kita, yang sudah ada di dalam diri kita.

Dalam meditasi, kita dapat mengetahui Firman2 Tuhan, rencana2 Tuhan, Kehendak2 Tuhan. Kita harus senantiasa berhubungan dengan kekuatan Tuhan atau dengan Firman Tuhan. Jika tidak ingin tersesat barang sedetikpun.

Jadi kita bermeditasi pada Firman itu, atau Getaran di dalam, Firman yang melambangkan kekuatan frekuensi Tuhan. Karena kita adalah rumah Tuhan, dan Tuhan berbicara kepada kita dengan cara itu. Dia muncul di hadapan kita dalam bentuk Cahaya dan berbicara kepada kita dalam bentuk Suara. Dengan melihat Cahaya, maka kita akan melihat banyak hal yang lainnya lagi. Dengan mendengar Sabda, maka kita akan mendengar banyak hal yang lainnya lagi. Kita mendengar ajaran langsung dari Tuhan. Jadi inilah hal yang kita meditasikan. Jika Anda punya guru yang kuat, Anda boleh berdoa kepada-Nya di dalam hati pada saat Anda menemui kesulitan dalam meditasi, atau jika Anda terlalu jauh dari Tuhan, maka Anda mungkin membutuhkan seorang perantara. Jadi Anda masih sedikit lemah seperti bayi kecil yang membutuhkan tangan orang tuanya untuk berjalan. Tetapi kelak Anda bisa berjalan sendiri. Anda harus tahu bahwa tujuan Anda adalah untuk berjalan sendiri, dan tumbuh besar, dan tidak bergantung pada orang tua selamanya.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu…
Ttd: Wong Edan Bagu

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan:


Mencegah stress berlebihan- tipsnya apa yach? Saya harap Anda tidak sedang merasakan stress berlebihan, frustasi atau putus asa saat ini dan mampu mengelola stres di masa-masa mendatang.

Stress memang tidak mungkin dieliminir dari hidup kita. Tidak ada orang yang tidak stress. Orang yang tidak stress mungkin adalah orang yang tidak peduli sama sekali, orang-orang yang apatis, tidak punya sasaran hidup.

Namun, itu tidak mungkin. Untuk sesuap nasi pun orang harus berpikir dan melakukan sesuatu. Setiap orang akan berhadapan dengan masalah hidup sehari-hari sekalipun tingkat kesulitannya beragam. Jadi, setiap orang akan mengalami stress.

Bagaimana Mencegah Stress Berlebihan?
Bagaimana mencegah stress berlebihan, yang bisa membuat Anda frustasi bahkan putus asa?

Kita mungkin telah melihat orang-orang demikian. Barangkali anggota keluarga, saudara, famili, teman, tetangga atau Anda sendiri pernah mengalaminya. Sedikit banyaknya, Anda mengetahui apa yang dikeluhkan dan dirasakan.

Secara umum, orang stress karena ia tidak mencapai sasaran pribadi; keinginannya tidak tercapai. Fakta tidak sesuai dengan harapan. Sekalipun sudah berusaha, target tidak tercapai. Akhirnya, stress bahkan stress berlebihan pun bisa muncul dan bila tidak dikelola dengan baik, ini bisa berbuntut frustasi, putus asa bahkan sampai bunuh diri.

Tips Pertama: Jangan Mengandalkan Diri Sendiri
Berikut ini adalah tips untuk mencegah stress yang berlebihan, frustasi apalagi putus asa sekalipun Anda tidak mencapai sasaran hidup atau keinginan Anda.

Pertama, usahakanlah agar Anda tidak mengandalkan diri sendiri.
Sudah natur kita untuk bergantung pada diri sendiri. Bahkan orang yang percaya kepada Tuhan sekalipun masih sering bergantung kepada dirinya sendiri. Kita merasa yakin dapat melakukan segala sesuatu dengan diri kita sendiri.

Kita pikir kita dapat mengatur hidup kita dan mencapai rencana-rencana kita tanpa pertolongan Tuhan. Kita lupa bahwa berhasil tidaknya rencana-rencana kita ada ditanganNya. Rencana-rencana sebaik apapun- hanya Tuhanlah yang menentukan hasil akhirnya.

Kedua, hindari sikap terlalu percaya diri (overconfidence).
Orang-orang yang punya otak yang encer, yang selalu juara di sekolah, punya IP rata-rata di atas 3.5 di kampus, punya pekerjaan dengan penghasilan besar, harta yang banyak, status sosial yang hebat di masa lalu- ini semua bisa memicu sikap terlalu percaya diri. Ini berbahaya.

Kita tidak selalu bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Sekalipun kita pintar, kaya, selalu sukses di masa lalu, kita bisa jatuh. Anda dan saya bisa gagal sebaik apapun usaha kita. Menghindari sikap terlalu percaya diri adalah salah satu teknik mencegah stress yang berlebihan ini.

Ketiga, buatlah sasaran yang realistis. Banyak orang membuat sasaran pribadi yang terlalu jauh tanpa memikirkan potensi dan fasilitas.

Akal sehat diabaikan. Perhitungan rasional disingkirkan. Bila Anda mempunyai kemampuan, bakat, dan keuangan yang baik, tetaplah menggunakan akal sehat untuk mencapai sasaran pribadi Anda. Benar kata sebuah nasihat, “Janganlah memikirkan melebihi dari apa yang sepatutnya kamu pikirkan.”

Tips Ke-empat: Hindari Membandingkan Diri Anda dengan Orang lain.
Keempat, hindari membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Kita sering membandingkan diri kira dengan orang lain. Kita merasa lebih pintar atau lebih hebat dari orang lain, tapi pada faktanya orang lain lebih berhasil dari kita. Bisa juga kita merasa tidak pintar sehingga membuat kita menjadi minder. Singkirkanlah pikiran-pikiran seperti ini.

Jauhkan sikap membandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda adalah Anda. Orang lain adalah orang lain. Di dunia ini hanya Anda seperti Anda; tidak ada duanya. Jalan hidup masing-masing tidak sama sekalipun pernah mengalami peristiwa yang sama: mengecap pendidikan di sekolah yang sama, kuliah di kampus yang sama, atau memiliki status sosial yang sama dan hal yang sama lainnya.

Bila orang lain lebih berhasil- itu tidak semata-mata karena ia lebih pintar atau lebih hebat dari Anda. Ada banyak faktor yang membuat orang kelihatan lebih berhasil dari yang lain. Yang jelas, peran Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat diabaikan dari keberhasilan seseorang. Tidak membandingkan diri dengan orang lain akan mencegah stress berlebihan.

Kelima, terimalah bila sasaran Anda tidak tercapai dan lakukanlah sesuatu.
Bisa saja sasaran Anda tidak tercapai karena Anda kurang rajin, gigih, dan tekun. Mungkin juga karena Anda kurang peka akan pimpinan Tuhan Yang Maha Esa atau karena keinginan Anda tidak sinkron dengan keinginan-Nya.

Tidak semua rencana kita selalu disetujui oleh Tuhan. Rencana kita bisa berbeda dengan kehendakNya. Kita menghendaki ini dan itu, tetapi Tuhan berkehendak lain. Hanya dalam tangan-Nyalah berhasil tidaknya apa yang kita lakukan.

Keenam, sekalipun sulit, bersyukurlah bila Anda tidak mencapai hal yang Anda inginkan.
Selalu ada sesuatu hikmah dibalik setiap peristiwa. Kegagalanpun bisa menjadi pelajaran di masa-masa mendatang dan jadi berkat bagi orang lain. Setiap kegagalan selalu menyimpan hal yang baik. Ada misteri dibalik peristiwa.

Ada yang tidak kita ketahui dibalik kegagalan yang terjadi dalam hidup kita. Jadi, bersyukurlah sekalipun Anda tidak mencapai sasaran hidup Anda.

Ketujuh, usahakanlah untuk berolah raga. Sisihkanlah waktu Anda untuk berolah raga.
Banyak yang memberi nasihat bahwa olah raga yang teratur akan mencegah stress yang berlebihan. Anda bisa berjalan-jalan, lari atau melakukan olah raga lainnya secara teratur. Mantan Presiden George Bush Jr selalu mengambil waktu untuk berlari untuk mengurangi stress.

Kedelapan, bila Anda sudah menikah, ‘tidur’lah dengan pasangan Anda secara teratur.
Banyak survei menunjukkan bahwa suami isteri yang berhubungan seks secara teratur dapat mengurangi stres. Usahakanlah agar Anda dan pasangan hidup Anda melakukan berhubungan intim dan menikmatinya. Tetapi, saya tidak akan menganjurkan Anda yang belum menikah melakukan hal ini.

Bila Anda belum menikah, pertimbangkanlah untuk menikah. Carilah seorang lawan jenis sebagai pasangan hidup Anda kepada siapa Anda dapat menyalurkan perasaan cinta Anda sehingga Anda dapat juga mencegah stress berlebihan melalui hubungan intim dengan pasangan Anda.

Semoga tips ini dapat mencegah Anda dari stress yang berlebihan.
Salam Bahagia dan sukses selalu…
TtD: Wong Edan Bagu

Pekerjaan Sebagai Panggilan Hidup Anda:


Pekerjaan sebagai panggilan bukanlah konsep yang umum bagi masyarakat kita. Konsep kita terhadap pekerjaan masih bersifat tradisional seperti yang dijumpai di negara-negara yang belum atau sedang berkembang. Kita bertani, memelihara ternak, berdagang, mengelola hutan, mengelola perkebunan, menangkap ikan, membangun gedung, menata kota, berpolitik, mencipta lagu, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Konsep mengenai kerja masih tradisionil. Sikap yang menonjol masih ‘yang-penting-kerja’, tanpa memikirkan akibat dari setiap pekerjaan terhadap bidang-bidang lain. Belum ada integrasi antara apa yang dikerjakan dengan yang dikerjakan orang lain.

Belum ada usaha-usaha untuk mensistemastiskan pekerjaan seperti yang telah dilakukan di Barat. Dengan mudah kita melihat sikap-sikap demikian terhadap pekerjaan. Minim unsur rasionalitas, keindahan, effisiensi, dan faktor-faktor yang membuat alam tertata dan terpelihara dengan baik.

Luther misalnya masih punya konsep tradisional terhadap pekerjaan. Luther menerima hidup dan pekerjaan itu apa adanya. Ia tidak memiliki konsep tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang selama ia hidup. Ia tidak mengembangkan konsep ‘talenta dan bakat yang harus digunakan sebaik dan semaksimal mungkin’. Dalam pikiran Luther belum muncul konsep pencarian pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan; belum muncul konsep pekerjaan-sebagai-panggilan.

Pekerjaan Sebagai Panggilan versi Kaum Puritan;
Berbeda dengan Luther, Kaum Puritan tidak menerima konsep tradisionil terhadap pekerjaan. Mereka tidak menerima pekerjaan begitu saja dan tidak berhenti sampai pada pekerjaan secara alami. Mereka tidak berhenti pada pikiran ‘yang-penting-punya-pekerjaan’.

Mereka memikirkan apa yang harus mereka kerjakan dan mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan dengan bakat yang dimiliki. Mereka menggumuli pekerjaan yang dapat berbuah banyak.

Bagi Kaum Puritan, pekerjaan adalah panggilan hidup, yang harus diraih dan harus dilakukan
dengan usaha-usaha yang serius dan
keras. Mereka menerima keyakinan
bahwa eksistensi manusia di
dunia ini adalah untuk
melaksanakan kehendak Tuhan
Yang Maha Esa. Manusia adalah buatan
Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan berusaha hidup dalam rencana Allah.

Oleh sebab itu, konsep spesialisasi sangat berkembang di kalangan orang Puritan. Mereka mengembangkan bakat-bakat mereka sampai mencapai kesempurnaan. Mereka berpikir bahwa hanya dengan spesialisasi mereka akan jauh lebih efektif, lebih efisien dan lebih baik mengerjakan tugas; sebuah panggilan yang mulia.

Pentingnya spesialisasi bagi orang Puritan terangsang oleh teks-teks kuno seperti teks berikut, “Kamu melihat orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya; di hadapan raja-raja mereka akan berdiri.”

Bagi orang Puritan, hanya mereka yang punya skill yang baik, khusus dan terlatih yang akan mampu memberikan gagasan-gagasan dan karya-karya yang baik, rasional dan jitu. Mereka punya keyakinan bahwa dengan keahlian-keahlian yang sangat baik mereka dapat mempengaruhi pejabat-pejabat yang duduk dalam posisi-posisi penting di pemerintahan dan memimpin perbaikan-perbaikan dunia.

Jadi, orang Puritan terus-menerus mengembangkan kemampuan dan keahlian mereka di bidang yang mereka minati untuk memperbaiki dunia secara berkelanjutan.

Renungan:

Apakah pekerjaan Anda sekarang merupakan panggilan hidup Anda?
Apakah ada pekerjaan lain, yang sudah Anda pikirkan, tetapi oleh karena beberapa hal, belum Anda tekuni?
Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu

Falsafah Tentang Waktu Terpancar dari Sikap terhadap Kehidupan:


Falsafah tentang waktu akan menentukan sikap hidup seseorang terhadap diri, keluarga, pekerjaan, masyarakat dan negara. Bisa juga dikatakan bahwa apa yang Anda lakukan saat ini merupakan cerminan pandangan Anda terhadap waktu. Bila Anda menghargai waktu- ini tercermin dari pikiran, perkataan dan tindakan Anda. Bila Anda tidak menghargai waktu- ini juga akan terpancar dari setiap pikiran, perkataan dan tindakan Anda.

Ada dua falsafah waktu yang sangat penting. Pertama, waktu ibarat lingkaran. Waktu akan datang kembali; sejarah berulang. Orang yang hidup akan mati dan hidup kembali. Ada kelahiran kembali. Namun, bagaimana eksistensinya ketika ia hidup kembali- ini tergantung dari perbuatannya. Bila saat ini Ia hidup sebagai manusia biasa, kemudian mati, ia dapat hidup kembali berupa binatang atau berupa manusia yang lebih suci. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari perbuatannya ketika ia hidup. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari kualitas moralnya.

Falsafah yang kedua adalah bahwa waktu bersifat linier. Waktu ibarat garis lurus. Ada awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’
dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan.

Sejarah berawal dan sejarah akan berakhir. Kerajaan-kerajaan atau dinasti-dinasti muncul dalam sejarah. Ada zaman keemasan, kemudian lenyap ditelan zaman. Kerajaan Mesir, Kerajaan Romawi, Dinasti Mongol, termasuk Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit mengalami apa yang disebut dengan awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’ dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan. Tidak ada masa transisi dari kesementaraan ke kekekalan.

Namun, ada perbedaan dari kehidupan sekarang dengan kehidupan di masa mendatang. Manusia yang masuk ke dunia nanti akan tetap hidup, tetapi kehidupan mereka berbeda dengan kehidupan yang dikenal sekarang. Matahari, bulan, bintang dan planet-planet atau galaksi-galaksi lain tidak akan ada. Akan ada bumi dan langit yang baru sekalipun bumi dan langit yang baru nanti berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Falsafah waktu yang bersifat linier menyimpan banyak misteri.

Saya pribadi mempunyai keyakinan bahwa waktu akan berakhir. Ada awal dan akhir dari segala sesuatu. Suatu saat manusia akan memberi pertanggungjawaban kepada Sang Khalik. Segala yang dilakukan setiap orang dalam waktu yang sementara ini akan dibuka kembali. Tidak ada yang
tersembunyi. Segala rahasia dalam hati atau pikiran, yang tidak diketahui siapapun, akan dipaparkan kembali. Tidak ada yang tertutup.

Falsafah tentang waktu Anda sangat menentukan sikap Anda terhadap kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda. Anda akan menghargai waktu yang diberikan kepada Anda. Anda akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Anda akan menggali potensi Anda. Anda memilih karir yang cocok dengan kepribadian Anda. Anda akan menjunjung tinggi nilai-nilai yang bermutu. Anda akan bekerja keras. Anda akan rajin dan tidak mau bermalas-malasan dalam pekerjaan Anda. Anda tidak akan melakukan sesuatu yang jahat dan hal-hal yang buruk. Anda tidak akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Yang ada dalam pikiran Anda adalah ‘excellence.’

Sebaliknya, bila Anda tidak meyakini bahwa waktu tidak akan berakhir atau hanya tahu bahwa waktu akan berakhir- ini juga akan menentukan sikap hidup Anda di dunia ini. Anda mungkin mengetahui pentingnya menggali potensi Anda, tapi menggunakannya hanya untuk kepentingan pribadi. Anda akan menjunjung nilai-nilai yang luhur, tapi hanya bila tidak merugikan diri Anda.

Falsafah tentang waktu sangat menentukan sikap seseorang terhadap
kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda.

Anda mungkin tidak menghormati orang tua Anda. Anda mungkin membiarkan nyawa orang lain melayang, melakukan hubungan seks dengan wanita lain, mengambil milik orang lain, mengatakan hal-hal yang tidak benar atau menginginkan milik orang lain- harta, isteri, pembantu atau apa saja yang dimiliki orang lain.

Falsafah tentang waktu Anda sungguh menentukan sikap Anda terhadap hidup ini. Bagaimana Anda menyikapi waktu- ini tergantung kepada Anda. Sikap Anda terhadap waktu terpancar dari sikap Anda sehari-hari.

Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu

Bila Hari Terakhir Anda Adalah Hari Ini, Apa yang Akan Anda Lakukan…?!


Bila Hari Terakhir Anda Adalah Hari Ini, Apa yang Akan Anda Lakukan…?!
Bila hari Ini adalah hari terakhir Anda, apa yang akan Anda lakukan…!?

Tentulah pertanyaan ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Tidak semua orang punya nasib seperti ini. Namun, bukan tidak mungkin bahwa hari ini adalah waktu terakhir Anda. Dan bila itu benar-benar terjadi, apa yang akan Anda lakukan?

Ketika saya menuliskan pertanyaan itu, saya berpikir sejenak dan mencoba menjawap pertanyaan tersebut. Tidak mudah menjawabnya. Anda dan saya akan membutuhkan waktu yang relatif cukup banyak untuk memikirkan hal-hal yang paling penting dalam hidup. Mungkin Anda akan memberikan petuah bagi isteri dan anak-anak Anda atau nasihat-nasihat terakhir kepada mereka. Barangkali Anda akan mewariskan tugas yang belum selesai Anda kerjakan atau anda mengungkapkan rahasia yang selama ini Anda pendam dari isteri dan anak-anak Anda.

Tidak banyak yang punya falsafah hari-ini-adalah-hari-yang-terakhir. Sebagian beranggapan bahwa mereka akan hidup lama. Orang yang masih belasan tahun mungkin berpikir bahwa ia akan hidup seperti orang yang sudah berumur 70 atau 80 tahun. Karena ia melihat bahwa banyak orang yang menjadi tua ia berpikir bahwa ia akan menjadi tua juga. Belum tentu. Belum tentu Anda berumur panjang. Bisa saja Anda sakit tiba-tiba dan Anda menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Di halaman ini saya menuliskan beberapa tulisan yang diharapkan dapat memberikan Anda sebuah wawasan baru tentang waktu. Tentulah, wasasan seperti ini bukan sesungguhnya baru. Ini adalah pandangan yang sudah ada ratusan tahun bahkan ribuan tahun. Namun, saya perlu menyajikan kembali ke hadapan Anda pentingnya waktu bagi Anda dan saya sebab hari-hari terakhir Anda dan saya bisa saj semakin dekat.

Beberapa tulisan sudah saya siapkan buat Anda. Pertama, Falsafah Tentang Waktu Terpancar dari Sikap terhadap Kehidupan. Pada tulisan ini saya menyajikan ada dua falsafah penting dan kedua-duanya sama-sama menarik. Pertama, falsafah waktu yang bersifat lingkaran. Kedua, falsafah waktu yang bersifat linier.

Kedua, Berapa Nilai Waktu Anda? Pada tulisan ini saya mengangkat nilai waktu Anda menurut versi manusia atau perusahaan atau organisasi yang member gaji kepada Anda setiap bulan atas jasa yang Anda berikan.

Ketiga, Waktu Adalah Uang: Falsafah yang Keliru menceritakan secara singkat perkembangan falsafah ini di Abad 18.

Keempat, Meraih Pekerjaan yang Ideal dalam Waktu yang Sementara menyajikan prinsip pentingnya mencari dan menekuni pekerjaan yang ideal, yang sesuai dengan bakat dan talenta… Semoga Bermanfa’at…. Salam Sukses.
Ttd: Wong Edan Bagu