‘Asal Usul ManusiA’

Asal Usul Manusia (1)”

“Sesungguhnya manusia itu (berasal) dari Adam. Dan Adam itu (diciptakan) dari tanah” (HR. Bukhari)
Pada edisi yang lalu telah diuraikan tentang proses kejadian manusia pertama (Adam), manusia kedua (Siti Hawa), dan proses kejadian manusia keturunan Adam dan Hawa selain Nabi Isa a.s.
Lalu bagaimanakah proses kejadian Nabi Isa a.s ? Dan bagaimana pula keterkaitan informasi dari Al Qur’an dengan bukti-bukti ilmiah tentang asal-usul manusia dan sanggahan adanya teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin ?
Proses kejadian Nabi Isa a.s
Seperti telah kita ketahui bersama, nabi Isa a.s diciptakan oleh Allah dengan proses yang agak berbeda dengan kejadian manusia biasa. Penciptaan nabi Isa ini tidak melalui pembauran antara sel telur (ovum) dengan sel sperma, namun proses kehidupan embriyonya di dalam rahim berjalan normal seperti biasa, yaitu kelahiran nabi Isa a.s dari seorang wanita yang bernama Siti Maryam. Proses kejadian Nabi Isa a.s ini secara lengkap dijelaskan oleh Allah di dalam Surat Maryam (19) ayat 16 s/d 40.
Di dalam Al Qur’an Allah berfirman :
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : ‘Jadilah’ (seorang manusia) maka jadilah dia” (QS. Al Imran (3) : 59)
Ayat ini memberi gambaran kepada manusia bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu baik yang dapat diterima oleh akal maupun tidak akibat dari keterbatasan akal manusia. Hal ini juga dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
“Jibril berkata : ‘Demikianlah’. Tuhanmu berfirman : ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai ramat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (QS. Maryam (19) : 21)
Asal Usul manusia menurut teori evolusi dan sanggahannya
Teori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan : “Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan”. Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.
Tetapi dalam hal ini Darwin sendiri kebingungan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Walaupun pernyataan Darwin dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species” dapat dikatakan sukses besar karena membahas masalah yang menyangkut asal usul manusia, namun hal ini hanyalah bersifat dugaan belaka.
Hal ini diantaranya merupakan kelemahan teori yang dikemukakan oleh Darwin. Tidak ada titik temu antara teori yang ada dengan kenyataan. Sebagai contoh, para ahli zoologi sangat akrab dengan suatu species yang bernama panchronic yang tetap sama sepanjang masa. Juga ganggang biru yang diperkirakan telah ada lebih dari satu milyar tahun namun hingga sekarang tetap sama. Yang lebih jelas lagi adalah hewan sejenis biawak/komodo yang telah ada sejak berjuta-juta tahun yang lalu dan hingga kini tetap ada.
Di dalam teorinya Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia. Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 – 1.000.000 tahun dengan ukuran otak sekitar 450 – 1450 cm3. Perkembangan dengan perubahan volume otak ini besar pengaruhnya bagi kecerdasan otak manusia. Australopithecus yang mempunyai volume otak rata-rata 450 cm3 berevolusi menjadi manusia kera (Neandertal) yang mempunyai volume otak 1450 cm3. Dari penelitian ini diperkirakan dalam waktu antara 400.000-500.000 tahun volume otak itu bertambah 1000 cm3. Tetapi anehnya perkembangan dari Neandertal ke manusia modern sekarang ini selama  100.000 tahun volume otaknya tidak berkembang. Teori ini tidak mengemukakan alasannya.
Jadi secara jujur dapat kita katakan bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata tidak mutlak karena antara teori dengan kenyataan tidak dapat dibuktikan.
Perpaduan Al Qur’an dengan hasil penelitian ilmiah tentang asal-usul manusia pertama
Terwujudnya alam semesta ini berikut segala isinya diciptakan oleh Allah dalam waktu enam masa. hal ini sesuai dengan firman Allah :
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada iantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah itu kepada Yang Maha Mengetahui.” (QS. Al Furqaan (25) : 59)
Keenam masa itu adalah Azoikum, Ercheozoikum, Protovozoikum, Palaeozoikum, Mesozoikum, dan Cenozoikum. Dari penelitian para ahli, setiap periode menunjukkan perubahan dan perkembangan yang bertahap menurut susunan organisme yang sesuai dengan ukuran dan kadarnya masing-masing. (tidak berevolusi).
“…dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (QS. Al Furqaan (25) : 2)
Dari perpaduan antara Al Qur’an dengan hasil penelitian ini maka teori evolusi Darwin tidak dapat diterima. Dari penelitian membuktikan bahwa kurun akhir (cenozoikum) adalah masa dimana mulai muncul manusia yang berbudaya dan Allah menciptakan lima kurun sebelumnya lengkap dengan segala isinya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. Hal ini dijelaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu” (QS Al Baqarah (2) : 29)
Kemudian di dalam surat Al Baqarah ayat 31 s/d 32 Allah berfirman :
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : ‘Sebutlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’. Mereka menjawab : ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain daripada apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS. Al Baqarah (2) : 31-32)
Untuk memelihara kelebihan ilmu yang dimiliki oleh Adam a.s maka Allah berkenan menurunkan kepada semua keturunannya agar derajat mereka lebih tinggi daripada makhluk yang lain. Apabila kita menilik kepada literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah antropologi, maka akan tampak sekali keragu-raguan dari para ahli antropologi sendiri, apakah Homo Sapiens itu benar-benar berasal dari Pithecanthropus dan Sinanthropus ? Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya para ahli mengambil kesimpulan bahwa Pithecanthropus dan Sinanthropus bukanlah asal (nenek moyang) dari Homo Sapiens (manusia), tetapi keduanya adalah makhluk yang berkembang dengan bentuk pendahuluan yang mirip dengan manusia kemudian musnah.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata : ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’. Tuhan berfirman : ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tdak kamu ketahui’.”(QS. Al Baqarah (2) : 30)
Dari ayat ini banyak mengandung pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat diatas. Dalam literatur Antropologi memang ada jawabannya yaitu sebelum manusia Homo Sapiens (manusia berbudaya) memang ada makhluk yang mirip dengan manusia yang disebut Pthecanthropus, Sinanthropus, Neanderthal, dan sebagainya yang tentu saja karena mereka tidak berbudaya maka mereka selalu berbuat kerusakan seperti yang dilihat para malaikat.
Nama-nama mkhluk yang diungkapkan para ahli antropologi diatas dapat pula ditemui dalam pendapat para ahli mufassirin. Salah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan : “Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam a.s diciptakan adalah Al Jan yang kerjanya suka berbuat kerusuhan”
Dengan demikian dari uraian diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa Adam a.s adalah manusia pertama, khalifah pertama dan Rasul (nabi) pertama. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
“Dan tidak ada suatu umatpun (manusia) melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan (Nabi)” (QS. Fathir : 24)
“Tiap-tiap umat mempunyai Rasul” (QS. Yunus : 47)
Oleh : Fajar Adi Kusumo
Referensi :
– Al Qur’an dan terjemahannya
– M. Noor Matdawam, Manusia Agama dan Kebatinan.

…………………………#########…………………………

Asal Usul Manusia (2)”

Asal-usul manusia ditinjau dari ilmu pengetahuanSecara umum, ada berbagai perdebatan tentang apakah manusia modern sekarang iniberkembang di Afrika, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia atau berkembang darimanusia Neanderthal di Eropa. Dalam hal ini, kita berhadapan dengan suatu periodewaktu yang sangat panjang dan tidak bisa begitu saja dipastikan. Para peneliti juga pernahmenemukan lukisan gua di Perancis Selatan yang diperkirakan sudah ada sejak 30.000tahun sebelum Masehi. Paparan tersebut menyatakan bahwa terdapat problemfundamental di dalam penelitian ilmiah tentang asal usul manusia, yakni bahwa suatu buktifisik yang kecil seringkali dijadikan suatu fondasi bagi teori besar tentang perkembangandan proses migrasi manusia purba. Dengan kata lain, satu batu kecil bisa jadi titik awalbagi suatu teori masif tentang asal usul manusia.Pemahaman umum tentang evolusi menempatkan manusia dalam perspektif yang lebihglobal, yakni membuka fakta bahwa manusia terdiri dari kode-kode genetis yang ternyata juga dimiliki oleh semua bentuk kehidupan lainnya. Pada abad ke -19 sampai sekarang,teori evolusi telah banyak mengalami perkembangan. Beragam penemuan telah dilakukan.Beragam analisis baru juga telah diajukan, terutama tentang proses evolusi manusia yangterjadi selama berjuta – juta tahun.Bumi terbentuk kira-kira 5 Milyar tahun yang lalu. Tumbuh-tumbuhan primitif dan daratankering mulai terbentuk kira-kira 410 juta tahun yang lalu. Jadi, pada awal bumu initerbentuk di dalamnya hanya ada air dan belum ada kehidupan. SEkitar 4 juta tahun yanglalu muncul suatu species di Afrika yang merupakan percabangan dari kera. Species itulahyang nantinya berkembang menjadi homo sapiens, atau manusia sekarang ini. Australopithecus yang ditemukan pertama kali di Ethiopia hidup sekitar 4 juta tahun yanglalu. Sekitar 1 juta tahun yang lalu, homo erectus hidup di Afrika, Asia, dan Eropa.Pada tahun 1871 Darwin akhirnya merasa sudah waktunya untuk mengemukakan kepadapublik topik tentang asal usul manusia. ia menguraikan alasan untuk mempercayaibahwasana manusia dan kera memiliki leluhur jauh yang sama dan bahwasana semua cirimanusia, tidak peduli sebagaimanapun anehnya, telah berevolusi melalui serangkaianlangkah yang bertahap. Walaupun teori darwin ini menuai banyak protes dari kebanyakanilmuan yang beranggapan bahwa manusia sebagai mahluk yang terpisah dari duniahewan. Sebagian dari para ilmuan tersebut teguh dengan keyakinannya bahwa asal usulmanusia terjadi secara bertahap dan melalui tahap seleksi alamiah sendiri.
Pencarian Terbaru (100)
Asal usul manusia. Asal usul manusia purba. Asal usul manusia menurut sains. Asal usulmanusia menurut para ahli. Gambar manusia purba. Asal usul kehidupan manusia. Teoriasal usul manusia.Proses migrasi manusia purba. Teori asal usul kehidupan manusia. Asal usul manusiamenurut teori darwin. Asal usul manusia purba di indonesia. Asal mula manusia.Kehidupan pada zaman praaksara. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan. Asal mula manusia purba. Teori tentang asal usul manusia. Berapa banyak asal mulakehidupan. Asal usul ilmu. Asal usul ilmu pengetahuan. Proses terjadinya manusia menurut ilmu pengetahuan. Asal usul manusia menurut darwin

TAMBAHAN:
“Manusia pertama berdasarkan Teori Evolusi Darwin atau Nabi Adam”
Manusia pertama berdasarkan Teori Evolusi Darwin atau Nabi Adam ?
Kalau saya Pasti memilih Nabi Adam, walaupun tidak pernah bertemu atau melihat Kuburanya ataupun Fosilnya tapi saya banyak diceritakan tentang Adam dan Hawa yang diusir dari Surga ke Bumi lalu Lahirlah anak mereka dan kitalah keturunannya.
Kenapa saya lebih suka memilih Nabi Adam?

- Saya Islam
– Manusia itu bersaudara, jadi kita ini Saudara
– Kita bukan Monyet atau sejenisnya, Mau kah anda dibilang “eh Nyet” ?

Tiga hal itu saja sudah meyakinkan saya bahwa Teori Darwin itu SALAH, masa dia dimenyebut dirinya sendiri Monyet? Saya rasa dia gila
Lihat teorinya :
images

Dari Monyet kecil itu sampe Monyet agak besar trus Mulut Maju 5 CM dan akhirnya berkacamata?
Monyet ya Monyet, Manusia ya Manusia. Sampai sekarang saja Monyet dan sejenisnya bentuknya masih seperti itu-itu saja.
Ada lagi Fotonya :

perubahan

Dari Nunduk trus berdiri Tegak? Apakah mau Kamu dibilang monyet moderen?
Sejelek apapun Fisik seorang manusia, tidak ada yang mau dibilang Monyet Moderen
Dalam cerita Islami diceritakan bahwa zaman Nabi Adam sudah ada jenis Binatang yang seperti Monyet dan itu bukan kita Manusia tapi Monyet.
Mungkin penelitian Darwin menemukan Fosil monyet bukan fosil Manusia dan langsung menyimpulkan Nenek Moyangnya dahulu adalah Monyet.
Jadi Terserah anda mau Ikuti Teori Darwin yang Nenek Moyangnya Monyet atau Nabi Adam yang jelas-jelas Manusia.
Kalo anda memilih Teori Darwin, berarti saya boleh memanggil anda seperti ini :
” Mau kemana lu Nyet? “

Sekian dan Terima By: Wong Edan Bagu….._/\_

About these ads
%d blogger menyukai ini: