Metode Meditasi Kunci:

Posted in Uncategorized on 29 April 2014 by Djaka Tolos

LAKU GELAR Lan GULUNG.3

Dengan Laku Spiritual Haqikat Hidup.
Oleh: Wong Edan Bagu:
Saya kira saya dapat berbagi dengan Anda sedikit teknik rahasia yang telah saya pelajari dan kuasai, dan barangkali bisa membantu Anda menggunakan kekuatan teragung Anda sendiri, untuk menolong diri Anda, teman-teman Anda, keluarga, negeri Anda dan yang termulia dari segalanya, segenap alam semesta. Karena saya telah melihat dengan mata saya yang telah menembus Kebenaran, bahwa semua makhluk di alam semesta saling berhubungan satu sama lain. Kita semua berasal dari hakikat yang sama, kita hanya satu. Saya tidak hanya membaca dari buku saja, saya telah melihat hal ini. Karena itu, jika Anda mengira bahwa Anda masih tetap menderita, bahwa hidup Anda tidak terlalu mulus, bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda, bahwa Anda belum melihat Tuhan dengan mata Anda sendiri, maka biarkanlah kami menolong Anda untuk menemukan Tuhan.

Sebelum saya berjumpa dengan teknik yang mudah ini, saya sudah mencoba berbagai macam teknik yang lain, seperti Doktrin Rahasia dari Buddhisme Tibet, atau dari Thai, atau dari Burma dan sebagainya. Semuanya begitu rumit dan membosankan bagi saya. Mungkin karena saya terlalu mungil, mungkin bagi Anda hal-hal itu tidak terlalu melelahkan. Tetapi teknik itu sangat memakan waktu dan Anda membutuhkan banyak perlengkapan serta peralatan untuk melaksanakan latihan tersebut. Tetapi tidak dengan Metode Kunci. Saya menyimpulkan bahwa metode ini lebih mudah dari segala yang lain. Anda bisa duduk di dalam kereta api, di dalam bus, di sebuah taman, di mana saja, dan Anda bisa selaras dengan kekuatan Tuhan. Anda merasakan perlindungan dan Anda bisa melihat Tuhan berhadap-hadapan. Anda mungkin berhubungan dengan Yesus, Sang Buddha, atau dengan siapa pun yang paling Anda cintai di dalam hati Anda. Mereka akan muncul di depan Anda, Mereka mungkin akan mengajarkan Anda sesuatu, Mereka akan melindungi Anda, menuntun Anda, memegang tangan Anda sehingga kehidupan Anda tidak akan sendirian lagi. Tetapi meski demikian, ini belumlah tingkat yang tertinggi. Tingkat yang tertinggi adalah jika Anda menjadi seperti Tuhan, dan kemudian Anda mempunyai semua kekuatan untuk menyelamatkan dunia dan aman dari penderitaan serta lingkaran kelahiran dan kematian. Anda akan menjadi Maha Bijaksana, Maha Tahu dan Maha Ada (omnipresent).

Jalan kami bukanlah sebuah agama. Saya tidak mengubah siapa pun ke dalam Katholikisme atau Buddhisme atau ‘isme’ yang lainnya, saya hanya menawarkan Anda sebuah jalan untuk mengenali Diri Anda sendiri, untuk menemukan dari mana Anda berasal, untuk mengingat kembali misi Anda di Bumi ini, untuk menemukan rahasia alam semesta, untuk memahami mengapa ada begitu banyak penderitaan dan apa yang menunggu kita setelah kematian. Dan setiap hari Anda akan melihat semuanya sebagaimana Anda melihat saya saat ini. Saya tidak meminta Anda untuk mempercayai saya, tetapi untuk mengalami hal itu sendiri setiap hari. Bukan lagi katanya.

Metode ini ditransmisikan tanpa kata-kata. Jika kita menggunakan bahasa untuk mencapai Pencerahan, maka kita tetap berada dalam alam intelektual, dan pikiran akan tetap bergulat dan semuanya ini sangat melelahkan. Jadi saya tidak mengajari Anda jenis metode pergulatan pikiran karena saya pikir bahwa kita sudah cukup capek karena bekerja setiap hari, berjuang dengan masalah-masalah kita, jadi tidak perlu pulang ke rumah, duduk melipat kaki dan bergulat lagi!

Anda mungkin pernah mendengar ada berbagai metode yang berbeda untuk mencapai Pencerahan, dan memang sesungguhnya ada beberapa. Namun bagaimanapun, hanya ada satu jalan yang dapat membawa Anda ke Pencerahan Tertinggi. Anda boleh mengambil jalan yang berbeda pada awalnya, tetapi Anda harus mengambil jalan ini untuk mencapai puncak. Jalan ini harus terdiri dari kontemplasi pada Cahaya batin.

Jadi, kita mengadakan kontak dengan Roh Suci, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Hidup ini, yang merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran suci, dan dengan melakukannya, kita akan mengetahui Tuhan, mengenal Tuhan Bahkan menyatu bersama dengan Tuhan (Manunggal)

Sesungguhnya, ini bukanlah benar-benar sebuah metode. Ini adalah kekuatan dari Guru Sejati kita. Jika Anda memilikinya, maka Anda bisa mentransmisikannya. Metode ini adalah metode transendental yang tidak dapat diuraikan dengan bahasa kita. Walaupun ada seseorang yang menguraikannya kepada Anda, Anda tidak akan menerima Cahaya dan Getaran, kedamaian dan kebijaksanaan batin. Semuanya ditransmisikan dalam keheningan (Rasa), dan Anda akan melihat Guru-guru masa lalu seperti Yesus atau Sang Buddha. Atau Para Nabi-Nabi. Para wali-Wali. Anda akan menerima semua yang Anda butuhkan untuk mengikuti jejak kaki Mereka, dan sedikit demi sedikit Anda akan menjadi seperti Tuhan, dan Anda akan menjadi satu dengan Tuhan. (Manunggal)

Setelah saya memberi Anda Metode KUNCI, Anda dapat bermeditasi, Anda dapat mencoba untuk mencari di dalam batin Anda untuk menemukan kekuatan macam apa yang Anda miliki, kemampuan macam apa yang telah Anda lupakan, seberapa besar kecerdasan yang telah Anda gunakan, siapa diri Anda, dan posisi macam apa yang Anda tempati di alam semesta ini. Anda mencari dan mencari, dan Anda akan menemukannya dengan (KUNCI)

Djaka Tolos:. Apakah orang yang berlatih metode meditasi ini perlu memiliki latar belakang atau latihan dari agama tertentu? Apakah mereka harus memeluk suatu bentuk kepercayaan religius tertentu?

Wong Edan Bagu:. Tidak, sama sekali tidak. Mereka bahkan tidak perlu memiliki latar belakang religius. Mereka akan dibawa ke dalam pengetahuan tentang Jati Diri, tentang roh. Roh Suci (Hidup) yang lebih agung, dan saat itulah mereka menjadi benar-benar religius. Agama hanyalah beberapa bagian yang tersisa, sisa-sisa ajaran yang ditinggalkan oleh Guru-guru masa lampau, ajaran-ajaran lisan, ajaran teoritis, yang pasti dimiliki oleh setiap Guru. Pertama adalah ajaran lisan, memberi tahu orang-orang tentang ini dan itu, dan yang lainnya adalah mengajar dalam keheningan, dan ini adalah bagian yang paling penting. Tetapi dua bagian ini bila digabungkan akan menjadi sebuah ajaran yang hidup dalam kehidupan. Kalau tidak, itu hanya separuh saja.

Djaka Tolos:. Apa saja tahap-tahap Pencerahan, dan ke tingkat Pencerahan apa kita akan dibawa dengan teknik ini?

Wong Edan Bagu:. Teknik ini akan membawa Anda ke sumber dari segala makhluk, dari mana Anda berasal, dan ke mana segala makhluk akan kembali. Antara tingkat di bumi ini dan tingkat absolut tersebut, ada lima tingkat kesadaran, atau alam kehidupan yang berbeda-beda. Dan dengan melalui latihan Cahaya dan Suara Surgawi, serta dengan bimbingan dari seorang Guru yang berpengalaman, kita dapat melewati Lima Tingkat ini dan kita akan tiba di kediaman para Guru, tempat semua Guru berasal dan kembali setelah misi mereka selesai, dan juga tempat di mana kita akan turun untuk menolong makhluk-makhluk lain seandainya kita ingin kembali ke Bumi, atau ke planet Bumi lain di alam semesta. Jadi langkah pertama adalah mendapatkan inisiasi, dan kemudian, semuanya akan datang.

Bagaimana Bermeditasi Yang Benar?
Berikut Teori dan Prakteknya:
Dari Wong Edan Bagu;
Alihkan perhatian Anda ke tempat yang seharusnya, yakni kepada Tuhan, bukannya uang atau hal-hal lainnya. Anda sudah punya kemampuan hakiki untuk bermeditasi. Kalau tidak, Anda tidak bisa melakukan bisnis Anda, atau menjaga anak Anda, jika Anda tidak punya Perhatian. Jadi hanya tinggal arahkan saja kepada Tuhan. Saya akan mengajarkannya dengan lebih tepat kepada Anda pada waktunya. Bukannya ajaran atau pencerahan yang memakan waktu yang lama, tetapi karena prosedur sebelum dan sesudahnya memerlukan waktu untuk penjelasan. Perlu waktu supaya Anda tahu apa yang muncul sepanjang jalan dari sini (Awala) hingga ke Akhirnya, dalam berbagai tingkat kesadaran. Karena itu, perlu waktu untuk menjelaskan. Kalau tidak, Anda hanya cukup menutup mata dan tercerahkan seketika.

Hati-hati dengan terbukanya energi Anda saat bermeditasi. Tetapi jika kita mempunyai Guru yang hidup, yang energinya masih hidup, maka Dia dapat melindungi Anda dari pengaruh ini. Tetapi jika kita berusaha untuk belajar dari Guru terdahulu, yang medan magnetnya sudah naik ke dimensi yang lebih tinggi, maka kita akan menemui sedikit kesulitan untuk meminta perlindungan. Kita lebih cenderung untuk mengambil pengaruh lingkungan, baik maupun buruk. Jadi kita tidak pernah bisa yakin apakah pengalaman meditasi itu milik kita atau milik tetangga kita.

Djaka Tolos:. Di manakah kita bisa bermeditasi?

Wng Edan Bagu:. Di mana pun. Di taman, di kebun, di dalam bus, dalam pesawat terbang, tetapi jangan saat menyetir mobil atau motor/sepeda. Tidak boleh! (Tertawa) Ada dua jenis meditasi, satu pada Cahaya di dalam dan yang lain pada Musik Damai. Untuk yang terakhir, Anda harus bermeditasi di tempat yang pribadi. Itu lebih baik. Saya akan menjelaskan semuanya selama inisiasi.

Djaka Tolos:. Berapa lama seharusnya kita bermeditasi setiap harinya?
Wong Edan Bagu:. Tergantung seberapa cepat Anda ingin bertemu Tuhan. Jadi, untuk orang awam, mungkin setengah jam sampai satu jam. Tetapi untuk murid-murid saya yang serius, dua setengah jam atau tiga jam, paling sedikit. Tetapi kemudian, setelah Anda terbiasa, saat Anda berbicara, berjalan, tidur, itu juga sejenis meditasi setiap saat. Dan bahkan saat Anda tidur, Anda bisa melihat ga’ib serta berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang lebih luhur.

Djaka Tolos:. Pada waktu bermeditasi, bagaimana kita mengkonsentrasikan pikiran kita tanpa terpengaruh oleh kehidupan sehari-hari kita?

Wong Edan Bagu:. Itu akan menjadi alamiah setelah berlatih beberapa lama. Hal itu akan tanpa usaha sama sekali. Bahkan Anda tidak tahu Anda berpikir atau tidak berpikir. Anda hanya duduk dan terjadilah. Cahaya akan datang, Suara akan datang, dan Anda tidak menyadari semua hal itu. Dan kapan pun Anda ingin keluar dari itu, Anda akan sadar lagi akan segalanya. Baik? Itu sangat mudah.

Djaka Tolos:. Apa yang seharusnya kita pikirkan saat bermeditasi?

Wong Edan Bagu:. Tidak ada. Kita sudah berpikir terlalu banyak setiap saat, jadi mengapa masih harus berpikir lagi selama meditasi? Tetapi ada cara untuk menenangkan pikiran kita. Saya akan mengajarkan Anda selama inisiasi. Kita butuh waktu untuk duduk bersama dan berbicara sebentar. Selama inisiasi yang sesungguhnya, kita tidak akan berbicara, termasuk saya, dan dalam keheningan Anda akan menemukan Hakikat sejati Anda.

Djaka Tolos:. Apakah dianjurkan bagi orang yang menderita gangguan kejiwaan seperti depresi berat dan schizophrenia untuk berlatih meditasi?

Wong Edan Bagu:. Ya, ya,,, boleh saja. Itu akan membahagiakan Anda, dan membuat Anda senang. Anda tertekan karena Anda tidak melihat Tuhan, Anda terpisah dari cinta-Nya. Sekali Anda terhubungkan dengan-Nya, dan merasakan kehadiran serta cinta-Nya, Anda tidak akan merasa tertekan lagi. Kita semua tertekan, beberapa orang ada yang berat, beberapa yang lain lebih ringan, karena kita terpisah dari Tuhan, dan ingin sekali bertemu dengan-Nya. Walaupun kita mempunyai banyak uang, punya istri atau suami yang baik, kadang kita tidak pernah bahagia sepenuhnya di dunia ini. Kita selalu merasa ada sesuatu yang hilang. Kadang kita juga berbuat hal-hal yang salah, karena kita berpikir bahwa hal-hal itu akan membuat kita bahagia. Ini hanya karena kita kekurangan cinta Tuhan. Jadi pada saat kita diinisiasi dan berhubungan dengan Tuhan, kita tidak akan melakukan hal yang salah lagi. Akan lebih mudah bagi kita untuk mentaati sila dan mencintai musuh kita, karena kita akan mempunyai dukungan langsung dari Tuhan.

Djaka Tolos:. Anda berkata bahwa kita tidak perlu pergi dan bermeditasi di sebuah gua, tetapi kita harus hidup di dunia dan menjadikan meditasi sebagai dasar dari seluruh kehidupan kita. Dapatkah Anda menjelaskannya lebih rinci?

Wong Edan Bagu:. Setelah diinisiasi, Anda akan tahu bagaimana bermeditasi sambil menjalani kehidupan normal dan tidak melarikan diri dari dunia. Anda akan mengintegrasikan kekuatan kosmik yang besar ini ke dalam aktivitas sehari-hari Anda, sebagaimana saat Anda bermeditasi. Anda akan mengumpulkannya sedikit lebih sadar dan menyebarkannya selama hidup Anda, untuk manfaat dunia ini. Kalau tidak, tidak ada gunanya hanya bermeditasi dan memberkahi diri sendiri. Sebenarnya, saat kita mengenal diri kita sendiri, kita dapat memberkahi seluruh dunia. Setelah kita diinisiasi dan tercerahkan, segala hal yang kita kerjakan selalu akan memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekedar pekerjaan fisik yang terlihat di luarnya saja, dan kita akan bergembira saat melakukan pekerjaan kita, dan bukan hanya memenuhi kewajiban saja seperti sebelumnya. Dan kita akan bisa memberi manfaat yang lebih banyak dan lebih banyak, dengan lebih sedikit usaha. Anda lihat, saya adalah orang yang sangat mungil, dan saya tidak makan terlalu banyak, dan saya tidak tidur terlalu banyak, tetapi Anda berkata bahwa saya sangat aktif. Ini karena energi Agung tersebut. Saya bisa hancur bila saya tidak berbuat apapun. (Tertawa)

Djaka Tolos:. Anda berkata bahwa meditasi akan mengurangi hasrat dan keinginan, tetapi sebahagia apapun saya, saya tetap memiliki banyak hasrat dan keinginan. Dapatkah Anda terangkan mengapa?

Wong Edan Bagu:. Mungkin Anda tidak bermeditasi seperti cara saya bermeditasi. Saya tidak bertanggung jawab atas hal itu. Saat saya mengatakan meditasi, maksud saya adalah meditasi Metode KUNCI. Dari laku Spiritual Haqikat Hidup karya cipta saya. Kita melakukan kontak langsung dengan sumber dari segala kebahagiaan kita, kekuatan pemenuh harapan, dan setelah itu pasti, Anda akan lebih bahagia dan tanpa keinginan. Tanyalah semua murid-murid saya. Tentu saja, ada beberapa dari mereka yang lebih lambat karena tingkatan mereka berbeda-beda, tetapi beberapa lebih cepat dan seluruh keinginan dengan sendirinya lenyap. Kita tidak menolak apapun. ‘Tanpa keinginan’ bukan berarti menolak apapun di dunia ini. Itu tidak benar, tidak benar. Kita suka sesuatu, kita mencintai sesuatu, kita menjaga sesuatu, tetapi kita tidak terikat akan hal itu. Dan seandainya sesuatu itu tidak di sana sesuai keinginan kita, maka kita tidak peduli. Mengertikah Anda? Inilah kondisi ‘tanpa keinginan’. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak keluar dan mencari uang. Tidak, tidak, tidak!

Berhasillah, seberhasil yang Anda inginkan. Berusahalah untuk itu, gunakan kebijaksanaan di dalam Anda untuk menjadi bahkan lebih sukses. Carilah uang sebanyak yang layak Anda peroleh dan inginkan, dan jika Anda tidak dapat menggunakan semuanya, berikan pada saya! (Tertawa) Saya bisa menggunakannya. Saya bisa memberikan itu kepada para korban gunung berapi. Saya bisa memberikan itu kepada para pengungsi yang tidak punya sandang, tidak punya tempat tidur, tidak punya kelambu nyamuk, atau kepada orang miskin di tempat-tempat lain.

Tidak, jangan berikan pada saya, saya tidak akan menerima uang Anda. Saya cuma bercanda! Tetapi Anda harus tahu apa yang harus dilakukan dengan uang itu, saya akan memberitahu Anda apa yang harus dilakukan. Itu saja. Tetapi Anda akan menggunakan uang Anda sendiri. Saya tidak menerima sumbangan apapun.

Djaka Tolos:. Bagaimana kita bisa mengembangkan Mata Ketiga kita?

Wong Edan Bagu:. Anda tidak mengembangkan Mata Ketiga, karena ia sudah ada di sana. Kita tidak bisa mengembangkan sesuatu yang bukan materi. Anda tahu Mata Ketiga hanyalah sebutan, karena sebenarnya tidak ada mata di sana. Biasanya kita mempunyai dua mata, dan kita melihat dengan pandangan yang terbatas, tetapi jika kita i mempunyai mata yang lain, Mata Ketiga, maka kita dapat melihat semua hal di segenap alam semesta. Karena itu disebut Mata Ketiga. Tetapi sesungguhnya jiwa tidak membutuhkan mata untuk melihat, tidak membutuhkan telinga untuk mendengar, atau indra apapun untuk menangkap sesuatu. Ini adalah Kebenaran Tertinggi, indra tertinggi tanpa harus menggunakan alat-alat tubuh apapun. Itu adalah kekuatan jiwa kita, Guru Sejati lagi Agung di dalam diri kita, yang mengetahui segalanya, mendengar segalanya, dan berada di mana-mana. Itulah yang harus kita cari, karena itulah kita, Penguasa Tertinggi di segenap alam semesta. Dapatkah Anda bayangkan betapa agungnya Anda dan bagaimana Anda menjalankan kehidupan Anda sekarang? Karena itu saya merasa kasihan kepada Anda, karena Anda datang kemari untuk mendengarkan saya, dan Anda tidak seharusnya berbuat ini. Kita adalah sama, kita benar-benar sama persis, kita mempunyai kekuatan yang sama. Anda bahkan seharusnya tidak perlu menghormati saya. Jadi ini hal yang sangat menyedihkan. Tetapi Anda akan mengetahuinya, jika Anda menerima apa yang saya katakan, dan Anda akan mengetahui semua yang saya tahu, apa yang Kristus tahu, apa yang Nabi Muhammad tau, apa yang Sang Buddha tahu.

Djaka Tolos:. Pada saat kita tidur, tubuh kita tidur, jadi siapa yang melihat?

Wong Edan Bagu:. Itulah jiwa Anda, Jati Diri Anda. Anda bukanlah tubuh jasmani. Mata jasmani Anda tidak bisa melihat apapun tanpa kekuatan dari jiwa. Tubuh kita, dalam cara pandang tertentu, adalah penjara, sebuah alat. Kita perlu sebuah tempat untuk mengisi jiwa kita di Bumi ini. Seringkali, setelah inisiasi, Guru mengatur agar kita membayar beberapa karma kita melalui mimpi-mimpi kita. Dengan cara itu akan lebih nyaman. Dan kadang Anda juga bisa melihat masa depan. Jika Anda mau.

Djaka Tolos:. Kadang, ketika saya bermeditasi saya merasa terangkat, tetapi saya tidak melihat apapun kecuali hitam dan putih. Apakah ini berarti bahwa saya di tingkat yang rendah, atau bahwa saya belum terlalu baik?

Wong Edan Bagu:. Jika Anda melihat hitam dan putih, Anda sebaiknya membeli televisi berwarna! He he he . . . Edan Tenan. Anda lihat, jika Anda merasa terangkat dan lebih damai serta lebih penuh cinta, lebih terangkat, dan bahagia di dalam hati, itu adalah hasil terbaik dari meditasi. Semua hal ini berhubungan dengan kebahagiaan yang Anda rasakan. Anda lihat, jika kita bermeditasi dan kita melihat banyak Cahaya dan mendengar Suara, ini karena kita ingin belajar dari Cahaya dan Suara, kita menginginkan kebijaksanaan hidup, kedamaian, dan ketenangan jiwa. Jadi jika Anda telah mengalami kedamaian dan kebahagiaan, itu artinya bahwa dalam cara tertentu Anda telah mencerna berkah dari Cahaya dan Suara tersebut. Hal yang penting di sini adalah Anda memiliki kebahagiaan (TENTRAM) kegembiraan, dan kasih sayang, lebih banyak dan lebih besar setiap hari.

Makna Meditasi Yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu;
Mengapa kita harus bermeditasi? Untuk menenangkan pikiran kita, agar kita dapat menerima ajaran dari Sang Maha diatasa segala Maha, dari Tuhan, atau dari dunia yang lebih tinggi. Kita selalu berdoa dan memohon, “Berilah saya kebijaksanaan, berilah saya itu,” tapi saat Tuhan hendak berbicara, Dia tidak pernah punya kesempatan karena kita sibuk setiap saat. Kita berbicara, kita memohon, tapi kita tidak mendengarkan. Mengertikah Anda?

Jadi,,, meditasi adalah waktu untuk mendengarkan. Sama seperti saat Anda bertanya kepada saya, maka Anda harus tenang dan diam untuk sesaat, dan saya baru punya kesempatan untuk mengatakan apa yang ingin saya beritahukan, atau apa yang ingin Anda ketahui. Jadi meditasi adalah seperti itu. Duduk dengan tenang dan menerima pesan. Kalau tidak, Tuhan ingin memberitahu Anda tentang jutaan hal tapi Anda tidak punya waktu untuk mendengar hal itu. Anda terlalu sibuk berbicara, berdoa, menyanyi, menyembah, dan menghitung tasbih.

Boleh saja berbuat ini. Saya tidak bermaksud bahwa itu tidak baik. Ini sangat baik, tetapi kita juga tetap harus tenang untuk beberapa saat, agar Tuhan punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan kita… Bukan begitu Brow…?!

Kedamaian ada bersama kita sejak lama. Hanya saja saat kita terlalu sibuk mencari di luar, kita mungkin melupakan kedamaian sejati di dalam diri kita, dan kita menghadapi sedikit ketidakmudahan serta kesulitan dalam kehidupan. Jika kita dapat mencari waktu untuk duduk diam, atau sekedar menenangkan diri, maka kita dapat menemukannya di dalam diri kita sendiri, kita akan menemukan kembali kedamaian serta kebahagiaan ini. Ini arti sesungguhnya dari meditasi. Kita tidak harus benar-benar duduk di sudut rumah kita yang sepi saja. Kita bisa duduk di mana saja, atau berdiri di stasiun bus, atau di dalam bus ketika pergi bekerja, atau duduk di tempat kita bekerja, dan dalam hening mencari Jiwa sejati kita yang selalu ada di sana. Karena kita bukanlah tubuh atau pikiran. Kita bukanlah apa yang kita kerjakan, atau apa yang kita pelajari, dan kita jangan sampai dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa kita adalah seperti keadaan kita saat ini. Ini sulit untuk dijelaskan. Hanya diri saya yang mengerti hal ini dengan jelas, serta banyak dari murid praktisi saya yang juga mengerti.

Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa ‘saya,’ atau ‘Nyonya Smith’ atau nama apapun yang kita berikan, bukanlah diri kita yang sejati. Kita tidak ada. Kita jangan berpikir bahwa kita adalah seorang yang punya banyak pengetahuan, atau seorang yang punya kemarahan saat dihadapkan dengan frustrasi atau masalah hidup, atau seorang yang punya banyak cinta, atau seorang yang puas terhadap keberhasilan, dan sebagainya, ini bukanlah ‘kita’ yang sesungguhnya. Sebelum dilahirkan kita tidak mempunyai segala pengetahuan sekolah tersebut, atau kebijaksanaan dari buku, sebagai contoh, dan kita tidak punya kualitas kemarahan seperti itu, kita tidak punya sikap mencinta, atau perasaan yang menyukai hal yang menyenangkan dan menolak peristiwa yang tidak menyenangkan, dan sebagainya. Jadi itu semua hanyalah kebiasaan serta pengetahuan yang kita kumpulkan saat kita dibesarkan.

Setiap orang sudah mengetahui cara untuk meditasi, tetapi mereka bermeditasi terhadap hal yang salah. Beberapa orang bermeditasi terhadap gadis cantik, beberapa terhadap uang, beberapa terhadap hutang, beberapa terhadap bisnis dll. Setiap saat Anda mencurahkan perhatian sepenuhnya ke satu titik dan sepenuh hati, maka itulah meditasi Anda. Sekarang, saya hanya mencurahkan perhatian kepada Kekuatan di dalam, kepada kasih sayang, kepada cinta, kepada kualitas Kemurahan Tuhan, dan itulah meditasi saya. Untuk melakukannya dengan benar, kita hanya harus duduk di sudut yang sepi dan menjadi diri kita sendiri; itulah proses meditasi. Tetapi bukanlah dengan duduk hening di suatu sudut yang membuat seseorang mendapatkan sesuatu.

Anda harus mempunyai kontak dengan Kekuatan batin tersebut terlebih dahulu dan bermeditasi dengan menggunakan Kekuatan batin itu. Inilah yang disebut kebangkitan Diri. Kita harus membangunkan Jati Diri di dalam diri kita dan membiarkan-Nya bermeditasi, bukan otak manusia kita atau pengertian manusia kita. Jika tidak, Anda akan duduk dan berpikir tentang seribu hal dan tidak akan bisa mengalahkan nafsu-nafsu Anda. Tetapi saat Anda terbangunkan, Jati Diri yang ada di dalam, kekuatan Tuhan yang ada di dalam akan mengendalikan semuanya. Anda hanya tahu meditasi sejati setelah Anda dibangunkan dengan transmisi oleh Guru Sejati. Kalau tidak, itu hanyalah pemborosan waktu karena bergulat dengan tubuh dan pikiran Anda.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa”. (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)

Saat engkau berdoa pada Bapamu, masuklah ke dalam kamar rahasia dan berdoalah secara rahasia dan Bapamu akan melihatmu serta menjawabmu secara terbuka (Matius 6:6).

Jadi, bagaimana mungkin kita berdoa secara rahasia sedangkan kita semua pergi ke gereja dan berdoa secara terbuka? Mungkin ini bukanlah cara yang benar. Alkitab mengajarkan agar kita jangan berdoa keras-keras, seperti yang dilakukan oleh suku primitif ataupun orang-orang munafik, tetapi masuklah ke dalam kamar rahasia, dan berdoa secara rahasia. Itulah mengapa pada saat kita pergi ke gereja, kita berdoa keras-keras dan setiap orang dapat mendengarnya kecuali Tuhan! Jadi, permohonan kita seringkali tidak terkabul, dan itu mungkin karena kita tidak melakukan apa yang diajarkan Alkitab. Jika kita mempercayai Alkitab, maka kita harus mempelajari secara lebih hati-hati tentang apa yang harus dilakukan.

Jadi maksudnya bukanlah kita harus duduk di sana dan berpikir tentang Tuhan setiap saat. Kita hanya harus menyatu dengan Tuhan, dan menjadi satu dengan Tuhan serta selalu dalam kesadaran-Nya. Itulah yang disebut Manunggal/Menyatu. Jika Anda pergi ke gereja setiap hari Minggu, Atau ke masjid setiap hari jumat, itu juga cara mencari Tuhan, tetapi mungkin bukanlah cara yang dapat membuahkan hasil. Karena Guru terdahulu berkata kepada kita bahwa Tuhan tidak datang melalui pengamatan, tetapi sudah ada di dalam diri kita. Jika demikian, apa yang harus kita perbuat? Tetap saja, kita harus bermeditasi, meskipun dikatakan bahwa Tuhan tidak datang dari penelitian, artinya bukan pula dari meditasi. Tetapi meditasi membuat kita lebih dapat mengenalinya. Tuhan tidaklah terjadi dari meditasi, tetapi dengan meditasi, kita menjadi sadar akan akan diri kita, yang sudah ada di dalam diri kita.

Dalam meditasi, kita dapat mengetahui Firman2 Tuhan, rencana2 Tuhan, Kehendak2 Tuhan. Kita harus senantiasa berhubungan dengan kekuatan Tuhan atau dengan Firman Tuhan. Jika tidak ingin tersesat barang sedetikpun.

Jadi kita bermeditasi pada Firman itu, atau Getaran di dalam, Firman yang melambangkan kekuatan frekuensi Tuhan. Karena kita adalah rumah Tuhan, dan Tuhan berbicara kepada kita dengan cara itu. Dia muncul di hadapan kita dalam bentuk Cahaya dan berbicara kepada kita dalam bentuk Suara. Dengan melihat Cahaya, maka kita akan melihat banyak hal yang lainnya lagi. Dengan mendengar Sabda, maka kita akan mendengar banyak hal yang lainnya lagi. Kita mendengar ajaran langsung dari Tuhan. Jadi inilah hal yang kita meditasikan. Jika Anda punya guru yang kuat, Anda boleh berdoa kepada-Nya di dalam hati pada saat Anda menemui kesulitan dalam meditasi, atau jika Anda terlalu jauh dari Tuhan, maka Anda mungkin membutuhkan seorang perantara. Jadi Anda masih sedikit lemah seperti bayi kecil yang membutuhkan tangan orang tuanya untuk berjalan. Tetapi kelak Anda bisa berjalan sendiri. Anda harus tahu bahwa tujuan Anda adalah untuk berjalan sendiri, dan tumbuh besar, dan tidak bergantung pada orang tua selamanya.

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu…
Ttd: Wong Edan Bagu

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan:

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Mencegah stress berlebihan- tipsnya apa yach? Saya harap Anda tidak sedang merasakan stress berlebihan, frustasi atau putus asa saat ini dan mampu mengelola stres di masa-masa mendatang.

Stress memang tidak mungkin dieliminir dari hidup kita. Tidak ada orang yang tidak stress. Orang yang tidak stress mungkin adalah orang yang tidak peduli sama sekali, orang-orang yang apatis, tidak punya sasaran hidup.

Namun, itu tidak mungkin. Untuk sesuap nasi pun orang harus berpikir dan melakukan sesuatu. Setiap orang akan berhadapan dengan masalah hidup sehari-hari sekalipun tingkat kesulitannya beragam. Jadi, setiap orang akan mengalami stress.

Bagaimana Mencegah Stress Berlebihan?
Bagaimana mencegah stress berlebihan, yang bisa membuat Anda frustasi bahkan putus asa?

Kita mungkin telah melihat orang-orang demikian. Barangkali anggota keluarga, saudara, famili, teman, tetangga atau Anda sendiri pernah mengalaminya. Sedikit banyaknya, Anda mengetahui apa yang dikeluhkan dan dirasakan.

Secara umum, orang stress karena ia tidak mencapai sasaran pribadi; keinginannya tidak tercapai. Fakta tidak sesuai dengan harapan. Sekalipun sudah berusaha, target tidak tercapai. Akhirnya, stress bahkan stress berlebihan pun bisa muncul dan bila tidak dikelola dengan baik, ini bisa berbuntut frustasi, putus asa bahkan sampai bunuh diri.

Tips Pertama: Jangan Mengandalkan Diri Sendiri
Berikut ini adalah tips untuk mencegah stress yang berlebihan, frustasi apalagi putus asa sekalipun Anda tidak mencapai sasaran hidup atau keinginan Anda.

Pertama, usahakanlah agar Anda tidak mengandalkan diri sendiri.
Sudah natur kita untuk bergantung pada diri sendiri. Bahkan orang yang percaya kepada Tuhan sekalipun masih sering bergantung kepada dirinya sendiri. Kita merasa yakin dapat melakukan segala sesuatu dengan diri kita sendiri.

Kita pikir kita dapat mengatur hidup kita dan mencapai rencana-rencana kita tanpa pertolongan Tuhan. Kita lupa bahwa berhasil tidaknya rencana-rencana kita ada ditanganNya. Rencana-rencana sebaik apapun- hanya Tuhanlah yang menentukan hasil akhirnya.

Kedua, hindari sikap terlalu percaya diri (overconfidence).
Orang-orang yang punya otak yang encer, yang selalu juara di sekolah, punya IP rata-rata di atas 3.5 di kampus, punya pekerjaan dengan penghasilan besar, harta yang banyak, status sosial yang hebat di masa lalu- ini semua bisa memicu sikap terlalu percaya diri. Ini berbahaya.

Kita tidak selalu bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Sekalipun kita pintar, kaya, selalu sukses di masa lalu, kita bisa jatuh. Anda dan saya bisa gagal sebaik apapun usaha kita. Menghindari sikap terlalu percaya diri adalah salah satu teknik mencegah stress yang berlebihan ini.

Ketiga, buatlah sasaran yang realistis. Banyak orang membuat sasaran pribadi yang terlalu jauh tanpa memikirkan potensi dan fasilitas.

Akal sehat diabaikan. Perhitungan rasional disingkirkan. Bila Anda mempunyai kemampuan, bakat, dan keuangan yang baik, tetaplah menggunakan akal sehat untuk mencapai sasaran pribadi Anda. Benar kata sebuah nasihat, “Janganlah memikirkan melebihi dari apa yang sepatutnya kamu pikirkan.”

Tips Ke-empat: Hindari Membandingkan Diri Anda dengan Orang lain.
Keempat, hindari membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Kita sering membandingkan diri kira dengan orang lain. Kita merasa lebih pintar atau lebih hebat dari orang lain, tapi pada faktanya orang lain lebih berhasil dari kita. Bisa juga kita merasa tidak pintar sehingga membuat kita menjadi minder. Singkirkanlah pikiran-pikiran seperti ini.

Jauhkan sikap membandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda adalah Anda. Orang lain adalah orang lain. Di dunia ini hanya Anda seperti Anda; tidak ada duanya. Jalan hidup masing-masing tidak sama sekalipun pernah mengalami peristiwa yang sama: mengecap pendidikan di sekolah yang sama, kuliah di kampus yang sama, atau memiliki status sosial yang sama dan hal yang sama lainnya.

Bila orang lain lebih berhasil- itu tidak semata-mata karena ia lebih pintar atau lebih hebat dari Anda. Ada banyak faktor yang membuat orang kelihatan lebih berhasil dari yang lain. Yang jelas, peran Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat diabaikan dari keberhasilan seseorang. Tidak membandingkan diri dengan orang lain akan mencegah stress berlebihan.

Kelima, terimalah bila sasaran Anda tidak tercapai dan lakukanlah sesuatu.
Bisa saja sasaran Anda tidak tercapai karena Anda kurang rajin, gigih, dan tekun. Mungkin juga karena Anda kurang peka akan pimpinan Tuhan Yang Maha Esa atau karena keinginan Anda tidak sinkron dengan keinginan-Nya.

Tidak semua rencana kita selalu disetujui oleh Tuhan. Rencana kita bisa berbeda dengan kehendakNya. Kita menghendaki ini dan itu, tetapi Tuhan berkehendak lain. Hanya dalam tangan-Nyalah berhasil tidaknya apa yang kita lakukan.

Keenam, sekalipun sulit, bersyukurlah bila Anda tidak mencapai hal yang Anda inginkan.
Selalu ada sesuatu hikmah dibalik setiap peristiwa. Kegagalanpun bisa menjadi pelajaran di masa-masa mendatang dan jadi berkat bagi orang lain. Setiap kegagalan selalu menyimpan hal yang baik. Ada misteri dibalik peristiwa.

Ada yang tidak kita ketahui dibalik kegagalan yang terjadi dalam hidup kita. Jadi, bersyukurlah sekalipun Anda tidak mencapai sasaran hidup Anda.

Ketujuh, usahakanlah untuk berolah raga. Sisihkanlah waktu Anda untuk berolah raga.
Banyak yang memberi nasihat bahwa olah raga yang teratur akan mencegah stress yang berlebihan. Anda bisa berjalan-jalan, lari atau melakukan olah raga lainnya secara teratur. Mantan Presiden George Bush Jr selalu mengambil waktu untuk berlari untuk mengurangi stress.

Kedelapan, bila Anda sudah menikah, ‘tidur’lah dengan pasangan Anda secara teratur.
Banyak survei menunjukkan bahwa suami isteri yang berhubungan seks secara teratur dapat mengurangi stres. Usahakanlah agar Anda dan pasangan hidup Anda melakukan berhubungan intim dan menikmatinya. Tetapi, saya tidak akan menganjurkan Anda yang belum menikah melakukan hal ini.

Bila Anda belum menikah, pertimbangkanlah untuk menikah. Carilah seorang lawan jenis sebagai pasangan hidup Anda kepada siapa Anda dapat menyalurkan perasaan cinta Anda sehingga Anda dapat juga mencegah stress berlebihan melalui hubungan intim dengan pasangan Anda.

Semoga tips ini dapat mencegah Anda dari stress yang berlebihan.
Salam Bahagia dan sukses selalu…
TtD: Wong Edan Bagu

Pekerjaan Sebagai Panggilan Hidup Anda:

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Pekerjaan sebagai panggilan bukanlah konsep yang umum bagi masyarakat kita. Konsep kita terhadap pekerjaan masih bersifat tradisional seperti yang dijumpai di negara-negara yang belum atau sedang berkembang. Kita bertani, memelihara ternak, berdagang, mengelola hutan, mengelola perkebunan, menangkap ikan, membangun gedung, menata kota, berpolitik, mencipta lagu, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Konsep mengenai kerja masih tradisionil. Sikap yang menonjol masih ‘yang-penting-kerja’, tanpa memikirkan akibat dari setiap pekerjaan terhadap bidang-bidang lain. Belum ada integrasi antara apa yang dikerjakan dengan yang dikerjakan orang lain.

Belum ada usaha-usaha untuk mensistemastiskan pekerjaan seperti yang telah dilakukan di Barat. Dengan mudah kita melihat sikap-sikap demikian terhadap pekerjaan. Minim unsur rasionalitas, keindahan, effisiensi, dan faktor-faktor yang membuat alam tertata dan terpelihara dengan baik.

Luther misalnya masih punya konsep tradisional terhadap pekerjaan. Luther menerima hidup dan pekerjaan itu apa adanya. Ia tidak memiliki konsep tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang selama ia hidup. Ia tidak mengembangkan konsep ‘talenta dan bakat yang harus digunakan sebaik dan semaksimal mungkin’. Dalam pikiran Luther belum muncul konsep pencarian pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan; belum muncul konsep pekerjaan-sebagai-panggilan.

Pekerjaan Sebagai Panggilan versi Kaum Puritan;
Berbeda dengan Luther, Kaum Puritan tidak menerima konsep tradisionil terhadap pekerjaan. Mereka tidak menerima pekerjaan begitu saja dan tidak berhenti sampai pada pekerjaan secara alami. Mereka tidak berhenti pada pikiran ‘yang-penting-punya-pekerjaan’.

Mereka memikirkan apa yang harus mereka kerjakan dan mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan dengan bakat yang dimiliki. Mereka menggumuli pekerjaan yang dapat berbuah banyak.

Bagi Kaum Puritan, pekerjaan adalah panggilan hidup, yang harus diraih dan harus dilakukan
dengan usaha-usaha yang serius dan
keras. Mereka menerima keyakinan
bahwa eksistensi manusia di
dunia ini adalah untuk
melaksanakan kehendak Tuhan
Yang Maha Esa. Manusia adalah buatan
Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan berusaha hidup dalam rencana Allah.

Oleh sebab itu, konsep spesialisasi sangat berkembang di kalangan orang Puritan. Mereka mengembangkan bakat-bakat mereka sampai mencapai kesempurnaan. Mereka berpikir bahwa hanya dengan spesialisasi mereka akan jauh lebih efektif, lebih efisien dan lebih baik mengerjakan tugas; sebuah panggilan yang mulia.

Pentingnya spesialisasi bagi orang Puritan terangsang oleh teks-teks kuno seperti teks berikut, “Kamu melihat orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya; di hadapan raja-raja mereka akan berdiri.”

Bagi orang Puritan, hanya mereka yang punya skill yang baik, khusus dan terlatih yang akan mampu memberikan gagasan-gagasan dan karya-karya yang baik, rasional dan jitu. Mereka punya keyakinan bahwa dengan keahlian-keahlian yang sangat baik mereka dapat mempengaruhi pejabat-pejabat yang duduk dalam posisi-posisi penting di pemerintahan dan memimpin perbaikan-perbaikan dunia.

Jadi, orang Puritan terus-menerus mengembangkan kemampuan dan keahlian mereka di bidang yang mereka minati untuk memperbaiki dunia secara berkelanjutan.

Renungan:

Apakah pekerjaan Anda sekarang merupakan panggilan hidup Anda?
Apakah ada pekerjaan lain, yang sudah Anda pikirkan, tetapi oleh karena beberapa hal, belum Anda tekuni?
Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu

Falsafah Tentang Waktu Terpancar dari Sikap terhadap Kehidupan:

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Falsafah tentang waktu akan menentukan sikap hidup seseorang terhadap diri, keluarga, pekerjaan, masyarakat dan negara. Bisa juga dikatakan bahwa apa yang Anda lakukan saat ini merupakan cerminan pandangan Anda terhadap waktu. Bila Anda menghargai waktu- ini tercermin dari pikiran, perkataan dan tindakan Anda. Bila Anda tidak menghargai waktu- ini juga akan terpancar dari setiap pikiran, perkataan dan tindakan Anda.

Ada dua falsafah waktu yang sangat penting. Pertama, waktu ibarat lingkaran. Waktu akan datang kembali; sejarah berulang. Orang yang hidup akan mati dan hidup kembali. Ada kelahiran kembali. Namun, bagaimana eksistensinya ketika ia hidup kembali- ini tergantung dari perbuatannya. Bila saat ini Ia hidup sebagai manusia biasa, kemudian mati, ia dapat hidup kembali berupa binatang atau berupa manusia yang lebih suci. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari perbuatannya ketika ia hidup. Eksistensinya di kemudian hari tergantung dari kualitas moralnya.

Falsafah yang kedua adalah bahwa waktu bersifat linier. Waktu ibarat garis lurus. Ada awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’
dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan.

Sejarah berawal dan sejarah akan berakhir. Kerajaan-kerajaan atau dinasti-dinasti muncul dalam sejarah. Ada zaman keemasan, kemudian lenyap ditelan zaman. Kerajaan Mesir, Kerajaan Romawi, Dinasti Mongol, termasuk Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit mengalami apa yang disebut dengan awal dan akhir.

Dalam falsafah waktu yang bersifat linier, kesementaraan akan ‘bergabung’ dengan kekekalan. Ada kontinuitas antara waktu saat ini dan kekekalan. Tidak ada masa transisi dari kesementaraan ke kekekalan.

Namun, ada perbedaan dari kehidupan sekarang dengan kehidupan di masa mendatang. Manusia yang masuk ke dunia nanti akan tetap hidup, tetapi kehidupan mereka berbeda dengan kehidupan yang dikenal sekarang. Matahari, bulan, bintang dan planet-planet atau galaksi-galaksi lain tidak akan ada. Akan ada bumi dan langit yang baru sekalipun bumi dan langit yang baru nanti berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Falsafah waktu yang bersifat linier menyimpan banyak misteri.

Saya pribadi mempunyai keyakinan bahwa waktu akan berakhir. Ada awal dan akhir dari segala sesuatu. Suatu saat manusia akan memberi pertanggungjawaban kepada Sang Khalik. Segala yang dilakukan setiap orang dalam waktu yang sementara ini akan dibuka kembali. Tidak ada yang
tersembunyi. Segala rahasia dalam hati atau pikiran, yang tidak diketahui siapapun, akan dipaparkan kembali. Tidak ada yang tertutup.

Falsafah tentang waktu Anda sangat menentukan sikap Anda terhadap kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda. Anda akan menghargai waktu yang diberikan kepada Anda. Anda akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Anda akan menggali potensi Anda. Anda memilih karir yang cocok dengan kepribadian Anda. Anda akan menjunjung tinggi nilai-nilai yang bermutu. Anda akan bekerja keras. Anda akan rajin dan tidak mau bermalas-malasan dalam pekerjaan Anda. Anda tidak akan melakukan sesuatu yang jahat dan hal-hal yang buruk. Anda tidak akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Yang ada dalam pikiran Anda adalah ‘excellence.’

Sebaliknya, bila Anda tidak meyakini bahwa waktu tidak akan berakhir atau hanya tahu bahwa waktu akan berakhir- ini juga akan menentukan sikap hidup Anda di dunia ini. Anda mungkin mengetahui pentingnya menggali potensi Anda, tapi menggunakannya hanya untuk kepentingan pribadi. Anda akan menjunjung nilai-nilai yang luhur, tapi hanya bila tidak merugikan diri Anda.

Falsafah tentang waktu sangat menentukan sikap seseorang terhadap
kehidupan sehari-hari. Bila Anda yakin bahwa waktu akan berakhir- ini akan mempengaruhi hidup Anda.

Anda mungkin tidak menghormati orang tua Anda. Anda mungkin membiarkan nyawa orang lain melayang, melakukan hubungan seks dengan wanita lain, mengambil milik orang lain, mengatakan hal-hal yang tidak benar atau menginginkan milik orang lain- harta, isteri, pembantu atau apa saja yang dimiliki orang lain.

Falsafah tentang waktu Anda sungguh menentukan sikap Anda terhadap hidup ini. Bagaimana Anda menyikapi waktu- ini tergantung kepada Anda. Sikap Anda terhadap waktu terpancar dari sikap Anda sehari-hari.

Semoga Bermanfa’at
Ttd: Wong Edan Bagu

Bila Hari Terakhir Anda Adalah Hari Ini, Apa yang Akan Anda Lakukan…?!

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Bila Hari Terakhir Anda Adalah Hari Ini, Apa yang Akan Anda Lakukan…?!
Bila hari Ini adalah hari terakhir Anda, apa yang akan Anda lakukan…!?

Tentulah pertanyaan ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Tidak semua orang punya nasib seperti ini. Namun, bukan tidak mungkin bahwa hari ini adalah waktu terakhir Anda. Dan bila itu benar-benar terjadi, apa yang akan Anda lakukan?

Ketika saya menuliskan pertanyaan itu, saya berpikir sejenak dan mencoba menjawap pertanyaan tersebut. Tidak mudah menjawabnya. Anda dan saya akan membutuhkan waktu yang relatif cukup banyak untuk memikirkan hal-hal yang paling penting dalam hidup. Mungkin Anda akan memberikan petuah bagi isteri dan anak-anak Anda atau nasihat-nasihat terakhir kepada mereka. Barangkali Anda akan mewariskan tugas yang belum selesai Anda kerjakan atau anda mengungkapkan rahasia yang selama ini Anda pendam dari isteri dan anak-anak Anda.

Tidak banyak yang punya falsafah hari-ini-adalah-hari-yang-terakhir. Sebagian beranggapan bahwa mereka akan hidup lama. Orang yang masih belasan tahun mungkin berpikir bahwa ia akan hidup seperti orang yang sudah berumur 70 atau 80 tahun. Karena ia melihat bahwa banyak orang yang menjadi tua ia berpikir bahwa ia akan menjadi tua juga. Belum tentu. Belum tentu Anda berumur panjang. Bisa saja Anda sakit tiba-tiba dan Anda menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Di halaman ini saya menuliskan beberapa tulisan yang diharapkan dapat memberikan Anda sebuah wawasan baru tentang waktu. Tentulah, wasasan seperti ini bukan sesungguhnya baru. Ini adalah pandangan yang sudah ada ratusan tahun bahkan ribuan tahun. Namun, saya perlu menyajikan kembali ke hadapan Anda pentingnya waktu bagi Anda dan saya sebab hari-hari terakhir Anda dan saya bisa saj semakin dekat.

Beberapa tulisan sudah saya siapkan buat Anda. Pertama, Falsafah Tentang Waktu Terpancar dari Sikap terhadap Kehidupan. Pada tulisan ini saya menyajikan ada dua falsafah penting dan kedua-duanya sama-sama menarik. Pertama, falsafah waktu yang bersifat lingkaran. Kedua, falsafah waktu yang bersifat linier.

Kedua, Berapa Nilai Waktu Anda? Pada tulisan ini saya mengangkat nilai waktu Anda menurut versi manusia atau perusahaan atau organisasi yang member gaji kepada Anda setiap bulan atas jasa yang Anda berikan.

Ketiga, Waktu Adalah Uang: Falsafah yang Keliru menceritakan secara singkat perkembangan falsafah ini di Abad 18.

Keempat, Meraih Pekerjaan yang Ideal dalam Waktu yang Sementara menyajikan prinsip pentingnya mencari dan menekuni pekerjaan yang ideal, yang sesuai dengan bakat dan talenta… Semoga Bermanfa’at…. Salam Sukses.
Ttd: Wong Edan Bagu

Waktu Adalah Uang:

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Waktu Adalah Uang:
Bagi saya adalah Falsafah yang Keliru;

Ungkapan waktu adalah uang sudah tidak asing, khususnya bagi orang yang tinggal di kota. Derivatif ungkapan ini bisa dilihat dari salinan gaji yang Anda terima setiap bulan dari perusahaan atau organisasi tempat Anda bekerja. Waktu yang Anda berikan ke perusahaan atau organiasi Anda dikompensasikan dengan uang. Anda mendapat gaji bulanan, gajimingguan atau gaji harian, yang merupakan penghargaan atas jasa yang Anda berikan.

Falsafah waktu-adalah-uang banyak mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan manusia. Misalnya, jadi tidaknya sebuah proyek dilaksanakan- ini bisa ditentukan oleh falsafah ini juga. Proyeksi ‘cash flow’ yang dihasilkan dari sebuah proyek dikonversikan ke Net Present Value dengan formula Time Value of Money. Apakah NPV positif atau negatif- ini menjadi dasar untuk mengambil keputusan ‘Go’ atau ‘No Go’ terhadap sebuah proyek.

Sejarah falsafah ini memang menarik. Ada yang mengatakan bahwa Benjamin Franklin adalah sosok yang paling penting di balik falsafah ini. Ia pernah mengatakan, “Ingat, waktu adalah uang; kejujuran bermanfaat dalam bisnis.”

Benjamin Franklin memang sangat mengagumi nilai-nilai Kaum Puritan yang hidup di Abad 17 dan 18. Kaum Puritan mengembangkan falsafah yang menghargai waktu, yang diadopsi dari pemikiran yang berkembang di Eropah pada abad 16.

Pada abad ini, pandangan orang terhadap waktu mulai berubah. Waktu tidak lagi dilihat hanya sebagai sebuah proses yang mekanis. Orang tidak lagi melihat waktu hanya milenium, abad, dekade, tahun, bulan, minggu, hari, jam atau menit atau detik, tetapi waktu mulai dilihat sebagai kesempatan. Peristiwa tertentu terjadi hanya satu kali, yang dalam konsep orang Yunani Kuno disebut kairos. Artinya, waktu adalah kesempatan. Kesempatan yang terjadi dalam waktu yang kronos hanya terjadi sekali. Dengan kata lain, tidak mungkin sebuah kejadian terjadi dua kali.

Pandangan waktu jenis kairos ini mempengaruhi semua hal- mulai dari pengharapan, penderitaan bahkan pekerjaan. Bagi Kaum Puritan misalnya, apa yang dilakukan dalam hidup ini harus dipertanggung jawabkan kelak. Tidak ada pikiran, perkataan atau tindakan yang akan lepas dari pertanggungjawaban. Jadi, pandangan terhadap waktu bagi orang yang hidup pada abad 16 serius.

Sikap untuk tidak membuang waktu makin dominan. Orang tidak lagi bermalas-malasan. Orang yang hidup pada zaman itu tidak lagi sembarangan bekerja. Mereka memikirkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan talenta mereka masing-masing.

Oleh karena waktu adalah terbatas dan kesempatan juga sekali, orang-orang pada zaman itu menghasilkan etos kerja yang sangat kuat. Kerajinan dan kekayaan merupakan dampak dari falsafah ini. Ketika waktu dihargai dan digabungkan dengan kerajinan, kekayaan materi turut serta mendampingi kehidupan mereka. Mereka lambat laun menjadi makmur. Waktu makin lama makin diidentikkan dengan uang.

Sangat disayangkan Benjamin Frankin “Ingat, waktu adalah uang; kejujuran bermanfaat dalam bisnis.” Ini pandangan yang tidak sepenuhnya benar. Waktu memang bisa dikonversikan dengan uang. Uang atau kekayaan bisa menjadi hasil dari falsafah waktu yang sangat ketat. Namun, ini tidak berarti bahwa waktu adalah uang. Waktu lebih dari uang. Waktu adalah kesempatan. Waktu adalah hidup.

Semoga Bermanfa’at…
Ttd: Wong Edan Bagu

Mengenal Diri: Langkah Awal Dalam Pengembangan Diri:

Posted in Uncategorized on 1 April 2014 by Djaka Tolos

Apakah Anda mengenal diri Anda? Siapa ayah dan ibu kandung Anda? Tahun berapa Anda lahir? Di mana Anda lahir? Jawaban terhadap pertanyaan di atas relatif mudah.

Bagaimana kalau Anda berfilsafat sedikit? Misalnya Anda bertanya, ‘Siapa diri Anda? Apa yang seharusnya Anda tahu? Apa yang seharusnya Anda kerjakan? Apa pengharapan Anda?’ Keempat pertanyaan Immanuel Kant ini mungkin tidak akan pernah selesai Anda jawab sampai akhir hidup Anda’

Kita memang kurang bahkan mungkin tidak mengenal siapa diri kita. Kalaupun ada, pengenalan diri kita hanya sekilas. Kita jarang mengambil waktu dengan serius menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Kita terjebak dengan rutinitas pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, yang menyisihkan kita dari waktu untuk merenung tentang siapa diri kita.

Sangat penting mengenal diri. Pengembangan diri berawal di sini;
Kita menanyakan identitas kita, apa potensi-potensi yang tersimpan dalam diri kita, dari mana kita muncul, apa yang seharusnya kita tahu dan apa yang harus kita kerjakan dan jauh lebih penting adalah apa pengharapan Anda dan saya bila suatu saat kita meninggalkan dunia ini.

Pertanyaan Djaka Tolos aKan dijawab oleh Wong Edan Bagu. Menarik. Ia mengatakan bahwa hanya dua hal yang saya ingin tahu: Tuhan, Aku dan Hidup saya.

Memang hanya Tuhan dan jiwa kita yang paling penting perlu kita ketahui. Sebab bila pengenalan terhadap dua pribadi ini mantap, pengenalan atau pemahaman akan hal-hal lainnya akan menjadi lebih mudah. Paling tidak, mudah memahami apa relasi antara dunia dan diri kita dan dunia dan Allah.

Bukan tugas yang mudah untuk mengenal lingkungan kita, diri kita, terutama Allah. Berbahagialah Anda bila Anda mengenal ketiga-tiganya.
Pada kesempatan kali ini saya akan sajikan siapa manusia, siapa diri Anda dan saya.

Tubuh dan Jiwa- Inilah Unsur-Unsur Kemanusiaan Kita;
Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa atau raga/wujud dan Hidup, Tubuh/raga adalah unsur yang kelihatan dan bersifat materi. Mulai dari kepala, mata, telinga, mulut, lidah, tangan, hidung, dan apa saja yang dapat dilihat dari luar atau apa yang dapat dilihat dengan bantuan alat teknologi seperti otak, jantung, hati, ginjal, paru-paru dan organ-organ tubuh lainnya- tubuh dapat dilihat.

Berbeda dengan tubuh yang tidak kelihatan dan bersifat materi, jiwa/Hidup tidak dapat dilihat. Ia eksis sekalipun tidak kelihatan. Tidak ada alat secanggih apapun yang bisa melihat jiwa/Hidup. Tidak ada yang bisa meneropong jiwa/Hidup dengan bantuan alat apapun seperti CT (Computerized Axial Tomografi) Scan.

Jiwa/Hidup hanya dapat ‘dikenal’ lewat aktifitas tubuh- lewat perkataan, tulisan dan tindakan.’ Ada pepatah, ‘Pohon baik atau tidak dapat dikenal dari buahnya.’ Dari tindakan seseorang dapat ‘dikenal’ jiwa seseorang.

Tanpa jiwa, manusia tidak dapat bergerak. Tanpa jiwa manusia menjadi mayat. Tidak ada aktifitas sekecil apapun yang dapat dilakukan oleh manusia kalau jiwanya tidak ada. Jiwalah yang menggerakkan mayoritas organ-organ tubuh kita. Ia memberikan tindakan apa yang harus dilakukan.

Tubuh dan jiwa saling mempengaruhi. Bagaimana jiwa mempengaruhi tubuh dan sebaliknya- ini memang sangat menarik. Sampai pada batas tertentu, kondisi tubuh dapat mempengaruhi jiwa juga.

Bila tubuh mengalami luka misalnya, kita bisa mengerang dan merasa kesakitan dan perasaan ini merupakan aktifitas dari jiwa. Bila ada alat-alat tubuh yang tidak berfungsi- jiwa bisa terganggu.

Namun, tidak selamanya kelemahan-kelemahan atau kesakitan dalam tubuh bisa mendikte jiwa. Jiwa bisa melampui kelemahan-kelemahan phisik.

Ini bisa dilihat dari orang-orang yang cacat yang berprestasi luar biasa. Penyanyi Steve Wonder yang buta bisa menggubah lagu dan menyanyikan lagu-lagu yang baik.

Hidup/Jiwa bisa eksis tanpa tubuh. Jiwa bisa berbicara, mengeluh, mengerang, bersukacita tanpa bersatu dengan tubuh. Jiwa dapat berkomunikasi dengan Pribadi Supranatural, khususnya dengan Pencipta jiwa itu sendiri.

Komunikasi ini tidak dapat diakses oleh manusia-manusia yang hidup di dunia ini. Mau doa sepanjang apapun- itu tidak dapat menjangkau jiwa-jiwa yang sudah terpisah dari tubuhnya.

Tidak ada artinya mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal. Arwah-arwah pahlawan tidak ada artinya didoakan. Sejarah orang yang jiwanya terpisah dengan tubuhnya sudah selesai pada saat kematiannya.

Misteri memang relasi antara jiwa dan tubuh. Jiwa tidak terpisah selamanya dengan tubuh. Bagi kalangan yang menerima kebangkitan pada akhir zaman, jiwa akan kembali disatukan dengan tubuh. Manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali.

Masih ada salah satu hal yang sangat unik melihat relasi dari tubuh dan jiwa, yaitu bagaimana melalui informasi yang diterima oleh mata dan telinga dapat membentuk pola pikir seseorang.

Mind set dibentuk melalui pengalaman, penglihatan atau pengalaman manusia itu sendiri. Ketika ia mendengar atau melihat sesuatu atau merasakan sesuatu- ini semua diolah dalam pikiran. Terjadi pembentukan pola pikir. Dan selama kita hidup, proses ini terus berlangsung; proses pembentikan pola pikir itu tidak terhenti sampai jiwa dan tubuh terpisah.

Pada pola pikir inilah- kualitas jiwa seseorang dapat dinilai. Bisa diterima bahwa ‘man is what he thinks.’ Bagaimana kita hidup ditentukan oleh pola pikir yang terbentuk dalam pikiran kita.

Mengherankan bagaimana hal ini bisa terjadi dalam diri manusia. Pengalaman sehari-hari ikut ambil bagian bahkan memberikan sumbangsih terbesar dalam membentuk pola pikir kita.

Jikalau demikian, manakah yang lebih penting dari kedua unsur tersebut? Jiwa kita. Ini tidak berarti bahwa tubuh dapat diabaikan. Dua-duanya- tubuh dan jiwa- butuh pemeliharaan. Menjaga tubuh penting, tapi jauh lebih penting adalah menjaga jiwa. Kesehatan pikiran dan tubuh harus berada dalam keadaan seimbang.

Penekanan terhadap salah satu aspek akan membuat ketimpangan. Melulu hanya memikirkan soal kebutuhan jiwa- ibarat manusia yang bertulang tapi tidak berdaging. Melulu hanya memikirkan tubuh- ibarat manusia yang berdaging tanpa tulang yang kuat… Semoga Bermanfa’at.
Ttd: Wong Edan Bagu

%d bloggers like this: