KISAH PERJALANAN ABADI ROH SUCI (HIDUP)

28 Oktober 2014

5 KUNCI
KISAH PERJALANAN ABADI ROH SUCI (HIDUP)
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
JAKARTA SENIN 27 0KT 2014

DALAM MENGEMBALIKAN (Menyempurnakan) ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH atau roh/ruh yang Berbahan dari 4 anasir, yaitu: Air. Angin. Api dan Sari-sari bumi. Kepada masing-masing asal usul sangkan paraning dumadi. Setelah kematian datang menjemput ajal Manusia Hidup.

SALAM RAHAYU…_/\_
KESAKSIAN,,, ini, sengaja saya jadikan tulisan agar bisa di baca dan di ketahui oleh siapapun, terutama anak-anak didik saya yang masih membutuhkan kesaksian-kesaksian dan pembuktian-pembuktian di dalam Laku Spiritual Hakekat Hidup (KUNCI).

KESAKSIAN,,, ini, saya dapatkan ketika menjalankan tapa pendem selama 7 hari 7 malam, ketika mendalami kebenaran Wahyu Panca Ga’ib/KUNCI. Di Pertapan Keramat Ratu Kali Nyamat. Di daerah Kelet/Keling. Sambongoyod. Kec. Bangsri. Kab. Jepara jawa tengah. Sekitar tahun 2001 yang telah lampau. Saya share disini sesuai petunjuk yang saya dapatkan pada sa’at itu, tanpa saya kurangi dan saya tambahi serta tidak ada rekayasa, kecuali bab pengertiannya, dengan maksud, agar mudah di pahami oleh siapapun yang membacanya. Tujuannya, untuk menambah wawasan bagi anak-anak didik saya, karena tinggal sejarah pengalaman ini yang belum sempat saya wejangkan waktu masih kumpul bareng atau bertemu langsung. Semoga Bermanfaat… kanti Teguh Rahayu slamet Berkah.

SEDULUR dan juga Anak-anaku…. ketahuilah.
Manusia telah diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna. manusia dilengkapi 4 unsur yaitu: Angan-angan. Budi . Pakarti dan Panca indera dan satu yang menjadi inti unsurnya, yaitu HIDUP, yang dalam ilmu kejawen lebih di kenal dengan sebutan sedulur papat kalima pancer, yaitu: ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH. Dan HIDUP Sebagai Pancernya. Angan-angan. Budi . Pakarti dan Panca indera Atau ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH. Yang, jika di disatukan dalam sebutan, maka menjadi tersebut roh/ruh. Dalam perjalanan prosesnya, ke’empatnya ternyata mempunyai sifat dan tabir yang sangat unik, artinya ke’empatnya dapat saling melengkapi untuk menuju satu titk terang yaitu cahaya Tuhan (HIDUP), namun,,, ke’empatnya juga bisa saling tidak selaras, bahkan bisa berselisih.

Semua agama mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menuju Tuhannya, namun yang perlu diketahui, agama itu bukan berasal dari akal ataupun jiwa atau naf, namun agama itu pelajaran ruh, artinya hanya ruh yang dapat menerima pelajaran agama. dalam islam terdapat tataran sareat, torekot, hakikat, dan ma’rifat, sebenarnya keempat tataran tersebut, sudah lengkap di dalam diri manusia sejak manusia itu di dalam rahim, tanpa terasa setelah lahir, terdapat berjuta hijab atau tabir yang menutup manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Inilah yang disebut perang terbesar, penuh dengan tipu daya, lidah dunia tidak dapat di pegang dan dipercaya.

“Tuhan ada di mana saja” apa sebetulnya makna dari kalimat tersebut?
Kebanyakan dari kita tidak mau menggali lebih dalam makna dari sebuah kalimat itu. Tuhan telah meletakkan atau memasukkan sebagian kecil dzatNya kepada setiap makhluk cipta’annya, perlu diingat,,, setiap makhluk,,, jadi,,, apa-apa yang ada di langit dan di bumi setiap saat dan di mana saja selalu memuji kepada Tuhan, pertanyaannya, “apakah kita setiap saat dan di manapun kita berada selalu memuji kepada sang pencipta?”.

Agama apa saja, pasti mewajibkan umatnya untuk selalu memuji kepada Tuhan. “Jika kita Menjaga Tuhan, maka Tuhan akan menjaga kita” makna dari kalimat itu adalah, jika kita senantiasa selalu memuji Tuhan dengan penuh rasa cinta, maka pasti Tuhan akan Menggandeng langkah kita. Tujuan suci dari seorang manusia hidup di dunia ini, sebetulnya hanya satu “Bagaimana caranya agar kita menjadi hamba yang selalu bersama CahayaNya (Manunggal kelawan Gustine )”, timbul pertanyaan, apa tujuan diri kita sudah seperti itu?

Hanya manusia lah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban, atas semua yang telah di lakukan/perbuatnya semasa hidupnya di dunia fana ini. Bukan Ilmu kesaktian atau Amal Pahala yang akan bertanggung jawab atas semua itu nantinya,Tetapi roh/ruh kita.

Tuhan telah selesai menciptakan jagad raya dan seisinya, kemudian Ia menunjuk khalifah atau pemimpin di jagad raya ini, artinya posisi kepemimpinan di dunia ini ada pada manusia.
manusia yang mana?
Tentu saja manusia yang selalu bersama dengan cahayaNya.
Siapa kah dia?
Itu sangat dirahasiakan oleh sang Pencipta. Tali cahaya itu mengalir kepada siapa saja yang mau berjalan bersama Tuhannya menuju Tuhannya. Artinya,,, tidak selalu dari golongan a atau b, kotak hitam atau kotak putih yang dapat menjadi seperti itu, tapi siapa saja, asalkan ia mau. “bukan ilmu atau usaha yang menolong kita, melainkan syafa’at (HIDUP) Cahaya Tuhan (Maha Suci Hidup).

NO. 01
SEDULUR PAPAT:
4/Empat anasir atau empat unsur penyusun tubuh manusia atau empat unsur penyusun alam semesta. Manusia adalah lambang dari alam yang kecil (mikrokosmos) dan alam semesta sebagai lambang alam yang besar (makrokosmos).

Ke’empat anasir/elemen itu ada pada darah manusia berupa:
1. Darah merah sebagai lambang semangat manusia juga amarahnya manusia.
2. Darah kuning sebagai lambang karunia, harta benda dan kejayaan manusia.
3. Darah hitam sebagai lambang kesabaran, kekuatan, keabadian manusia.
4. Darah putih sebagai lambang kemulia’an, kejujuran, kefitrahan manusia.

Adapun di alam semesta juga sama ada empat unsur yaitu :
1. Merah sebagai lambang api.
2. Kuning sebagai lambang angin.
3. Hitam sebagai lambang tanah/bumi.
4. Putih sebagai lambang air.

Semua unsur diatas bisa menjadi baik dan bisa menjadi buruk, tergantung perilaku manusia itu sendiri. Segala nafsu dalam ajaran islam jawa dikenal dengan istilah empat nafsu yaitu aluamah, supiyah, amarah, mutmainah. Dalam ilmu kejawen tersebut sedulur papat. Dan,,, kekompakan dari ke’empat nafsu tersebut, bisa menghasilkan konsentrasi tingkat tinggi dan menjadikan manusia utama yang sempurna.

No. 02
SIPAT-SIPAT ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH;
1. ALUAMAH.
Nafsu Aluamah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah berani membunuh dan kejam apabila diganggu oleh orang lain disimbolkan warna hitam sebagai perwujudanya kulit Selemah apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat kejam/pembunuh dan ingin berontak maka jangan anggap orang lemah itu tidak punya keberanian untuk membunuh. Ada pepatah cacing saja diinjak melawan apalagi manusia.

Secara ilmiah sifat Aluamah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak makan zat tanah akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung dzat tanah.

2. SUPIYAH.
Nafsu Supiyah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah pemujaan terhadap kemegahan dan kemewahan harta dan benda duniawi saja disimbolkan warna kuning sebagai perwujudannya air kuning. Jadi seorang alim apapun di dalam dirinya ada keinginan untuk kesenangan duniawi/kaya walaupun 0.1 % saja oleh karena itu jangan munafik dengan harta dunia.

Secara ilmiah sifat Supiyah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan Angin/udara 02 sebagai salah satu sumber kehidupan, dengan kata lain,,, manusia tidak menghirup udara akan mati, dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung udara 02.

3. AMARAH.
Nafsu Amarah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah politik, kecerdasan yang cenderung sombong (pemarah, merasa pandai yang tidak mau dilampaui orang lain) di simbolkan warna merah sebagai perwujudannya darah merah Jadi sesabar apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat amarah apabila di ganggu orang lain teramat sangat ia akan marah dan jika tidak dapat dibendung lag.

Secara ilmiah sifat Amarah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan api sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak api/panas tubuh akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu panas.

4. MUTMAINAH.
Nafsu Mutmainah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia mengutamakan nafsu ibadah kepada tuhan yang Maha Esa di simbolkan warna putih sebagai perwujudannya darah putih. Jadi sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik dan prinsifnya tidak ada orang jahat itu 100 % jahatnya.

Secara ilmiah sifat Mutmainah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak minum akan mati maka dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung air.
Secara ilmu geologi bumi ini salah satu faktor yang harus ada adalah air.

Sebagai kesempurnaan hidup manusia, maka Allah Swt meniupkan Roh ke dalam jasad manusia yang tugasnya sebagai Pancer/Pengendali/Pengatur/Pengarah tubuh manusia ke jalan yang dikehendaki Allah dan manusia diberi keleluasaan untuk menggunakan ke empat Sifat tersebut di atas sebagai pirantisarana agar mampu bertahan dan tetap hidup sebagai Insan kamil.

Oleh karena itu apabila manusia tidak mampu mengendalikan ke empat sabahat hidupnya tersebut maka manusia akan terombang-ambing ke dalam jurang kehancuran. Tetapi sebaliknya apabila manusia mampu mengendalikan, mengatur, menguasai ke empat sifat sahabatnya hidupnya dengan baik dan benar maka manusia tersebut akan mencapai kejayaan, kebahagiaan, kemakmuran dan kesempurnaan moralitas dalam hidupnya dan akan menjadi insan khamil yang sempurna dan mulia di sisi Allah sang Maha pencipta alam semesta dan seisinya.

Selanjutnya yang perlu diketahui bersama bahwa dalam konsepsi kepemimpinan sedulur papat limo pancer tidak ada jabatan wakil ketua /wakil Roh, yang ada Roh Suci (HIDUP) sebagai pemimpin dan pengendali keadaan di dampingi oleh roh/aluamah, supiyah, amarah, mutmainah.

SAUDARAKU…. JUGA ANAK-ANAKU…. Ketahuilah.
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, ada laki-laki dan ada perempuan. Nabi pernah bersabdah “di zaman akhir kaum perempuan akan lebih banyak daripada kaum laki-laki”. hadis ini jika di telan mentah-mentah, tidak akan menemukan makna di dalamnya. seorang laki-laki benar-benar dikatakan laki-laki jika ia berani berjalan untuk menemukan kebenaran yang hakiki, jika ia berani berperang mengendalikan hawa nafsunya, jika tidak,,, bearti dia termasuk wanita.

Ada empat nafsu seperti yang sudah saya jelaskan diatas, menyelimuti diri manusia, empat itu pecah menjadi seluruh jagad, artinya semua di alam semesta ini adalah bagian dari diri kita sendiri. nafsu ini terlihat baik namun sangat menjerumuskan, nafsu ini dapat dilihat wujudnya, berwujud sama persisi dengan diri kita sendiri, mengenakan jubah putih bersih, itu merupakan bagian dari diri kita, yang tersebut Mutmainah, saya sebut saja nafsu ini “si putih”. si putih ini dapat mewujudkan semua keinginan kita yang bersifat duniawi, banyak pesohor agama yang menoleh atau terbuai pada tataran ini, termasuk saya sendiri pernah mengalaminya, wajar saja,,, karena apa yang di inginkan dalam sekejap terkabul, atau dengan kata lain kita menjadi sakti, tapi jangan salah,,, ini bukan jin yang membantu, tapi bagian dari diri kita sendiri pecah dan mewujud.

Di sinilah rahasia manusia, sungguh sangat menakjubkan Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Tataran ini sangat samar goda’annya, tapi jika kita selalu makmum kepada HIDUP, pasti kita dapat melewati tataran ini. Intinya hanya satu “jangan sampai kita berpaling dari tujuan utama kita sebagai manusia”. Yaitu Maha Suci Hidup (SEMPURNA)

NO. 03
PERJALAN ABADI ROH SUCI (HIDUP)
ALAM KUBUR/BARZAH;
Manusia akan mengalami kehidupan di berbagai alam, salah satunya adalah alam kubur atau yang disebut alam barzah. Sebenarnya,,, tidak ada kata mati untuk seorang manusia, yang ada hanya berpindah alam untuk mempertanggung jawabkan janji yang telah disanggupinya.

Ketika itu,,, di hari ketiga pertapa’an saya, terasa amat sangat sunyi di malam hari, sudah waktunya mulai memanjakan mata, tiba-tiba saja kedua bola mata saya meneteskan air mata, ketika saya menyaksikan Sejarah Perjalanan Abadi para roh-ruh yang tidak mendapatkan syafa’at dari HIDUPnya. Sungguh teramat sangat menyedihkan, mereka yang di alam barzah, namun mereka tak tahu jalannya, mereka tak tahu apa yang harus di perbuat, mereka juga tak tahu tentang alam barzah yang sedang dia alami itu, mereka sungguh kebingungan”. Ada yang berlari kian kesana dan kemari tanpa arah tujuan, ada yang menempati pepohonan, gunung-gunung, rumah-rumah kosong, jembatan, ada yang kehujanan, kepanasan, namun mereka tidak tau cara melindungi dirinya, ada yang terlihat seperti burung bertengger di dahan pohon , baby di semak-semak, ikan di rawa dan hewan-hewan lain yang menggemaskan, oleh mata manusia yang masih hidup di dunia fana ini, lalu di burunya, dibunuhnya dan dimakan dagingnya sebagai lauk pauk.

Sungguh saya melihatnya sangat jelas dan gamblang, mereka mengenakan pakaian yang compang-camping, beberapa diantara mereka menuju ke arah saya sambil memelas dan ada juga yang menangis, saya kenal salah seorang di antara mereka, apa yang dapat saya perbuat, hanya tangis dan memohonkan belas kasih terhadap mereka. Di sisi lain sungguh terlihat jelas bagaimana mereka di dalam kegelapan dan sungguh kesepian, balasan dari kehidupan di dunia sudah dimulai sejak di alam itu.

Namun sungguh menakjubkan bagi orang-orang yang mendapat syafaat HIDUP, mereka tersenyum mengenakan pakaian yang indah dan wibawa. Bak Raja/Ratu,,, dengan gagahnya mengatarkan roh yang berbahan dari 4 anasir dan raga/wujudnya, kembali ke asal usul sangkan paraning dumadi. Dengan penuh tanggung jawab dan cinta kasih… Hidup mengantarkan Sang Air pulang kepada Air hingga menjadi Sang Air kembali. Hidup mengatarkan Sang Angin pulang kepada Angin hingga menjadi Sang Angin kembali. Hidup mengantarkan Sang Api pulang kepada Api hingga menjadi Sang Api kembali. Hidup mengantarkan Sang Sari-sari bumi kepada Sari-sari bumi hingga menjadi Sang Sari-sari bumi kembali. Lalu mengembalikan Raga/Wujudnya yang terbujur di himpit bumi, tanpa harus mengalami tersiksa sakit karena di gerogoti cacing, ulat tanah dan binatang-binatang lainnya. Lalu kain kapan bekas pembungkus jasad dan kapas penutup 9 lubangpun di kembalikan ke asal usul sangkan paraning dumadi dengan amat sangat sempurna, sama persis dan sesuai dengan yang di perintahkan oleh Hyang Maha Suci Hidup kepada Hidup. Lalu setelah selesai… Hidup kembali menempati singgasana keabadianya yang sempurna di dalam sang Empunya, yaitu Maha Suci Hidup.
Tak ada kesediahan, tak ada penderita’an dan sejenisnya, yang ada hanya kebahagia’an dan ketentraman bersama Hyang Maha Suci Hidup (TUHAN).

Berbeda dengan yang tidak mendapatkan Syafa’at Hidup dan Cahaya Ilahir rabb yaitu Maha Suci Hidup. Empat anasir atau ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH. Di tinggalkan begitu saja Oleh Hidupnya, tanpa peduli Hidup kembali kepada Hyang Maha Suci Hidup. Sementara… Empat anasir atau ALUAMAH. SUPIYAH. AMARAH dan MUTMAINAH yang tersebut roh/ruh. Ditinggalkan begitu saja, sehingga roh/ruh, kebingungan tak tentu arah tujuan, tidak bisa berbuat apa-apa, ilmu setinggi langit tanpa guna, amal sedekah tak bisa mengantarnya kepada kesempurna’an, hanya berlaku bagaimana makanan bekal di perjalanan saja, yang pada suatu ketika akan habis termakan waktu. Sementara perjalanannya masih begitu panjang dan menyiksa, hingga hari kiamat di takdirkan oleh Tuhan… setelah selesai berhadapan dengan berbagai malaikat yang di sesuaikan dengan amal perbuatannya. Berlanjut pada kebingungannya… Sungguh teramat sangat menyedihkan, karena walapun mereka sudah berada di alam barzah, namun mereka tak tahu jalannya, mereka tak tahu apa yang harus di perbuat, mereka juga tak tahu tentang alam barzah yang sedang mereka alami itu, mereka sungguh kebingungan. Ada yang berlari kian kesana dan kemari tanpa arah tujuan, ada yang menempati pepohonan, gunung-gunung, rumah-rumah kosong, jembatan, ada yang kehujanan, kepanasan, namun mereka tidak tau cara melindungi dirinya, ada yang terlihat seperti burung bertengger di dahan pohon , baby di semak-semak, ikan di rawa dan hewan-hewan lain yang menggemaskan, oleh mata manusia yang masih hidup di dunia fana ini, lalu di burunya, dibunuhnya dan dimakan dagingnya sebagai lauk pauk. Dan yang paling menyedihkan lagi, yang memburu dan memakan dagingnya itu, adalah anak-anaknya sendiri, orang tuanya sendiri, saudaranya sendiri, keluarganya sendiri… Nauju billahi min jalik.

Sungguh saya hanya menyaksikan kejadian-kejadian itu. saya bisa melihat diri saya sendiri, saya melihat bagaimana seseorang dihancurkan hingga menembus lapisan bumi yang ke tujuh, demikian seterusnya dan seterusnya, sedikit orang yang terbaring dan terjaga seperti hanya sedang tidur, malaikatpun tak akan berani mengganggu apalagi menanyainya, ya,,, di sinilah letak Terlihatnya kesempurna’an manusia, Seperti halnya Tidur menunggu hari kianat? Atau Langsung menuju singgasana kesempurna’an yang abadi kepada Tuhannya. Yaitu Maha Suci Hidup.

Zaman kenabian dan kerasulan memang sudah ditutup, artinya tidak ada nabi dan rasul setelah Muahammad, namun cahaya Muhammad (HIDUP), tetap mengalir ada hingga detik ini.

Apa buktinya..?!
Buktinya sungguh sangatlah jelas, jagad raya masih tetap berputar, tata surya masih tetap berjalan normal, matahari masih terbit dari timur dan tenggelam di barat. Artinya jagad raya masih mempunyai As, sebagai perputaran porosnya, masih ada orang-orang yang teraliri cahaya itu. ketika di dunia sudah tidak ada lagi penerus tali cahaya itu, maka sungguh jagad raya akan diakhiri.

KIAMAT ITU…. Sungguh amat sangat – sangat – sangat mengerikan, tetapi saya hanya menyaksikannya, di mana matahari benar-benar terbit dari arah barat dan terbenam di timur, gunung-gunung hancur dengan amat mudah, seorang ayah dan ibu tidak akan mengenal anaknya, demikian juga sebaliknya, mereka tidak menyadari bahwa hari itu adalah hari kiamat, sementara hewan-hewan bisa berkumpul sesuai jenisnya, berjalan ke arah barat, yang lebih mengerikan lagi, banyak orang yang berhamburan pergi mencari al-kitab, namun semua al-kitab benar-benar tidak ada tulisan di dalamnya, sungguh Tuhan akan membinasakan seluruh cipta’anNya.

SEDULUR….Dan ANAK-ANAKU TERKASIH.
Titik klimaks dari kehidupan manusia, adalah ketika ia menemui ketentraman abadi atau siksaan yang abadi, hanya ada dua pilihan. Alam dunia merupakan alam penentuan, artinya di dunia inilah semua perjalanan untuk hidup di alam berikutnya disaksikan, disaksikan karena sesorang hanya akan bersaksi atas apa yang dialaminya, jelas manusia hanya dapat menyaksikan dan yang memberi tuntunan adalah sang pemilik cahaya abadi, jadi tidak ada alasan untuk sombong bagi seorang hamba. Dan tidak ada satupun sarana yang bisa di gunakan untuk mengenali Hidup, kecuali dengan menggunakan KUNCInya HIDUP. Logikanya,,, bagaimana mungkin kita bisa mengontak motor atau mobil, kalau tidak menggunakan kotak motor atau mobil itu sendiri. Maka… anak-anak saya, camkan ini, janganlah kau ragu, tetep idep madep mantepkan imanmu… tidak ada jalan lain, tidak ada cara lain, sekalipun ada, kita sudah tidak punya cukup waktu dan usia untuk mengawali perjalanan Hidup kita yang kini sudah semakin senja… Luruhkan langkahmu, arahkan tujuanmu, kuatkan tekadmu, satukan sedulur papatmu dan bergerak jalanlah terus, jangan berhenti walau hanya sekejap… sedepa bahkan mungkin sehasta lagi di depanmu. Tangan Tuhan akan memelukmu untuk tidak tergelincir dalam menujunya bersamanya… SEMOGA INI BERMANFAAT DAN BERKAH UNTUKMU SEKALIAN ANAK-ANAK TERKASIHKU… JIKA AKU SUDAH MATI TERLEBIH DULU SELAGI KALIAN BELUM MENCAPAI TITIKNYA. JANGAN HAWATIR… BERSAMA MAHA SUCI HIDUP AKU AKAN SIAP BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENJEMPUT DAN MENGANTARMU HINGGA BERHASIL MENDUDUKI TAHTA ABADI KESEMPURNA’ANMU. SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
JAKARTA SENIN 27 0KT 2014

MEMBURU ILMU KESEMPURNA’AN SEJATI: MEMBUKTIKAN KESEJATIAN KESEMPURNA’AN ILMU :

18 Agustus 2014

JT2
Oleh: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan
Kudus. Senin tgl 18/08/2014

JIKA ADA AWAL PASTI ADA AKHIR:
Kata/Kalimat semula/Pertama yang kita ucapakan, yang kita niyatkan di sa’at memulai sesuatu tindakan, maka itulah yang akan jadi kesempurna’annya (Penentunya)

Ketahuilah saudara-saudariku, bahwasanya…apa yang anda cari di dunia ini?
Tanya dalam diri…apa yang kalian cari…ilmu kekayaan? ilmu pemikat? ilmu kewibawaan?
Atau yang lain2….mya?

Pernahkah terpikir untuk menggabungkan semua dalam satu pencarian anda?
Mengapa semua informasi atau ilmu2 yang kita dengar dan amalkan tidak membuat diri kita
Disegani, dicintai sidia, tidak membuat hutang lunas dan sebagainya…MENGAPA…?!
Karna anda tidak melewati proses demi proses tahap pemahaman…. dengan Jeli dan seksama (Toto-Titi-Surti ngati-ati. Tetep-Idep-Madep-Mantep)… He he he . . . Edan Tenan

Baiklah,,, mudah2han apa yang saya tinformasikan ini, sedikit membantu pemahaman tentang
Kesempurnaan Proses Hidup dan kehidupan kita semuanya. Amiin

Bermula dia yang dzat wajibal wujud. LAA ILAHAILLAH… Bertajali/menampakan diri.
Terciptalah nurmuhammad. Muhammaddarasulallah… Nurmuhammad berkata jadilah sekalian kun sholli ala muhammad. Maka semua menyambut dengan kalimat. Shollallahu ala muhammad.

Nah dari kajian di atas tersebutlah kalimat2 kesempurnaan hakikat ketauhidan. Akan kesempurnaan keMaha Esaan Tuhan…yang mana kalimat tersebut. Jika di amalkan akan membawa diri kita menuju kesempurnaan diri. Dan apa yang menjadi carian kita selama ini, insya allah akan kita temukan… ILMU APAPUN itu.

Seperti yang saya bilang untuk memahami sebuah ilmu diperlukan proses demi proses
Tingkat pemahaman sehingga kita paham betul apa yang dibaca, apa yang di niyatkan dan apa yang di lakukan. Sebagai referensi dan paham logika. Baca 2 kalimat sahadat…disana artinya…
AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
DAN MUHAMMAD ADALAH RASULNYA.
BERSAKSI sama dengan melihat menyaksikan dimana kita melihat atau menyaksikan nya
Mengapa sahadat tidak sepeti ini AKU MENDENGAR ATAU AKU DIBERITAHU TEMAN ATAU AKU MEMBACA DARI INTERNET…..bahwa tidak ada tuhan selain allah…tp AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH… He he he . . . Edan Tenan.

Karena itu, bagi saudara-saudariku yang mau dan ingin pemahaman tentang ilmu kesempurna’an Sejatinya. Harus bertemu secara langsung… Karena untuk hal yang satu ini, tidak bisa melalui media jejaring sosial apapun juga telephon. Harus dengan Pendidikan dan Bimbingan secara langsung, Tapi INGAT saya hanya bisa memberikan Bimbingan dan pemahaman teorinya … Prakteknya harus Anda sendiri yang menjalankan/melakukan… Karena, sebaik-baiknya katanya, jauh amat lebih baik jika tau sendiri, mengerti sendiri dan bisa mengalami sendiri. Bagi yang berminat bertemu langsung. silahkan Hubungi nomer Telephon saya: Indosat. +6285-861-799-966 Xl. +6287-729-431-777. Jika tempatnya jauh dari posisi saya berada, biaya transpot di tanggung pemanggil… Rahayu _/!\_

Apa yang Dimaksud dengan Ilmu Kesempurna’an Sejati:
Berkaitan dengan diatas; Ilmu Kesempurna’an Sejati merupakan suatu ilmu untuk mengenali diri pribadi/sejati. Dahulu ilmu ini di tanamkan oleh para ahli kanuragan untuk mencapai tingkat kesempurna’an dalam mempelajari ilmu kedigdayaan. Dan Inilah gerbang utama menuju ilmu kesaktian yang sesungguhnya. Falsafah hidup yang ideal tidak hanya menjadi pedoman hidup di dunia fisik ini saja, melainkan harus masuk ke kehidupan yang sejati yang metafisik. Bila diminta memilih dunia: fisik atau metafisik, maka jatuhkan pilihan pada yang terakhir saja. Sebab dunia fisik akan lenyap seiring dengan dimasukkannya jasad ke dalam kubur, sementara dunia metafisik kita akan langgeng abadi sepanjang masa amal perbuatan yang masih harus di pertanggung jawabkan.

Tujuan hidup manusia adalah mengisi kehidupan dengan Hidup yang sejati. Dunia adalah persinggahan sementara diri sebelum menempuh perjalanan-perjalanan lain yang sangat panjang. Sayangnya, di persinggahannya yang sementara ini kebanyakan justru diisi oleh diri-diri palsu. Maka hidup di dunia yang menekankan pada diri-diri palsu, bersiap-siaplah untuk terjerembab dan tersungkur kapan saja.

DIRI SEJATI bisa dirasakan pada TITIK PALING HENING MEDITASI (universal), DZIKIR (umat Muslim). Pada DIRI SEJATI munculnya KESAKTIAN merupakan hal yang sangat biasa. SEGALA DIMENSI GAIB DAN METAFISIK TERBUKA TERANG BENDERANG. Namun, pada hakikatnya diri sejati tidak boleh hanya dirasakan dan disadari belaka. Sebaliknya, jadikan seluruh kemanusiaan kita ini dengan totalitas DIRI SEJATI YANG MENYINARI BERPERILAKU SEPANJANG HIDUP di KEHIDUPAN MANUSIA.

Yaitu bila perjalanan (Syare’at – Tarekat- Hakikat) mengolah rasa sudah sampai ke pendakian tertinggi perjalanan spiritual. Mencapai makrifat yang merupakan wujud diri sejati inilah yang harusnya menjadi pedoman dan tujuan hidup kita.

* KUN FAYAKUN*. Bahkan, hukum alam taklum dalam hukum Ilahi. Keajaiban itu terjadi sewaktu hamba dalam kendali Ilahi. Hidup dan mati tidak ada bedanya karena dalam hidup di dunia hendaklah manusia dapat mengendalikan nafsu yang tidak baik. Mati merupakan perpindahan rohani dari sangkar kecil menuju kepada kebebasan yang luas, kembali kepada-Nya. Dalam kematian raga nafsu yang tidak sempurna dan yang menutupi kesempurnaan akan rusak. Yang tinggal hanyalah Sukma.

Salah satu hal yang paling berharga dalam hidup ini adalah ilmu. Ilmu ibarat cahaya penerang. Ilmu laksana kekuatan penjaga, yang menjaga kehidupan kita. Ilmu yang membuat diri kita sanggup membumbung tinggi ke langit. Dari sekian banyak kategori ilmu, yang patut untuk kita renungkan apakah kita sudah memilikinya atau belum, adalah apa yang disebut dengan ilmu sejati. Ilmu ini berkaitan dengan intisari dari hidup kita, ia menjadi penerang bagi mereka yang ingin mengecap kehidupan sejati. Ia juga penuntun jalan untuk menemukan yang Sejati dari Hidup ini.

Apa yang disebut dengan ilmu sejati?
Siapakah yang berhak atas ilmu sejati itu?
Teks-teks dalam Serat Wedhatama membabarkannya secara gamblang:

Diantaranya;
Iku kaki takokena, marang para sarjana kang martapi, mring tapaking tepa tulus, kawawa nahen hawa, wruhanira mungguh sanyataning ngelmu, tan mesthi neng jeneng wredha, tuwin mudha sudra kaki.
(Anakku, tanyakan hal itu, kepada para sarjana yang berpengalaman, yang hatinya sudah menunjukkan ketulusan, dan sudah berhasil menahan hawa nafsu. Ketahuilah sesungguhnya ilmu sejati itu tak hanya bisa dimiliki orang tua, tetapi juga bisa dimiliki kaum muda, bahkan sudra)

Sapatuk wahyuning Allah, ya dumilah mangulah ngelmu bangit, bangkit mikat reh mangukut, kukutaning jiwangga, yen mengkono kena sinebut wong sepuh, lire sepuh sepi hawa, awas roroning atunggil.
(Siapapun yang menerima wahyu Ilahi, lalu dapat mencerna dan menguasai ilmu, mampu menguasai ilmu kesempurnaan, yaitu kesempurnaan pribadi, orang yang demikian itu pantas disebut sebagai orang tua, orang yang sudah tidak lagi dikuasai hawa nafsu, dapat menghayati manunggalnya dua keberadaan).

Prinsipnya, ilmu sejati bisa diraih oleh setiap orang yang menghasratinya, tidak muda tidak tua, bangsawan ataupun orang biasa, yang berprofesi sebagai intelektual maupun seorang petani. Dan pertanda keberadaan ilmu ini pada seseorang adalah ketika ia telah menjadi pribadi yang hawa nafsunya sudah tunduk, dan ia menghayati keberadaan dirinya tak lebih sekadar cermin dari Yang Maha Ada. Pemilik ilmu sejati menghayati sepenuhnya makna keberadaan Yang Maha Tunggal dan keberadaan diri kita yang diliputi-Nya, bahwa sesungguhnya Aku ana ing sajroning ingsun, ingsun ana ing sajroning AKU.

Para pemilik sejati adalah sosok yang telah mengenal dirinya karena itu ia juga mengenal Tuhannya. Ia tak lagi silau oleh penampilan luar, juga tak terjebak oleh sesuatu yang artifisial, yang serba kulit. Agama baginya bukan lagi identitas kelompok yang dibangga-banggakan, tetapi lebih sebagai jalan pribadi, jalan sunyi, menuju Ia yang Maha Misteri. Kerendahan hati mewarnai hatinya..karena ia sadar bahwa dirinya tak lebih dari setitik debu dalam lingkup semesta yang luasnya tak terbatas. Tapi pada saat yang sama, kepercayaan diri atau keyakinan akan kemuliaan diri, meresap kuat, karena ia sadar bahwa di dalam dirinya, sebagaimana juga di dalam setiap pribadi, bersemayam secercah Cahaya Yang Maha Ada.

Dan bagaimana cara meraih ilmu sejati?
Kita simak teks lain dalam Serat Wedhatama berikut ini:

Ngelmu iku Kalakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani Setya budaya pangekese dur angkara.
(Ilmu (hakekat) itu diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan, dimulai dengan kemauan. Artinya, kemauan membangun kesejahteraan terhadap sesama, Teguh membudi daya Menaklukkan semua angkara.)

Ilmu sejati diraih melalui rangkaian tindakan demi tindakan kebajikan, pengalaman demi pengalaman. Ia merupakan anugerah Sang Sumber Ilmu, kepada siapapun yang dalam hidupnya, pelayanan kepada sesama menjadi prioritas utama. Ia adalah berkah bagi mereka yang hidupnya didedikasikan bagi kebahagiaan sesama. Lebih jauh, ilmu sejati diraih dengan jalan lebih dahulu menaklukkan Sang Ego, meleburkan diri ke dalam keberadaan Yang Maha Ada.

Terakhir, apa yang menjadi bukti bahwa seseorang itu memiliki ilmu sejati, bahwa ilmu yang dimilki seseorang itu adalah sejatinya ilmu?

Tentu saja bukan kepandaian berbicara dan cakupan wawasan yang luas, tetapi lebih pada soal kemampuan untuk selalu hening, damai, penuh kasih. Pemilik ilmu sejati, mereka yang ilmunya adalah sejatinya ilmu, menjadi penebar damai di kala dunia dalam kekisruhan, penebar kasih di kala dunia tenggelam dalam kebencian, penebar kesembuhan bagi mereka yang terluka, pembawa cahaya di kala orang senang berada dalam kegelapan… He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu Lurr…

WEB.:-)
Tak uwisi gunem iki (saya akhiri pembicaraan ini)
Niyatku mung aweh wikan (saya hanya ingin memberi tahu)
Kabatinan akeh lire (kabatinan banyak macamnya)
Lan gawat ka liwat-liwat (dan artinya sangat gawat)
Mulo dipun prayitno (maka itu berhati-hatilah)
Ojo keliru pamilihmu (Jangan kamu salah pilih)
Lamun mardi kebatinan (kalau belajar kebatinan)

SEMOGA BERMANFA’AT DAN BERKAH… He he he . . . Edan Tenan… Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Selalu saudara-saudariku semuanya tanpa terkecuali dimanapun berada.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP”

17 Agustus 2014

L 2

Oleh: Wong Edan Bagu
Sabar Ada Batasnya !!!!!
Di: Spiritual Hakikat Hidup

”Sabar itu ada batasnya” kata-kata ini sering saya dengar ketika seseorang sudah memasuki ambang kemarahan.

Orang yang berpendapat demikian saya pikir adalah orang yang memang tidak sabar.
Kalau saya pribadi kalau memang tidak sabar ya tidak usah sabar dari awal, karena sia-sia saja sabarnya itu alias tidak ada nilainya.
Kenapa saya katakan tidak ada nilainya? Itu karena nilai sabar nya hancur seketika ketika dia sudah tidak sabar atau sampai pada batasnya.

Hancurnya nilai sabar lantaran menuruti nafsu ammarah yang menggelegar di dalam dadanya itu.
Dengan kata lain dia terpedaya oleh tipu muslihat nafsu yang di tunggangi syetan.

Sabar itu laksana kayu yang kering dan marah itu laksana api yang membara..
Sehari, dua hari, seminggu, sebulan, bahkan tahunan kita menumpuk kayu kering, akan lenyap seketika tatkala di sentuh api sesaat..

Selama itu tidak melukai atau mencelakakan tubuhmu maka bersabarlah.

Sabar,syukur dan cinta dunia:
Di: Spiritual Hakikat Hidup;
Saudara-saidariku… Cobalah jalani hidup ini dengan menerima apapun yang telah di takdirkan atas mu. Makasudnya, apapun itu juga ada di hadapanmu. Maka hadapilah dengan Sabar dan belajarlah ikhlas menerima manis pahitnya kehidupan yang ada di hadapanmu saat itu, janganlah kau mengeluh atasnya, apa lagi mengingkarinya.

Semakin kau berkeluh kesah apa lagi menginkarinya, maka semakin dalam dan beratlah apa yang sedang ada dihapanmu.

Ada batas waktu yang di tentukan untukmu, jika kau bersabar dan menerima dengan hati yang terbuka maka Tuhanmu akan menggantikan apa uanh terjadi di hadapanmu saat itu menjadi kenikmatan.

Sabar itu adalah pintunya syukur. Jika kau selalu bersabar maka kau akan masuk kedalam syukur yakni kebahagiaan dan kenikmatan akan kau reguk.

Ingkar pada kodrat dan irodatnya serta berkeluh kesah itu tanda mati hati, mati iman, Ingkar pada kodrat dan irodatnya serta berk eluh kesah itu pertanda hatinya lebih condong kepada dunia.

Orang yang hatinya lebih condong kepada dunia maka hatinya lebih sering sakit, bahkan sakit-sakitan.

Cobaan Dan Kepahitan:
Di: Spiritual Hakikat Hidup;
Cobaan dan kepahitan hidup adalah suatu kenyataan Hidup dan kehidupan. Suatu keharusan yang mesti engkau jalani. Engkau tidak bisa menghindar, memajukan dan menundanya. Maka jalanilah dengan sabar dan ikhlas.

Tempatkanlah nafsumu di pintu dunia, dan hatimu di pintu akhirat, Nuranimu di pintu ALLAH.

Lakukanlah hingga datang waktunya ketika nafsu berubah menjadi hati dan merasakan apa yang di rasakannya. Juga hati berubah menjadi Nurani dan merasakan apa yang di rasakan.
Lalu Nurani berubah menjadi kefanaan yang lebur di dalamNYA, tanpa merasakan dan di rasakan. Kemudian Tuhan Akan menghidupkan Hatimu kembali hanya untukNYA, sebab hatimu telah kosong oleh kesibukan pikiran tentang duniawi.

Suara Nafas:
Di: Spiritual Hakikat Hidup;
Gusti ingkang Moho Suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci.
Sirolah, Datolah, Sipatolah.
Kulo sejatine satriyo / wanito.
nyuwun wicaksono, nyuwun panguwoso.
kangge tumindhake satriyo sejati/wanito sejati.
Kulo nyuwun, kangge hanyirnak’ake tumindhak ingkang luput…. Itulah bunyi bunyian nafas tatkala keluar masuknya. Dari hidup maupun mulut. Nafas itu merupakan perwujudan Ruh suci diri, Dia tidak pernah sunyi dari dzikrullah sepanjang masa umur mu.

Dia tidak pernah tidur, tidak pernah istirahat sejak awal umur mu.
Dia tidak pernah diam di tempat, Dia selalu berjalan keluar masuk tanpa kita sadari.
Apakah Ruh suci kita itu keluar masuk dari jasad ini?? YA..
Lalu kenapa tatkala Ruh suci kita keluar kita tidak mati??
karena Ruh suci kita masih terikat dengan yang nama nya Tali !.
Tali apa itu?? Tali yang di namakan orang dengan sebutan’ Nyawa… (ruh)’
Ruh suci orang selalu keluar masuk dari jasad, namun Ruh suci itu selalu kembali ke jasad di karenakan adanya Tali yang menghubungkan si Ruh suci dengan jasad.
Tidak ada satupun yang kuasa memutuskan tali itu kecuali orang yang di utus untuk membawamu pulang ke hadiratNYA.

Muga Bermanfa’at
Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

KEMABUKAN SPIRITUAL:

12 Agustus 2014

ADALAH HIJAB YANG SANGAT HALUS;
Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Kudus Kamis Pon; 07-08-2014

Sungguh….. Bagi pejalan-perjalanan Ruhani dalam menuju kepada Allah Swt dengan melalui Ma’rifatnya kepada Allah maka “kemabukan spiritula” itu adalah suatu hal yg selalu ada dan pasti ada dan tidak akan mungkin tiada karena “kemabukan spiritual” itu adalah FASE untuk sempurna dalam menuju Al-HAQ.

Sehingganya… Bagi yg belum mengalami “kemabukan spiritual”, maka bersiap2lah jika suatu saat mengalaminya dan jangan takut jika hal itu suatu saat terjadi pada diri Anda. Dan bagi yg sudah berada di dalam “kemabukan spiritual ” maka hendaknya di ketahui bahwa hal itu masih dalam Perjalanan/proses. Bukan “AKHIR” perjalanan. Maka……senantiasa lah tetap TAWAKKALTU ALALLAH agar tidak hanyut di “kemabukan spiritual” itu, sehingga dalam situasi dan kondisi serta keadaan apapun tetap dalam “RASA yang SADAR” dan ingatlah bahwa Allah berfirman : “Watawakkaltu Alallah fa HUWA hasbuh” dan siapa yg bertawakkal dengan sebenar-benarnya Tawakkal maka “DIA” akan menjadi penolongmu dan penJAMIN dirimu”. Biarkanlah…………….”kemabukan spiritual” itu datang pada diri sebagai “HADIAH” dari ALLAH dan janganlah engkau menolaknya karena sesungguhnya “kemabukan spiritual” itu adalah suatu “Isyarat” dari pada ALLAH bahwa ALLAH sungguh-sungguh sedang memperhatikan dirimu dalam Pandangan Rahmat-NYA, maka tersenyumlah selalu dan lapangkan JIWA dalam menghadap kepada-NYA dengan menjalani “kemabukan spiritual” itu, namun……..tetaplah Istiqomah dalam TAWAKKALTU ALALLAH agar diri tidak hanyut di Samudra Jamal (ke-INDAHANNYA ) yg menyebabkan kelalaian dari Tujuan yg sebenarnya yaitu “AL-HAQ” yg memiliki Sifat Jalal, Jamal, Qohar dan Kamal.

ke-Asyikan itu adalah sesuatu yang meMABUKan…..
Tenggelam dalam penghayatan Amal Ibadah adalah suatu ke-Asyikan dan itu adalah keMABUKan….
Tenggelam dalam penghayatan akan lantunan Wirid dan Zikir juga adalah suatu ke-Asyikan dan itu pun adalah keMABUKan….
Tenggelam dalam Musyahadah akan Allah dalam Ma’rifatullah itu juga suatu ke-Asyikan dan itu pun adalah keMABUKan…. Setelah berhasil mengemuka AKU, lalu…
Asyik dan hanyut dalam keAKUan yg tiada yg lain selain AKU, itu pun adalah keMABUKan. Bla… Bla… Bla… Dan lain-lain…. Apa saja yg membawa kepada ke-Asyikan dalam perjalanan menuju kepada Allah dengan hal apapun itu adalah suatu keMABUKan.

Dan intinya adalah keMABUKan itu semua…….di dalam perjalalan menuju AL-HAQ (ALLAH SWT) baik dengan Amal Ibadah, lantunan wirid dan zikir, Samadi atau Bertapa, Musyahadah, dll…… Kesemuanya itu SADAR maupun tiada diSADARi, TAHU atau tiada diketahui, bahwa : “IA (HAMBA) sedang ASYIK di dalam keMABUKan CINTA kepada TUHANNYA”.

Ya…….MABUK CINTA kepada AL-HAQ dan UNIKnya keMABUKan CINTA itu sangat Lembut sekali menghampiri dirinya sehingga tanpa di sadari Ia MABUK itu seolah-olah di sebabkan dengan sebab-sebab yg lain, padahal tiada sebab yg lain selain CINTA kepada AL-HAQ, Ya…..CINTA kepada AL-HAQ……AL-HAQ….HAQ…HAQ…..HAQ……

Bahkan Azazil pun tanpa diSADARi nya, ia itu sangat CINTA kepada Tuhannya sehingga membuat ia CEMBURU BUTA ketika Tuhan melebihkan kedudukan Adam beserta Anak keturunannya di bandingkan dengan dirinya sendiri, yang kemudian berefek Benci dan DENDAM kepada Adam dan Keturunannya. Semua itu di karenakan Azazil telah di serang keMABUKan CINTA kepada Tuhannya dalam Versi “CINTA yang BUTA”, bukan CINTA yang TULUS dan MURNI.

Pada Saat keMABUKan di dalam CINTA yang TULUS dan MURNI maka Allah sendirilah yang memuji diriNYA pada lisan HambaNYA. Dan ketika itu pula maka leburlah ke-EGO-an diri kedalam SifatNYA yang Ar-Rahman Ar-Rahiiim. Maka jika benar sudah demikian kenyataannya PASTI Ia akan menjadi Rahmat bagi sekelilingnya sebagai Cermin dari pada Sifat JALAL, JAMAL, QOHAR dan KAMAL- Nya Allah Swt dan ke-AKU-an menjadi Sirr/Rahasia dalam Diam-NYA sehingga tidak muncul kepermukaan Zahir yang membawa Fitnah bagi sekelilingnya.

WEB:
“Bagi para pemabuk memaknai bahwa “MABUK” itu adalah ke-Asyik-an sedangkan bagi mereka yg sudah Sadar sesadar-sadarnya memaknai “MABUK” itu adalah “HIJAB yang Sangat Halus”.

JADI…. Bagaimana mungkin dapat berhenti dari kebiasaan “MABUK” Jika masih berkawan dengan para pemabuk dan berkonsultasi juga dengan pemabuk, yang ada malah tambah “MABUK.”. Maka…..Carilah seorang TABIB TUHAN yg sudah dapat mengendalikan Rasa ke-MABUK-an itu, maka ke-MABUK-an mu pun perlahan-lahan akan sirna dengan KUNCI”… He he he . . . Edan Tenan.

Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah selalu saudara-saudariku semuanya tanpa terkecuali.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putra Rama Tanah Pasundan

http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

%d blogger menyukai ini: